Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Diskakmat Guru Besar Soal Kinerja 8 Tahun, Jawaban Mentan Amran Malah Bawa-Bawa Analogi Suami Istri!


Sebuah momen menarik terjadi saat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dihujani pertanyaan kritis oleh seorang guru besar.

Sang menteri mempertanyakan mengapa capaian pertanian baru melonjak tajam dalam 1 tahun terakhir, padahal Amran sudah menjabat selama 8 tahun.

Menanggapi pertanyaan sensitif tersebut, Mentan Amran meminta agar kekurangan masa lalu diikhlaskan dan mengajak untuk fokus menatap masa depan lewat kebijakan baru Presiden Prabowo, lengkap dengan analogi kehidupan suami istri yang unik.

Selengkapnya simak video di atas!

#amransulaiman #menteripertanian #kinerja

Video Editor: Atha
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Ini ada pertanyaan menarik Pak, katanya Bapak ini kan tadi menyampaikan terkait suasembada Pak,
00:06dan Bapak itu sudah menjabat Menteri selama 8 tahun, tapi kenapa tahun terakhir ini bisa melonjak Pak?
00:16Kenapa kemarin-kemarin enggak, terus tiba-tiba satu tahun melonjak Pak?
00:20Kemudian yang belum-belumnya itu bagaimana?
00:25Yang tadi tiga, bawang putih, kedelai, dan daging sapi itu gimana supaya bisa lagi melonjak itu Pak?
00:32Resepnya apa katanya Pak?
00:33Bapak gini, kalau mau sukses, lihat ke depan.
00:41Yang masa lalu, boleh diingat, tapi jangan terlalu diambil hati.
00:50Bapak, aku berdiri supaya kelihatan ya, kalau mau sukses, lihat ke depan.
00:55Karena pertanyaannya ini, ini sensitif.
01:03Enggak resep satu tahun terakhir, tahu.
01:07Tapi yang lalu juga hebat.
01:09Dulu sosembada juga Prof, cuma beritanya agak kecil.
01:122017, 2019 sosembada, boleh buka beritanya.
01:16Cuma ini juga bagus, semua pemimpin kita bagus.
01:21Dan tidak ada juga pemimpin sempurna termasuk saya.
01:23Pasti ada kelemahan.
01:25Kenapa kami ke sini?
01:26Karena ingin para guru besar, para guru saya, yang hebat-hebat ini, mengisi kekurangan saya hari ini.
01:32Makanya aku paparan.
01:33Nah, ini, buka, ini Prof.
01:37Makanya tadi saya katakan kebijakan itu penting.
01:4016, maaf.
01:43Tidak pernah terjadi selama Republik ini berdiri.
01:46Sudah pulang asisten saya.
01:50Bukan, bukan, bukan.
01:52Ini dulu peta jalannya aku sudah buat.
01:54Kami sudah buat dulu.
01:56Peta jalannya kami sudah buat.
01:58Ini boleh tunjukkan gak?
02:00Regulasi.
02:01Impress.
02:04Yang pupuk tadi turun, tanpa BPN.
02:08Ini Pak, 16 impres keluar oleh Bapak Presiden Prabowo.
02:12Dan biasanya satu itu tiga tahun.
02:16Ini impres pupuk.
02:17Kami lapor malam, besoknya sudah terbit.
02:21Pak, Menteri benar kan?
02:25Ini 16 impres keluar.
02:28Karena kebijakan itu sangat penting.
02:31Yang lebih parah kalau yang membuat kebijakan tidak tahu.
02:33Yang juga menerima kebijakan tidak tahu.
02:35Nah, itu fatal itu.
02:37Itu kacau balu itu bernegara itu.
02:40Apalagi, maaf ya.
02:41Apalagi, disini orang hebat semua.
02:43Apalagi pura-pura pintar.
02:45Itu paling berbahaya.
02:47Dia tidak tahu, tapi gengsi.
02:49Akhirnya dia bernerasi tidak penting.
02:51Padahal dia tidak tahu.
02:53Maaf, kalau kami lihat saja menerangkan.
02:55Ini tidak paham ini.
02:57Dia paham kulitnya ini.
02:59Dia tidak tahu apa yang terjadi di lapangan.
03:01Nah, ini impres terbit sudah 16 sampai hari ini.
03:07Ini lagi ada lagi impres yang mirip yang impres pupuk.
03:10Itu mungkin minggu depan sudah terbit lagi.
03:13Kami menghadap.
03:14Ini foto kami menghadap.
03:15Dipanggil Bapak Presiden.
03:16Bagaimana mengakselerasi lirisasi perkebunan?
03:18Pak, kami menghadap.
03:20Ini impres dibongkar.
03:21Langsung lihat.
03:22Aku setuju semua.
03:24Oh siap Bapak Presiden.
03:25Kami garap sekarang seperti pupuk tadi.
03:28Jadi kebijakan Pak.
03:30Kebijakan dulu juga bagus.
03:32Karena hari ini akumulasi sejak Bung Karno.
03:35Semua punya kelebihan.
03:38Pak, kalau kita sumisri.
03:40Kalau Bapak mencari kelemahannya sih terlalu banyak.
03:44Tapi itulah cinta.
03:46Cintalah membuat kita bahagia.
03:49Kalau Bapak cuma mencari teropong kelemahannya.
03:52Ini gajinya kurang lagi di story ini.
03:53Ya kapan kita bahagia semisri kalau begitu?
03:56Ya begitulah juga pemerintahan.
03:58Pak, masa lalu.
03:59Ilhaskan.
04:01Kita tatap masa depan.
04:04Terima kasih.
04:05Terima kasih.
04:05Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan