00:05Intro
00:11Kalau lagi cari alasan buat main ke Jogja tahun ini,
00:14Arjok 2026 wajib banget masuk itinerari kamu.
00:19Festival seni rupa kontemporer yang rutin digelar di Yogyakarta setiap tahun ini
00:23kembali hadir mulai 19 Juni sampai 30 Agustus 2026 di Jogja National Museum.
00:30Selama lebih dari 2 bulan, pengunjung bisa menikmati ratusan karya seni,
00:35instalasi interaktif, pertunjukan, hingga berbagai program edukasi yang tersebar di seluruh area museum.
00:42Kalau tahun lalu Arjok menutup trilogi motif lewat tema motif amalan
00:46yang menyoroti peran seni dalam berbagai kehidupan sosial,
00:50tahun ini Arjok hadir dengan wajah baru.
00:54Mengusung tema Arselonga Generasio,
00:57Arjok 2026 menjadi pembuka trilogi Arselonga
01:01yang akan berlangsung selama 3 tahun ke depan
01:03sebagai bagian dari perayaan menuju 2 dekade Arjok.
01:08Makna Arselonga sendiri adalah seni itu panjang.
01:11Melalui tema ini, seni dipandang sebagai sesuatu yang mampu melintasi waktu
01:16sekaligus membangun dialog antar generasi.
01:18Perubahan ini juga ditandai dengan hadirnya Farah Wardani
01:22sebagai kurator tamu baru untuk periode 2026 hingga 2028.
01:29Supaya makin kebayang, ini dia penjelasan dari Galeri Sitter Arjok.
01:34Baik, kalau untuk Galeri Sitter, tugas utama yang pasti untuk melayani pengunjung,
01:38kemudian kita juga menjaga karya,
01:40dan kita juga menginfokan apabila ada pengunjung yang tertarik seperti itu.
01:44Kalau tema Arjok tahun ini yaitu Arselonga, generasi di mana seni itu panjang
01:50yang ingin membuat seni itu bisa dinikmati antar generasi.
01:55Dari sisi peserta, Arjok 2026 menghadirkan karya dari 25 seniman undangan lintas generasi,
02:0319 seniman muda berusia di bawah 35 tahun,
02:07serta 52 anak dan remaja yang berpartisipasi melalui program Arjok Kids.
02:13Totalnya ada 96 seniman yang terlibat dalam berbagai program pameran tahun ini.
02:19Pengunjung yang datang ke Arjok juga akan disambut dengan instalasi fasad
02:23dan karya komisi berskala besar di area luar museum sebelum masuk ke ruang pamer utama.
02:29Bukan cuma temanya yang berubah, pengalaman yang ditawarkan tahun ini juga terasa berbeda.
02:37Jadi melalui Arjok tahun ini, kita menghadirkan kolaborasi-kolaborasi lintas generasi
02:43untuk kemudian bisa menunjukkan ide-ide baru, gajar-gajar baru,
02:47dan karya-karya yang juga syarat makanan.
02:51Tapi kalau dari tahun lalu motif amalan, sebetulnya masih ada sedikit kesamaan ya.
02:57Kalau tahun lalu amalan itu berfokus ke laku kesenian yang kemudian berkontribusi ke isu-isu masyarakatan,
03:06tahun ini pun kurang lebih juga masih sama, tapi penekanannya adalah dialog antar generasi.
03:12Jadi bagaimana peran para seniman antar generasi ini kemudian menikapi isu-isu yang beredar di masyarakat,
03:19termasuk itu sosial, isu politik, dan hingga bahkan ekonomi.
03:24Tak hanya melihat karya seni, selama penyelenggaraan Arjok juga terdapat banyak program pendukung,
03:30mulai dari ekshibition tour, meet the artists, pertunjukan musik, teater, tari kontemporer,
03:36diskusi, hingga workshop yang bisa diikuti pengunjung di tanggal-tanggal tertentu.
03:41Jadi setiap kali datang ke Arjok, pengalaman yang didapat bisa saja berbeda.
03:45Buat yang ingin datang, seperti tahun-tahun sebelumnya, lokasi Arjok 2026 tetap berada di Jogja National Museum.
03:53Alamatnya ada di Jalan Profesor Dr. KM Yahya, nomor 1 Pakunjan, Birobrajan, kota Yogyakarta.
04:01Soal jaman pasional, Arjok buka setiap hari, termasuk hari libur nasional, mulai pukul 10 pagi sampai 10 malam.
04:09Jadi kamu bisa datang sinjang ataupun menikmati suasana malam di area pameran.
04:14Untuk harga tiket, tiket reguler dibanderol sekitar 80 ribu rupiah per orang.
04:20Sedangkan untuk anak usia 6 hingga 15 tahun, tiket dibanderol dengan harga 50 ribu rupiah per anak.
04:27Tiket bisa dibeli secara online maupun langsung di lokasi selama kuota masih tersedia.
04:32Dengan tema baru, kuota baru, dan puluhan seniman lintas generasi, Arjok 2026 menjadi ruang bagi seni untuk terus berkembang dan
04:41berdialog dengan zaman.
04:43Kalau lagi di Jogja, pameran ini bisa jadi destinasi yang gak cuma estetik, tapi juga penuh cerita dan pengalaman.
04:50Terima kasih telah menonton!
Komentar