- 6 menit yang lalu
- #saiddidu
- #prabowo
- #jampidsus
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kementerian BUMN periode 20052010, Said Didu, menilai Presiden Prabowo Subianto perlu segera mengevaluasi orang-orang yang dipercaya menjalankan program-program strategis pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Said Didu saat menanggapi belum adanya kejelasan setelah penggeledahan yang menjadi perhatian publik dalam 24 jam terakhir.
Menurut Said Didu, berbagai program unggulan pemerintah justru menghadapi persoalan. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa Presiden perlu membenahi penempatan orang-orang yang menjalankan visi pemerintah.
Said Didu mengatakan, "Pak Presiden ini kan andalannya lagi teracak-acak. MBG. Andalan beliau ternyata pengkhianat."
Ia juga menyinggung program lain yang menurutnya terus menjadi sorotan publik.
"Andalan kedua, ini kan untuk ini, yang melawan oligarki adalah PKH. Sekarang diragukan lagi. Kooperasi Merah Putih juga sudah dipersoalkan terus, macam-macam."
Selain itu, Said Didu turut mengkritik penempatan pejabat di lingkungan BUMN yang dinilainya tidak sesuai.
Ia menyatakan, "Jadi, saya menyatakan Pak Presiden dua tahun ini, sudah saatnya menyadari bahwa pemilihan orang untuk melaksanakan keinginannya dia, cita-cita dia, itu sepertinya harus diperbaiki. Harus diperbaiki, karena faktanya gagal penempatan orang-orang."
Bagaimana menurut Anda? Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/0gb78-Dv6Fo
#saiddidu #prabowo #jampidsus
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/679709/kritik-said-didu-program-strategis-presiden-prabowo-terganggu-karena-salah-penempatan-orang-rosi
Pernyataan itu disampaikan Said Didu saat menanggapi belum adanya kejelasan setelah penggeledahan yang menjadi perhatian publik dalam 24 jam terakhir.
Menurut Said Didu, berbagai program unggulan pemerintah justru menghadapi persoalan. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa Presiden perlu membenahi penempatan orang-orang yang menjalankan visi pemerintah.
Said Didu mengatakan, "Pak Presiden ini kan andalannya lagi teracak-acak. MBG. Andalan beliau ternyata pengkhianat."
Ia juga menyinggung program lain yang menurutnya terus menjadi sorotan publik.
"Andalan kedua, ini kan untuk ini, yang melawan oligarki adalah PKH. Sekarang diragukan lagi. Kooperasi Merah Putih juga sudah dipersoalkan terus, macam-macam."
Selain itu, Said Didu turut mengkritik penempatan pejabat di lingkungan BUMN yang dinilainya tidak sesuai.
Ia menyatakan, "Jadi, saya menyatakan Pak Presiden dua tahun ini, sudah saatnya menyadari bahwa pemilihan orang untuk melaksanakan keinginannya dia, cita-cita dia, itu sepertinya harus diperbaiki. Harus diperbaiki, karena faktanya gagal penempatan orang-orang."
Bagaimana menurut Anda? Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/0gb78-Dv6Fo
#saiddidu #prabowo #jampidsus
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/679709/kritik-said-didu-program-strategis-presiden-prabowo-terganggu-karena-salah-penempatan-orang-rosi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Ini tetap tidak mengubah satu tetas cinta pun untuk Indonesia.
00:19Ada tiga objek perkara. Yang pertama tentang blackout yang terjadi di PLN, Batubara.
00:27Yang kedua tentang Asabri. Yang ketiga tentang Krakatau Steel.
00:32Jadi untuk pengenidani lokasi di PLN, kita telah melakukan penyitaan beberapa dokumen dan beberapa elektronik termasuk handphone.
00:42Kemudian untuk uang kira-kira hampir Rp60 miliar.
00:47Kemudian di Manichanger, total sekitar Rp7,2 miliar.
01:02Ditemukan berangkas terkunci setelah dibuka BC7 koper.
01:08Yang pertama 74 kg emas batangan.
01:11Estimasi total dalam rupiah senilai Rp476 miliar.
01:17Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi.
01:36Selamat malam saudara.
01:38Program Rosi kembali hadir ke hadapan Anda sebagai ruang opini sumber informasi.
01:42Bersama saya, Friska Klarissa.
01:44Sedara, bongkar kasus dugaan korupsi dan pencucian uang pengadaan Batu Mara hingga Asabri
01:50di Treskrim Suspolda Metro Jaya dan Kortas Tipikor Polri.
01:54Menggeledah 12 lokasi di wilayah Jakarta, Tangerang hingga Bogor.
01:59Total, barang bukti uang senilai lebih dari Rp543 miliar termasuk 74 kg emas batangan dan dokumen berhasil disita.
02:08Benarkah kasus ini melibatkan oknum penyelenggaran negara?
02:12Malam ini saya mengundang Sekretaris Kementerian BUMN periode 2005-2010 Said Tidu
02:18dan Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia YLBHI Muhammad Isnur.
02:23Selamat malam Pak Said Mas Isnur.
02:25Selamat malam Friska.
02:26Malam ini kita akan buka-bukaan gas gak pake rem ya di program Rosi.
02:31Udah-udahan.
02:33Gas lah.
02:34Kita lihat dalam semalam kemarin ada ratusan miliar disita emas bahkan 74 kg.
02:41tapi kita gak tau nih, terkait tiga kasus memang detailnya seperti apa, siapa tersangkanya,
02:48dramaturgi apa sih yang sedang kita saksikan ini Pak Said?
02:52Saya pikir ini memang drama tingkat tinggi nih.
02:54Jadi ya banyak kalau ini biasanya drama tingkat tinggi nontonnya di opera gitu lah.
03:01Di opera.
03:02Nah, semua orang bertanya-tanya, publik bertanya-tanya.
03:08Akhirnya di publik bertanya, akhirnya yang muncul karena tidak terungkapnya hanya menyatakan tiga kasus.
03:15Kasus PLN, apa, Batubara PLN, kasus Asabri, kasus Jawa Staraya, ditambahkan Krakatostil, ada empat sebenarnya.
03:23Nah, tapi kita tidak pernah beritahu tersangkanya siapa.
03:27Tapi yang digeledah adalah rumahnya Jampitsus.
03:31Ya kan?
03:32Nah kita...
03:33Ada kafenya, ada rumahnya, ada ininya.
03:36Nah, ini akhirnya terbacanya seakan-akan drama lama kembali tahun 2024.
03:42Waktu Febri dikejar-kejar oleh Densus 88.
03:48Jadi seakan-akan ini pengulangan.
03:50Nah, menurut saya cara penyelesaian masalah ini harusnya ya normal-normal saja.
03:56Kalau memang tersangkanya jelas, ya penggeladahan dilakukan dan lain-lain.
04:01Karena nanti publik bertanya, ini adalah bukan pemberantasan korupsi nih.
04:07Tapi adalah perang antara kejaksaan dengan polisi.
04:11Itu kan bacaannya.
04:13Tapi saya tidak tahu apa di balik ini.
04:15Tapi saya berharap sih, ini jangan terulang seperti ini lagi.
04:19Kan hanya diumumkan bahwa...
04:22Diumumkan itu bahwa ada drama bahwa saya akan blackout-nya.
04:29PLN, gara-gara korupsi batu bara ini.
04:33Nah, sehingga saya akan mendapatkan sehari kemudian langsung penggeladahan.
04:37Jadi ini hanya momentum saja untuk bicara soal persaingan antar penegak hukum?
04:41Nah, itu bacaannya sekarang.
04:44Nah, ini menurut saya baca ini harus segera diakhiri.
04:47Dan betul-betul masuk bahwa ini murni pemberantasan korupsi.
04:51Nah, jangan lebih dari seminggu, kalau lebih dari seminggu, maka percayaan publik bahwa memang mau memberantas korupsi
05:03ataukah memang hanya persaingan antara kejaksaan dengan kepolisian.
05:07Itu yang harus segera diakhiri.
05:12Diluruskan.
05:12Diluruskan.
05:13Nah, kalau menurut Mas Istri juga apa sama?
05:15Ada persaingan antara kejaksaan dan kepolisian sebenarnya?
05:19Hukum itu akan dibuktikan seluruhnya prosesnya di pengadilan.
05:23Ini dalam proses penyidikan.
05:25Tetapi dalam pendakan hukum, bagi masyarakat, proses seperti ini proses yang kita harapkan sebenarnya.
05:30Kenapa?
05:31Karena bongkar-bongkar, kemudian menangkap para pejabat tinggi apelah penuh hukum, itu sangat jarang terjadi.
05:38Kita sebenarnya sudah sedih banget hancur-lebur lihat negara ini, para pejabat tingginya, pendakan hukumnya itu terlibat korupsi.
05:46Kan bukan hanya di kejaksaan, Pak.
05:48Dulu di MK, di MA, pernah di kepolisian juga Joko Susilo, sekarang di kejaksaan.
05:54Sebenarnya ini, satu sisi kami bersyukur, kami senang bahwa Kortas Tipikor dibentuk, sekarang mulai ada keberaniannya mengungkapkan.
06:02Tapi juga sedih.
06:03Ternyata dugaan kita bahwa pendana hukum ya, di level tinggi, itu menyimpan uang sangat banyak, aset sangat banyak, tanpa kejelasan
06:12dari mana sumbernya, itu semakin terbukti.
06:14Waktu Zoro Precors 1 triliun, ini hampir setengah triliun.
06:19Kita gak masuk akal dari mana uang sedemikian rupa bisa ada di sebuah tempat yang dimiliki dan berkorelasi dengan pejabat
06:26tinggi pendak hukum.
06:26Ya, dan bahkan banyak warga juga bilang, itu 74 kilogram, emas lapisan yang monos aja 72 kilogram.
06:35Dapat dari mana? Dapat dari mana sebanyak itu 74 kilogram?
06:38Karena kan ada proses pengambilan atau proses suap-menyuap, proses yang tidak halal selama itu terjadi dan menurut saya tidak
06:46sebentar itu.
06:46Prosesnya cukup lama.
06:48Dan kenapa baru dibongkar sekarang?
06:50Nah itu Pak Said, kenapa?
06:51Dari mana itu sebanyak-banyak itu barang buktinya?
06:54Saya begini, kalau pejabat sudah punya berangkas di rumahnya, kepercayaan saya menjadi nol.
07:00Itu-itu.
07:01Jadi saya bekas pejabat.
07:04Saya bekas pejabat, mikir punya berangkas aja, gaji aja masuk dompet pas-pasan kok punya berangkas.
07:10Wura-wura masukin ke berangkas?
07:12Beli berangkas aja gak punya, apalagi mengisi berangkas.
07:15Nah, jadi lepas dari sini, saya bilang begini, ini sebenarnya saatnya Presiden Prabowo betul-betul membersihkan penegak hukum.
07:26Itu momentum ini.
07:27Momentum ini harus digunakan.
07:29Kita harus paham, Pak Pebri ini, ini kan tangan kanannya Pak Prabowo di tim PKH, Penelitian Ngawasan Hutan.
07:38Dia ketuanya.
07:40Pak Pebri ini ketuanya.
07:43Meskipun sampai sekarang belum disebut juga resmi ya nama ini.
07:46Nah, yang digelidahkan.
07:47Itu yang saya bilang.
07:49Ini kan dramanya, jangan sampai drama ini, kalau tersangkanya gak dibuka, maka orang bisa menafsirkan bahwa ada oligarki yang menyerang
08:03tim PKH.
08:05Saya ngomong-ngomong soal ini, baca tuh.
08:07Apa yang Pak Syedidu cuitkan di media sosial, kita akan lihat.
08:12Serangan balik geng SOP.
08:15Solo oligarki parco ke pusat komando serangan ke oligarki sedang berlangsung.
08:21Itu saja.
08:21Ini maksudnya gimana?
08:22Ya, saya karena drama kemarin itu bahwa yang ini kan Pebri kan ketua tim PKH yang berkali-kali menunjukkan hasilnya
08:34menyita uang puluhan triliun dan disaksikan oleh Presiden Prabowo.
08:40Itu kan kerjanya tim PKH menetipkan oligarki.
08:44Nah, akhirnya orang kalau ini tidak diungkap kasusnya apa sebenarnya, maka orang bisa mengarah kepada tweet saya ini.
08:53Bahwa oligarki melakukan serangan balik kepada PKH, bukan kepada Pebri.
08:58Padahal bisa Pak tahu memang murdi penerakan hukum.
09:02Jadi saya memang hari ini saya berharap Presiden turun tangan langsung menyaksikan ini.
09:05Jadi serangan balik dari siapa untuk siapa secara spesifiknya?
09:09Karena begini, serangan oligarki ke Prabowo itu tinggi banget.
09:15Dalam segala hal.
09:16Rupiah dijanjlokan, harga saham dijanjlokan, apa segala.
09:20Karena dia memang menyentuh.
09:22Dan komandan menetipkan oligarki di tambang dan perkebunan adalah Pebri.
09:30Jampitsus, ketua pelaksana tim PKH.
09:35Nah, ini jangan sampai orang membaca, kalau ini Pak Presiden penegak hukum tidak membuka kasus apa sebenarnya,
09:45maka bisa ditafsirkan seperti tweet saya ini.
09:49Bisa ditafsirkan itu, bahwa ini serangan oligarki.
09:51Padahal mungkin juga, ini adalah murni penerakan hukum.
09:55Itulah pentingnya menurut saya, ini kan sampai sekarang tidak ada.
09:59Apa kasusnya, siapa tersangkanya, ya.
10:03Terus dalam rangka apa sehingga dilakukan penggeledahan.
10:08Karena penggeledahan itu adalah, kalau sudah biasanya pemahaman saya,
10:12kalau sudah jelas kasusnya, tersangkanya penggeledahan itu adalah pengambilan barang bukti.
10:17Tapi, kalau sampai hari ini yang Pak Said baca lebih besar mana?
10:21Murni penegakan hukum atau perlawanan hukum?
10:24Bisa campur.
10:26Bisa campurkan?
10:27Bisa, campurkan.
10:28Pemahaman saya ini masih bercampur.
10:30Tapi jangan mengorbankan penegakan hukum.
10:33Saya setuju.
10:35Jangan mengorbankan penegakan hukum.
10:36Jadi menurut saya, ini juga saatnya polisi harus menyatakan,
10:41kalau ini menyatakan kasusnya ini, tersangkanya ini, ini,
10:44itu jangan ditutupi begini.
10:46Karena kalau begini terus, maka orang bisa berpendangan,
10:50siapa tahu menunggu negosiasi di balik layar.
10:54Itu yang paling baik.
10:55Ya, transparansi harus berlanjut, Mbak.
10:56Jadi, oke, orang melihat semua penggeledahannya.
10:59Tetapi harus diteruskan, oke, kalau ini penyidikan,
11:02berarti sudah ada pidananya.
11:04Pidananya apa?
11:05Kemudian siapa tersangka, ditapkan tersangkanya siapa dengan segera?
11:08Saksinya mana saja?
11:10Dan tentu pihak-pihak yang merugikan dalam konteks,
11:12misalnya geledah tanpa sah,
11:14dia bisa gugat para peradilan.
11:16Maka pertanyaan besarnya kan,
11:17penggeledah ini pasti izin dari pengadilan.
11:19Di mana izin pengadilannya?
11:20Jadi, ini ranah yang menurut saya akan diuji di pengadilan nanti,
11:23sejauh mana konstruksi.
11:25Apakah uang yang digeledah ini,
11:26sekian sangat besar ini,
11:28itu bersumber dari hal-hal yang tidak jelas?
11:30Karena misalnya kalau pakai tindak pidana pencucian uang,
11:33kan harus dibuktikan tuh,
11:34uangnya dari mana sumbernya?
11:36Dalam konteks dia sebagai misalnya pejabat PNS,
11:38kan nggak realistis.
11:40Pejabat PNS,
11:41misalnya ASN,
11:42dikadang Pak Didu,
11:43punya uang sekian puluh miliar,
11:44itu dalam masuk akal kita nggak masuk akal.
11:46Kalau dia pakai ngandelin gaji, gitu.
11:48Apalagi misalnya di,
11:49apa istilahnya,
11:50KPK itu,
11:52status atau laporan keuangan,
11:54LHKPN.
11:55LHKPN.
11:55Itu kan ada jelas,
11:56misalnya LHKPN-nya berapa.
11:58Misalnya kalau Pak Jampinsus itu 18 miliar, gitu.
12:01Nah sekarang di rumahnya ada sekian puluh miliar.
12:02Berarti ada yang tidak sinkron antara LHKPN
12:05dengan jumlah apa yang ditapatkan di rumahnya.
12:07Artinya bukan semata-mata serangan balik oligarki dong,
12:09tapi aparat penegak hukum yang bobrok juga memang.
12:12Kalau itu sih saya pikir pengetahuan publik lah.
12:15Artinya itu keresayaan kalau dari kasus ini.
12:18Ya udahlah, kita lelah-taulah semuanya.
12:20Nggak usah kita tutupi.
12:21Penegak hukum dari pusat sampai kabupaten itu,
12:24ya udahlah.
12:25Kita paham lah.
12:27Dan itu sesuai dengan data banyak.
12:29Jadi baik itu transparansi internasional,
12:32World Justice Project.
12:34Banyak sekali indikator, indeks yang menyebabkan bahwa
12:38salah satu dunia yang paling korup di Indonesia
12:40adalah lembaga penegak hukum.
12:41Dan yang paling salah satu yang paling berat adalah hukum pidana.
12:45Jadi aparat penegak hukum menjadi sarana
12:48bukan lagi menegakkan keadilan,
12:49tetapi menjadikan hukum sebagai komoditas.
12:52Dia melihat perkara itu sebagai ruang untuk melakukan
12:57pengambilan uang.
12:58Itu riset lembaga sangat banyak.
13:00Di kasus ini Anda bagaimana melihat itu?
13:02Ada celah sebagai komoditas hukum pidana?
13:04Iya, kalau kemudian nanti,
13:05kalau misalnya,
13:06sebagai penah hukum,
13:08sebagai misalnya pejabat di kejaksaan,
13:10dalam rangkaian pengadilan terbukti
13:12buat dia melakukan tindak pidana korupsi,
13:14berarti kan dia dari mana korupsinya?
13:16Apakah sebagai posisi dia dalam jabatannya?
13:19Berarti kan kalau dalam jabatan dia menggunakan hukum
13:20sebagai komoditas.
13:21Nah, itu harus dibuktikan di pengadilan.
13:24Problemnya sekarang gini, Mbak.
13:26Kepolisian penyidikan.
13:27Tapi kan kepolisian nggak bisa bawa ke pengadilan.
13:29Harus bawa kejaksaan lagi.
13:31Penuntut adalah kejaksaan.
13:32Pertanyaannya apa kejaksaan agung
13:34kemudian menerima berkas dibawa ke pengadilan,
13:37sedangkan dia menyidik,
13:38atau menurut dirinya sendiri misalnya.
13:40Kan harus juga jelas statusnya yang disidik ini siapa.
13:43Kalau dia dalam jabatan,
13:44berarti dia harus mundur,
13:45atau diberhentikan jabatannya.
13:47Nah, sekarang kita belum juga mendengar
13:49apakah ada korelasi kemudian dampak
13:51dari penyidikan, penggeledahan
13:53dengan status jabatan.
13:54Nah, Pak Syed,
13:55melihat terlalu lama atau tidak sih
13:57dari waktu penggeledahan kemarin,
13:59drama yang kita saksikan,
14:00sampai sekarang belum jelas juga.
14:01Sudah 24 jam.
14:02Ya, ini yang saya bilang gini.
14:03Ini Pak, saya kembali lagi Pak Presiden.
14:05Pak Presiden ini kan
14:07andalannya
14:09lagi teracak-acak.
14:11Awalnya kan BGN.
14:13Andalan MBG.
14:14MBG.
14:15MBG, andalan beliau.
14:17Ternyata pengkhianat gitu.
14:19Oke.
14:20Andalan kedua,
14:22ini kan untuk ini.
14:23Yang melawan oligarki adalah PKH.
14:26Ini...
14:26Sekarang diragukan lagi.
14:28Diragukan lagi.
14:29Iya kan.
14:31Koperasi Merah Putih juga udah
14:32dipersoalkan terus.
14:34Macem-macem.
14:35Terus, penempatan orang-orang di BUMN
14:38yang tidak sesuai dengan ini.
14:41Jadi,
14:41saya menyatakan,
14:43Pak Presiden 2 tahun ini
14:44sudah saatnya menyadari
14:46bahwa pemilihan orang
14:48untuk melaksanakan keinginannya dia,
14:51cita-cita dia,
14:52itu sepertinya harus diperbaiki.
14:54Harus diperbaiki.
14:56Karena faktanya
14:57gagal penempatan orang.
14:58Kenapa selama ini Presiden bisa
15:02terlakutnya pecolongan?
15:03Orang-orang yang dipercayanya
15:04justru melakukan hal yang tidak semestinya.
15:07Yang kedua,
15:08yang juga jadi pertanyaan kemarin
15:09pada saat terjadi penggeledahan itu,
15:12ada juga TNI yang menjaga ketat
15:13di rumah Jampil.
15:14Iya, iya.
15:15Saat polisi itu
15:15tengah melakukan penggeledahan
15:17di sejumlah lokasi.
15:18Ini dua pertanyaan yang mengemukai.
15:19Terima kasih.
15:21Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar