Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal rencana lokasi International Financial Center (IFC) atau Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

Purbaya mengatakan potensi lokasi PFII saat ini masih di Bali dan pihaknya belum mendapat informasi terkait lokasi lainnya selain di Bali.

"Jadi kan masih dibahas ya, ada alternatif ya mungkin beberapa di Bali, mungkin ada beberapa titik. Tapi yang jelas, kita akan cari tempat yang paling comfortable untuk investor internasional," kata Purbaya saat ditemui wartawan di Gedung DPR RI, Kamis (2/7/2026).

Purbaya menilai Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, belum layak menjadi lokasi Pusat Finansial Internasional (PFI).

Menurutnya, kondisi IKN yang masih sepi menjadi alasan utama pemerintah tidak memilih kawasan tersebut.

Video editor: Aqshal

#purbaya #menkeu #ikn

Baca Juga Purbaya Prediksi Harga BBM Turun dalam Beberapa Bulan Seiring Harga Minyak Dunia | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/678349/purbaya-prediksi-harga-bbm-turun-dalam-beberapa-bulan-seiring-harga-minyak-dunia-kompas-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/678712/menkeu-purbaya-bocorkan-lokasi-pusat-finansial-internasional-ri-ada-ikn
Transkrip
00:00Kita akan cari tempat yang paling comfortable untuk internasional investor.
00:05Kita lihat mana yang penuh, mana yang enggak.
00:09Kita akan ada target, defisitnya berapa.
00:12Selama defisit dipenuhi, yaudah.
00:14Tapi tidak hanya situ, di atas defisit yang ada.
00:17Berarti enggak sampai 900?
00:19Mungkin kita lihat enggak akan sampai semuanya.
00:21Pasti enggak semuanya akan dipenuhi.
00:23Kita unang-unang.
00:24Ini kisah yang apa sih Pak?
00:47Ini semua akan dikembangkan di Bali ya Pak?
00:49Kan di undang-undang, ada apa titik dibilangnya Pak?
00:52Ada tiga titik ya Pak?
00:58Ini kan masih dibahas ya, ada alternatif yang mungkin beberapa di Bali, tapi mungkin ada beberapa titik juga.
01:02Tapi yang jelas, kita akan cari tempat yang paling comfortable untuk internasional investor.
01:09Tapi di Pulau Jawa ada apa pengembangan PFU-nya Pak?
01:12Sampai sekarang saya belum tahu.
01:14Satu-satunya di Nisantara Pak, waktu itu kan sempat ada wacana juga di KN Pak.
01:18Mungkin enggak, terlalu sepi.
01:19Insatifnya apa aja Pak?
01:21Insatifnya apa sih Pak?
01:22Insatifnya di belakang.
01:23Skema yang ditawarkan apa sih Pak?
01:24Skema yang ditawarkan Pak.
01:26Insatifnya apa aja Pak?
01:27Bajaklah.
01:28Insatifnya apa aja Pak?
01:29Insatifnya apa apa Pak?
01:31Bahap-bahap-bahap-bahap.
01:32Nanti kita lihat di Indonesia juga seperti apa.
01:35Yang jadi benchmarknya dimana sih Pak?
01:37Akan lebih maaf?
01:38Yang jadi benchmarknya.
01:39Salah satunya Dubai kan Abu Dhabi kan?
01:42Salah satu ya.
01:44Tapi Singapura juga sepertinya sejenis itu.
01:47Tapi satu negara kan beda.
01:48Kita akan cari contoh negara-negara yang n-clap kecil seperti Dubai dan pusat keuangan lain yang seperti itu.
01:54Tapi akan mau lah.
01:56Kalau saya ngeliat di Singapura ini kan ada tarif pajak untuk PPH-nya kan kasimal 24% tuh.
02:00Kalau Indonesia sudah ini gak mau semua itu gimana Pak?
02:02Kita gak akan contoh Singapura.
02:04Kita akan contoh negara lain yang punya n-clap bukan satu negara.
02:07Singapura kan satu negara kan?
02:09Kalau kayak Abu Dhabi atau Dubai kan n-clap kecil 100 km persegi disitu berlaku hukum internasional.
02:17Di luar itu ya hukum negara itu.
02:19Jadi kita mungkin gak akan...
02:21Target dana yang ditarik Pak?
02:22Target investasinya yang ditarik berapa Pak?
02:25Targetnya berapa Pak?
02:27Angga guys.
02:28Dari PPH-nya.
02:29Sampai sama yang mau ditarik dong Pak?
02:30Iya.
02:31Ini kan ditarik.
02:32Pak target dana yang ditarik.
02:34Pak target investasinya berapa?
02:36Saya belum melalui jumlah tertentu.
02:39Tapi begini.
02:41Permintaan itu kan besar ketika...
02:45Ada investasinya yang tertarik belum sih Pak?
02:47Ada tidak pastian dalam sisi keamanan.
02:52Jadi kan kita untuk membuka itu dan menarik dana asing kesini terbuka lebar.
02:59Karena banyak investasinya juga ingin cari tempat yang lebih nyaman dan tenang.
03:06Pak udah ada negara yang tertarik belum?
03:08Targetnya berapa Pak?
03:09Investornya udah ada yang menyampaikan ketertarikannya belum Pak?
03:11Banyak kalau kita lihat ketemu-ketemu para ahli, para orang yang punya uang.
03:15Jadi bilang kenapa justru dari mereka yang masukannya pertama-tama.
03:19Kenapa Indonesia gak bikin seperti itu untuk menampung uang-uang yang ingin kewadai negara-negara yang sedang tidak stabil.
03:25Pak sudah menangk í•´
03:45Top 5
03:47Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan