Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan telah meluncurkan serangan lebih keras ke Iran sebagai balasan atas serangan Iran.

Trump menekankan akan meluncurkan serangan dua puluh kali lipat untuk membalas Iran.

Pemakaman Ali Khamenei tanpa kehadiran pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, diiringi kembali memanasnya perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Lalu, bagaimana eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Iran setelah pemakaman Ali Khamenei?

Kita bahas bersama pakar strategi militer dan pertahanan dari Pusat Pengkajian dan Penerapan Angkatan Udara, yang juga merupakan alumni US Air War College, Agung Sasongkojati.

Baca Juga Israel Diklaim Bocorkan Data Intelijen ke AS terkait Upaya Terbaru Iran Bunuh Trump di https://www.kompas.tv/internasional/679773/israel-diklaim-bocorkan-data-intelijen-ke-as-terkait-upaya-terbaru-iran-bunuh-trump

#trump #iran #perang #timurtengah #as


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/679841/full-analisis-pakar-strategi-ppau-soal-eskalasi-perang-as-iran-usai-pemakaman-ali-khamenei
Transkrip
00:05Sementara itu Amerika Serikat melancarkan serangan udara baru terhadap Iran Kamis waktu setempat yang langsung dibalas Teheran dengan menargetkan negara
00:16-negara sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah.
00:18Rekaman video di media sosial dalam 48 jam terakhir menunjukkan ledakan, asap, dan kerusakan parah di kota Chabahar, Iranshar, serta
00:29beberapa lokasi di Provinsi Golestan.
00:32Ledakan juga dilaporkan terjadi di wilayah strategis Bandar Abbas dan juga Bushher yang merupakan situs pembangkit listrik tenaga nuklir Iran.
00:41Kementerian Kesehatan Iran menyatakan serangan Amerika Serikat di lima provinsi Iran selama dua hari terakhir menewaskan sedikitnya 14 orang dan
00:52melukai 78 lainnya.
01:09Sumber-sumber lokal Iran membagikan rekaman yang menurut mereka menunjukkan kehancuran kapal yang diklaim dampak dari serangan rudal AS pada
01:19Kamis waktu setempat.
01:20Rudal AS dilaporkan mengenai 12 kapal sipil di Asaluyeh di Provinsi Bushher, Iran Selatan.
01:29Sumber lokal Iran menduga tidak satupun dari kapal-kapal tersebut milik IRGC.
01:36Secara terpisah, laporan lokal mengatakan sebuah ledakan terjadi di fasilitas petrokimia di zona industri Asaluyeh yang merupakan pusat energi utama
01:47di pantai Teluk Persia.
01:57Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan telah meluncurkan serangan lebih keras ke Iran sebagai balasan atas serangan Iran.
02:05Trump mendekankan akan meluncurkan serangan 20 kali lipat untuk membalas Iran.
02:36Pemagaman Ali Khamenei tanpa kehadiran pemimpin tertinggi Iran Mojtabah Khamenei
02:41diiringi kembali memanasnya perang antara Amerika Serikat dan Iran.
02:46Lalu bagaimana eskalasi perang antara AS dan Iran setelah pemakaman Ali Khamenei?
02:52Kita bahas bersama dengan pakar strategi militer dan juga pertahanan dari pusat pengkajian dan penerapan angkatan udara
02:58yang juga merupakan alumni US Air World College, Agung Sasongko Jati.
03:02Selamat petang, Pak Agung.
03:05Selamat petang.
03:06Pak Agung, pertanyaan pertama saya adalah bagaimana kemudian Anda melihat ekskalasi perang antara AS dan Iran
03:13usai pemakaman Ali Khamenei?
03:17Eskalasi ini adalah suatu hal yang memang akan terjadi pada saat Amerika, pada saat Amerika sedang terikat pada MOU
03:26dengan berisi schedule untuk kerundingan damai dengan kejakan senjata dan kemudian damai dengan segala persyaratan
03:37tetapi sudah melakukan hal-hal yang memang niatnya memang untuk mengganggu EMU itu sendiri, pelaksanaan EMU itu sendiri.
03:45Namun kita tahu bahwa tim perunding tetap berunding, mereka tetap berjalanan.
03:51Namun dalam hari ini selama perundingan berlangsung, terang memberikan kekanan-kekanan berupa ancaman, berupa kekanan, dan berupa lain-lain.
04:00Dan mereka akan pemerintahkan juga untuk tetap melaksanakan freedom project, yaitu diam-diam meminta kapal-kapal untuk keluar di luar
04:08kesepakatan yang diberikan kepada Iran.
04:10Jadi kesepakatan dalam 30 hari pertama, Iran akan mengatur demi keamanan dan keselamatan di Hormus, setelah itu baru sampai 60
04:17hari.
04:18Tapi nyatanya pada saat Iran mengatur, Amerika sudah juga dengan kekhawatiran ataupun kecemasan bahwa nanti Iran sangat kuat diakui di
04:27Selat Hormus sebagai pengendali Selat Hormus.
04:29Akhirnya diam-diam melakukan hal-hal yaitu seperti meminta secara diam-diam beberapa negara seperti Saudi, Qatar, dan di Namir
04:38untuk diam-diam melepaskan kapalnya melalui jalur yang lain.
04:41Dengan cara mematikan lampu, mematikan transpondernya, dan akibatnya Iran tidak punya percayaan lain untuk menembak itu.
04:49Dan apa yang dilakukan Iran itu dalam kerangka menjaga keselamatan keamanan di situ.
04:54Dia harus tergantung itu, karena sudah diberikan dia melanggar.
04:57Dan akhirnya selama Iran diserang, Amerika mengklaim dia tidak memprovokasi Iran, klaimnya adalah Iran melakukan serangan mengganggu navigasi.
05:06Karena memang yang dibutuhkan adalah tuduhan-tuduhan atau framing bahwa Iran itu merusak keselamatan kelahiran dengan menghantam ini.
05:14Tapi tidak disebutkan kenapa menghantam, karena dia melewati jalur yang tidak ditentukan di Iran.
05:18Karena Iran memiliki wawonan 230 hari untuk menghantam jalur itu.
05:22Itu tidak disebutkan.
05:23Ya biasa, branding media, apalagi media barat, pasti bermain seperti itu.
05:27Pak Agung, ancaman dari Trump akan bilang kalau balasan nanti akan sampai 20 kali lebih kuat kalau Iran melakukan serangan
05:35lanjutan.
05:35Apakah kalau dilihat dari serangan yang sudah dilakukan, bisa dikatakan serangan yang diluncurkan ini lebih besar dari serangan sebelumnya?
05:46Kelihatannya memang lebih besar daripada sebelumnya.
05:48Kalau sebelumnya serangan kepada satu kapal dibalas dengan menghantam beberapa ini.
05:52Dan sekarang pada saat Iran langsung dihat kapal, diserang sehingga kapal itu macet dan menutupi jalur selat di depan Oman
05:59itu.
06:00Yang terjadi, dia menyerang dengan 80 target sasaran, termasuknya 80 ledakan senjata.
06:05Nah, namun Iran membalas dengan serangan ke langsung ketiga pangkalan Amerika dengan jumlah lebih banyak.
06:14Ratusan kan, drone yang dilepaskan ratusan, kemudian rudalnya.
06:18Kemudian pada saat Amerika membalas lagi di 190 target, dengan total 170 target, Iran membalas lagi dengan bahkan menyerang ke
06:26Jordania juga.
06:27Artinya, dan habis itu Amerika berhenti.
06:29Nah, ini sama juga dengan tempat berikutnya bahwa yang balas terakhir ini berarti Iran menghantam kapal serangan balasan pertama dan
06:38kedua, Amerika hanya kedua.
06:39Jadi, artinya benar-benar berhenti.
06:41Artinya ya memang Amerika membutuhkan serangga terhebat untuk menunjukkan, saya menyerang Iran loh, untuk memenuhi harapan daripada orang-orang yang
06:49memang mengingatkan Amerika menyerang.
06:50Tapi praktiknya, situasinya tidak berubah.
06:52Tetap Iran memegang selatuh rumus, Amerika tidak selatuh rumus, tetap minyak keluar, meskipun di wafernya atau tercabut, tapi tetap minyak
06:59keluar.
07:00Karena pada akhirnya, tetap saja kondisi tidak berubah, Iran memegang selatuh rumus.
07:05Namun sekarang, Amerika bisa, Trump bisa mengatakan, oh Iran berusaha saja.
07:10Nah, tapi perundingan jalan terus.
07:11Tapi bagaimana kemudian membaca kekuatan Iran saat ini?
07:17Ya, seperti biasa, dia kekuatan menyerang, bertahannya tidak terlalu kuat, karena dia sulit untuk menangkis daripada serangan stand-up missile
07:29dan jarak jauh.
07:30Tetapi di sisi lain, kekuatan penyerangnya juga sangat bagus.
07:33Dan sulit untuk ditahan, meskipun sebagian daripada rudal dan drone yang bisa dialami.
07:38Tapi masalahnya adalah rudal drone yang harganya 10 kali atau 20 kali lebih murah, dilawan dengan pertahanan rudal yang 20
07:46kali lebih mahal.
07:48Tetap artinya itu adalah perugian, tetap akhirnya adalah economy of war yang tidak tercapai.
07:53Artinya tetap asimetri ini membuat Amerika kesulitan, karena sudah sedikit senjata penyerangnya menjadi tinggal 50 persen, senjata bertahannya juga sama.
08:03Sekarang dengan berkurang sekian ratus, itu Amerika malah jadi mungkin tinggal 40 persen.
08:07Itu kan menjual masalah besar.
08:09Namun kan bagaimana juga tentang Amerika, militer Amerika juga kelihatannya harus mengikuti pada perintah presidennya yang tidak terlalu memperhitung untuk
08:18menangkis.
08:19Namun tentu kan terlalu banyak dari segi politik ya, bahwa dia masih menunjukkan kemampuan untuk menyerang atau bersalah tidak terikut
08:25pada iran, meskipun faktanya tetap iran yang memiliki selat humus.
08:29Itu yang terjadi sekarang.
08:29Oke, kalau serangan ini kemudian masih terus berlanjut, sekutu mana lagi yang kemudian akan disasar, Pak Agung Anda melihat?
08:39Nah, kelihatannya kan sekarang iran dekat sama Katan, dekat sama Oman, dekat sama Saudi.
08:44Jadi mungkin sasarannya kalau yang lain, mungkin Saudi diserang tetapi bisa ditangkis.
08:48Namun mungkin yang akan jadi sasaran utama adalah Jordania, kembali lagi Kuwait, dan kembali lagi Bahrain.
08:55Karena Yunanera sudah akan menyerangkan Nebarando.
08:58Tetapi yang jelas Bahrain, Kuwait, dan Jordania itu keserangan yang banyak.
09:03Dan itu sudah jadinya juga pemerintah itu kepada Amerika.
09:06Nyatanya Amerika menghentikan serangan, sekarang lagi Bahrain lagi dan sekarang mereka ngomong-ngomong lagi.
09:11Hal ini biasa ya, seperti dulu itu Perang Korea, Amerika-Cina bunuh-bunuhan sepanjang Korea itara itu.
09:16Tetapi sisi lain, di Mahmunjom, mereka juga tetap melaksanakan perundingan.
09:21Ini biar jadi perundingan berjalan, tembak-tembakan ini karena kebutuhan masyarakat akan berita bahwa mereka...
09:27Singkat saja, Pak Agung, reaksi balasnya seperti apa nanti dari sekutu Amerika Serikat?
09:34Sekutu Amerika Serikat ini akan membalas, karena mereka tahu mereka adalah proksi.
09:37Jadi kalau mereka membalas, mereka dapatnya risiko lebih besar.
09:40Di masa depan, Iran tetap tetangganya, Amerika tidak.
09:44Tapi ini jelas, Amerika sudah tidak mengembangkan posisi sebagai anid daya yang di tempat tengah.
09:49Dan kelihatannya, negara-negara tempat tengah akan merestruturisasi mengenai aspektur keamanan regionalnya...
09:55...di mana peran Turki, peran Mesir, peran Iran, dan peran Pakistan akan memegang peran lebih banyak...
10:01...serta Saudi, sehingga mereka akan membentuk struktur keamanan sendiri...
10:04...yang mungkin tidak tergantung dari Amerika, tapi mungkin berafiliasi dengan Cina atau Rusia.
10:09Baik, terima kasih sudah berbagi perspektif bersama kami di Kompas petang hari ini.
10:13Terima kasih Pak Agung, sehat selalu.
Komentar

Dianjurkan