00:00Ini ada pertanyaan menarik Pak, katanya Bapak ini kan tadi menyampaikan terkait suasembada Pak,
00:06dan Bapak itu sudah menjabat Menteri selama 8 tahun, tapi kenapa tahun terakhir ini bisa melonjak Pak?
00:16Kenapa kemarin-kemarin enggak, terus tiba-tiba satu tahun melonjak Pak?
00:20Kemudian yang belum-belumnya itu bagaimana?
00:25Yang tadi tiga, bawang putih, kedelai, dan daging sapi itu gimana supaya bisa lagi melonjak itu Pak?
00:32Resepnya apa katanya Pak?
00:33Bapak gini, kalau mau sukses, lihat ke depan.
00:41Yang masa lalu, boleh diingat, tapi jangan terlalu diambil hati.
00:50Bapak, aku berdiri supaya kelihatan ya, kalau mau sukses, lihat ke depan.
00:55Karena pertanyaannya ini, ini sensitif.
01:03Enggak resep satu tahun terakhir, tahu.
01:07Tapi yang lalu juga hebat.
01:09Dulu sosembada juga Prof, cuma beritanya agak kecil.
01:122017, 2019 sosembada, boleh buka beritanya.
01:16Cuma ini juga bagus, semua pemimpin kita bagus.
01:21Dan tidak ada juga pemimpin sempurna termasuk saya.
01:23Pasti ada kelemahan.
01:25Kenapa kami ke sini?
01:26Karena ingin para guru besar, para guru saya, yang hebat-hebat ini, mengisi kekurangan saya hari ini.
01:32Makanya aku paparan.
01:33Nah, ini, buka, ini Prof.
01:37Makanya tadi saya katakan kebijakan itu penting.
01:4016, maaf.
01:43Tidak pernah terjadi selama Republik ini berdiri.
01:46Sudah pulang asisten saya.
01:50Bukan, bukan, bukan.
01:52Ini dulu peta jalannya aku sudah buat.
01:54Kami sudah buat dulu.
01:56Peta jalannya kami sudah buat.
01:58Ini boleh tunjukkan gak?
02:00Regulasi.
02:01Impress.
02:04Yang pupuk tadi turun, tanpa BPN.
02:08Ini Pak, 16 impres keluar oleh Bapak Presiden Prabowo.
02:12Dan biasanya satu itu tiga tahun.
02:16Ini impres pupuk.
02:17Kami lapor malam, besoknya sudah terbit.
02:21Pak, Menteri benar kan?
02:25Ini 16 impres keluar.
02:28Karena kebijakan itu sangat penting.
02:31Yang lebih parah kalau yang membuat kebijakan tidak tahu.
02:33Yang juga menerima kebijakan tidak tahu.
02:35Nah, itu fatal itu.
02:37Itu kacau balu itu bernegara itu.
02:40Apalagi, maaf ya.
02:41Apalagi, disini orang hebat semua.
02:43Apalagi pura-pura pintar.
02:45Itu paling berbahaya.
02:47Dia tidak tahu, tapi gengsi.
02:49Akhirnya dia bernerasi tidak penting.
02:51Padahal dia tidak tahu.
02:53Maaf, kalau kami lihat saja menerangkan.
02:55Ini tidak paham ini.
02:57Dia paham kulitnya ini.
02:59Dia tidak tahu apa yang terjadi di lapangan.
03:01Nah, ini impres terbit sudah 16 sampai hari ini.
03:07Ini lagi ada lagi impres yang mirip yang impres pupuk.
03:10Itu mungkin minggu depan sudah terbit lagi.
03:13Kami menghadap.
03:14Ini foto kami menghadap.
03:15Dipanggil Bapak Presiden.
03:16Bagaimana mengakselerasi lirisasi perkebunan?
03:18Pak, kami menghadap.
03:20Ini impres dibongkar.
03:21Langsung lihat.
03:22Aku setuju semua.
03:24Oh siap Bapak Presiden.
03:25Kami garap sekarang seperti pupuk tadi.
03:28Jadi kebijakan Pak.
03:30Kebijakan dulu juga bagus.
03:32Karena hari ini akumulasi sejak Bung Karno.
03:35Semua punya kelebihan.
03:38Pak, kalau kita sumisri.
03:40Kalau Bapak mencari kelemahannya sih terlalu banyak.
03:44Tapi itulah cinta.
03:46Cintalah membuat kita bahagia.
03:49Kalau Bapak cuma mencari teropong kelemahannya.
03:52Ini gajinya kurang lagi di story ini.
03:53Ya kapan kita bahagia semisri kalau begitu?
03:56Ya begitulah juga pemerintahan.
03:58Pak, masa lalu.
03:59Ilhaskan.
04:01Kita tatap masa depan.
04:04Terima kasih.
04:05Terima kasih.
04:05Terima kasih.
Komentar