Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Langkat, Syah Afandin atau Ondim, usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat. Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan (Rutan) Merah Putih KPK selama 20 hari ke depan, hingga 22 Juli 2026.

Mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, Syah Afandin digiring petugas usai menjalani pemeriksaan. Dalam perkara ini, KPK juga menetapkan mantan tim suksesnya pada Pilkada 2024, Yaqub Abdhal Al Muarif, sebagai tersangka.

KPK menduga Syah Afandin menerima suap sebesar Rp1,2 miliar terkait pengadaan 85 paket proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat. Selain itu, penyidik juga mengungkap dugaan gratifikasi terkait mutasi jabatan senilai Rp3,5 miliar yang masih didalami.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Rabu, 1 Juli 2026. Dalam proses penyidikan, KPK telah memeriksa sedikitnya tujuh saksi serta mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai dan valuta asing senilai sekitar Rp1,22 miliar, serta puluhan keping logam platinum.

KPK menegaskan penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara dugaan korupsi proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Permukiman Kabupaten Langkat.

#KPK #SyahAfandin #Ondim #Langkat #OTTKPK #Korupsi #SuapProyek

Baca Juga [FULL] Jubir Gerindra & MBG Watch Respons soal Dugaan Oknum Polisi-TNI Terlibat Korupsi Program MBG di https://www.kompas.tv/regional/678692/full-jubir-gerindra-mbg-watch-respons-soal-dugaan-oknum-polisi-tni-terlibat-korupsi-program-mbg

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/678716/bupati-langkat-syah-afandin-ditahan-kpk-diduga-terima-suap-proyek-rp1-2-miliar-kompas-pagi
Transkrip
00:00Saudara usai jadi tersangka, Bupati Langkat Syah Afandin resmi ditahan di Rutan Merah Putih KPK.
00:07Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan hingga 22 Juli.
00:12Mengenakan rompi oranya, Syah Afandin atau Ondim digiring petugas setelah terjerat kasus suap 85 paket proyek Pemkap Langkat.
00:22SA menjadi tersangka bersama mantan tim suksesnya, Yaakub Abdal Al-Muaref.
00:29SA diduga menerima suap 1,2 miliar rupiah dari proyek dinas pendidikan.
00:34Sebelumnya, KPK juga menemukan dugaan gratifikasi mutasi jabatan 3,5 miliar rupiah.
00:42Dari tangan tersangka, KPK menyita valuta asing senilai 1,22 miliar rupiah dan puluhan keping logam platinum.
00:57Komisi Pemberantasan Korupsi tetapkan Bupati Kabupaten Langkat Syah Afandin atau Ondim
01:05sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengadaan proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Permukiman Kabupaten Langkat.
01:13Bupati Kabupaten Langkat ini ditangkap penyidik KPK pada operasi tangkap tangan yang dilakukan pada 1 Juli lalu.
01:22Bersama dengan Ondim, KPK juga menetapkan satu tersangka lainnya yang merupakan tim sukses Syah Afandin pada Pilkada 2024.
01:33Selain memeriksa tujuh saksi, KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai 1,22 miliar rupiah dan juga puluhan keping
01:45logam platinum.
01:50Berdasarkan kecukupan bukti permulaan dalam perkara dugaan tindak minah korupsi terkait swab di lingkong Kabupaten Langkat
01:58dan penerimaan gratifikasi, KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan dua orang sebagai tersangka.
02:08Yang pertama, Saudara SAF, selaku Bupati Langkat periode tahun 2025-2030.
02:19Kemudian Saudara YKB, selaku pihak swasta sekaligus yang bersangkutan adalah tim sukses Saudara SAF pada Pilkada tahun 2024.
02:37Operasi tangkap tangan KPK yang menjerat Bupati Langkat, Syah Afandin, menyisakan duka di lingkungan pemerintah Kabupaten Langkat.
02:45Wakil Bupati, Teorita Surbakti, menangis saat menyatakan sikapnya.
02:51Sambil menahan tangis, Teorita menegaskan pihaknya menghormati proses hukum.
02:56Ia berharap peristiwa penangkapan tujuh orang ini tidak mengganggu roda pemerintahan daerah.
03:26Dari semua keluarga, saya harap apa untuk menghadapi ujian ini.
03:32Bu, ada satu pegawai negeri yang diamankan, Pakai sudah tahu, Bu?
03:36Saya tidak tahu.
03:38Belum sampai kepada saya.
03:40Terakhir jumpa sama Bupati kapan, Bu?
03:44Semalam.
03:45Akhirnya, satu hari yang lalu.
03:47Satu hari Bayangkara.
03:48Supaya Pak Bupati sehat, jaga kesehatan, selalu berdoa.
Komentar

Dianjurkan