Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Keterlibatan oknum anggota Polri dan TNI aktif dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menguatkan dorongan kepada pemerintah untuk mengevaluasi program MBG.

Anggota Polri aktif, Brigjen LMI, yang menjabat sebagai Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, meraup keuntungan dengan mendirikan suatu perusahaan food tray atau ompreng untuk digunakan dalam MBG.

Sementara itu, anggota TNI aktif, Kolonel BU yang berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, diduga menyalahi proses dalam pengadaan sepeda motor dengan cara menggelembungkan harga dan mengarahkan pemilihan penyedia.

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, sepakat dilakukan evaluasi total terhadap tata kelola MBG, tetapi jangan sampai program tersebut dihentikan.

Penambahan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi MBG membuktikan evaluasi tetap berjalan apabila ada pihak yang terbukti melakukan korupsi. Namun, pemenuhan gizi kepada anak-anak juga tidak boleh ditunda.

Kini total ada tujuh tersangka yang telah ditetapkan dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis di Badan Gizi Nasional.

Sementara itu, untuk oknum TNI yang terlibat, Kejaksaan Agung akan bekerja sama dengan penyidik dari militer untuk penanganan kasus ini.

Baca Juga Sebut Ada Pihak Ingin 'Rusak' Program MBG, Hashim: Janji Kampanye Prabowo, MBG Tak Akan Distop! di https://www.kompas.tv/nasional/678787/sebut-ada-pihak-ingin-rusak-program-mbg-hashim-janji-kampanye-prabowo-mbg-tak-akan-distop

#mbg #gerindra #korupsimbg #oknumpolisi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/678790/oknum-tni-polri-terjerat-korupsi-mbg-jubir-gerindra-evaluasi-total-tapi-jangan-dihentikan
Transkrip
00:14Keterlibatan oknum anggota Polri dan TNI aktif dalam kasus korupsi makan bergizi gratis
00:19semakin menguatkan dorongan ke pemerintah untuk mengevaluasi program MBG.
00:24Anggota Polri aktif Brigjen LMI yang menjabat sebagai Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama BGN
00:31meraup keuntungan dengan mendirikan suatu perusahaan futre atau ompreng untuk digunakan dalam MBG.
00:37Sementara anggota TNI aktif Kolonel BU yang berperan sebagai pejabat pembuat komitmen
00:41diduga menyalahi proses dalam pengadaan sepeda motor
00:44dengan cara menggelembungkan harga dan mengarahkan untuk pemilihan penyedia.
00:48Saya ini menandakan ada masalah yang sangat takut dan sangat marah dalam desain program MBG kita
00:58sehingga sudah membuka banyak sekali termasalahan dan sampai sekarang direpatkan lagi
01:03dan saya kira ini akan terbuka luas, akan semakin banyak yang terungkap.
01:07Saya sambut positif karena artinya kita akan terus-menerus menggali-menggali kesalahan
01:13sehingga kita bisa mengatakan bahwa memang sudah saatnya untuk memberikan evaluasi total
01:17dan kita meraturin dulu bagaimana pelaksanaan MBG ini
01:21supaya tidak terus-menerus dijadikan bancakan
01:23bagi kelompok-kelompok yang sekarang sudah mulai terbuka ini.
01:27Jurubicara Partai Gerindra, Sugiyat Santoso sepakat evaluasi total tata kelola MBG
01:32tapi jangan sampai dihentikan.
01:34Penambahan tersangka baru di kasus korupsi MBG membuktikan
01:37evaluasi tetap berjalan jika ada yang terbukti melakukan korupsi.
01:41Namun pemenuhan gizi kepada anak-anak juga tidak ditunda.
01:44Itu bahwa kita akan melakukan evaluasi total
01:47tapi jangan sampai mengorbankan hak rakyat
01:50apalagi hak anak-anak Indonesia yang sangat membutuhkan
01:52dan misalnya anak-anak yang orang-orangnya susah
01:56dari TGT dan sebagainya.
01:58Pak Prabowo itu tidak pandang bulu dalam konteks pemberantasan korupsi.
02:01Bahwa siapapun dia, apakah dia berasal dari institusi kepolisian,
02:06TNI, atau dari akademisi, atau dari pihak manapun
02:09selama dia terindikasi terlibat dalam tindak pedana korupsi
02:13maka itu harus disuntas.
02:14Itu pesan yang ingin disampaikan ke publik.
02:18Ini total ada tujuh tersangka yang ditetapkan
02:20dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG
02:23di Badan Gizi Nasional.
02:25Sementara untuk Oknum 10 yang terlibat,
02:27Kejaksaan Agung akan bekerja sama dengan penyidik dari militer
02:30untuk penanganan kasus ini.
02:33Tim Liputan Kompas TV
02:35Tim Liputan Kompas TV
Komentar

Dianjurkan