Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 menit yang lalu
MALANG, KOMPAS.TV - Jalan Menuju Surga berada di RW 9 Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Jalan selebar kurang lebih 2,5 meter dengan panjang 600 meter ini menjadi akses bagi warga dua wilayah yakni kawasan Gandongan dan Simpang Laksda Adi Sucipto.

Sebelum dibangun, jalan ini hanya pematang sawah dan tidak bisa dilalui. Pembangunan Jalan Menuju Surga ini dilakukan sebagai jalan alternatif warga di kawasan Gandengan, terlebih saat ada penutupan jalan di akses utama.

Di balik namanya yang cukup unik, jalan ini ternyata dibangun secara swadaya oleh warga. Selama kurang lebih dua tahun, warga mengumpulkan beras dari setiap rumah. Beras tersebut lalu dijual dan dibelikan material untuk pembangunan jalan. Pengerjaan jalan juga dilakukan secara gotong royong oleh warga.

"Untuk anggarannya, murni dari swadaya warga yang berasal dari jimpitan beras. Jadi, beras dikumpulkan dari tiap warga lalu dijual dan uang hasil penjualannya dipakai membeli tanah uruk serta bahan material yang dibutuhkan," Terang Asmuri.

Warga berharap ada perhatian dari Pemerintah Kota Malang karena selama digunakan oleh warga, jalan ini juga membutuhkan perawatan seperti saluran irigasi dan penerangan.



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/679779/melihat-jalan-menuju-surga-yang-dibangun-swadaya-oleh-warga-dari-uang-jimpitan
Transkrip
00:00Jalan menuju surga ini berada di RW 9 Kelurahan Pandanwangi ke Jawa Tempelimbing, Kota Malang.
00:07Jalan selebar kurang lebih 2,5 meter dengan panjang 600 meter ini menjadi akses bagi warga dua wilayah,
00:13yakni di kawasan Gandongan dan Simpang Laksda Adi Sucipto.
00:18Sebelum dibangun, jalan ini hanya pematang sawah dan tidak bisa dilalui.
00:23Pembangunan jalan menuju surga ini dilakukan sebagai jalan alternatif warga di kawasan Gandongan,
00:28terlebih saat ada penutupan jalan di akses utama.
00:33Di balik namanya yang cukup unik, jalan ini ternyata dibangun secara swadaya oleh warga.
00:38Selama kurang lebih 2 tahun, warga mengumpulkan beras dari setiap rumah.
00:43Beras tersebut lalu dijual dan dibelikan material untuk pemangunan jalan.
00:47Pengerjaan jalan juga dilakukan secara gotong royong oleh warga.
00:51Dijumputan beras, ditimbang di depan rumah sini,
00:55uangnya dibuat beli poruk dan sebagainya.
00:59Beli papel, beli yang tidak ada yang keluar dari uang satu lebih sepuluh.
01:04Darang warga saya mengingat gini, pas di sana ditutup.
01:08Jalan utama kampung ditutup,
01:10kayaknya muter liwat di jalan raya sana,
01:13jadi melawan arus.
01:15Setelah itu, jalan ini ada,
01:18sekarang meskipun di sana ditutup dan sebagainya,
01:21itu bisa melalui akses ini.
01:24Warga berharap ada perhatian dari pemerintah kota Malang,
01:27karena selama digunakan oleh warga,
01:29jalan ini juga membutuhkan perawatan,
01:32seperti saluran irigasi dan penerangan.
01:36Tim Liputan, Kompas TV Malang, Jawa Timur.
Komentar

Dianjurkan