00:00Nah, kursi 16 besar Piala Dunia 2026 kini sudah terisi lengkap.
00:05Nah, di pertandingan hari ini, Argentina, Mesir, dan Kolombia mengisi 3 tempat terakhir di per 8 final.
00:12Sejumlah partai besar akan terjadi di fase ini, seperti Spanyol kontra Portugal,
00:17Brazil melawan Norwegia, dan tuan rumah Meksiko menghadapi Inggris.
00:29Apakah Lionel Messi dan Argentina bisa mempertahankan gelar usai harus bersusah payah mengalahkan Tanjung Verde?
00:36Apalagi di pertandingan selanjutnya akan bertemu Muhammad Salah dan Mesir.
00:41Saya akan berdiskusi dengan analis sepak bola Roni Pangemanan, Bung Ropan. Apa kabar, Bung?
00:45Kabar baik, Divang.
00:47Terima kasih sudah bergabung bersama kami malam ini.
00:48Kalau Anda lihat performa Argentina, khususnya Messi ini, melawan Tanjung Verde secara umum, apa yang menarik perhatian Anda?
00:55Ya, kalau bicara dengan duel antara Argentina dan Cap Verde ini, memang untuk pertama kali bisa dikatakan Argentina itu bertarung
01:02dengan tim debutan.
01:04Tetapi mengalami kesulitan sepanjang laga, walaupun Messi tetap adalah Messi yang membuka skor pertama dengan gol indahnya setelah menerima umpan
01:12dari Lissandro Martinez.
01:13Tetapi setelah itu kan bagaimana saya mengagumi, mengapresiasi penampilan yang heroik yang dilakukan oleh anak-anak Tanjung Verde yang bisa
01:22membuat sang juara dunia peringkat satu dunia ini bisa keteteran menghadapi peringkat 67 juna.
01:28Seperti Cap Verde.
01:30Harus bekerja keras dan ini tidak diketahui atau tidak diprediksi sama sekali oleh Lionel Scaloni bahwa mereka akan melanjutkan sampai
01:37ke babak tambahan waktu.
01:39Karena biasanya Argentina kan sulit untuk bisa tambahan waktu dengan kualitas mereka, kedalaman skuad yang luar biasa.
01:45Mereka apalagi menghadapi Cap Verde yang secara kualitas tentunya di atas mereka.
01:49Tetapi di atas lapangan ternyata berbeda.
01:52Dan Tanjung Verde bermain dengan sangat baik, disiplin dalam menjaga daerah, menjaga lawan.
01:57Dan itu yang membuat Argentina kesulitan.
01:59Paling tidak di 25 menit pertama, itu mereka sebelum mencetak gol di menit 29 lewat Messi.
02:04Itu seakan-akan frustrasi untuk bisa menembus tembok yang sangat kuat, terutama ada pemain yang paling baik di jantung pertahanan
02:12yang berdiri di bawah mister, yaitu posinya.
02:15Sampai kesulitan begitu melawan Tanjung Verde, ini jadi alarm nggak sih buat Argentina untuk pertandingan berikutnya, Bu?
02:21Ya pasti kalau alarm.
02:22Ini pelajaran penting bahwa mereka tidak boleh mengenteng siapapun.
02:28Pertandingan di atas lapangan akan menjadi pembeda.
02:30Dan itu sudah dilakukan oleh Kev Verde yang membuat Argentina ini harus was-was.
02:36Bahwa mereka ini akan menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat dari Kev Verde di pertandingan-pertandingan selanjutnya.
02:42Oke, mungkin agak lunak buat mereka karena berada di jalur bawah itu.
02:45Karena setelah menang melawan Kev Verde, mereka akan menghadapi lawan-lawan yang kurang begitu oke.
02:50Kalau saya pikir, Mesir misalnya.
02:52Mungkin mereka bisa atasi.
02:53Dengan gaya bermain yang berbeda dengan Kev Verde.
02:56Atau Swiss nantinya akan lolos di depan besar.
02:58Atau Kolombia.
02:59Yang agak berbeda tentunya.
03:01Sehingga mereka harus bisa menyiapkan game plan.
03:03Terutama bagi Scaloni sebagai pelatih.
03:05Game plan yang lain yang bisa membuat menaikkan lagi performa dari Argentina.
03:10Yang tidak harus bertumpuk kepada sosok Messi.
03:12Tapi semua harus bisa berperan penting di dalam pertandingan ke depan.
03:16Yang lebih sulit dibandingkan mungkin menghadapi Kev Verde.
03:18Kalau dilihat Argentina ini performanya lagi kedodoran setelah dari perjalanan panjang setidaknya sampai sekarang di Piala Dunia.
03:25Lagi kehabisan ban bakar.
03:27Kekah istilahnya atau apa yang Anda cermati dari Argentina sejauh ini?
03:29Bernanya kan kalau lihat di fase grup mereka enteng-enteng aja aman.
03:32Mencetak 8 gol, hanya kemasukan 1 gol.
03:34Dan satu-satunya kemasukan melawan Jordania lewat Musa Al-Tamari.
03:38Dan sebelumnya kan mereka mengalahkan Al-Jasair dengan 3-0.
03:41Mengalahkan Austria dengan 2-0.
03:43Sepertinya mereka ini aman kalau bisa melihat.
03:45Apalagi kan dengan Tanjung Verde sebelum pertandingan.
03:47Tapi setelah pertandingan, Kev Verde lewat pelatih mereka bubista.
03:51Memainkan strategi dengan disiplin, lebih dalam menjaga daerah.
03:55Transisi permainannya sangat cepat dengan counter attack.
03:58Itu yang membuat mereka kaget.
03:59Karena Argentina, saya pikir mungkin tidak terbiasa bermain dengan pemain-pemain yang begitu dalam.
04:04Yang sulit untuk mereka untuk bisa membongkar pertahanan.
04:06Dan hanya mengandalkan kepada sosok Messi.
04:08Walaupun mereka punya pemain lain seperti Lautaro Martinez, Julian Alvarez yang masuk.
04:12Kemudian di gelandang juga mereka punya Enzo, punya Alexis.
04:15Kemudian punya Rodrigo de Paul.
04:17Tapi itu tidak cukup buat mereka.
04:19Karena mereka mendapatkan kesulitan di 25 menit pertama itu yang saya bilang tadi.
04:23Sebelum menunggu Messi.
04:24Jadi ini harus menjadi alarm penting bagi Scaloni.
04:27Di mana semua pemain harus bisa berperan.
04:30Tidak boleh harus hanya dengan bergantung Messi menggendong Argentina ini.
04:34Karena pasti dengan keterbatasan usia, kelambanan dia bermain di lapangan.
04:39Itu yang harus dipikirkan menghadapi tim-tim yang lebih kuat nantinya.
04:43Karena kemungkinan besar Columbia sudah tahu.
04:46Karena sering berhadapan di Amerika Latin, di konembol.
04:49Ini Columbia bahaya kalau bisa menghadapi mereka.
04:50Karena Columbia punya tipikal yang hampir sama dengan gaya bermain dengan KPRD.
04:55Bermain dengan fisik.
04:56Bermain dengan keras.
04:58Disiplin yang tinggi yang selalu menyulitkan bagi Argentina.
05:00Untuk menghadapi tim-tim Latin lainnya.
05:02Ada kemungkinan nggak, ini kan lawan berikutnya Argentina.
05:05Dan Messi ini adalah Mo Salah bersama Mesir.
05:08Ada kemungkinan nggak, Mesir akan niru polanya Tanjung Verde melawan Argentina sekarang?
05:12Saya kira agak berbeda.
05:14Karena Mesir kan punya kedalaman sekuat yang oke juga.
05:17Selain Muhammad Salah, ada Trestegi, ada Siko di sana yang juga bermain sangat baik.
05:21Mesir tidak akan mungkin untuk bermain dengan parkir bus yang seperti dilakukan oleh tim-tim lain.
05:27Kalau kemarin dengan Tanjung Verde, Tanjung Verde bukan berarti parkir bus.
05:32Orang bisa mengatakan demikian.
05:33Tapi mereka mengandalkan serangan balik yang cepat, yang transisi yang cepat.
05:37Itu yang mengagetkan bagi Argentina.
05:39Sehingga Argentina tidak harus hati-hati untuk bisa menghadapi tim seperti ini.
05:43Nah, Mesir mungkin agak lebih terbuka.
05:45Dengan bermain mungkin dengan 4-2-3-1.
05:47Mereka akan bermain lebih terbuka.
05:49Dan ini disukai dengan style gaya Argentina.
05:52Yang ingin kalau lawan itu bisa memain agak lebih terbuka.
05:56Mereka akan lebih berkembang.
05:57Nah, tergantung sekarang respon dari Mesir.
05:59Apakah Mesir bisa meniru gaya dari Cape Verde?
06:02Tapi itu bukan corak, bukan karakter Mesir.
06:05Sesungguhnya untuk bermain seperti gaya dari Cape Verde.
06:07Karena Mesir bukan seperti itu.
06:09Bermain, kalau saya lihat dalam pertandingan-pertandingan yang sudah mereka lakukan di fase grup.
06:13Sampai ketika melawan Australia.
06:14Begitu.
06:15Oke.
06:16Satu hal lagi.
06:16Kalau melihat dinamikanya sudah seperti ini, Bung.
06:19Anda melihat Argentina dengan status sebagai sang juara bertahan.
06:21Ini bisa mempertahankan gelar dengan mulus?
06:24Atau malah ada drama-drama dulu, Nanti?
06:27Mempertahankan gelar, saya pikir masih terbuka buat mereka.
06:30Tetapi kan mereka harus bisa melewati.
06:32Oke, Mesir saya pikir mereka bisa lewati.
06:34Tapi setelah itu delapan besar.
06:36Kalau Kolombia, saya bilang tadi, itu agak berat.
06:38Tapi kalau Swiss, mereka bisa lawan.
06:40Karena Swiss tidak mengandalkan bermain dengan lebih dalam.
06:43Swiss juga bermain dengan lebih terbuka.
06:45Dan ini disukai juga oleh Argentina.
06:46Jadi Argentina lebih akan menghindari, lebih suka kalau Swiss yang keluar, lebih mulus buat mereka ke semifinal.
06:52Dibandingkan dengan Kolombia yang akan mereka hadapi.
06:55Karena setelah Kolombia, itu pasti akan kerja keras.
06:57Sama seperti mereka bekerja keras melawan Kepferde.
07:00Dan bukan tidak mungkin akan diakhiri dengan setelah perpanjangan.
07:03Adupinalti.
07:03Ini yang akan berbahaya ketika mereka menghadapi Kolombia.
07:06Yang tahu persis gaya Argentina adalah Kolombia.
07:09Karena setelah itu, mungkin mereka akan berhadapan di semifinal.
07:12Dengan salah satu di antara Brazil, Meksiko, atau Inggris.
07:14Yang akan menjadi lawan mereka yang punya level yang sama dengan Argentina.
07:18Oke, spesifik ngomongin Messi sekarang.
07:21Sampai sekarang sudah koleksi 7 gol.
07:22Menyamai catatan di Piala Dunia 2022.
07:25Kalau melihat untuk perkembangan saat ini dan nanti,
07:28kemungkinannya bakal sejauh mana dia bakal nambah gol di sepanjang Piala Dunia ini, Bu?
07:32Saya pikir kalau bicara dengan Messi, karena dia adalah top-perform yang bagus.
07:36Untuk tambah gol masih terbuka.
07:38Melawan Mesir, mungkin saja dia bisa mencetak satu gol.
07:41Melawan Swiss, apalagi dia punya kemungkinan untuk membuat brace.
07:44Yang agak sulit, saya pikir, ketika melawan Kolombia.
07:47Karena Kolombia sudah tahu persis dengan cara untuk bisa mematikan pergerakan dari Messi.
07:51Dan Kolombia punya satuan penyerang yang bagus, kan.
07:54Luis Dias di sana, pemain-pemain yang bagus.
07:56Johnny Arias juga pemain yang oke.
07:58Sehingga kalau pundi-pundi gol yang bisa dicatat oleh Messi,
08:01ada dua pertandingan ke depan.
08:02Mesir dan juga dengan Swiss.
08:06Kalau Swiss yang lolos.
08:07Sehingga untuk mencapai dia 8-9 gol,
08:10dia bisa dapatkan dalam pertandingan ke depan.
08:12Kalau pertandingan 8 besar, semifinal,
08:15dia pastinya agak sulit.
08:17Karena lawan-lawan yang akan dihadapi,
08:18yang sudah tahu dengan cara bagaimana mematikan pergerakan ini.
08:21Oke, Bung Ropan.
08:22Terima kasih banyak sudah berbagi pandangan bersama saya.
08:24Selamat malam untuk Anda, Bung.
08:26Sehat selalu ya.
08:26Selamat malam, Bung.
08:43Selamat malam.
Komentar