Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kementerian BUMN 2005-2010, Said Didu mendorong agar tersangka diumumkan segera setelah dilakukan penggeledahan oleh polisi di Cipete hingga Sentul.

Menurutnya, jika tidak segera diumumkan maka publik akan memandang penggeledahan sebagai drama persaingan antara kejaksaan versus polisi.

"Jangan lebih dari seminggu, kalau lebih dari seminggu maka kepercayaan publik bahwa memang mau memberantas korupsi atau memang hanya persaingan antara kejaksaan atau kepolisian," ujar Said Didu, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga YLBHI Kritik Anggota TNI Jaga Rumah Jampidsus saat Polisi Geledah Beberapa Lokasi | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/679704/ylbhi-kritik-anggota-tni-jaga-rumah-jampidsus-saat-polisi-geledah-beberapa-lokasi-rosi

#penggeledahan #polisi #kejaksaan

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/679705/said-didu-dorong-tersangka-diumumkan-usai-penggeledahan-oleh-polisi-soal-dugaan-korupsi-rosi
Transkrip
00:00Ini tetap tidak mengubah satu tetas cinta pun untuk Indonesia.
00:19Ada tiga objek perkara. Yang pertama tentang blackout yang terjadi di PLN, Batubara.
00:27Yang kedua tentang Asabri. Yang ketiga tentang Krakatau Steel.
00:33Jadi untuk penginitan di lokasi The Club, kita telah melakukan penyitaan beberapa dokumen dan beberapa elektronik termasuk handphone.
00:42Kemudian untuk uang kira-kira hampir 60 miliar rupiah.
00:47Kemudian di Money Changer, total sekitar 7,2 miliar rupiah.
01:02Ditemukan perangkas terkunci setelah dibuka BC7 koper.
01:08Yang pertama 74 kg emas batangan.
01:11Estimasi total dalam rupiah senilai 476 miliar.
01:17Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi.
01:36Selamat malam saudara.
01:38Program Rosi kembali hadir ke hadapan Anda sebagai ruang opini sumber informasi.
01:42Bersama saya, Friska Klarissa.
01:44Sedara, bongkar kasus dugaan korupsi dan pencucian uang pengadaan Batu Mara hingga Asabri
01:50di Treskrim Suspolda Metro Jaya dan Kortas Tipikor Polri.
01:54Menggeledah 12 lokasi di wilayah Jakarta, Tangerang hingga Bogor.
01:59Total barang bukti uang senilai lebih dari 543 miliar rupiah termasuk 74 kg emas batangan dan dokumen berhasil disita.
02:08Benarkah kasus ini melibatkan oknum penyelenggaran negara?
02:12Malam ini saya mengundang Sekretaris Kementerian BUMN periode 2005-2010 Said Didung
02:18dan Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia YLBHI Muhammad Isnur.
02:23Selamat malam Pak Said Mas Isnur.
02:25Selamat malam Friska.
02:26Malam ini kita akan buka-bukaan gas gak pake rem ya di program Rosi.
02:31Udah-mudahan.
02:33Bukas lah.
02:34Kita lihat dalam semalam kemarin ada ratusan miliar disita emas bahkan 74 kg.
02:41Tapi kita gak tau nih, terkait tiga kasus memang detailnya seperti apa, siapa tersangkanya,
02:48dramaturgi apa sih yang sedang kita saksikan ini Pak Said?
02:52Saya pikir ini memang drama tingkat tinggi nih.
02:54Jadi ya apanya kalau ini biasanya drama tingkat tinggi nontonnya di opera gitu.
03:01Di opera.
03:02Nah, semua orang bertanya-tanya, publik bertanya-tanya.
03:08Akhirnya di publik bertanya, akhirnya yang muncul karena tidak terungkapnya hanya menyatakan tiga kasus.
03:14Kasus PLN, apa, Batubara PLN, kasus Asabri, kasus Jawa Staraya, ditambahkan Krakatostil.
03:22Ada empat sebenarnya.
03:23Nah, tapi kita tidak pernah beritahu tersangkanya siapa.
03:27Tapi yang digeledah adalah rumahnya Jampitsus.
03:31Ya kan?
03:32Nah kita...
03:33Ada kafe.
03:34Ada kafe-nya, ada rumahnya, ada ininya.
03:36Nah, ini akhirnya terbacanya seakan-akan drama lama kembali.
03:41Tahun 2024.
03:42Waktu Febri kejar-kejar oleh, apa namanya, Densus 88.
03:48Jadi seakan-akan ini pengulangan.
03:50Nah, menurut saya cara penyelesaian masalah ini harusnya ya normal-normal saja.
03:56Kalau memang tersangkanya jelas, ya penggeladahan dilakukan dan lain-lain.
04:01Karena nanti publik bertanya, ini adalah bukan pemberantasan korupsi nih.
04:07Tapi adalah perang antara kejaksaan dengan polisi.
04:11Itu kan bacaannya.
04:13Tapi saya nggak tahu apa dibalik ini.
04:15Tapi saya berharap sih, ini jangan terulang seperti ini lagi.
04:19Kan hanya diumumkan bahwa, diumumkan tuh bahwa ada drama bahwa saya akan blackout-nya.
04:29PLN, gara-gara korupsi batu bara ini.
04:33Nah, sehingga seakan-akan mendapatnya sehari kemudian langsung penggeladahan.
04:37Jadi ini hanya momentum saja untuk bicara soal persaingan antar penegak hukum?
04:41Nah, itu bacaannya sekarang.
04:44Nah, ini menurut saya baca ini harus segera diakhiri.
04:47Dan betul-betul masuk bahwa ini murni pemberantasan korupsi.
04:51Nah, jangan lebih dari seminggu, kalau lebih dari seminggu, maka percayaan publik bahwa memang mau memberantas korupsi
05:03ataukah memang hanya persaingan antara kejaksaan dengan kepolisian.
05:07Itu yang harus segera diakhiri.
05:12Diluruskan.
05:12Diluruskan.
05:13Nah, kalau menurut Mas Istru juga apa sama?
05:15Ada persaingan antara kejaksaan dan kepolisian sebenarnya?
05:19Hukum itu akan dibuktikan seluruhnya prosesnya di pengadilan.
05:22Ini dalam proses penyidikan.
05:24Tetapi dalam pendakan hukum, bagi masyarakat, proses seperti ini proses yang kita harapkan sebenarnya.
05:30Kenapa?
05:31Karena bongkar-bongkar, kemudian menangkap para pejabat tinggi apelah penuh hukum, itu sangat jarang terjadi.
05:38Kita sebenarnya sudah sedih banget hancur-rebur lihat negara ini, para pejabat tingginya, pendakan hukumnya itu terlibat korupsi.
05:46Kan bukan hanya di kejaksaan, Pak.
05:48Dulu di MK, di MA, pernah di kepolisian juga Joko Susilo, sekarang di kejaksaan.
05:54Sebenarnya ini, satu sisi kami bersyukur, kami senang bahwa kualitas tipikor dibentuk, sekarang mulai ada keberaniannya mengungkapkan.
06:02Tapi juga sedih, ternyata dugaan kita bahwa pendana hukum ya, di level tinggi, itu menyimpan uang sangat banyak, aset sangat
06:11banyak,
06:12tanpa kejelasan dari mana sumbernya, itu semakin terbukti.
06:14Waktu sejarah perikor 1 triliun, ini hampir setengah triliun.
06:19Kita gak masuk akal dari mana uang sedemikian rupa bisa ada di sebuah tempat yang dimiliki dan berkorelasi dengan pejabat
06:26tinggi pendak hukum.
06:26Ya, dan bahkan banyak warga juga bilang, itu 74 kilogram, emas lapisan yang monos aja 72 kilogram.
06:35Dapat dari mana? Dapat dari mana sebanyak itu 74 kilogram?
06:38Berarti kan ada proses pengambilan atau proses suap-menyuap, proses yang tidak halal selama ini terjadi, dan menurut saya tidak
06:46sebentar itu.
06:46Prosesnya cukup lama.
06:47Dan kenapa baru dibongkar sekarang?
06:50Nah itu Pak Said, kenapa?
06:51Dari mana itu sebanyak-banyak itu barang buktinya?
06:54Saya begini, kalau pejabat sudah punya berangkas di rumahnya, kepercayaan saya menjadi nol, itu-itu.
07:01Jadi, saya bekas pejabat.
07:04Saya bekas pejabat, mikir punya berangkas aja, gaji aja, masuk dompet pas-pasan kok punya berangkas.
07:10Waduh-waduh masukin ke berangkas.
07:12Beli berangkas aja nggak punya, apalagi mengisi berangkas.
07:15Nah, jadi, lepas dari sini, saya beli begini, ini sebenarnya saatnya Presiden Prabowo betul-betul membersihkan penegak hukum.
07:26Itu momentum ini.
07:27Momentum ini harus digunakan, dan kita harus paham, Pak Pebri ini, ini kan tangan kanannya Pak Prabowo di tim PKH,
07:37penerbit ngawasan hutan, dia ketuanya, Pak Pebri ini ketuanya.
07:43Meskipun sampai sekarang belum disebut juga resmi ya nama ini.
07:46Nah, yang digelidahkan, itu yang saya bilang.
07:49Ini kan dramanya, jangan sampai drama ini, kalau tersangkanya nggak dibuka,
07:55maka orang bisa menafsirkan bahwa ada oligarki yang menyerang tim PKH.
08:05Saya ngomong-ngomong soal ini, baca tuh, apa yang Pak Syedidu cuitkan di media sosial,
08:11kita akan lihat, serangan balik geng SOP, solo oligarki, parcok ke pusat komando serangan ke oligarki,
08:20sedang berlangsung, itu saja. Ini maksudnya gimana?
08:22Ya, saya karena drama kemarin itu, bahwa yang ini kan Pebri kan ketua tim PKH yang berkali-kali menunjukkan hasilnya,
08:35menyita uang puluhan triliun dan disaksikan oleh Presiden Prabowo.
08:40Itu kan kerjanya tim PKH menetipkan oligarki.
08:44Nah, akhirnya orang, kalau ini tidak diungkap kasusnya apa sebenarnya,
08:49maka orang bisa mengarah kepada tweet saya ini,
08:53bahwa oligarki melakukan serangan balik kepada PKH, bukan kepada Pebri gitu kan.
08:58Nah, padahal bisa apa-apa, memang murni penelakan hukum.
09:01Jadi saya memang, hari ini tuh saya berharap Presiden turun tangan langsung,
09:05menyesuaikan ini.
09:05Jadi, serangan balik dari siapa untuk siapa, secara spesifiknya?
09:09Karena begini, serangan oligarki ke Prabowo itu tinggi banget.
09:15Dalam segala hal, rupiah dijanjlokan, harga saham dijanjlokan, apa segala.
09:20Karena dia memang menyentuh.
09:22Dan komandan menetipkan oligarki di tambang dan perkebunan adalah Pebri.
09:30Jampitsus, ketua pelaksana tim PKH.
09:35Nah, ini jangan sampai orang membaca,
09:38kalau ini Pak Presiden penegak hukum tidak membuka kasus apa sebenarnya,
09:45maka bisa ditafsirkan seperti tweet saya ini.
09:49Bisa ditafsirkan itu, bahwa ini serangan oligarki.
09:51Padahal mungkin juga, ini adalah murni penegak hukum.
09:55Itulah pentingnya menurut saya.
09:57Ini kan sampai sekarang nggak ada.
09:59Apa kasusnya?
10:00Siapa tersangkanya?
10:02Terus, dalam rangka apa sehingga dilakukan penggeledahan.
10:08Karena penggeledahan itu adalah,
10:10kalau sudah, biasanya pemahaman saya,
10:12kalau sudah jelas kasusnya,
10:14tersangkanya penggeledahan itu adalah pengambilan barang bukti.
10:17Kalau sampai hari ini, yang Pak Syed baca lebih besar mana?
10:21Murni penegakan hukum atau perlawanan hukum?
10:24Bisa campur.
10:26Bisa campur karena?
10:27Bisa, campur.
10:28Pemahaman saya ini masih bercampur.
10:30Tapi jangan mengorbankan penegakan hukum.
10:33Saya setuju.
10:35Jangan mengorbankan penegakan hukum.
10:36Jadi menurut saya, ini juga saatnya polisi harus menyatakan,
10:41kalau ini, menyatakan kasusnya ini, tersangkanya ini, ini.
10:45Itu jangan ditutupi begini.
10:46Karena kalau begini terus, maka orang bisa berpendangan,
10:50siapa tahu menunggu negosiasi di balik layar.
10:54Itu yang paling baik.
10:55Ya, transparansi harus berlanjut, Mbak.
10:56Jadi, oke orang melihat semua penggeledahannya.
10:59Tetapi kan harus diteruskan.
11:01Oke, kalau ini penyidikan, berarti sudah ada pidananya.
11:04Pidananya apa?
11:05Kemudian siapa tersangka, ditapkan tersangkanya siapa dengan segera?
11:08Saksinya mana saja?
11:10Dan tentu pihak-pihak yang merugikan dalam konteks misalnya geledah tanpa asah,
11:14dia bisa gugat para peradilan.
11:16Maka pertanyaan besar kan penggeledahan ini pasti izin dari pengadilan.
11:19Di mana izin pengadilannya?
11:20Jadi, ini ranah yang menurut saya akan diuji di pengadilan nanti sejauh mana konstruksi.
11:25Apakah uang yang digeledah ini, sekian sangat besar ini, itu bersumber dari hal-hal yang tidak jelas.
11:30Karena misalnya kalau pakai tindak pidana pencucian uang, kan harus dibuktikan tuh.
11:34Uangnya dari mana sumbernya?
11:36Dalam konteks dia sebagai misalnya pejabat PNS, kan nggak realistis.
11:40Pejabat PNS, misalnya ASN, dikadang Pak Didu, punya uang sekian 10 miliar itu dalam masuk akal kita nggak masuk akal.
11:46Kalau dia pakai ngandelin gaji gitu.
11:48Apalagi misalnya di, apa istilahnya, KPK itu status atau laporan keuangan LHKPN.
11:55Itu kan ada jelas, misalnya LHKPN-nya berapa.
11:58Misalnya kalau Pak Jampinsus itu 18 miliar gitu.
12:01Nah sekarang di rumahnya ada sekian 10 miliar.
12:03Berarti ada yang tidak sinkron antara LHKPN dengan jumlah apa yang ditapatkan di rumahnya.
12:07Artinya bukan semata-mata serangan balik oligarki dong, tapi aparat penegak hukum yang bobrok juga memang.
12:12Kalau itu sih saya pikir pengetahuan publik lah.
12:15Artinya itu keresayaan kalau dari kasus ini.
12:18Ya udahlah, kita dah tahu lah semua, nggak usah kita tutupi.
12:21Penegak hukum dari pusat sampai kabupaten tuh, ah udahlah, kita paham lah.
12:27Dan itu sesuai dengan data banyak.
12:29Jadi baik itu transparansi internasional, World Justice Project,
12:33banyak sekali indikator, indeks yang menyebabkan bahwa salah satu dunia yang paling korup di Indonesia adalah lembaga penegak hukum.
12:41Dan yang paling salah satu yang paling berat adalah hukum pidana.
12:45Jadi aparat penegak hukum menjadi sarana bukan lagi menegakkan keadilan, tetapi menjadikan hukum sebagai komoditas.
12:52Dia melihat perkara itu sebagai ruang untuk melakukan pengambilan uang.
12:58Itu riset lembaga sangat banyak.
12:59Di kasus ini Anda bagaimana melihat itu? Ada celah sebagai komoditas hukum pidana?
13:04Ya kalau kemudian nanti, kalau misalnya, sebagai penah hukum, sebagai misalnya pejabat di kejaksaan,
13:10dalam rangkaian pengadilan terbukti bahwa dia melakukan tindak pidana korupsi,
13:14berarti kan dia dari mana korupsinya?
13:16Apakah sebagai posisi dia dalam jabatannya?
13:19Berarti kan kalau dalam jabatan dia menggunakan hukum sebagai komoditas.
13:22Nah itu harus dibuktikan di pengadilan.
13:24Problemnya sekarang gini Mbak, kepolisian penyidikan.
13:27Tapi kan kepolisian nggak bisa bawa ke pengadilan.
13:29Yang pengadilan itu penuntut adalah kejaksaan.
13:32Pertanyaannya apa kejaksaan agung kemudian menerima berkas dibawa ke pengadilan,
13:37sedangkan dia menyidik atau menurut dirinya sendiri misalnya.
13:40Kan harus juga jelas statusnya yang disidik ini siapa.
13:43Kalau dia dalam jabatan berarti dia harus mundur atau diberhentikan jabatannya.
13:47Nah sekarang kita belum juga mendengar.
13:49Apakah ada korelasi kemudian dampak dari penyidikan, penggeledahan dengan status jabatan?
13:54Nah Pak Said melihat terlalu lama atau tidak sih?
13:57Dari waktu penggeledahan kemarin drama yang kita saksikan sampai sekarang belum jelas juga sudah 24 jam.
14:02Ya ini yang saya bilang gini, ini Pak, saya kembali lagi Pak Presiden.
14:06Pak Presiden ini kan andalannya lagi teracak-acak.
14:11Awalnya kan BGN.
14:12Andalan MBG.
14:14MBG, MBG.
14:15MBG, andalan beliau.
14:17Ternyata pengkhianat gitu.
14:19Oke.
14:20Andalan kedua, ini kan untuk ini.
14:23Yang melawan oligarki adalah PKH.
14:26Ini...
14:26Sekarang diragukan lagi.
14:28Diragukan lagi.
14:29Iya kan.
14:31Koperasi Merah Putih juga sudah dipersoalkan terus.
14:34Macem-macem.
14:35Terus penempatan orang-orang di BUMN.
14:38Yang tidak sesuai dengan ini.
14:40Jadi, saya menyatakan Pak Presiden 2 tahun ini sudah saatnya menyadari bahwa pemilihan orang untuk melaksanakan keinginannya dia, cita-cita
14:51dia, itu sepertinya harus diperbaiki.
14:54Harus diperbaiki.
14:55Karena faktanya gagal penempatan orang itu.
14:59Kenapa selama ini Presiden bisa, takde kutip, pecolongan orang-orang yang dipercayanya justru melakukan hal yang tidak semestinya.
15:07Yang kedua, yang juga jadi pertanyaan kemarin pada saat terjadi penggeledahan itu, ada juga TNI yang menjaga ketat di rumah
15:14Jampil.
15:14Saat polisi tengah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi.
15:18Ini dua pertanyaan yang mengemuka yang kita akan bahas usah jeda di Rosi.
Komentar

Dianjurkan