Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Bongkar kasus dugaan korupsi dan pencucian uang pengadaan batubara hingga ASABRI, Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Kortas Tipikor Polri menggeledah 12 lokasi di wilayah Jakarta, Tangerang, hingga Bogor.

Total barang bukti uang senilai lebih dari Rp543 miliar, termasuk 74 kilogram emas batangan dan dokumen berhasil disita. Benarkah kasus ini melibatkan oknum penyelenggara negara?

Ada 3 objek perkara dugaan korupsi, suap, hingga tindak pidana pencucian uang terkait pengadaan batu bara yang mengakibatkan blackout, perkara di ASABRI, serta krakatau steel. Tiga perkara ini diduga menyeret oknum penyelenggaraan negara.

Polisi sedang mengurai 3 perkara berbeda atau justru satu jaringan yang saling berkaitan?

Program ROSI mengundang Sekretaris Kementerian BUMN 2005-2010 Said Didu. Juga Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur.

Saksikan dalam ROSI episode Ratusan Miliar Disita, Polisi Kejar Siapa? Tayang Kamis 9 Juli 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.




#jampidsus #penggeledahan #korupsi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/679708/full-ratusan-miliar-disita-terkait-3-kasus-korupsi-polisi-kejar-siapa-rosi
Transkrip
00:00Tapi tetap tidak mengubah satu tetas cinta pun untuk Indonesia.
00:19Ada tiga objek perkara. Yang pertama tentang blackout yang terjadi di PLN Batubara.
00:27Yang kedua tentang Asabri. Yang ketiga tentang Krakatau Steel.
00:32Jadi untuk pengelidaan di lokasi The Club, kita telah melakukan penyitaan beberapa dokumen dan beberapa elektronik termasuk handphone.
00:42Kemudian untuk uang kira-kira hampir 60 miliar rupiah.
00:47Kemudian di Money Changer, total sekitar 7,2 miliar rupiah.
01:02Ditemukan perangkas terkunci setelah dibuka PC tujuh koper.
01:08Yang pertama 74 kilogram emas batangan.
01:11Estimasi total dalam rupiah senilai 476 miliar.
01:17Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi.
01:36Selamat malam saudara.
01:38Program Rosi kembali hadir ke hadapan Anda sebagai ruang opini sumber informasi.
01:42Bersama saya, Friska Klarissa.
01:44Sedara, bongkar kasus dugaan korupsi dan pencucian uang pengadaan Batubara hingga Asabri di Treskrim Suspolda Metro Jaya dan Kortas Tipikor
01:54Poli.
01:54Menggeledah 12 lokasi di wilayah Jakarta, Tangerang hingga Bogor.
01:59Total barang bukti uang senilai lebih dari 543 miliar rupiah termasuk 74 kilogram emas batangan dan dokumen berhasil disita.
02:08Benarkah kasus ini melibatkan oknum penyelenggaran negara?
02:12Malam ini saya mengundang Sekretaris Kementerian BUMN periode 2005-2010 Said Tidu dan Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia
02:21YLBHI Muhammad Isnur.
02:23Selamat malam Pak Said Mas Isnur.
02:25Selamat malam Friska.
02:26Malam ini kita akan buka-bukaan gas gak pake rem ya di program Rosi.
02:31Mudah-mudahan.
02:33Gas lah.
02:34Kita lihat dalam semalam kemarin ada ratusan miliar disita emas bahkan 74 kilogram.
02:41Tapi kita gak tau nih, terkait tiga kasus memang detailnya seperti apa, siapa tersangkanya, dramaturgi apa sih yang sedang kita
02:50saksikan ini Pak Said?
02:51Saya pikir ini memang drama tingkat tinggi nih, jadi ya apanya kalau ini biasanya drama tingkat tinggi nontonnya di opera
03:00gitu lah.
03:01Di opera.
03:02Nah, semua orang bertanya-tanya, publik bertanya-tanya, akhirnya di publik bertanya, akhirnya yang muncul karena tidak terungkapnya, hanya menyatakan
03:13tiga kasus.
03:15Kasus PLN, batubara PLN, kasus Asabri, kasus Jiwasaraya, ditambahkan Krakatostil, ada empat sebenarnya.
03:23Nah, tapi kita tidak pernah beritahu tersangkanya siapa, tapi yang digeledah adalah rumahnya Jampitsus, ya kan?
03:32Nah, kita...
03:33Ada kafe.
03:34Ada kafe-nya, ada rumahnya, ada ininya.
03:36Nah, ini akhirnya terbacanya seakan-akan drama lama kembali, tahun 2024, waktu Febri kejar-kejar oleh, apa namanya, Densus 88.
03:47Jadi, saya akan-akan ini pengulangan. Nah, menurut saya, cara penyelesaian masalah ini harusnya, ya normal-normal saja.
03:56Kalau memang tersangkanya jelas, ya penggeladahan dilakukan dan lain-lain.
04:01Karena nanti publik bertanya, ini adalah bukan pemberantasan korupsi nih, tapi adalah perang antara kejaksaan dengan polisi.
04:11Itu kan bacaannya. Tapi saya nggak tahu apa dibalik ini, tapi saya berharap sih, ini jangan terulang seperti ini lagi,
04:19kan hanya diumumkan bahwa, diumumkan tuh bahwa ada drama bahwa saya akan-akan blackout-nya PLN gara-gara korupsi batubara
04:33ini.
04:33Nah, sehingga saya akan mendapatkan sehari kemudian langsung penggeledahan.
04:37Jadi, ini hanya momentum saja untuk bicara soal persaingan antara penegak hukum?
04:41Nah, itu bacaannya sekarang. Nah, ini menurut saya, baca ini harus segera diakhiri dan betul-betul masuk bahwa ini murni
04:50pemberantasan korupsi.
04:51Nah, jangan lebih dari seminggu, kalau lebih dari seminggu, maka, apa namanya, percayaan publik bahwa memang mau memberantas korupsi ataukah
05:03memang hanya persaingan antara kejaksaan dengan kepolisian?
05:07Itu yang harus di, apa namanya, segera diakhiri.
05:11Diluruskan.
05:12Diluruskan.
05:13Nah, kalau menurut Mas Istru juga apa sama? Ada persaingan antara kejaksaan dan kepolisian sebenarnya?
05:19Hukum itu akan dibuktikan, seluruhnya prosesnya di pengadilan. Ini dalam proses penyidikan.
05:25Tetapi dalam penyakit hukum, bagi masyarakat, proses seperti ini proses yang kita harapkan sebenarnya.
05:30Kenapa?
05:31Karena bongkar-bongkar, kemudian menangkap para pejabat tinggi aplikasi penuh hukum, itu sangat jarang terjadi.
05:38Kita sebenarnya sudah sedih banget, hancur lebur, lihat negara ini, para pejabat tingginya, penyakit hukumnya itu terlibat korupsi.
05:46Kan bukan hanya di kejaksaan, Pak.
05:48Dulu di MK, di MA, pernah di kepolisian juga, Joko Susilo.
05:53Sekarang di kejaksaan.
05:54Sebenarnya ini, satu sisi kami bersyukur, kami senang bahwa Kortas Tipikor dibentuk, sekarang mulai ada keberaniannya mengungkapkan.
06:02Tapi juga sedih, ternyata dugaan kita bahwa penyakit hukum ya, di level tinggi, itu menyimpan uang sangat banyak, aset sangat
06:11banyak, tanpa kejelasan dari mana sumbernya, itu semakin terbukti.
06:15Waktu sejarah perikor, 1 triliun. Ini hampir setengah triliun.
06:18Kita nggak masuk akal dari mana uang sedemikian rupa bisa ada di sebuah tempat yang dimiliki dan berkorelasi dengan pejabat
06:26tinggi penyakit hukum.
06:26Ya, dan bahkan banyak warga juga bilang, itu 74 kg, emas lapisannya monas aja 72 kg.
06:35Dapat dari mana? Dapat dari mana sebanyak itu 74 kg?
06:38Berarti kan ada proses pengambilan atau proses suap-menyuap, proses yang tidak halal selama terjadi dan menurut saya tidak sebentar
06:46itu.
06:46Proyekannya cukup lama. Dan kenapa baru dibongkar sekarang?
06:49Nah itu Pak Said, kenapa? Dari mana itu sebanyak-banyak itu barang buktinya?
06:54Saya begini, kalau pejabat sudah punya berangkas di rumahnya, kepercayaan saya menjadi nol.
07:00Itu-itu. Jadi saya bekas pejabat.
07:03Saya bekas pejabat, mikir punya berangkas aja, gaji aja masuk dompet pas-pasan kok punya berangkas.
07:10Wara-wara masukin ke berangkas.
07:12Beli berangkas aja nggak punya, apalagi mengisi berangkas.
07:15Nah, jadi lepas dari sini. Saya bilang begini, ini sebenarnya saatnya Presiden Prabowo betul-betul membersihkan penegak hukum.
07:26Itu momentum ini. Momentum ini harus digunakan.
07:29Nah, kita harus paham Pak Febri ini, ini kan tangan kanannya Pak Prabowo di tim PKH, penerbit ngawasan hutan.
07:38Dia ketuanya. Pak Febri ini ketuanya.
07:43Meskipun sampai sekarang belum disebut juga resmi ya nama ini.
07:46Nah, yang digelidahkan. Itu yang saya bilang.
07:49Ini kan dramanya, jangan sampai drama ini, kalau tersangkanya nggak dibuka,
07:55maka orang bisa menafsirkan bahwa ada oligarki yang menyerang tim PKH.
08:05Saya ngomong-ngomong soal ini, baca tuh.
08:07Apa yang Pak Said Dino cuitkan di media sosial, kita akan lihat.
08:12Serangan balik geng SOP.
08:15Solo oligarki parcok ke pusat komando serangan ke oligarki sedang berlangsung.
08:21Itu saja. Ini maksudnya gimana?
08:22Ya, saya karena drama kemarin itu,
08:25bahwa yang ini kan Febri kan ketua tim PKH
08:30yang berkali-kali menunjukkan hasilnya
08:34menyita uang puluhan triliun
08:37dan disaksikan oleh Presiden Prabowo.
08:40Itu kan kerjanya tim PKH menetipkan oligarki.
08:44Nah, akhirnya orang kalau ini tidak diungkap
08:47kasusnya apa sebenarnya,
08:49maka orang bisa mengarah kepada tweet saya ini
08:52bahwa oligarki melakukan serangan balik kepada PKH,
08:57bukan kepada Febri gitu kan.
08:58Nah, padahal bisa Pak Tau memang murni penegakan hukum.
09:02Jadi saya memang hari ini tuh saya berharap
09:04Presiden turun tangan langsung menyesalkan ini.
09:06Jadi itu serangan balik dari siapa untuk siapa?
09:09Karena begini, serangan oligarki ke Prabowo itu tinggi banget.
09:14Dalam segala hal, rupiah di anjlokan,
09:18harga saham di anjlokan, apa segala.
09:20Karena dia memang menyentuh.
09:22Dan komandan menetipkan oligarki
09:25di tambang dan perkebunan adalah Febri.
09:30Jampitsus, ketua pelaksana tim PKH.
09:35Nah, ini jangan sampai orang membaca
09:38kalau ini Pak Presiden penegak hukum
09:42tidak membuka kasus apa sebenarnya,
09:45maka bisa ditafsirkan seperti tweet saya ini.
09:49Bisa ditafsirkan itu.
09:50Bahwa ini serangan oligarki.
09:51Padahal mungkin juga ini adalah murni penegakan hukum.
09:55Itulah pentingnya menurut saya.
09:56Ini kan sampai sekarang nggak ada.
09:59Apa kasusnya?
10:00Siapa tersangkanya?
10:02Terus dalam rangka apa?
10:05Sehingga dilakukan penggeledahan.
10:08Karena penggeledahan itu adalah
10:09kalau sudah biasanya pemahaman saya,
10:12kalau sudah jelas kasusnya,
10:14tersangkanya penggeledahan itu adalah
10:15pengambilan barang bukti.
10:17Kalau sampai hari ini yang Pak Syed baca
10:20lebih besar mana?
10:21Murni penegakan hukum atau perlawanan hukum?
10:24Bisa campur.
10:26Bisa campur karena?
10:27Bisa.
10:28Pemahaman saya ini masih bercampur.
10:30Tapi jangan mengorbankan penegakan hukum.
10:33Saya setuju.
10:35Jangan mengorbankan penegakan hukum.
10:36Jadi menurut saya,
10:38ini juga saatnya polisi harus menyatakan
10:40kalau ini menyatakan kasusnya ini,
10:43tersangkanya ini,
10:44ini,
10:44itu jangan ditutupi begini.
10:46Karena kalau begini terus,
10:48maka orang bisa berpendangan
10:50siapa tahu menunggu negosiasi di balik layar.
10:54Itu yang paling baik.
10:55Ya, transparansi harus berlanjut, Mbak.
10:56Jadi, oke orang melihat semua penggeledahannya.
10:59Tetapi kan harus diteruskan.
11:01Oke, kalau ini penyidikan,
11:02berarti sudah ada pidananya.
11:04Pidananya apa?
11:05Kemudian siapa tersangka ditapkan?
11:07Tersangkanya siapa dengan segera?
11:08Saksinya mana saja?
11:10Dan tentu pihak-pihak yang dirugikan
11:12dalam konteks misalnya geledah tanpa sah,
11:14dia bisa gugat para peradilan.
11:16Maka pertanyaan besar kan
11:17penggeledah ini pasti izin dari pengadilan.
11:18Di mana izin pengadilannya?
11:20Jadi, ini ranah yang menurut saya
11:21akan diuji di pengadilan nanti
11:23sejauh mana konstruksi.
11:25Apakah uang yang digeledah ini,
11:26sekian sangat besar ini,
11:28itu bersumber dari tindakan tidak jelas.
11:30Karena misalnya kalau pakai tindak pidana pencucian uang,
11:33kan harus dibuktikan tuh,
11:34uangnya dari mana sumbernya.
11:36Dalam konteks dia sebagai misalnya pejabat PNS,
11:39kan nggak realistis.
11:40Pejabat PNS, misalnya ASN,
11:42dikadang Pak Didu,
11:43punya uang sekian 10 miliar,
11:44itu dalam masuk akal kita nggak masuk akal.
11:46Kalau dia pakai ngandelin gaji.
11:47Apalagi misalnya di,
11:49apa istilahnya,
11:50KPK itu,
11:52status atau laporan keuangan,
11:54LHKPN.
11:55Itu kan ada jelas,
11:56misalnya LHKPN-nya berapa.
11:58Misalnya kalau Pak Jampinsus itu 18 miliar.
12:00Nah sekarang di rumahnya ada sekian 10 miliar.
12:02Berarti ada yang tidak sinkron
12:04antara LHKPN dengan jumlah
12:05apa yang ditapatkan di rumahnya.
12:07Artinya bukan semata-mata serangan balik oligarki dong.
12:09Tapi aparat penerga hukum yang bobrok juga memang.
12:12Kalau itu sih saya pikir pengetahuan publik lah.
12:15Artinya itu kerisayaan kalau dari kasus ini.
12:18Ya udahlah,
12:18kita udah tahu lah semuanya.
12:19Nggak usah kita tutupi.
12:21Penerga kehukum dari pusat
12:22sampai kabupaten itu,
12:24ya udahlah.
12:24Kita paham lah.
12:26Kita paham.
12:27Dan itu sesuai dengan data banyak.
12:29Jadi baik itu transparansi internasional,
12:32World Justice Project,
12:34banyak sekali indikator,
12:35indeks yang menyebabkan bahwa
12:37salah satu dunia yang paling korup di Indonesia
12:40adalah lembaga penerga hukum.
12:41Dan yang paling salah satu yang paling berat adalah
12:44hukum pidana.
12:45Jadi aparat penerga hukum
12:46menjadi sarana bukan lagi menegang keadilan,
12:49tetapi menjadikan hukum sebagai komoditas.
12:52Dia melihat perkara itu sebagai ruang
12:54untuk melakukan pengambilan uang.
12:58Itu riset lembaga sangat banyak.
13:00Di kasus ini Anda bagaimana melihat itu?
13:02Ada celah sebagai komoditas hukum pidana?
13:04Iya, kalau kemudian nanti
13:05kalau misalnya sebagai penah hukum,
13:08sebagai misalnya pejabat di kejaksaan
13:10dalam rangkaian pengadilan terbukti
13:12bahwa dia melakukan tindak pidana korupsi,
13:14berarti kan dia dari mana korupsinya?
13:16Apakah sebagai posisi dia dalam jabatannya?
13:19Berarti kan kalau dalam jabatan dia
13:20menggunakan hukum sebagai komoditas.
13:21Nah itu harus dibuktikan ke pengadilan.
13:24Problemnya sekarang gini, Mbak.
13:26Kepolisian penyidikan.
13:27Tapi kan kepolisian nggak bisa bawa ke pengadilan.
13:29Harus kejaksaan lagi.
13:31Penuntut adalah kejaksaan.
13:32Pertanyaannya apa kejaksaan agung
13:34kemudian menerima berkas dibawa ke pengadilan
13:36sedangkan dia menyidik
13:38atau menurut dirinya sendiri misalnya.
13:40Kan harus juga jelas statusnya
13:41yang disidik ini siapa.
13:43Kalau dia dalam jabatan,
13:44berarti dia harus mundur
13:45atau diberhentikan jabatannya.
13:47Nah sekarang kita belum juga mendengar
13:49apakah ada korelasi kemudian dampak
13:51dari penyidikan, penggeledahan
13:53dengan status jabatan?
13:54Nah Pak Said,
13:55melihat terlalu lama atau tidak sih
13:57dari waktu penggeledahan kemarin
13:58drama yang kita saksikan
13:59sampai sekarang belum jelas juga
14:01sudah 24 jam.
14:02Ya, ini yang saya bilang gini.
14:03Ini Pak,
14:04saya kembali lagi Pak Presiden.
14:05Pak Presiden ini kan
14:08andalannya lagi teracak-acak.
14:11Awalnya kan BGN.
14:12Andalan MBG.
14:14MBG, MBG.
14:15MBG, andalan beliau.
14:17Ternyata pengkhianat gitu.
14:19Oke.
14:20Andalan kedua,
14:22ini kan untuk ini,
14:23yang melawan oligarki adalah PKH.
14:25Ini,
14:26sekarang diragukan lagi.
14:28Diragukan lagi.
14:29Iya kan.
14:31Koperasi Merah Putih juga
14:32sudah dipersoalkan terus.
14:34Macem-macem.
14:35Terus penempatan orang-orang
14:37di BUMN
14:38yang tidak sesuai dengan ini.
14:41Jadi,
14:42saya menyatakan
14:42Pak Presiden 2 tahun ini
14:44sudah saatnya menyadari
14:46bahwa pemilihan orang
14:48untuk melaksanakan keinginannya dia,
14:51cita-cita dia,
14:52itu sepertinya harus diperbaiki.
14:54Harus diperbaiki.
14:55Karena faktanya
14:57gagal penempatan orang.
14:59Kenapa selama ini
15:00Presiden bisa
15:02takde kutip pecolongan?
15:03Orang-orang yang dipercayanya
15:04justru melakukan hal
15:06yang tidak semestinya.
15:07Yang kedua,
15:08yang juga jadi pertanyaan kemarin
15:09pada saat terjadi penggeledahan itu,
15:12ada juga TNI yang menjaga ketat
15:13di rumah Jampitsus.
15:15Iya, iya.
15:15Saat polisi
15:15tengah melakukan penggeledahan
15:17di sejumlah lokasi.
15:18Ini dua pertanyaan yang mengemukai.
15:21Sedara keberadaan TNI
15:22di rumah
15:23Jaksa Agung Muda
15:24pidana khusus Jampitsus Febri,
15:26Adrian Cah menimbulkan
15:27kecurigaan dan pertanyaan.
15:29Kenapa TNI menjaga ketat rumah Febri
15:31saat polisi tengah melakukan
15:33penggeledahan di sejumlah lokasi?
15:35Kita masih membahasnya
15:36bersama dengan Sekretaris Kementerian BUMN
15:37periode 2005-2010,
15:39Said Didu,
15:40dan Ketua Umum YLBHI,
15:42Muhammad Isnur.
15:43Ada apa ini, Pak Said,
15:45di saat penggeledahan polisi
15:47di sejumlah titik,
15:48rumahnya Jampitsus
15:49dijaga sama TNI?
15:50Kalau saya sih kan
15:52kita berpegang aja
15:53penjelasan resmi TNI
15:55bahwa itu
15:56pemerintahan Kejaksaan
15:58dan saya pikir memang
15:59sudah lama kan
16:00sudah lama Kejaksaan itu
16:01dijaga TNI.
16:02Tapi ini rumah pribadi?
16:05Mungkin termasuk itu kali.
16:06Nah karena
16:07kalau kita ke daerah
16:09Kejaksaan itu
16:10bukan polisi
16:11sudah dijaga.
16:11Itu memang TNI.
16:13Saya nggak tahu
16:13ininya.
16:15Tapi normal nggak?
16:17Itu sejak awal
16:17kami sudah protes, Mbak.
16:19Dengan layarnya
16:19Propres 66-2025
16:21ini menyimpangi
16:23fungsi TNI
16:24yang harusnya
16:24urusan pertahanan.
16:25Kita sebenarnya sedih
16:26melihat pasukan
16:28yang direkrut,
16:29dilatih, digaji
16:29untuk perang,
16:30untuk ancaman militer
16:31malah jadi kayak
16:32seperti Satpam
16:33di depan rumah pejabat gitu.
16:34Dan jangan lagi
16:35di sidi korupsi.
16:36Bagi saya ini
16:36justru mencoreng
16:38nama baik TNI.
16:38Itu bukan kebetulan
16:39ada di sana.
16:40Memang sebagai ketua
16:41Satgas PKH
16:42tapi Anda melihat
16:43ada hubungannya.
16:44Harusnya
16:45kemandan yang mengarahkan
16:46pasukan aware.
16:47Ini dalam rangkaian
16:48pendagangan hukum.
16:49Ada orang digeledah,
16:51ada orang kemudian
16:51mau di dalam si penyidikan.
16:53Terus mengarahkan
16:54pasukan ke depan rumah.
16:56Maka indikasi
16:56atau orang menganggap
16:57bahwa ini adalah
16:58upaya
16:59memberi kade,
17:00upaya mensabotase,
17:01upaya dalam rangkaian
17:03obstruction of justice.
17:05Itu jangan sampai
17:06ada seperti itu.
17:07Makanya kalau saya lihat
17:08hari ini itu
17:08sudah tidak ada lagi.
17:09Maka jangan sampai
17:10ada semacam
17:11lost control
17:12dari Panglima TNI
17:13membiarkan
17:14kemandan-kemandan
17:15di bawahnya ini
17:16bertindak suka hati.
17:17Walaupun ada
17:18Perpres 266-2005.
17:20Itu yang sejak awal
17:21saya khawatir.
17:22Perpres ini
17:23akan dimanfaatkan
17:24sedemikian rupa
17:25dalam memenuhi tertentu
17:26jadi alat
17:27menghalangi
17:28pendagangan hukum.
17:31Bagaimana agar ini
17:32tidak dianggap
17:33sebagai alat
17:33menghalangi
17:34pendagangan hukum
17:35Pak Said?
17:35Itu yang pentingnya
17:38karena sekarang
17:40penggeredahan ini
17:41masih simpang siur.
17:44Kalau murni
17:44pendagangan hukum
17:45maka semua orang
17:46menyatakan
17:46jangan halangi dong.
17:48Karena tidak
17:49dijelaskan
17:50apakah
17:50murni pendagangan hukum
17:51atau persaingan
17:52antara
17:53kejaksaan dengan
17:54polisi
17:54dalam rangka
17:55kan begini
17:57ini kan
17:59di PKH
18:00tim PKH itu kan
18:01memang komandannya
18:03kan
18:03Febri
18:04wakil-wakil ketuanya
18:06adalah
18:06Kasum kan
18:07polisinya
18:09tidak ada
18:09ya kan
18:10di PKH
18:12dan ini kan
18:13melakukan
18:14apa namanya
18:15penertiban
18:16di mana-mana
18:16dan ini menjadi
18:17tangan presiden
18:18Prabowo
18:19untuk
18:20menertibkan oligarki
18:21ya kan
18:22nah
18:22karena ini bekerja
18:24nah
18:25Febri ketua
18:27jadi
18:27sekarang
18:28orang bertanya
18:29apakah
18:30Febri ini
18:31walaupun belum
18:32dinyatakan tersangka
18:33tapi yang
18:33digeledah adalah
18:35rumahnya
18:36apakah Febri ini
18:37digeledah
18:38sebagai
18:39Jampitsus
18:39apakah
18:40digeledah
18:41sebagai tim PKH
18:42ini yang
18:43kalau digeledah
18:45tim PKH
18:45artinya
18:46ada serangan
18:47ke PKH
18:48dan yang
18:49yang gak kalah
18:51penting juga
18:51bukan hanya rumah
18:52yang dijaga
18:53tapi juga
18:53jam 3 pagi
18:54datang tuh
18:56beberapa
18:57anggota
18:57datang ke
18:58Polda Metro
18:58dan dilihat oleh
19:00banyak media
19:00meskipun itu
19:01dibantah oleh
19:01kampus
19:02tapi gambarnya
19:03apa yang
19:03di lihat itu
19:05nah
19:05itulah pentingnya
19:06saya bilang
19:06kalau
19:07murni penanggahan hukum
19:08murni penanggahan hukum
19:10bahwa memang
19:10ada tersangkanya
19:12ada keterlibatan
19:13apa nanya
19:15TPPU-nya
19:16Febri
19:18maka
19:19itu
19:20bisa orang
19:21menyatakan
19:21itu salah
19:22tapi
19:23kalau
19:23ini tidak
19:24dijelaskan
19:24maka
19:25orang berpendapat
19:26ini
19:27serangan
19:28oligarki
19:29kepada tim PKH
19:30nah
19:31ini
19:31ini
19:32ini harus
19:33segera di ini kan
19:34supaya
19:34apa namanya
19:35bahwa
19:36kalau murni penanggahan hukum
19:37maka semua orang
19:38oke
19:39lakukan penanggahan
19:40kita akan dengarkan dulu
19:41apa yang disampaikan
19:43oleh
19:43Kepala Pusat Penterangan
19:44atau Kapus PEN TNI
19:46Presiden TNI Muhammad Nas
19:47terkait pengamanan
19:49Jampitsus ini
19:50benar bahwa
19:51pengamanan tersebut dilakukan
19:52atas permintaan
19:53institusi kejaksaan
19:54dan telah dikoordinasikan
19:55sesuai dengan mekanisme
19:56dan ketentuan yang berlaku
19:57sebagaimana
19:58Perpres
19:59nomor 66 tahun 2025
20:00yang berkaitan dengan
20:01pelindungan kepada jaksa
20:02dalam melaksanakan tugasnya
20:03ini berarti kan
20:04kalau
20:05dalam konteks ini
20:06yang disampaikan oleh Kapus PEN
20:07berarti kan ini
20:08dia sebagai Jampitsus
20:10menjalankan tugasnya
20:11tapi dalam kasus ini
20:13apakah bisa
20:13serta-merta
20:14dikatakan demikian
20:15ini terpisah
20:16meskipun disampaikan oleh
20:16Kapus PEN juga
20:17bahwa ini
20:17pengamanan itu
20:19tidak berkaitan dengan
20:19isu lain yang saat ini
20:20berkembang
20:21ini kita lihat
20:22quotes-nya
20:23jadi ini pengamanan itu
20:24tidak berkaitan dengan
20:25isu lain yang saat ini
20:26berkembang
20:26ada pun mengenai
20:27informasi adanya
20:28penggeledahan oleh Polri
20:29terhadap sejumlah lokasi
20:30hal itu
20:30merupakan proses yang berbeda
20:32dan menjadi kewenangan Polri
20:33gimana
20:33ini kan bersembunyi
20:34dibalik
20:35Perpres 66225
20:36yang menurut kami
20:38ini melanggar
20:38undang-undang TNI
20:39harusnya Perpres
20:41tidak menyimpangi
20:42atau didapatkan undang-undang
20:43tidak bisa dikatakan bahwa
20:44ini perlindungan dalam
20:45menjalankan tugas
20:45sebagai Jampitsus
20:46ataupun PK
20:47iya pertanyaannya
20:48ancamannya apa
20:49sehingga tentara turun
20:50apakah ada ancaman militer
20:51apakah ada ancaman bersenjata
20:53mau menyerang kejaksaan
20:54sehingga diterujunkan
20:55pasukan bersenjata
20:56kalau ancamannya
20:57ada pasukan militer
20:58ancaman adalah
20:59ancaman misalnya
21:01penyerbuan
21:01bersenjata
21:02itu kan
21:03ya tentara bisa turun
21:04karena ancamannya kombatan
21:06ini ancamannya apa
21:07ancamannya penerakan hukum dong
21:08ancaman dalam proses
21:10orang sedang dalam penyidikan
21:11nah tentara tidak
21:12boleh kemudian ada
21:14di lokasi yang
21:14dia dalam proses penerakan hukum
21:16jadi seolah-olah
21:17publik ini menangkap
21:18ini yang menghalangi
21:19penerakan hukum
21:20nah ini menurut saya
21:21menjadi mencoreng
21:22buka TNI gitu
21:23Pak Syed
21:24apakah
21:24apa yang bisa
21:25harusnya dijelaskan
21:26lebih clear lagi
21:27agar
21:27tidak ada kesan
21:28show of force
21:29kalau memang tidak ada
21:30show of force
21:31di tengah penerakan hukum
21:32yang sedang berjalan
21:33saya pikir
21:34saya pikir
21:35menurut ini jelas
21:36harus segera penjelasan
21:38kasusnya apa
21:39tersangkanya siapa
21:41apa kaitannya
21:42penggeredahan itu
21:44dilakukan
21:44ini kan gak ada
21:45sama sekali
21:46kita gak tahu
21:47tersangkanya apa
21:48kasusnya apa
21:49penggeredahan akhirnya
21:50selama itu tidak ada
21:51berarti spekulasi
21:52akan terus berkembang
21:54spekulasi
21:55saya bilang
21:55ini serangan
21:57oligarki
21:59kepada
21:59tim PKH
22:01itu
22:02itu spekulasinya
22:04gitu lah
22:04nah ini yang
22:05kalau itu terjadi
22:07artinya
22:08itu serangan ke
22:09apa namanya
22:10presiden
22:11presiden berkali-kali
22:13pindah
22:13tim PKH
22:14siapapun yang mengelangi
22:15PKH
22:16akan berhadapan
22:17dengan presiden
22:17itu
22:18kasarnya dia
22:19nah jangan sampai
22:20ini tidak dijelaskan
22:21seakan-akan
22:22siapa tahu
22:23memang ini
22:24murid penegak hukum
22:25tapi
22:26kalau salah penanganan
22:27maka dianggap
22:28serangan ke tim PKH
22:30kalau Mas Isno
22:30melihatnya
22:31PKH atau ke
22:32mungkin maksud bangsa itu
22:33gini
22:33ada contoh baik
22:35dilakukan KPK
22:36ketika menjelaskan
22:37sebuah perkara
22:38dengan expose
22:40penjelasannya
22:41detail
22:42runut
22:43oh ini ada
22:44pidananya ini
22:45dugaan peristiwanya
22:46seperti ini
22:48tersangkanya
22:48ini
22:49air yang digledah ini
22:51nah publik
22:52membutuhkan itu juga
22:53jadi memang
22:53dimasukkan baik
22:54menurut saya
22:55Kapolri
22:56Bar Eskrim
22:57Pak Wabila Metro
22:57harus menyampaikan itu
22:59dengan transparan
23:00agar publik
23:01tidak menduga-duga
23:01apakah ini
23:02penakan hukum
23:03atau ada unsur-unsur
23:04yang lain gitu
23:05bagi saya
23:05disitu
23:06kuncinya
23:06tapi selama 24 jam
23:07ini tidak ada
23:08bukan itu yang dipilih
23:09apa yang Anda baca
23:10kalau begitu
23:11dengan langkah yang dipilih
23:12oleh Polda
23:12penjadikan kan
23:13sedang menggali
23:14seluruh kemungkinan
23:15apa namanya
23:17perkara ini
23:17seperti kemana
23:18arahnya
23:19dan sampai mana
23:20titik sampainya
23:21harusnya itu
23:22yang kemudian
23:23dicari
23:23diduga
23:24kadang-kadang
23:25penjadikan kan
23:26memulai dari
23:27penangkapan yang kecil dulu
23:28siapa yang ditangkap duluan
23:30meningkat
23:30sampai level yang tinggi
23:32dikaitkan dengan penjabat yang lain
23:33seperti apa
23:34itu yang harus dibongkar
23:35dengan cepat
23:36agar publik tahu
23:38oh ini memang serius
23:39penyidikannya gitu
23:40disitu titik krusial
23:42menurut saya
23:42memang yang penting dilakukan
23:44yang kedua
23:45publik itu sekarang
23:46dikagetkan dengan
23:48tersebarnya
23:48surat-surat
23:49internal kelembagaan
23:51misalnya
23:52di internal kejaksaan
23:53tiba-tiba adalah
23:55zoom mitigasi
23:56AGHT
23:57ancaman gangguan
23:58penambatan tantangan
23:59sementara apa AGHTnya
24:00kalau Anda melihat
24:00tidak ada dalam kasus
24:01itu satu
24:02yang kedua
24:02kemudian dijatang
24:03tiba-tiba ada berita lain
24:05tidak usah datang
24:06kalau dipanggil
24:07periksa-periksa ini
24:08jadi publik
24:09kemudian menduga-duga
24:10ini konflik antar lembaga
24:12menurut saya itu
24:12jadi tidak sehat
24:13tidak sehat
24:14harusnya memang
24:15fokuskan kembali
24:17karena penyakuan hukum
24:18bahwa ini adalah
24:18niat baik untuk korupsi
24:19jangan sampai
24:20kemudian presiden
24:21mendiamkan
24:22ini konflik antar lembaga
24:24itu berbahaya
24:25kalau kemudian
24:26dipertontonkan publik ya
24:27ini ada penyidikan
24:29ada penggeledahan
24:29diontrok
24:30kemudian oleh
24:31kesatuan yang lain
24:32itu malah berbahaya mbak
24:34karena apa
24:35yang terjadi di lapangan
24:36senjata dengan senjata mbak
24:37kalau senjata dengan senjata
24:39korbannya masyarakat sipil
24:40pelayanan publik
24:41akan terganggu
24:42menurut saya
24:43presiden harus ambil cepat
24:43merintahkan dengan tegas
24:45misalnya kepada
24:46kepolisian
24:46proyek cepat
24:48kejaksaan misalnya
24:48membawa ini ke pengadilan
24:49dan tentara
24:51jangan dilibatkan
24:51di lapangan
24:52harusnya begitu dong
24:53tapi presiden Prabowo Subianto
24:56harus memberikan
24:57sikap tegas ini
24:57dalam waktu
24:58sifatnya Pak
24:58saya pikir ini
24:59momen
25:00kan beginilah
25:01kita semua ini
25:02di luar ini
25:03sebenarnya
25:05sangat menunggu
25:06presiden masuk
25:08melakukan pembenahan
25:09di lembaga
25:10hukum
25:11ini kan yang
25:12tidak dilakukan
25:13sudah hampir
25:14dua tahun
25:14momen ini
25:16kalau lewat
25:16maka
25:18saya katakan
25:19saya selalu
25:19menyatakan
25:20Pak Prabowo
25:21Bapak itu
25:21di titik
25:23to kill
25:24or to be kill
25:25melakukan penertiban
25:27bangsa ini
25:27kalau Bapak terlambat
25:29maka Bapak yang di kill
25:30kalau momentum ini lewat
25:32dan Pak Prabowo
25:33masih
25:35membiarkan ini
25:36berlangsung
25:37begitu saja
25:38maka
25:40mohon maaf saja
25:41yang menunggangi
25:43penerang hukum
25:44selama ini
25:44kan kita tahu semua
25:45oligarki
25:46kalau oligarki
25:48sudah
25:48penerang hukum
25:50sudah menjadi
25:50alat oligarki
25:51bukan alatnya presiden
25:53maka presiden yang di kill
25:55itu kira-kira
25:56tapi kenapa
25:57dalam beberapa waktu ini
25:58seperti yang kita bahas sebelumnya
25:59orang-orang
26:00kepercayaan presiden
26:01justru
26:02yang melakukan
26:03tindakan seperti ini
26:04nah itulah
26:05saya katakan tadi
26:06ada
26:08presiden
26:09sangat tidak hati-hati
26:10dalam memilih orang
26:11sangat tidak hati-hati
26:13dalam memilih orang
26:14karena saya melihat begini
26:15selalu
26:16presiden menyatakan
26:17empat kriteria dia pakai
26:19tapi
26:20sebetulnya
26:20patriotisme
26:22nasionalisme
26:23integritas
26:24profesionalisme
26:25tapi yang dipilih adalah
26:26adalah
26:27koncoisme
26:28ini yang masih ini
26:29ini
26:30padahal yang dikemukakan ini terus
26:31nah ini
26:33coba
26:33kita tahu
26:34kedekatan
26:35kedekatan
26:36nah
26:36kedekatan ini
26:37tapi mudah-mudahan
26:39pak presiden
26:39dengan kasus
26:41MBG
26:41bahwa orang dekat
26:43ternyata pengkhianat
26:44menyadari
26:45ternyata orang dekat
26:46belum tentu
26:47loyal
26:48gini dalam korupsi itu
26:49Lidgar itu bilang
26:50ada tiga potensi
26:52membuat orang korupsi
26:53pertama
26:54adanya
26:54monopoli
26:55diberikan
26:56posisi yang dia monopoli
26:58yang kedua adalah
26:59kewenangan yang berlebihan
27:00gak ada kontrol
27:01antar
27:02horizontal
27:03maupun
27:03vertikal
27:04yang ketiga
27:05gak ada pengawasan yang kuat
27:07bagi saya
27:08Prabowo tidak membangun ini
27:09hari ini tiga-tiganya
27:10tidak membangun
27:11di BGN
27:12misalnya
27:12Badan Gizi
27:13gak dibangun
27:14Dadan Hindayana
27:15dan tim semua
27:16diberikan kewenangan
27:17tanpa kejelasan
27:18yang ada
27:18ketergesa-gesaan
27:19fatgas PKH
27:21juga sama
27:21dikasih kewenangan
27:22ini monopoli
27:23kewenangan berlebihan
27:24gak ada pengawasan
27:25akhirnya apa
27:25kemungkinan besar
27:27para pejabat
27:28di semua institusi
27:29akan korupsi yang sama
27:30jadi kalau saya
27:31melihat Prabowo
27:32itu bukan lagi
27:34apa namanya
27:35gagal dalam ujung
27:36tapi digagal
27:36merencanakan
27:37sehingga
27:38dia merencanakan
27:39buat gagal
27:40gitu
27:40jadi proyek-proyek
27:42ambisiusnya
27:43sejak awal
27:43kami sudah prediksi
27:44kalau caranya
27:44seperti ini
27:45tergesa-gesa
27:45kewenangannya
27:46berlebih
27:47gak ada kontrol
27:47gak ada pengawasan
27:48dan dimonopoli
27:49oleh satu lembaga
27:50apalagi berbasis komando
27:51akan tinggi
27:52kemungkinan korupsi
27:53bukan karena ini bahaya
27:54itu berulang
27:55di semua institusi
27:56dan ini akan bahaya
27:57artinya
27:585 serangan sipil
27:59melakukan riset
27:59banyak
28:01bukan hanya
28:01di MBG
28:02KDMP juga
28:04itu potensi rentenya
28:04sangat besar sekali
28:05PKH
28:06sangat besar sekali
28:07potensi rentenya
28:08makanya
28:09niat baik
28:10atau kemudian
28:11semangat
28:11kata-kata itu
28:12harus diiringi
28:13dengan strategi
28:14dengan taktik
28:15dengan langkah-langkah
28:17yang baik juga
28:17kalau Anda
28:18ngasih jabatan
28:19kepada seorang
28:20ingat
28:21kata Akten
28:21the power
28:22tend to corrupt
28:24kekuasaan
28:25power itu
28:25potensinya corrupt
28:26nah kalau dikasih
28:27kekuasaan absolut
28:29maka absolut juga
28:30corruptnya
28:30yang terjadi
28:31Prabowo
28:32tidak membangun
28:33landasan
28:34bagaimana
28:34mencegah power
28:35power yang untung
28:36gak corrupt
28:37yang juga
28:38saya ingin
28:39perdalam yang tadi
28:40Pak Said Didu bilang
28:41ada
28:41kalau
28:42salah satu
28:43bacaannya adalah
28:44oligarki
28:45ingin melawan PKH
28:46yang selama ini
28:47melawan oligarki
28:48tapi ada tentara
28:49di sana
28:49yang dikerahkan
28:51untuk menjaga
28:51apakah memang ini
28:52yang sekarang
28:53terjadi
28:54dan dilakukan
28:55dan kenapa
28:55itu harus dilakukan
28:57saya masih bersama dengan
28:58Said Didu
28:59dan juga
28:59Muhammad Isnur
29:00saya ke Pak Said
29:02kalau kita tahu kan
29:04Jambit Susi ini
29:04posisinya ex officio
29:05tidak bisa dipisahkan
29:07dengan tugasnya
29:08sebagai pelaksana PKH
29:10sebagai ketua PKH
29:11nah
29:11yang tadi Pak Said Didu bilang
29:13bahwa
29:14Satgas PKH
29:15mau melawan oligarki
29:16oligarki melawan balik
29:18karena itu
29:18dijaga tentara
29:20apakah ini perlu?
29:22saya
29:22gak
29:22gak terlalu
29:23Pak
29:24nanti Pak Isnur
29:24menjelaskan
29:25tapi saya melihat
29:26begini
29:27pelibatan
29:29tentara ini
29:30apakah
29:32di tim PKH-nya
29:33atau kan
29:34melekat
29:35ke seluruh
29:36kejaksaan
29:38tapi faktanya
29:39seluruh kejaksaan itu
29:41dijaga tentara
29:42saya gak tahu
29:43latar belakangnya
29:44apakah
29:45memang
29:45ini kan
29:46memang
29:47Presiden
29:48karena ini kan
29:49Kepres
29:50siapa tahu
29:52mungkin Presiden
29:53punya pandangan
29:54bahwa
29:55ingin menggunakan
29:56kejaksaan itu
29:57melakukan
29:58tangan kanannya
29:59melakukan penertiban
30:00hukum
30:01yang amburadol
30:02sehingga
30:03bukan penegak hukum
30:04dan ini polisi
30:05yang disuruh menjaga
30:06siapa tahu itu
30:07apa namanya
30:08maksudnya
30:09kalau dia menjaga
30:10maka
30:11seakan-akan
30:12kejaksaan itu
30:14dibawa polisi
30:14gitu kan
30:15karena dia
30:15siapa tahu
30:17itu tujuannya
30:17kalau itu tujuannya
30:19mungkin
30:20dan memang
30:21dilaksanakan
30:22Presiden
30:22salah satunya
30:23PKH
30:23kalau menurut Mas
30:24Dulu ada contoh
30:25baik
30:25Bang Didu
30:26namanya
30:27Kuntoro Mangkusubroto
30:29kami melihat
30:30bagaimana
30:30dipercaya
30:31orang sipil
30:32dia
30:32membangun
30:34Aceh dengan
30:34BRR
30:35kemudian juga
30:35membangun
30:36UKP 4
30:36dalam artian
30:37membangun
30:38organisasi
30:39negara modern
30:39yang membersihkan
30:41sesuatu
30:41itu perlu
30:42dengan cara-cara
30:43yang juga
30:43melibatkan
30:45semua kalangan
30:46dengan baik
30:46ahlinya
30:47dan menggunakan
30:48pendekatan yang
30:49tepat juga
30:50kalau dengan ini
30:51tepat atau tidak
30:51pendekatannya akhirnya
30:52sentralistik
30:53militeristik
30:54apa yang jadi bedanya
30:56ini dikritik juga
30:57saya diwalhi juga
30:59dan kita memandang
31:01bahwa
31:01ini tuh
31:02penerimaan
31:02kondosan hutan
31:03atau sekedar
31:05memindahkan
31:05aset bisnis
31:07dari swasta
31:08yang melanggar hukum
31:09menjadi milik negara
31:11karena
31:11dia bukan
31:12dikembalikan ke hutan
31:13rata-rata
31:14tapi sawit-sawit ini
31:15menjadi milik
31:16agrinas
31:16kemudian dikelola
31:17oleh para pejabat lagi
31:18nah ini temuan-temuan
31:20menurut kami
31:20saat gas PKH
31:22tidak sepenuhnya
31:22baik dalam pekerjaannya
31:24justru menimbulkan
31:25masalah baru
31:26kalau dijaga oleh militer
31:27apa akibatnya?
31:29dalam artian gini
31:29harusnya prosesnya
31:30dia dilakukan
31:32dengan terbuka
31:32tidak memungkinkan
31:34misalnya ada proses-proses
31:35pemerasan di dalamnya
31:36dilakukan dengan
31:38pendekatan hukum yang tepat
31:39kalau memang ada
31:39orang bersalah
31:40melakukan
31:40misalnya
31:41menebang hutan
31:42membuat hutan
31:43diambil
31:45menjadi tambang
31:45ditegakkan hukumnya dong
31:47dituntut dong orang ini
31:48kesalahannya apa?
31:50asetnya disita
31:52disita dalam konteks
31:53pendekatan hukum
31:53Pak Haid
31:54saya begini
31:55saya paham itu
31:56tapi
31:56kalau cara itu dipakai
31:58akan terulang terus
31:59tidak akan pernah selesai
32:00Pak Istri ingat
32:01DLC Taurus
32:02inkrah
32:032007
32:0420 tahun kemudian
32:06tidak ada yang berhasil
32:07mengambil
32:08betul pendekatan hukumnya
32:09eksekusinya
32:11betul
32:11artinya
32:12kalau
32:12cara yang dipakai itu
32:14terus
32:14proses hukum normal
32:15maka
32:16yang memelihar kebun itu
32:17adalah Kapolres
32:18Kapolda
32:19Kejaksaan
32:20itu
32:2120 tahun
32:22panen mereka
32:23sebelumnya adalah
32:23kontrol dari atas ke bawah
32:24untuk eksekusi
32:25nah itulah
32:26kenapa mungkin
32:26Prabowo
32:27mengambil tim PKH
32:30tapi akhirnya
32:31menimbulkan masalah baru
32:32sekarang
32:32masalah baru
32:33jadi mana
32:34sudah diambil semua talahan itu kok
32:35bahwa itu akan
32:36dibenahi lagi lain
32:37tapi kalau masih
32:38pakai normal
32:39bahwa
32:39mohon maaf aja
32:41saya tidak pernah percaya
32:42lagi penegak hukum
32:43karena pada saat Anda berhadapan
32:46maka dia
32:46berapa kau bayar
32:49konstruksi melibatkan
32:50bukan
32:50dia paham sekarang
32:52tapi
32:52Bapak mau kembali lagi
32:54seakan-akan
32:55serahkan ke penegak
32:56enggak bisa lagi
32:57konstruksi melibatkan
32:59Jambinsus
32:59sebagai Satgas PKH
33:01kontinator itu
33:01bayangan
33:02Prabowo bagi saya adalah
33:04menggunakan hukum
33:04mekanismenya
33:05harusnya
33:06ketentuan
33:07kejaksaan yang dipakai
33:08dalam renang apa
33:09dia sebagai
33:10pemimpin Satgas PKH
33:11itu yang dipakai harusnya
33:13oke
33:13saya gini aja lah
33:14contoh aja lah
33:17saya mendukung
33:18ini ya
33:19pengambilan aset
33:19contoh aja lah
33:20contoh
33:22Hotel Sultan
33:22ya
33:24orang menyatakan
33:26ini salah
33:26saya bilang bagi saya
33:28pengambil alihan
33:29Hotel Sultan
33:30yang dipaksa oleh
33:31Prabowo
33:31itu benar
33:33karena kalau itu gagal
33:34maka seluruh
33:35Senayan
33:36itu tidak akan
33:37ada yang kembali
33:38jadi pengambilan aset
33:40tambang
33:414,3 juta hektar
33:42kebun sawit
33:44mungkin sampai
33:448 juta hektar
33:45dengan hutan
33:46diambil lagi
33:47aja dulu
33:48kan begini
33:48Pak Isnuri ingat ya
33:49yang membentuk
33:51tim PKH awal
33:52itu Jokowi loh
33:53ya
33:54ketuanya Luhut
33:55oke
33:56setelah
33:57ketemu
33:583,3 juta hektar
33:59apa aranya Jokowi
34:00mohon
34:01diputihkan
34:02negosiasi
34:03nah itu
34:04saya gak mau
34:05ambil dulu
34:06bahwa ada masalah
34:08nanti diperbaiki
34:09itu prinsip
34:10tapi kalau prinsip
34:12teman bahwa itu
34:13dibenahi sambil ini
34:14enggak
34:15ya tapi pertanyaan gini
34:16Sultan itu pakai hukum
34:18Pak
34:18oke untuk ini
34:20nah untuk ini gini
34:21pertanyaan besar
34:22ada orang bersalah
34:23merusak hutan
34:24terus kemana orang-orangnya
34:26kemana para pelaku
34:28perusak hutan itu
34:29pendekatan hukum
34:30di luar hukum yang biasa
34:31menurut Anda tidak efektif
34:32disita asetnya
34:33tapi yang bersalahnya
34:34kemana sekarang
34:35nah itulah agenda lain lagi
34:37bagi saya beginilah
34:39bagi saya
34:40semua aset yang pernah
34:42dirampok oleh siapapun
34:43dikembalikan ke negara
34:44itu dulu
34:44iya
34:45nah tapi jangan
34:46bahwa akan
34:47diproses orangnya
34:48nanti lagi
34:49ambil lagi dulu semua
34:50karena
34:51kalau ini gak dilakukan
34:52tidak akan pernah kembali
34:53begini Pak Isnur
34:55kenapa orang
34:56mau pakai hukum
34:57padahal saat dia
34:58merampok negara itu
34:59tidak pakai hukum loh
35:01oke
35:01nah kenapa
35:02padahal saat dia
35:03mau dikembalikan
35:03Anda menyatakan pakai hukum
35:05ambil aja
35:07dia perasaan
35:07ngambil gak pakai hukum kok
35:08kalau negara
35:09kemudian
35:10negara tidak menggunakan
35:12instrumen hukum
35:13yang terjadi adalah
35:13kemungkinan
35:14aparat-aparat di bawahnya
35:16dia abuse
35:17melakukan semena-mena
35:19karena apa
35:20gak pakai cara
35:20terserah
35:21masing-masing di lapangan
35:22bisa jadi
35:23tuduhan-tuduhan terjadi
35:24kemudian pemerasan terjadi
35:25pengambilan
35:26laluan tanpa dasar terjadi
35:27di mana-mana
35:28yang terjadi apa
35:29yang terjadi adalah
35:30dunia bisnis
35:31terguncang
35:32kepastian hukum itu
35:33gak ada
35:34itu yang terjadi
35:35akhirnya
35:36harusnya makanya
35:37saya bilang
35:37dia direcindakan dengan baik
35:39dia cerita
35:40itu bagian dari penyitaan
35:41makanya
35:42potensi korupsi
35:43kenapa terjadi
35:44hubungannya dengan
35:45misalnya batu bara
35:46dengan lain-lain
35:47ini karena kemungkinan
35:48korupsinya besar
35:49dan kita ingatkan lagi
35:50PKH ini kan
35:51pelindungan kawasan hutan
35:53nah dalam
35:53penertiban
35:54penertiban kawasan hutan
35:55nah penertiban ini
35:56sebenarnya apa yang
35:57apa yang tidak bisa dilakukan
35:58dengan cara biasa
35:59kalau menurut Pak
35:59saya
35:59saya contoh begini
36:01sekarang
36:02yang diserahkan
36:03ke agrinas itu
36:04sudah 4,1 juta hektare
36:07dari
36:07dari di dalam itu
36:10yang sawit itu
36:11hanya
36:11730 ribu hektare
36:13yang sudah ada sawitnya
36:14yang mau dikembalikan
36:16ke hutan
36:16itu sudah dilihat
36:17karena ada juga
36:18HTI di dalam
36:19jadi bagi saya
36:21prinsip
36:22semua
36:23orang yang pernah
36:24merampok negara
36:25dengan korupsi juga
36:26mengambilnya loh
36:26jangan menganggap bahwa
36:27dia tidak korupsi
36:28itu ambil dulu
36:31setelah itu
36:32kita berperkara
36:32itu menurut saya
36:34langkah yang benar
36:36jangan biarkan
36:37kita pengalaman
36:38DLC Taurus
36:39sudah mau replanting
36:41tidak ada yang bisa eksekusi
36:43nah
36:44apakah kita akan
36:45turunan seperti itu
36:47ini jutaan hektare loh
36:48jadi menurut saya
36:49saya setuju
36:50bahwa penegakan hukum itu
36:51silakan mereka
36:53yang salah itu menuntut
36:54di lapangan
36:55pada akhirnya apa
36:56banyak masyarakat
36:58yang tinggal
36:58di sekitar
36:59kawasan hutan
37:01yang dia
37:02tidak merambah hutan
37:03seperti bagaimana
37:03korporasi mengambil hutan
37:04dibilang Bang Lidu tadi
37:05kena dampak juga
37:06dengan satu SPKH
37:08lahannya diambil juga
37:09kenapa?
37:10karena tata caranya
37:11penegakannya
37:12penyitaannya
37:13itu
37:13beyond the law
37:14gitu loh
37:15itu yang harus diperhatikan
37:16gitu loh
37:16makanya kita bilang
37:18proses
37:18niat baik
37:19harus juga
37:20jangan jalan yang baik
37:21dengan konteks negara hukum
37:22tapi saya tidak sepakat
37:24bahwa kembali
37:25ke normal lagi
37:26bahwa harus
37:27proses hukum
37:27beginilah
37:28orang ini
37:29mengambil hutan
37:30itu jelas-jelas
37:32melanggar hukum
37:34kenapa
37:35pada saat mau diambil
37:35alih kita harus pakai hukum
37:37nah bagaimana
37:39pada saat
37:39membenahi
37:40boleh
37:41tapi ambil dulu negara
37:42kau mengambil
37:43penyelesaiannya
37:44seperti apa
37:45agar
37:45tidak terjebak pada
37:47tidak buntu
37:48pada mekanisme hukum
37:49yang ada yang terbatas
37:51tapi juga
37:51tidak beyond the law
37:53terlalu jauh
37:54ya kan ketika
37:54digunakan jam pitus
37:56sebagai pimpinan
37:57dia menggunakan
37:58kerangka
37:58pidana khusus
37:59oleh kejaksaan
38:00harus seperti itu dong
38:01instrumen artinya
38:02pitus itu
38:03kenapa kemudian
38:04ditayangkan
38:04ditampilkan
38:05uang yang sangat
38:06sekian triliun
38:07itu kan hasil penyitaan
38:08penyitaan berarti ada konteks
38:09menggunakan hukum acara pidana
38:11ya kan
38:12itu harus dihitung
38:13harus dihargai
38:13itu hukum Pak Dido
38:14bukan non-hukum
38:15itu hukum
38:16kejaksaan menampilkan
38:17uang sekian triliun
38:17itu hukum
38:18semua pertanyaan saya
38:19ada enggak sih tim PKH
38:20yang tidak pakai hukum
38:21sekarang
38:21ya pertanyaan tadi saya bilang
38:23mekanismenya seperti apalagi
38:24bukan
38:26berikan contoh
38:27Pak Isnur
38:27menyatakan PKH ini
38:29tidak pakai hukum
38:29ada enggak
38:30ketika dia disita
38:32barang-barangnya
38:32orang-orangnya bersalah
38:35merusak hutan
38:36merambah hutan
38:36sekarang kemana
38:37para tersangkanya
38:39kalau emang
38:40dia merambah hutan
38:41ada undang-undang P3H
38:42harus tersangkakan dong
38:44tangkap roster
38:44artinya ada yang disita
38:45tapi tersangkanya siapa
38:47tidak tuntas
38:48nah
38:48persis
38:48harusnya tuntas dong
38:50sampai sana dong
38:50oke
38:50tapi beginilah
38:51itu
38:52maksud saya
38:54saya
38:55bagaimana
38:56orang melindungi
38:58orang
38:58itulah saya berkatakan
38:59Prabowo
39:00itu betul-betul menghadapi
39:01oligarki
39:02karena yang dimasuk Pak Isnur
39:03itu oligarki-oligarki
39:05itulah
39:05yang sebenarnya
39:07harus jadi tersangka
39:08karena mereka lah
39:10yang merampok
39:11itu
39:11nah
39:11kita tunggulah
39:12jadi maksud saya begini
39:13langkah sekarang
39:14ambil aset itu
39:16sekarang saya setuju
39:17cari tersangkanya
39:18gitu loh
39:19jangan cari dulu tersangkanya
39:21baru ambil asetnya
39:21gak ketemu
39:22tapi artinya aparat penegak hukum
39:23juga tidak boleh berlindung
39:25dibalik dengan tugasnya
39:26untuk melakukan
39:27perintah presiden
39:28sementara dia bebas
39:29melakukan korupsi
39:30nah apa yang dilakukan
39:31untuk ini
39:31agar semuanya terjaring
39:32memang yang punya
39:33pertanggung jawaban pidana
39:34harus mempertanggung jawabkan ini
39:37Kejaksaan Agung
39:38menunggu hasil penyidikan
39:39yang sedang dilakukan
39:40oleh penyidik kepolisian
39:41termasuk mengenai
39:43objek penggeledahan
39:44barang bukti
39:45maupun pihak-pihak
39:47yang dikaitkan
39:48dalam proses tersebut
39:49kami mengimbau
39:51publik
39:51agar tidak membangun
39:53kesimpulan
39:53maupun opini
39:54yang mengaitkan
39:55seseorang
39:56atau suatu institusi
39:58dengan duga tindak pidana
39:59hanya berdasarkan
40:01informasi yang berkembang
40:02di media masa
40:03atau media sosial
40:04seluruh proses pendagang hukum
40:06harus tetap
40:07menjunjung tinggi
40:07asas peraduga
40:08tak bersalah
40:09kami menghormati
40:11independensi
40:12dan kewenangan
40:12setiap aparat pendagang hukum
40:14dalam menjalankan tugasnya
40:18Mas Isnur
40:19apa tanggapan
40:20atas pernyataan
40:20Kapus Pendagang Hukum?
40:21itu yang harus terjadi
40:22pendagang hukum
40:23harus yang lurus saja
40:25dibuktikan
40:26oleh prosesnya
40:26penuntutan
40:27dan persidangan
40:28di pengadilan
40:28dan semua bisa diuji
40:30apakah penyidikannya sah
40:31penyidikannya tidak sah
40:31penggadangnya sah
40:32dan tidak sah
40:33itu diuji di pengadilan
40:34jadi sebenarnya gini
40:35seringkali kita tuh
40:36melakukan pendagang hukum
40:38dengan ala buhombastis
40:39konferensi pers
40:41saat penyidikan gitu ya
40:42nunjukin banyak hal
40:44di belakangnya
40:44tapi melempam di pengadilan
40:47pembuktian
40:47perkara
40:48itu di pengadilan
40:49sepenuhnya
40:50apakah yang anda sidik
40:51anda tuntut benar
40:52maka kita sebenarnya
40:53menunggu ini gitu
40:54jadi justru
40:55pros ini
40:56menjadi pertanyaan besar adalah
40:58ini akan mengelinding kemana
40:59kalau dia berhenti
41:01di tengah jalan
41:01tiba-tiba tidak lanjut di tengah jalan
41:03menjadi aneh buat kita
41:04jangan kalian ngomongin pengadilan
41:06sampai sekarang tersangkainya
41:07belum ada Pak Said
41:08apa yang anda baca dari
41:10penyataan Kapus Penhukum tadi
41:11kalau saya lihat gini ya
41:13ini
41:13ini ya
41:14campur tangan
41:15antara
41:16metode OTT
41:17dengan proses
41:19hukum normal
41:20ini kan kayak OTT kan nih
41:22operasi tangkat tangan kan
41:24padahal sebenarnya
41:24penggeledahan kan
41:26bukan
41:26bukan OTT loh ini
41:28penggeledahan
41:29nah karena tersangkainya
41:31kalau OTT
41:32enggak masalah
41:32karena ditangkap dengan orangnya kan
41:34ada subjeknya siapa
41:35ada subjeknya siapa
41:36OTTnya
41:37ini kan
41:38OTTnya
41:39emas dan uang
41:40jadi bukan
41:42barbuk duluan
41:43baru TSKnya
41:44belum di
41:45ini menurut saya
41:46tapi saya yakin
41:48Pak Presiden mengikuti
41:49detik demi detik ini
41:50detik demi detik
41:52proses ini
41:53tapi kalau ini lambat
41:54maka saya katakan
41:55kembali lagi
41:57persepsi yang muncul
41:58bahwa ini adalah
42:00persaingan antara
42:02dua lembaga penegak hukum
42:04dan ini
42:05mas ini sangat berbahaya
42:07ke bawah
42:08sangat berbahaya
42:09mungkin enggak
42:11anggaplah
42:12banyak kasus di daerah
42:13itu pasti mandek semua
42:14untuk dua hari ini
42:15karena pasti polisi juga
42:17sungkan ketemu
42:18jaksa
42:18jaksa juga
42:19kurang ajar ya
42:20bos kok kau tangkap
42:21kan kira-kira
42:22kira-kira begitu
42:23nah ini sangat bahaya loh
42:24nah menurut saya
42:26Pak Presiden Bernung
42:27lah segera
42:28ini kesempatan
42:29membenahi
42:30lembaga hukum
42:32yang Bapak belum sentuh
42:34sudah dua tahun
42:36memimpin
42:38dan
42:38sementara
42:40program Bapak yang utama
42:41adalah hukum
42:42yaitu
42:44tentang penertiban oligarki
42:47tentang korupsi
42:48kan itu yang
42:49program utama
42:50benar
42:50benar
42:51tapi lembaga hukum
42:52tidak dibenahi
42:53jadi di seluruh negara
42:55yang proses transformasi
42:57anti korupsinya
42:58berhasil
42:59yang pertama
43:00yang sebenarnya itu
43:00lembaga hukum
43:01sebenarnya kita sudah
43:02on the track dulu
43:03ketika membuat KPK
43:04KPK itu kan dibentuk
43:05karena
43:06keterkuncian
43:07penelakan hukum
43:08antara tiga lembaga ini
43:09kepolisian
43:09kejahatan
43:09dan makam agung
43:10dia terobos
43:11sana sini harusnya
43:12sayangnya kan KPK
43:14dilemahkan
43:14kemudian gitu loh
43:16karena tidak suka
43:17jadi harusnya sebenarnya
43:21Prabowo
43:21membenahi KPK juga
43:23jangan lupa
43:24KPK harusnya dikembalikan
43:25seperti dulu
43:25kuat lagi
43:26independen lagi
43:27dan tugas utama KPK
43:29adalah membersihkan
43:30tiga lembaga ini
43:30harusnya
43:31tapi kan
43:32bicara soal kasus ini
43:33ibaratnya
43:34starting line itu
43:36sudah dibuka
43:37sudah ada bendera
43:38start yang diacungkan
43:40artinya ini sudah berjalan
43:41prosesnya
43:42sementara tadi
43:42di lapangan hari ini
43:43yang Pak Said Didu bilang
43:45pasti gak enak suasananya
43:46antar lembaga penegak hukum
43:48so apa yang harus dilakukan
43:49Presiden sebagai
43:50kepala negara dan kepala perintahan
43:52bagi saya pertama
43:54Prabowo harus
43:55segera
43:55mengumpulkan semua
43:57dan memahami masalahnya
43:58kalau emang
43:58indikasi kuat
43:59ada pejabat
44:01misalnya yang dia diduga korupsi
44:02copot jabatannya
44:03agar dia tidak mengganggu
44:04independensi penyidikan
44:05golden time itu sebenarnya
44:06kapan sih harusnya
44:07satu dua hari
44:07satu dua hari harusnya
44:09jangan sampai lambat
44:10yang kedua
44:11ini ada
44:12keterkuncian
44:13misalnya
44:14kepolisian melakukan penyidikan
44:15lanjut ke kejaksaan penuntutannya
44:17pemeriksaan berkasnya
44:20konsultasi dan lain-lainnya
44:21ini gimana secara
44:22psikologi
44:24kan menjadi
44:25apa kamu diproses oleh kejaksaan
44:26makanya tadi seolah-olah
44:28kalau kejaksaan bilang
44:29ya dibawa kami
44:30kami akan cek perkaranya
44:31penggeladahannya benar apa enggak
44:33terus kalau
44:34jaksa penelitinya bilang
44:35penggeladahan gak asah
44:36balikin semua berkas
44:37mau apa penyidik
44:37nah ini menjadi
44:40bagi saya
44:40masalah
44:41Prabowo harus menyelesaikan
44:43jangan sampai
44:44kemudian penyidikan
44:44ini juga
44:45kemudian menjadi runtuh
44:46di tengah jalan
44:47kalau gak dibawa
44:48sampai pengadilan
44:49bagaimana
44:49dibawa sampai pengadilan
44:50pembuktiannya di pengadilan
44:51sehingga terdakwa
44:52pun nanti bisa
44:53membela diri
44:54dengan maksimal
44:55di ruang sidang misalnya
44:55P2-1 aja belum tentu Pak Said
44:57kalau misalnya dibawa kejaksaan
44:58kan gak mungkin juga
45:01timnya
45:01jump it terus
45:02misalnya
45:02untuk
45:03melusur lebih dalam
45:04ya ini saya bilang
45:05ini menurut saya
45:07apa ya
45:09ketergesa-gesaan
45:10atau mungkin juga
45:12ada hikmah
45:12hikmahnya apa
45:14dalam kondisi
45:15in the worst case
45:16kita masih bicara
45:16soal hikmah apa itu
45:17dia presiden
45:18harus menyadari
45:19bahwa memang
45:20betapa amburadolnya
45:21lembaga hukum
45:23sehingga
45:24membangunan presiden
45:25ternyata
45:26memang sudah saatnya
45:27aku benahi
45:28siapa tahu itu
45:29hikmahnya
45:30karena kalau gak
45:31lembaga
45:33atau aparatur penegak hukum
45:34kemarin ada kesempatan
45:35untuk reformasi
45:36kepolisian
45:37tapi presiden juga
45:37tidak memanfaatkan
45:38secara maksimal
45:39tiba-tiba
45:40undang-undang kepolisian
45:40berubah begitu cepat
45:41yang kedua
45:42makam agung
45:43dikasih
45:44gaji hakim
45:45sangat tinggi sekarang
45:45tapi reformasi
45:46kelembagaannya bagaimana
45:47yang harus direformasi
45:49itu lembaga penegak hukum
45:50atau aparat penegak hukum
45:51dua-duanya
45:52dan bukan hanya satu lembaga
45:53semuanya
45:54kepolisian
45:55kejaksaan
45:55makam agung
45:56di MA misalnya
45:57bagaimana
45:58berulang kali
45:59sekretaris MA
46:00yang terakhir
46:01hasil nasbi korupsi
46:02hakim agungnya
46:03gaza leba
46:04panitra nya
46:05zero free core
46:05korupsi juga
46:06di level-level yang tinggi
46:08jadi
46:08harusnya
46:10presiden dan istana
46:11mengetahui betapa
46:12reformasi selama ini
46:13di kepolisian
46:14kejaksaan
46:14makam agung
46:15belum berjalan
46:16secara maksimal
46:17harus dikocok pulang
46:18secara maksimal
46:19kalau di kasus ini
46:20misalnya
46:20kalau mau memang
46:21buka-bukaan
46:21ini adalah murni
46:22penegakan hukum
46:23harapannya demikian
46:24bukan persaingan
46:25antar lembaga
46:25apa yang harusnya
46:26kita lihat
46:27dalam waktu dekat ini
46:28Pak Said
46:29saya sih berharap
46:31karena begini ya
46:31ini kan
46:32kasus-kasus lain
46:34yang besar juga
46:35banyak
46:35gitu kan
46:36kasus lain
46:37jangan sampai
46:38seakan-akan
46:39selesainnya kasus ini
46:40masalah hukum selesai
46:41ini
46:41nah
46:42karena sebegini lah
46:44ini kasus ini
46:45kita gak tahu
46:46kasusnya apa
46:46sampai sekarang
46:48dan siapa di level mana
46:49saya kemarin kan bikin
46:50tulisan Twitter
46:51banyak
46:52kalau memeriksa
46:54tentang
46:54DMO
46:56apa namanya
46:57Batubara
46:585 trillion itu kekecilan
47:00kenapa terlalu kecil
47:01padahal kayaknya jumlahnya
47:02T itu kan besar sekali ya
47:04begini
47:04DMO Batubara itu
47:06sekarang hari ini
47:072026 itu mungkin
47:08sekitar
47:09selisih harga
47:10antara
47:11uang beredar
47:13selisih harga antara
47:14harga pasar
47:15dengan harga
47:16yang harus diberikan PLN
47:17itu sekitar
47:18250 triliun
47:20selisihnya
47:21itu selisihnya
47:22selisih
47:22artinya 5T hanya
47:23sepersekian
47:240 komentar
47:251 persen
47:26jadi kalau hanya itu
47:28ketemuannya
47:28saya yakin yang main
47:30lebih banyak
47:31yang main lebih banyak
47:33nah
47:33itu
47:34orang kaget
47:35saya kan
47:36saya perancang
47:37kebijakan itu dulu
47:38yang saya tidak pernah setuju
47:40namanya DMO
47:41dengan selisih harga
47:43karena saya katakan
47:44saya dulu di BUMN
47:45sudah melarang
47:46di SDM saya larang
47:47karena ini
47:48malaikat pun melihat
47:49bisa jadi setan
47:50jadi dia korupsi
47:51secara sistemik
47:52sejak awal direncanakan
47:53direncanakan
47:54dan selalu begitu
47:55nah
47:56sama dengan
47:57subsidi BBM
47:58saya itu
47:59nah
47:59ini 250 triliun
48:02selisih harga
48:02bagaimana cara mainnya
48:04adalah
48:04satu
48:05saya
48:06saya hidup punya
48:07tanpa batubara
48:08ya
48:09kan saya harus
48:11menyetor
48:11menjual murah
48:13sekarang kan 140 dolar
48:15saya harus menjual
48:1670 dolar
48:17per tahun
48:1830%
48:20yang harus saya jual
48:21bagi saya
48:22kalau saya bisa
48:23tidak menyetor
48:24ke sana
48:24saya dapat dong
48:26jual
48:27100%
48:29nah
48:29gimana caranya
48:30maka
48:31cara saya
48:32satu
48:33main dokumen
48:34mungkin saya hanya
48:36menyetor 50
48:36100
48:38padahal 100 ribu
48:39atau
48:39kalorinya
48:40saya tuh
48:41naikkan
48:42kalori
48:433 ribu
48:43saya bilang
48:445 ribu
48:44oke
48:45maka saya dapat
48:46uang
48:46jadi permainan
48:47nah
48:48inilah menurut saya
48:49inilah kenapa
48:50saya tuh agak
48:51gergetan
48:51karena
48:51ini siapa yang
48:52membuat kebijakan ini
48:53ya biasanya SDM
48:55SDM
48:56SDM ini
48:57saya dulu pernah di SDM
48:59jadi saya paham
49:00bagaimana mereka
49:01bermain
49:01RKAB
49:02dimainkan
49:04apa
49:04dimainkan
49:05ini dimainkan
49:06itulah yang
49:07tersiksa
49:07pemain-pemain ini
49:09250 triliun
49:12rupiah
49:13yang uang
49:14bisa beredar
49:15kemana-mana
49:15di Batubara
49:17jadi
49:17siapa yang harusnya
49:19terjaring dalam
49:20kasus ini
49:20harusnya kemudian
49:21kalau berdasarkan informasi
49:22Mas Didu
49:23maka dugaan korupsi
49:25terkait Black Oat District
49:26ini harus sampai
49:27menyentuh
49:28lebih tinggi lagi
49:29bukan hanya
49:30satu level
49:30tapi misalnya
49:31menteri mana yang
49:32buat kebijakan
49:33karena ternyata
49:33korupsinya sistemik
49:34dibuat sejak awal
49:35seolah-olah
49:36dia legal
49:37tapi kemudian
49:38dia melahirkan
49:39korupsi yang
49:40dilegalkan
49:41kira-kira gitu
49:42dan dampaknya
49:42pendampaknya
49:43publik
49:44kita mengalami
49:45pemadaman listrik
49:45Black Oat Parah
49:47di Indonesia
49:47di negara yang
49:49batubaranya kaya
49:50di eksploitasi
49:51habis-habisan
49:51tapi wilayahnya
49:52mati listrik
49:53dan mampu
49:54akan ada tersangka
49:55dalam waktu dekat
49:56sampai tuntas
49:57atau hanya sebagai
49:59dramaturgi
49:59di awal
50:00yang panas
50:01sampai hari ini
50:01kita akan
50:02sama-sama awasi
50:03terima kasih Pak Said
50:04Terima kasih banyak
50:05Terima kasih
50:06Friska
50:06dan dia di program
50:07Rossi
50:07Saudara terima kasih
50:08Anda telah menyaksikan
50:09Rossi
50:09kita jumpa lagi
50:10Kamis depan
50:11saya Friska Klarissa
50:12sampai jumpa
50:13Terima kasih telah menonton
50:15Terima kasih telah menonton
50:17Terima kasih telah menonton
Komentar

Dianjurkan