Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Tahan Tangis, Dosen Curhat di Sidang MK: Gaji Kekecilan sampai Harus Jual Bubur

Cerita ini disampaikan oleh Imam dalam sidang Mahkamah Konstitusi, Senin (6/7). Para pemohon dalam sidang ini menggugat tunjangan dosen yang sangat tidak layak selama dua dekade.

Imam mengaku terkejut saat mendapat gaji pokoknya 80 persen yakni Rp 2,2 juta hingga Rp 2,5 juta.

Karena uang itu sangat pas-pasan. Imam harus berjualan bubur bayi dan baju anak.

Selengkapnya dalam video ini.

#dosen #SidangMK #gajikecil

Video Editor: Naufal Athallah
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:002019 saya TMT CPNS dosen, tapi alangkah kagetnya, ternyata gaji CPNS dosen itu hanya 80% dari gaji pokok.
00:11Saya saat itu istri dan anak sudah satu, yaitu gaji plus tunjangan saya hanya sekitar 2,2 atau 2,5
00:21jutaan.
00:21Saya saat itu kaget, ternyata gaji CPNS dosen yang pendidikannya S2 yang sudah mengikuti seleksi yang begitu sulit, hanya selisih
00:31sebeda dikit dengan guru konerer di Provinsi Jawa Barat.
00:34Dan selain itu ada biaya hidup anak, biaya hidup istri, yang itu sangat jauh dari gaji dan kebutuhan saya, terjadi
00:43kesenjangan.
00:44Boleh dilanjut, nah terjadi kesenjangan, sehingga kesenjangan ini apa? Saya dan rekan-rekan saya akhirnya bekerja sambilan.
00:53Saya di Carpre Day berjualan dengan istri saya, berjualan bubur bayi, berjualan baju anak, saya beli online, saya jual lagi
01:01offline demi menghidupi saya.
01:04Saya tidak malu sebagai dosen tetap berjualan. Rekan saya, Teddy, dosen di Politeknik Negeri Bandung, dia selesai ngajar, dia ngojol.
01:13Rekan saya lagi ada di Kalimantan, dia selain menjadi dosen, dia pun tetap menjadi kulibangunan Bapak Ibu.
01:22Dan kemarin sudah kita sampaikan di DPD dengan gaji seperti itu.
01:26Selain itu dosen banyak yang bekerja mengajar di banyak tempat, keempat kampus, kelima kampus.
01:33Saya pernah Bapak Ibu, pagi saya ngajar, siang saya harus ngajar lagi mencari tambahan, sore saya harus ngajar lagi di
01:40Bandung dengan panas-panasan.
01:41Saya pergi ke kamar mandi, cuci muka, mandi untuk mengajar kembali di kampus yang berbeda, demi untuk mencukupi kebutuhan dasar
01:49saya.
01:50Selain itu ada yang berjualan, repel online dan marketing perumahan, segala dilakukan demi mencukupi kebutuhan dasar.
01:57Karena saat itu kami tidak mendapatkan tunjangan kinerja dikecualikan dan sertifikasi dosen pun bisa didapatkan paling cepat 5 tahun.
Komentar

Dianjurkan