00:05Sementara itu Amerika Serikat melancarkan serangan udara baru terhadap Iran Kamis waktu setempat yang langsung dibalas Teheran dengan menargetkan negara
00:16-negara sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah.
00:18Rekaman video di media sosial dalam 48 jam terakhir menunjukkan ledakan, asap, dan kerusakan parah di kota Chabahar, Iranshar, serta
00:29beberapa lokasi di Provinsi Golestan.
00:32Ledakan juga dilaporkan terjadi di wilayah strategis Bandar Abbas dan juga Bushher yang merupakan situs pembangkit listrik tenaga nuklir Iran.
00:41Kementerian Kesehatan Iran menyatakan serangan Amerika Serikat di lima provinsi Iran selama dua hari terakhir menewaskan sedikitnya 14 orang dan
00:52melukai 78 lainnya.
01:09Sumber-sumber lokal Iran membagikan rekaman yang menurut mereka menunjukkan kehancuran kapal yang diklaim dampak dari serangan rudal AS pada
01:19Kamis waktu setempat.
01:20Rudal AS dilaporkan mengenai 12 kapal sipil di Asaluyeh di Provinsi Bushher, Iran Selatan.
01:29Sumber lokal Iran menduga tidak satupun dari kapal-kapal tersebut milik IRGC.
01:36Secara terpisah, laporan lokal mengatakan sebuah ledakan terjadi di fasilitas petrokimia di zona industri Asaluyeh yang merupakan pusat energi utama
01:47di pantai Teluk Persia.
01:57Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan telah meluncurkan serangan lebih keras ke Iran sebagai balasan atas serangan Iran.
02:05Trump mendekankan akan meluncurkan serangan 20 kali lipat untuk membalas Iran.
02:36Pemagaman Ali Khamenei tanpa kehadiran pemimpin tertinggi Iran Mojtabah Khamenei
02:41diiringi kembali memanasnya perang antara Amerika Serikat dan Iran.
02:46Lalu bagaimana eskalasi perang antara AS dan Iran setelah pemakaman Ali Khamenei?
02:52Kita bahas bersama dengan pakar strategi militer dan juga pertahanan dari pusat pengkajian dan penerapan angkatan udara
02:58yang juga merupakan alumni US Air World College, Agung Sasongko Jati.
03:02Selamat petang, Pak Agung.
03:05Selamat petang.
03:06Pak Agung, pertanyaan pertama saya adalah bagaimana kemudian Anda melihat ekskalasi perang antara AS dan Iran
03:13usai pemakaman Ali Khamenei?
03:17Eskalasi ini adalah suatu hal yang memang akan terjadi pada saat Amerika, pada saat Amerika sedang terikat pada MOU
03:26dengan berisi schedule untuk kerundingan damai dengan kejakan senjata dan kemudian damai dengan segala persyaratan
03:37tetapi sudah melakukan hal-hal yang memang niatnya memang untuk mengganggu EMU itu sendiri, pelaksanaan EMU itu sendiri.
03:45Namun kita tahu bahwa tim perunding tetap berunding, mereka tetap berjalanan.
03:51Namun dalam hari ini selama perundingan berlangsung, terang memberikan kekanan-kekanan berupa ancaman, berupa kekanan, dan berupa lain-lain.
04:00Dan mereka akan pemerintahkan juga untuk tetap melaksanakan freedom project, yaitu diam-diam meminta kapal-kapal untuk keluar di luar
04:08kesepakatan yang diberikan kepada Iran.
04:10Jadi kesepakatan dalam 30 hari pertama, Iran akan mengatur demi keamanan dan keselamatan di Hormus, setelah itu baru sampai 60
04:17hari.
04:18Tapi nyatanya pada saat Iran mengatur, Amerika sudah juga dengan kekhawatiran ataupun kecemasan bahwa nanti Iran sangat kuat diakui di
04:27Selat Hormus sebagai pengendali Selat Hormus.
04:29Akhirnya diam-diam melakukan hal-hal yaitu seperti meminta secara diam-diam beberapa negara seperti Saudi, Qatar, dan di Namir
04:38untuk diam-diam melepaskan kapalnya melalui jalur yang lain.
04:41Dengan cara mematikan lampu, mematikan transpondernya, dan akibatnya Iran tidak punya percayaan lain untuk menembak itu.
04:49Dan apa yang dilakukan Iran itu dalam kerangka menjaga keselamatan keamanan di situ.
04:54Dia harus tergantung itu, karena sudah diberikan dia melanggar.
04:57Dan akhirnya selama Iran diserang, Amerika mengklaim dia tidak memprovokasi Iran, klaimnya adalah Iran melakukan serangan mengganggu navigasi.
05:06Karena memang yang dibutuhkan adalah tuduhan-tuduhan atau framing bahwa Iran itu merusak keselamatan kelahiran dengan menghantam ini.
05:14Tapi tidak disebutkan kenapa menghantam, karena dia melewati jalur yang tidak ditentukan di Iran.
05:18Karena Iran memiliki wawonan 230 hari untuk menghantam jalur itu.
05:22Itu tidak disebutkan.
05:23Ya biasa, branding media, apalagi media barat, pasti bermain seperti itu.
05:27Pak Agung, ancaman dari Trump akan bilang kalau balasan nanti akan sampai 20 kali lebih kuat kalau Iran melakukan serangan
05:35lanjutan.
05:35Apakah kalau dilihat dari serangan yang sudah dilakukan, bisa dikatakan serangan yang diluncurkan ini lebih besar dari serangan sebelumnya?
05:46Kelihatannya memang lebih besar daripada sebelumnya.
05:48Kalau sebelumnya serangan kepada satu kapal dibalas dengan menghantam beberapa ini.
05:52Dan sekarang pada saat Iran langsung dihat kapal, diserang sehingga kapal itu macet dan menutupi jalur selat di depan Oman
05:59itu.
06:00Yang terjadi, dia menyerang dengan 80 target sasaran, termasuknya 80 ledakan senjata.
06:05Nah, namun Iran membalas dengan serangan ke langsung ketiga pangkalan Amerika dengan jumlah lebih banyak.
06:14Ratusan kan, drone yang dilepaskan ratusan, kemudian rudalnya.
06:18Kemudian pada saat Amerika membalas lagi di 190 target, dengan total 170 target, Iran membalas lagi dengan bahkan menyerang ke
06:26Jordania juga.
06:27Artinya, dan habis itu Amerika berhenti.
06:29Nah, ini sama juga dengan tempat berikutnya bahwa yang balas terakhir ini berarti Iran menghantam kapal serangan balasan pertama dan
06:38kedua, Amerika hanya kedua.
06:39Jadi, artinya benar-benar berhenti.
06:41Artinya ya memang Amerika membutuhkan serangga terhebat untuk menunjukkan, saya menyerang Iran loh, untuk memenuhi harapan daripada orang-orang yang
06:49memang mengingatkan Amerika menyerang.
06:50Tapi praktiknya, situasinya tidak berubah.
06:52Tetap Iran memegang selatuh rumus, Amerika tidak selatuh rumus, tetap minyak keluar, meskipun di wafernya atau tercabut, tapi tetap minyak
06:59keluar.
07:00Karena pada akhirnya, tetap saja kondisi tidak berubah, Iran memegang selatuh rumus.
07:05Namun sekarang, Amerika bisa, Trump bisa mengatakan, oh Iran berusaha saja.
07:10Nah, tapi perundingan jalan terus.
07:11Tapi bagaimana kemudian membaca kekuatan Iran saat ini?
07:17Ya, seperti biasa, dia kekuatan menyerang, bertahannya tidak terlalu kuat, karena dia sulit untuk menangkis daripada serangan stand-up missile
07:29dan jarak jauh.
07:30Tetapi di sisi lain, kekuatan penyerangnya juga sangat bagus.
07:33Dan sulit untuk ditahan, meskipun sebagian daripada rudal dan drone yang bisa dialami.
07:38Tapi masalahnya adalah rudal drone yang harganya 10 kali atau 20 kali lebih murah, dilawan dengan pertahanan rudal yang 20
07:46kali lebih mahal.
07:48Tetap artinya itu adalah perugian, tetap akhirnya adalah economy of war yang tidak tercapai.
07:53Artinya tetap asimetri ini membuat Amerika kesulitan, karena sudah sedikit senjata penyerangnya menjadi tinggal 50 persen, senjata bertahannya juga sama.
08:03Sekarang dengan berkurang sekian ratus, itu Amerika malah jadi mungkin tinggal 40 persen.
08:07Itu kan menjual masalah besar.
08:09Namun kan bagaimana juga tentang Amerika, militer Amerika juga kelihatannya harus mengikuti pada perintah presidennya yang tidak terlalu memperhitung untuk
08:18menangkis.
08:19Namun tentu kan terlalu banyak dari segi politik ya, bahwa dia masih menunjukkan kemampuan untuk menyerang atau bersalah tidak terikut
08:25pada iran, meskipun faktanya tetap iran yang memiliki selat humus.
08:29Itu yang terjadi sekarang.
08:29Oke, kalau serangan ini kemudian masih terus berlanjut, sekutu mana lagi yang kemudian akan disasar, Pak Agung Anda melihat?
08:39Nah, kelihatannya kan sekarang iran dekat sama Katan, dekat sama Oman, dekat sama Saudi.
08:44Jadi mungkin sasarannya kalau yang lain, mungkin Saudi diserang tetapi bisa ditangkis.
08:48Namun mungkin yang akan jadi sasaran utama adalah Jordania, kembali lagi Kuwait, dan kembali lagi Bahrain.
08:55Karena Yunanera sudah akan menyerangkan Nebarando.
08:58Tetapi yang jelas Bahrain, Kuwait, dan Jordania itu keserangan yang banyak.
09:03Dan itu sudah jadinya juga pemerintah itu kepada Amerika.
09:06Nyatanya Amerika menghentikan serangan, sekarang lagi Bahrain lagi dan sekarang mereka ngomong-ngomong lagi.
09:11Hal ini biasa ya, seperti dulu itu Perang Korea, Amerika-Cina bunuh-bunuhan sepanjang Korea itara itu.
09:16Tetapi sisi lain, di Mahmunjom, mereka juga tetap melaksanakan perundingan.
09:21Ini biar jadi perundingan berjalan, tembak-tembakan ini karena kebutuhan masyarakat akan berita bahwa mereka...
09:27Singkat saja, Pak Agung, reaksi balasnya seperti apa nanti dari sekutu Amerika Serikat?
09:34Sekutu Amerika Serikat ini akan membalas, karena mereka tahu mereka adalah proksi.
09:37Jadi kalau mereka membalas, mereka dapatnya risiko lebih besar.
09:40Di masa depan, Iran tetap tetangganya, Amerika tidak.
09:44Tapi ini jelas, Amerika sudah tidak mengembangkan posisi sebagai anid daya yang di tempat tengah.
09:49Dan kelihatannya, negara-negara tempat tengah akan merestruturisasi mengenai aspektur keamanan regionalnya...
09:55...di mana peran Turki, peran Mesir, peran Iran, dan peran Pakistan akan memegang peran lebih banyak...
10:01...serta Saudi, sehingga mereka akan membentuk struktur keamanan sendiri...
10:04...yang mungkin tidak tergantung dari Amerika, tapi mungkin berafiliasi dengan Cina atau Rusia.
10:09Baik, terima kasih sudah berbagi perspektif bersama kami di Kompas petang hari ini.
10:13Terima kasih Pak Agung, sehat selalu.
Komentar