Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
TANGERANG, KOMPAS.TV Proses pemadaman TPA Jatiwaringin masih terus dilakukan tim damkar. Sejumlah titik api mulai terlihat padam.

Hingga Kamis (2/7/2026) malam, petugas gabungan dari Kabupaten Tangerang dan BNPB masih terus melakukan proses pemadaman di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.

Masih ada sejumlah titik api yang diwaspadai.

Petugas masih melakukan proses pendinginan di seluruh area TPA.

Baca Juga Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Sepenuhnya Padam, Tim Gabungan Lanjutkan Proses Pendinginan di https://www.kompas.tv/regional/678515/kebakaran-tpa-jatiwaringin-belum-sepenuhnya-padam-tim-gabungan-lanjutkan-proses-pendinginan

#tpajatiwaringin #damkar #tpa #kebakaran

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/678524/pemadaman-di-tpa-jatiwaringin-terus-berlanjut-masih-ada-titik-api-yang-diwaspadai
Transkrip
00:00Kita ke serotan lain setelah upaya mengurangi dampak kebakaran di TPA Jatiwaringin
00:04terus dilakukan oleh pihak terkait,
00:05salah satunya dengan menderikan posko kesehatan bagi warga.
00:11Di hari pertama posko dibuka, 90 warga telah menjalani pemeriksaan kesehatan.
00:16Warga mengeluhkan gangguan pernafasan akibat kebakaran termasuk warga lansia.
00:27Biasanya harusnya ada infeksi saluran nafas,
00:30kalau yang alergi, biasanya terjadi sesak nafas atau asma.
00:35Tapi kalau sekarang masih kita pantau, yang banyak justru hipertensi.
00:41Mungkin karena rencana ya, jadi hidup juga berkurang,
00:46sehingga orang tua itu utama itu berdapat ya tensinya.
00:53Proses pemadaman TPA Jatiwaringin masih terus dilakukan di Mdamkar.
00:57Sejumlah titik api mulai terlihat padam.
01:06Hingga Kamis malam, petugas gabungan dari Kabupaten Tangerang dan BNPB
01:10masih terus melakukan proses pemadaman di TPA Jatiwaringin, Tangerang.
01:15Masih ada sejumlah titik api yang diwaspadai.
01:17Petugas masih melakukan proses pendinginan di seluruh area TPA.
01:23Untuk mengetahui perkembangan terkini dari kebakaran TPA Jatiwaringin,
01:27sudah ada Jurnalis Kompas TV, Ersa Ambarita, dan Yanuar Ruslim.
01:32Selamat malam.
01:33Esa, bagaimana kondisi di sana?
01:35Apa upaya pemadaman yang dilakukan saat ini?
01:41Selamat malam Ibrahim dan juga saudara.
01:43Sampai sejauh ini sudah masuk dalam proses pendinginan dan pemantauan.
01:47Artinya petugas masih bersiaga untuk melihat apakah api ini bisa berkobar dengan intensitas yang tinggi.
01:53Tapi saudara, kalau kami perhatikan sejak pukul 9 malam tadi,
01:58ini sebenarnya api masih ada menyala di sejumlah titik yang berada di titik tengah,
02:02ini khususnya, yang menyala dengan intensitas yang masih kecil.
02:06Jadi petugas masih memantau.
02:08Karena biasanya kalau pada malam hari ini, apabila angin kencang,
02:11maka tidak menutup kemungkinan pemadaman akan dilakukan dari petugas maupun dari pihak damkar.
02:17Dan kalau kami lihat, meskipun apinya masih menyala,
02:22artinya masih dilakukan pemantauan 1x24 jam
02:25untuk melihat apakah apinya ini bisa merambat sampai nanti mendekat ke arah jalan.
02:31Karena kalau saya berdiri tidak jauh dari TPA,
02:34ini untuk jalan sebenarnya sudah tidak ada kepulauan asap yang sampai ke jalan,
02:38hanya fokus berada di belakang saya kalau pada malam hari ini.
02:43Nah sebenarnya ada sejumlah kendala yang dihadapi oleh petugas maupun damkar
02:48selama melakukan pemadaman ini.
02:49Karena kurang lebih 3 hari pasca ditemukannya di hari pertama,
02:53di mana dimulai dengan adanya akses jalan yang terbatas.
02:57Kita ketahui bahwa ini berada di tengah TPA-nya,
02:59mengharuskan petugas harus membuka jalan terlebih dahulu,
03:02menggunakan eskavator ataupun alat berat,
03:04kemudian barulah bisa melakukan penyiraman.
03:06Ini kalau usaha yang dilakukan di darat.
03:09Kemudian juga ini dikarenakan bahwa material dari sampah ini mengandung metana,
03:12sehingga sangat mudah terbakar, mudah merambat,
03:15dan ini juga dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti angin dan kemarau.
03:20Jadi membuat api ini bisa sewaktu-waktu bisa dengan intensitas tinggi ini bisa menyalah kembali.
03:26Nah upaya-upaya yang dilakukan petugas sebenarnya sudah dilakukan sejak hari pertama pada 1 Juli,
03:30di mana dilakukan penyiraman dari darat menggunakan damkar,
03:34kemudian juga menggunakan helikopter waterbombing.
03:37Yang ini untuk helikopter dilakukan pada siang hari,
03:40tapi kalau malam hari ini masih fokus pemantauan,
03:43damkar, mobil damkar juga sekitar 7 atau ada kurang lebih 5 ini disiagakan juga,
03:48jadi nanti akan melihat seperti apa,
03:50nanti api ini apakah masih merambat lagi.
03:53Nah kalau sejauh ini dari pihak Bupati dari Tangerang,
03:57atau Bupati Kabupaten Tangerang ini sudah menyebut kalau ini masuk dalam tanggap darurat,
04:02artinya ini akan berlangsung selama 14 hari atau 2 minggu,
04:05jadi nanti akan melihat seperti apa update terbarunya.
04:08Nah kalau kami perhatikan juga Ibrahim dan juga saudara,
04:11sebenarnya untuk pergerakan masyarakat yang ke sini masih seperti biasa,
04:14tapi diminimalisir.
04:16Jadi artinya apabila masyarakat lewat,
04:19pengendara ini ada beberapa kali petugas memberikan masker,
04:21kemudian juga kami sempat tanyakan kepada warga,
04:24apakah masih ada truk-truk pembuang sampah yang beraktifitas?
04:27Ini dikatakan atau disebut kalau beberapa hari ini sudah tidak ada lagi,
04:31kemudian pergerakan juga dibatasi,
04:34jadi fokus untuk memadamkan.
04:36Kita ketahui juga agar yang terdampak ini,
04:39khususnya sebenarnya terdampak itu adalah desa Tanjakan Mekar Kabupaten Tangerang,
04:44jadi mereka sudah mengungsi beberapa waktu lalu,
04:46ada kurang lebih 60 orang yang mengungsi,
04:49kemudian juga berbagai bantuan juga sudah diberikan kepada mereka,
04:53nanti sampai waktu yang belum ditentukan,
04:55karena sekali lagi ini sudah masuk dalam waktu tanggap darurat.
04:59Nah mengenai hal ini,
04:59dari petugas polisi juga mengimbau
05:01agar masyarakat ini tidak beraktifitas di sekitar lokasi.
05:04Karena apa?
05:05Karena tentunya ini sangat bahaya bagi kesehatan,
05:07kalaupun harus beraktifitas atau melewati jalan yang berada di sini,
05:11ini ada baiknya menggunakan masker,
05:12karena tentunya ini berbahaya sekali untuk pernapasan.
05:16Nah kalau kami perhatikan juga Ibrahim dan juga saudara,
05:18sebenarnya banyak,
05:19ada beberapa posko yang didirikan di sini,
05:21tidak jauh dari lokasi,
05:22tapi ada juga satu posko,
05:23untuk petugas,
05:24untuk BNPB,
05:25untuk dari damkar dan polisi yang disiagakan,
05:28untuk apabila nanti melihat pergerakan
05:30atau dari api seperti apa,
05:32apakah akan merambat dengan intensitas tinggi,
05:35maka akan terus dilakukan proses pendinginan
05:38maupun juga pemadaman dari api yang berada di TPA,
05:41Kecapatan MAUK,
05:42Kabupaten Tangerang ini.
05:43Ibrahim.
05:44Ersa sedikit,
05:45apakah dilakukan lokalisir api di sana
05:47agar tidak semakin luas dampak kebakarannya?
05:54Iya, ini sejak sore dilakukan Ibrahim lokalisir api,
05:57sudah dilakukan oleh petugas,
05:58tapi kalau tadi kami tanyakan juga,
06:00ini sebenarnya masih sekarang adalah fokus
06:02pada pendinginan dan pemantauan,
06:03karena tadi kami juga sempat tanyakan kepada warga,
06:06biasanya pada jam-jam berapa api ini bisa
06:09sewaktu-waktu dalam intensitas tinggi,
06:11ini disebutkan pada malam hari,
06:13karena biasanya pada malam hari ini,
06:15angin kencang kemudian bisa membakar begitu ya,
06:18material-material yang berada di belakang saya,
06:19tapi kalau sekarang ini lebih terkendali,
06:21lebih ada peningkatan disampaikan oleh warga,
06:24jika dibandingkan pada hari kemarin
06:25yang sempat apinya tinggi,
06:28dengan intensitas tinggi maksud kami,
06:29kemudian juga untuk kepulangan asap ini,
06:32bisa sampai menyelimuti ke arah jalan,
06:34tapi kalau pada malam hari ini,
06:35sudah tidak ada,
06:36kemudian juga ini lebih berfokus untuk apinya,
06:39ini kobarannya berada di tengah,
06:41atau tepat berada di belakang saya,
06:42karena masih ada beberapa titik yang terbakar,
06:44tapi ini masih dalam intensitas yang kecil.
06:46Ibrahim.
06:47Baik, terima kasih untuk lapornya,
06:48Yerusha Ambarita,
06:49dan juga Yanwarusrim,
06:50langsung dari TPAJ di Waringin,
06:52Kabupaten Tangerang.
Komentar

Dianjurkan