Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra bertanya langsung kepada ahli hukum tata negara, Parulian Paidi Aritonang, terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini disampaikan saat Parulian dihadirkan DPR RI dalam sidang perkara uji materiil UU Sisdiknas dan UU APBN 2026 terkait penggunaan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis, pada Rabu (1/7/2026).

Saldi Isra menanyakan komparatif penggunaan anggaran pendidikan untuk program makan bagi para siswa di negara-negara Eropa. Sebelumnya, Parulian menjelaskan soal program makan bergizi gratis di sejumlah negara, seperti Finlandia, Swedia, hingga Jepang.

"Saya singkat saja, tapi dijawab langsung ya, Pak Doktor Parulian. Dari negara-negara yang tadi diambil sebagai komparasi, Pak Parulian, itu ada enggak di konstitusinya menentukan mandatory spending 20 persen untuk pendidikan? Tolong dijawab, Pak," tanya Saldi.

Parulian menjawab, "Tidak ada, Prof."

"Oke, terima kasih. Saya tidak melanjutkan pertanyaan saya," lanjut Saldi.

Video Editor: Novaltri Sarelpa

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/678803/saat-hakim-mk-tanya-ahli-dpr-yang-bandingkan-mbg-indonesia-dengan-negara-eropa
Transkrip
00:00Pertama, perbandingan hukum program dan pelaksanaannya program makan sekolah bergizi di Eropa,
00:07itu di kasus Finlandia, Sweden, Perancis, Italia, dan Inggris.
00:14Negara-negara Eropa menghadirkan spektrum modal hukum yang beragam dalam penyelenggaraan program makan sekolah.
00:21Dan ini membandingkan kerangka hukum dan kebijakan program makan sekolah di lima negara.
00:27Kemudian nanti juga ada beberapa negara lain, Brazil, India, Jepang, dan satu negara lain lagi.
00:39Pertama, Eropa dulu, lima negara yaitu Finlandia, Sweden, Perancis, Italia, dan Inggris.
00:44Dengan pendekatan yuridis, studi ini menemukan bahwa dasar hukum program mencerminkan model universal berbasis hak sosial
00:53sebagai bagian dari pendidikan, sementara Perancis dan Italia mengandalkan kombinasi regulasi gizi nasional dan otonomi daerah.
01:00Dan Inggris menerapkan model bantuan bertarget.
01:05Perbandingan ini menyoroti pentingnya pengaturan kewajiban negara secara eksklusif dalam undang-undang pendidikan
01:11secara integrasi standar gizi dan regulasi untuk menjamin keberlakuan dan kualitas program.
01:19Perbandingan setiap negara pertama Finlandia model universal berbasis hak subjektif.
01:24Dasar hukum yang berlakunya adalah Basic Education Act 628 tahun 1991-1998 pasal 31.
01:31Undang-undang ini mewajibkan setiap negara peserta didik pada pendidikan dasar mendapatkan makan siang gratis
01:37setiap hari yang diatur dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan gizi.
01:40Kewajiban negara sangat absolut dan universal.
01:45Tidak ada persyaratan pendapatan makan siang, tidak ada persyaratan pendapatan penerima.
01:50Makan siang adalah hak subjektif setiap anak yang terdaftar di sekolah dasar dan menengah pertama.
01:55Cakupannya adalah 100% siswa pendidik dasar, sekitar 900 ribu anak per hari
02:00dan program ini juga mencakup siswa pendidik menengah atas meskipun pengaturannya sedikit berbeda.
02:06Pendanaannya sepenuhnya didanai oleh anggaran pemerintah.
02:08Baik itu anggaran pemerintah daerah maupun pusat.
02:13Pemerintah daerah menerima transfer fiskal dari pemerintah pusat.
02:17Kemudian Swedia, sistemnya adalah universalitas dengan otonomi daerah yang kuat.
02:23Dasar hukumnya adalah Education Act tahun 2010 nomor 800.
02:31Swedia menetapkan bahwa siswa di sekolah dasar negeri berhak atas makan siang bergizi gratis.
02:39Untuk siswa menengah, kewajiban ini bersifat opsional namun lazim dipraktikan.
02:44Kewajiban negara universal untuk jenjang dasar.
02:46Undang-undang memberikan kewajiban kepada penyelenggara sekolah atau munisipalitas untuk menyediakan makanan tanpa biaya kepada siswa.
02:55Cakupannya hampir 100% siswa SD dan mayoritas SMP.
02:59Pendanaan pemerintah daerah mendapat sepenuhnya melalui pendapatan pajak daerah, hibah negara, dan juga dari biaya rata-rata dari negara.
03:08Standar gizi, Swedish National Food Agency, menerbitkan pedoman nasional yang harus dipatuhi oleh dapur sekolah.
03:15Negara Perancis, regulasi gizi nasional, penyelenggaraannya oleh daerah.
03:22Dasar hukumnya adalah tidak ada undang-undang yang tunggal yang mewajibkan penyediaan makan siang gratis universal.
03:27Kerangka hukum berasal dari Code Education serta RET atau Peraturan Menteri tentang standar gizi.
03:34Undang-Undang EGALIM tahun 2018 juga mewajibkan 50% produk berkelanjutan atau berkualitas untuk di kantin sekolah.
03:44Kewajiban negara, pemerintah pusat menetapkan standar gizi yang mengikat secara hukum dan juga pedoman frekuensi penyajian.
03:53Kemudian cakupannya lebih dari 60% siswa menggunakan kantin sekolah dan sekitar 30% siswa menerima subsidi penuh atau besar.
04:01Pendanaan tripartit, orang tua, kemudian negara, pemerintah, dan pemerintah daerah.
04:10Italia, sistemnya desentralisasi dan warisan budaya pangan.
04:14Dasar hukumnya tidak ada undang-undang nasional yang mewajibkan makan siang gratis universal.
04:19Regulasi utama adalah law nomor 59 tahun 1997 tentang otonomi sekolah.
04:25Kemudian ada minister alirikinya tentang pedoman gizi.
04:28Kemudian kewajiban negara, pemerintah pusat, Itali, dan hanya menerapkan pedoman umum tanpa mandat universal gratis.
04:38Pendanaan kombinasi iuran orang tua dan juga subsidi komune dan standar gizi juga ditetapkan oleh pemerintah.
04:46Kemudian kelima adalah model Inggris, model bantuan bertarget pasca pasar.
04:53Dasar hukum tidak ada legal atau atas makan siang gratis universal.
05:01Artinya kerangka hukum terdiri dari Education Act 1996 bagian 512.
05:10School food standard requirement for school food regulation tahun 2014.
05:16Kewajiban negara, negara hanya mewajibkan penyediaan makan gratis untuk kelompok sasaran tertentu.
05:21Semua siswa infan, siswa dari keluarga, penerima manfaat tertentu.
05:27Selain itu, sekolah harus menyediakan fasilitas makan tetapi tidak wajib mensubsidi.
05:34Pendanaan pemerintah Inggris dari pusat dan juga pemerintah daerah.
05:40Dari model perbandingan di atas, model hak universal Nordic, Finlandia, dan Sweden,
05:46makanan sekolah dikonstruksi sebagai hak anak yang melekat pada status sebagai siswa.
05:51Undang-undang pendidikan secara eksplisit menyebutkan kewajiban negara,
05:54pendanaan bersifat struktural dari pajak daerah, pemerintah pusat,
05:57dan model ini menekankan kesetaraan mutlak dan menghapus stigma kemiskinan.
06:02Kemudian model regulasi gizi terpusat dan penyelenggaraan daerah.
06:07Kemudian perbandingan beberapa negara, beberapa negara kembali,
06:15yang terdiri dari negara Jepang, Brazil, dan juga India, serta Amerika Serikat.
06:26Perbandingan dasar hukum struktur anggaran pendidikan dari program makanan bergizi gratis di sekolah
06:30pada empat negara Jepang, Brazil, India, dan Amerika Serikat.
06:33Pada negara Jepang, nama programnya adalah GAKO Kyusoku,
06:40kemudian Brazil, PNAE, Programa Nasional Da Alimento,
06:44India, PM POSAN, Amerika Serikat, NSLP, National School Lunch Program.
06:49Dasar hukumnya, di Jepang, Undang-Undang Makan Siang Sekolah tahun 1954,
06:55Undang-Undang tahun nomor 160 tahun 1954, Brazil, Konstitusi Federal tahun 1988,
07:04India, Putusan Mahkamah Agung tahun 2001, dan Amerika Serikat, Undang-Undang Makan Siang Sekolah Nasional tahun 1946.
07:14Klasifikasi hukumnya, pada negara Jepang, kegiatan pendidikan pasal 1 bukan sekadar bantuan sosial,
07:20melainkan bagian integral dari kurikulum.
07:23Brazil, hak konstitusional warga negara, merupakan penjabaran dari hak asasi manusia.
07:28India, hak dasar untuk hidup, artikel 21 konstitusinya, diperintahkan oleh putusan pengadilan,
07:33dan Amerika Serikat, program kesejahteraan federal, tujuannya mengamankan surplus komoditi pertanian dan menjaga gizi.
07:41Sumber anggaran, negara Jepang, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan juga orang tua.
07:48Brazil, pemerintah federal, yang ditransfer ke daerah.
07:52Sharing India, sharing pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian.
07:57Sedangkan Amerika Serikat adalah pusat untuk menyediakan dan serta pemerintah federal untuk menyediakannya.
08:07Kemudian, keterkaitan dari analisis empat negara tersebut,
08:13bahwa Jepang makan siang sebagai pembelajaran yang diatur sangat ketat.
08:19Dasar hukumnya tadi, Gako Kiyosoku Ho, Undang-Undang Makan Siang Sekolah,
08:23pasal 1 menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk memajukan perkembangan fisik
08:26dan mental anak-anak yang sehat dan secara eksplisit menyebutkan sebagai bagian dari pendidikan.
08:32Ini fundamental karena menempatkan anggarannya di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan atau MAKS
08:37dan bukan di Kementerian Sosial.
08:39Kemudian, implikasi anggaran dan pendidikan karena dianggap pendidikan,
08:42maka sekolah memiliki tenaga profesional yaitu AYU-KYU atau guru ahli gizi yang berstatus PNS daerah.
08:50Gaji dan pelatihan mereka adalah anggaran pendidikan,
08:53kemudian biaya bahan makanan yang dibayar orang tua dianggap setara dengan iuran buku atau seragam.
08:59Jepang, pendidikannya secara holistik.
09:02Program ini bukan sekedar memberikan makanan,
09:04makan siang adalah waktu pendidikan yang resmi.
09:08Siswa bergiliran menyajikan makanan, belajar tentang nutrisi,
09:11asal-usul, bahan pangan lokal, etika makan,
09:14dan tujuannya membentuk karakter dan kebiasaan hidup sehat,
09:16bukan sekedar untuk makan.
09:20Brazil, konstisionalitas pangan lokal sebagai hak fundamental.
09:23Dasar hukumnya adalah Pasal 208 Konstitusi tahun 1988,
09:28menjamin jaminan makan sebagai hak siswa.
09:31Namun, revolusi hukum menjadi melalui Undang-Undang No. 11.947 tahun 2009.
09:36Undang-undang ini secara revolusional mewajibkan minimal 30 persen dana
09:40dari pemerintah federal digunakan untuk membeli makan langsung dari pertanian keluarga.
09:45Waktunya sudah cukup.
09:46Terima kasih, Yang Mulai.
09:48Silakan.
09:49Prof. Saldi, silakan Yang Mulai.
09:51Saya singkat saja kepada Pak,
09:54tapi bisa dijawab langsung ya, Pak Dr. Parulian.
09:57Dari negara-negara yang tadi diambil sebagai komparasi, Pak Parulian,
10:02itu ada nggak di konstitusinya menentukan mandatory spending 20 persen untuk pendidikan?
10:07Tolong dijawab, Pak.
10:11Tidak ada, Pak.
10:12Oke, terima kasih.
10:13Saya tidak melanjutkan pertanyaan saya.
10:15Yang berikutnya untuk Prof. Sunni, ini boleh dijawab langsung, boleh nanti.
10:22Di poin E, itu kan, poin E angka 4 itu seolah-olah seperti yang dikatakan Yang Mulia Pak Arsul,
10:32MBG bukan komponen utama.
10:34Karena di sini ahli mengatakan program tidak menggantikan,
10:38tidak mengurangi atau mengorbankan komponen utama pendidikan.
10:41Jadi kan ahli mau mengatakan nih, MBG bukan komponen utama, kan?
10:45Oke.
10:46Tapi, di bagian kesimpulan poin 2,
10:50itu seolah-olah ahli menganulir itu.
10:52Dengan mengatakan,
10:54penempatan MBG dalam anggaran pendidikan dapat dipahami sebagai bahagian dari kebutuhan fungsional penyelenggaran pendidikan.
11:02Nah, tolong ini dijelaskan ahli.
11:05Jadi, jangan sudah menegaskan lalu melipir lagi untuk membenarkan sesuatu yang secara konstitusional dipersoalkan penempatannya di dalam anggaran pendidikan.
11:16Terima kasih Pak Ketua.
11:17Silahkan, ahli parulian dulu.
11:22Singkat-singkat, jika ada yang isunya berkelindian bisa langsung dijawab sekaligus.
11:29Baik, terima kasih.
11:30Pertama, pertanyaan apakah ada doktrin yang dikenal di pendidikan terhadap penjaminan seperti ini?
11:39Ada dua doktrin yang kami temukan, yaitu pertama in loco parentis, yaitu bahwa sekolah dan negara sebagai pengganti orang tua.
11:47Dan juga doktrin parents patriae.
11:50Nah, ini negara sebagai pelindung utama bagi warga yang rentan.
11:54Nah, dalam konteks pendidikan ini, bahwa doktrin in loco parentis ini menempatkan guru dan sekolah, guru sekolah dan negara sebagai
12:02pengganti orang tua selama jam sekolah.
12:04Dan dalam perkembangannya, doktrin ini juga meluas dan ketika anak-anak dalam penguasaan negara atau sekolah, seperti sekolah negeri, dari
12:13pagi hingga siang,
12:16maka kewajiban orang tua dalam memberi makan beralih secara hukum kepada negara.
12:23Dan negara tidak dapat memaksakan anak belajar selama 6-7 jam di sekolah tanpa memastikan asupan energi mereka terpenuhi.
12:31Kemudian beberapa pertanyaan terkait dengan perbandingan presentase, ini belum menjadi fokus kami dan mungkin izin nanti kami akan memberikan secara
12:43tertulis
12:43terkait dengan perbandingan masing-masing rasio anggaran di beberapa negara tersebut.
12:48Kemudian beberapa negara yang disebutkan seperti Jepang, India, Brazil, Amerika Serikat, Finlandia, Inggris, kemudian juga Perancis.
12:57Nah, apakah ini apple to apple? Ini kami membandingkannya apple to apple karena fokusnya pada bagaimana setiap negara itu meletakkan
13:09kewajiban anggaran untuk makan siang ini.
13:15Jadi secara overall semuanya hampir dalam sebuah undang-undang tentang pendidikan.
13:23Kalau tadi terkait dengan konstitusi, kami tidak menemukan di konstitusinya.
13:27Tetapi semua secara eksplisit kepada undang-undang pendidikan, kecuali negara Perancis.
13:37Perancis itu tidak secara eksplisit pada pendidikan.
13:41Inggris, Sweden, kemudian beberapa negara lain.
13:44Nah, terkait dengan ada pertanyaan tadi, apakah beberapa gaji guru masing-masing?
13:50Nah, ini juga belum kami fokuskan kepada perbandingan gaji guru.
13:56Kemudian nanti akan kami sertakan.
13:59Terakhir, bagaimana dengan keadaan apakah beberapa negara tersebut dengan kondisi sekolah yang rusak dan juga beberapa sekolah yang amruk?
14:12Mungkin secara eksplisit, India dan Brazil itu masih mempunyai masalah terhadap hal tersebut.
14:20Dan juga, kekhususannya adalah India dan India terutama itu tidak dalam undang-undang edukasi.
14:27Dia dalam putusan makam agung.
14:29Kemudian juga, Brazil itu juga tidak dalam spesifik secara hukum pendidikannya.
14:37Saya rasa itu saja.
14:38Baik, dari...
14:42Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan