- 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai penempatan kembali dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp281 triliun ke bank-bank Himbara dapat memperkuat likuiditas perbankan dan menjaga penyaluran kredit.
Namun, ia mengingatkan bahwa transmisi likuiditas ke sektor riil tidak terjadi secara otomatis. Menurutnya, pertumbuhan kredit masih didominasi segmen korporasi, sementara kredit UMKM belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Josua juga menegaskan bahwa dana SAL merupakan cadangan fiskal negara, sehingga penggunaannya tidak boleh dinormalisasi hanya untuk menopang likuiditas perbankan.
Ia mendorong pemerintah menetapkan indikator keberhasilan yang jelas, meningkatkan transparansi, serta memastikan kebijakan fiskal benar-benar berdampak pada sektor produktif, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/678364/full-kepala-ekonom-bank-permata-soroti-dana-sal-rp281-triliun-belum-berdampak-signifikan-ke-umkm
Namun, ia mengingatkan bahwa transmisi likuiditas ke sektor riil tidak terjadi secara otomatis. Menurutnya, pertumbuhan kredit masih didominasi segmen korporasi, sementara kredit UMKM belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Josua juga menegaskan bahwa dana SAL merupakan cadangan fiskal negara, sehingga penggunaannya tidak boleh dinormalisasi hanya untuk menopang likuiditas perbankan.
Ia mendorong pemerintah menetapkan indikator keberhasilan yang jelas, meningkatkan transparansi, serta memastikan kebijakan fiskal benar-benar berdampak pada sektor produktif, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/678364/full-kepala-ekonom-bank-permata-soroti-dana-sal-rp281-triliun-belum-berdampak-signifikan-ke-umkm
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:09Intro
00:16Saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis, saudara bersama saya, Yan Rahman.
00:20Sempat ditarik Kementerian Keuangan Kembalikan Dana dari saldo anggaran lebih atau SAL sebesar 281 triliun rupiah
00:28Kehimpunan Bank Milik Negara atau Himbara.
00:30Penempatan ini diperpanjang hingga akhir Desember 2026.
00:36Usai rapat dengan pimpinan DPR RI membahas upaya mitigasi stabilitas ekonomi,
00:43Kementerian Keuangan mengungkapkan pemerintah akan mengembalikan dana pemerintah yang ada di Bank Sentra Kehimbara.
00:50Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat perbankan dalam menyalurkan kredit ke masyarakat
00:57untuk menumbuhkan laju pembukaan lapangan kerja dan belanja konsumsi masyarakat.
01:03Meski sempat diambil secara bertahap,
01:06pemerintah memutuskan untuk mengembalikan dana kas negara sebesar 281 triliun rupiah
01:13dan berencana menyiapkan tambahan dana siaga sebesar 100 triliun rupiah
01:17apabila perbankan memerlukan tambahan likuiditas.
01:25Setelah dievaluasi, diambil kesimpulan bahwa dana pemerintah di perbankan
01:36akan dikembalikan lagi yang kemarin 281 triliun
01:43akan dikembalikan lagi 281 triliun
01:47dan diperpanjang hingga akhir 2026, Desember 2026.
01:57Di samping itu ada tambahan 100 triliun sebagai standby
02:03in case diperlukan dan memang perbankan masih memerlukan likuiditas
02:08untuk menyalurkan kredit.
02:13Sebelumnya, Saudara Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa bilang
02:17ini akan kembali menempatkan saldo anggaran lebih atau sal
02:21di bank milik badan usaha milik negara atau bank himbara.
02:25Hal ini dilakukan setelah dana sempat ditarik kembali oleh pemerintah.
02:29Menurutnya, penyuntikan kembali dana sal perlu dilakukan
02:32setelah bank-bank himbara melaporkan sudah mengalami kekeringan likuiditas.
02:42Masalah himbara
02:45Ada yang ribet kemana sih? Apa yang nanya ya?
02:47Ada yang nanya tuh.
02:49Itu kan di sana sudah mulai kekeringan likuiditas.
02:55Saya bilang ke mereka, saya akan kembalikan lagi uang pemerintah ke himbara.
03:02Bahkan saya tambah, tadinya 200 tambah saya, saya tambah 100.
03:07Nanti ada yang 100 sampai 75 sampai 100 lebih fleksibel.
03:11Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita.
03:15Jadi harusnya bunga di pasar akan turun.
03:18Ekonomi siap lari lagi.
03:24Sebelumnya saudara, pada September 2025, selang beberapa hari saja usai dilantik Menteri Keuangan Purbaya Yudisa Dewa
03:31menyalurkan dana sal yang merupakan anggaran kas negara yang disimpan oleh Bank Indonesia.
03:35Dengan rincian BRI, Mandiri, dan BNI sebesar 55 triliun rupiah,
03:41BTN 25 triliun rupiah, dan BSI sebesar 10 triliun rupiah.
03:46Sementara pada Maret 2026, pemerintah kembali menyuntikan dana sebesar 100 triliun rupiah,
03:52namun tidak dirinci seperti apa penempatannya.
03:55Hal itu dilakukan demi meredam kenaikan imbal hasil surat utang imbas eskalasi Timur Tengah yang kian memanas.
04:07Saudara, kemudian seberapa besar dampaknya terhadap pertumbuhan kredit dan ekonomi
04:11sehingga pemerintah harus kembali menempatkan sal sebesar 281 triliun rupiah di Bank BUMN.
04:18Kita bahas bersama Kepala Ekonomi Bank Permata, Joshua Pardede.
04:21Mas Joshua, selamat pagi, apa kabar?
04:24Selamat pagi, Jan. Kabar baik.
04:26Mas Joshua, ini menurut Anda akan seberapa besar dampak kembalinya dana sal kehimbara terhadap pertumbuhan kredit?
04:34Ya, kami melihat memang ini jalur dari dampak dari penempatan kembali ya.
04:39Saldo anggaran lebih pemerintah di Bank-Bank Himbara ini memang ada melalui tiga jalur ya.
04:45Yang pertama adalah jalur pendanaan yang dimana ketika dana sal ini kembali ke Himbara tentu
04:50Bank-Bank Himbara mendapatkan sumber dana murah yang tidak perlu lagi diperbutkan di pasar
04:55sehingga tekanan untuk menaikkan bunga deposito ini juga bisa dapat diredam gitu ya
05:00sehingga special rate yang juga cukup menjadi concern dari Bank Indonesia ini pun juga bisa diredam.
05:08Yang kedua adalah jalur kapasitas, meaning adalah dengan likuiditas yang lebih besar
05:14Himbara juga yang seperti diharapkan oleh kemudian keuangan ini bisa memberikan ruang yang lebih luas untuk menyalurkan kredit
05:20ya tanpa mengorbankan juga rasio kecupukan modal dan juga menekan rasio likuiditasnya ke titik yang lebih berisiko.
05:29Yang ketiga adalah tentunya jalur ekspektasi dimana memang kepastian bahwa likuiditas yang tersedia tersebut
05:35ini membuat perencanaan bisnis dari perbankan Himbara ini akan lebih terukur
05:41sehingga untuk merealisasikan portfolio kredit yang selama ini mungkin ditahan karena tadi ada kekhawatiran kekeringan dana.
05:49Ya namun kembali lagi yang lebih penting lagi yang mungkin yang sering diabaikan adalah
05:53transmisi dari likuiditas menuju kredit ini memang tidak otomatis ataupun tidak 1 banding 1 gitu ya
06:00karena kalau kita melihat misalkan data Mei 2026 menunjukkan kredit perbankan memang tumbuh 10,8% gitu ya secara tahunan.
06:09Next, signifikan dari bulan sebelumnya masih single legit gitu ya dan ini pertumbuhan ini memang menjanjikan di atas permukaan gitu
06:17tapi kalau kita seluruh berdalam lagi, sebagian besar lonjakan kredit ini tumbuhnya di segmen korporasi gitu ya
06:24masih double legit gitu ya artinya manfaat likuiditas sal ini lebih mengalir ke sektor-sektor korporasi yang besar
06:30dan proyek-proyek investasi yang berskala besar bukan ke lapisan ekonomi yang membutuhkan dukungan dari akses kredit
06:38misalkan tadi kredit UMKM seperti itu.
06:40Ini lebih ke korporasi dan juga kita agaris bawahnya ada 3 hal begitu yang terkait dengan pendanaan apasitas dan juga
06:46ekspektasi
06:47tapi kalau kita review sebelumnya Mas Joshua, ini kan pada September 2025 Himbara disuntik 200 triliun
06:54kemudian Maret ditambah sebesar 100 triliun hampir 10 bulan setelah diinjek sal, apakah Anda melihat ada dampak yang signifikan?
07:04Ya kalau kita lihat dari sisi positifnya memang kredit perbankan sudah mulai bergerak ya
07:09dari yang pertumbuhan yang relatif stagnan di kisaran 7 hingga 8 persen
07:13ya ini pasca September 2025 ini menuju ke pertumbuhan double legit gitu ya
07:18sesuai dengan ekspektasi dari Menteri Keuangan bahwa pertumbuhan kredit ini berpotensi untuk mencapai 13 hingga 14 persen
07:25kalau tadi likuiditasnya terjaga. Nah tapi setelah sempat dana salter itu ditarik gitu ya
07:32Himbara sendiri juga memberikan masukan bahwa pertumbuhan kredit ini bisa turun kembali ya ke bawah 8 persen
07:40dan ini bahkan mendekati 7 persen yang pada akhirnya ini bisa mengkhawatirkan ataupun bisa membayangi juga
07:46percepatan ekonomi secara keseluruhan. Namun kembali lagi dari sisi distribusi manfaat ya
07:52kalau kita lihat ini belum, hasilnya belum rata. Artinya memang kredit UMKM per Mei ini
07:56masih tumbuh flat ya 0,6 persen secara tahunan
08:00dengan kredit modal kerja UMKM pun juga masih terkontraksi ya 4,5 persen
08:04meskipun memang rasio-rasio likuiditas ya
08:09al per DPK di bulan April itu masih terjaga ya
08:12namun dan juga masih di atas ambang batas minimumnya 10 persen
08:16namun yang menunjukkan memang sesungguhnya kondisi likuiditas perbankan ini cukup likuid ya
08:23dan ini mengisyaratkan bahwa hambatan utama dari perbankan ini bukan lagi pasokan dana
08:30tapi permintaan kredit yang lemah dari sisi UMKM akibat ketidakpastian dari usaha
08:35daya beli yang tertekan dan juga biaya bahan baku yang juga meningkat
08:38dan ini tentunya dampak dari penempatan sal ke UMKM ini
08:42tidak bisa optimal hanya dalam waktu 6 bulan
08:45karena siklus usahanya pun juga berputar dalam mungkin lebih panjang lagi waktunya
08:49oke sebelum kita lebih jauh membahas terkait dengan bagaimana dampaknya terhadap UMKM
08:53yang juga jadi perbincangan di bulan sebelumnya
08:56begitu terkait dengan remunerasi Mas Yusua
08:58sal yang ditempatkan di Himbara sempat ditarik lagi dengan iming-iming
09:02menaikan remunerasi dari Bank Indonesia
09:05apakah keputusan mengembalikan dana sal ke Himbara ini
09:07artinya lebih efektif dan menjanjikan dibandingkan dengan bunga yang dibayarkan oleh Bank Indonesia
09:13ya memang kalau kita melihat dari
09:16ini kan berdasarkan kesepakatan dengan DPR ya
09:21yang dimoderasi oleh Pak Dasko
09:25dan juga dihadiri juga oleh Pak Gubernur BI dan juga Pak Menkyu ya
09:29tanggal 6 Juni yang lalu
09:30ini juga menunjukkan bahwa sebenarnya sudah ada kesepakatan ya
09:34bahwa ada remunerasi yang akan dinaikan ya
09:38dengan ada penempatan di Bank Indonesia dengan harapan tadi
09:41dalam hal pengelolaan likuiditas rupiah ini IDR kita
09:45ini bisa lebih dikelola dengan lebih baik lagi oleh Bank Indonesia
09:49namun kembali lagi kalau kita melihat tadi bahwa
09:52remunerasi ini bukan semata-mata remunerasi mungkin ya
09:55karena kembali lagi tadi kalau kita melihat apa yang disampaikan juga sebelumnya
09:59dalam tayangan sebelumnya ya yang disampaikan oleh Pak Menkyu adalah bahwa
10:03likuiditas di Bank Himara pun juga mungkin sudah mulai
10:05apa namanya menyusut ataupun sudah mulai mengetat dengan cukup signifikan gitu ya
10:11jadi bukan dalam artian karena hanya masalah remunerasi yang mungkin kurang gitu
10:18tapi menurut saya ini lebih karena pemerintah memastikan bahwa likuiditas Bank Himara ini
10:23jangan sampai mengetat cukup tajam gitu ya
10:25sehingga dikhawatirkan nanti akan bisa mempengaruhi juga ya suku bunga di pasar
10:29dan pada akhirnya transmisinya makin cepat ya dari sisi kenaikan suku bunga BI
10:34yang sudah kita lihat saat ini 1%
10:36ini akan bisa ditransaksikan kepada kecepatan pada kenaikan suku bunga kreditnya
10:42juga bisa lebih cepat gitu
10:43sehingga ini khawatirnya nanti akan bisa berdampak
10:47dampak dari kenaikan suku bunga BI ini pun juga bisa lebih dalam ya
10:51kepada pertumbuhan ekonomi yang mungkin ini menjadi concernnya dari
10:54dari Kementerian Keuangan sebagai otoritas fiskal gitu ya
10:57sementara itu dari sisi otoritas monetarnya tentu ini kembali lagi
11:01apa namanya kesepakatan di tanggal 6 Juni yang lalu tersebut
11:04ini menjadi tanggal 9 Juni yang lalu pun juga jadinya
11:08apa namanya jadi harus di konsolidisikan lagi gitu ya
11:16karena bagaimana upaya-upaya Bank Indonesia untuk menjaga nilai tukar rupiah pun juga
11:20yang dimana 1-2 hari terakhir ini pun juga kembali melemah gitu ya
11:23sehingga artinya ini yang harus kita lihat lagi bagaimana fokus dari Bank Indonesia
11:29apakah terus mendukung likuritas ataupun tadi menjaga nilai tukar rupiah untuk stabil di jangka pendek ini
11:38oke artinya akar masalah terkait dengan remunerasi ini
11:42dengan penjelasan tadi Mas Joshua terpatahkan begitu ya
11:45karena masalahnya bukan di remunerasi
11:47kemudian yang menjadi pertanyaan Mas Joshua
11:50terkait dengan penempatan dana saldi Bank Himbara adalah
11:53seberapa efektif dan seberapa berhasil
11:56ketentunya ada ukurannya apa ukuran keberhasilan dari kebijakan ini namun kita bahas usah jeda
12:00Mas Joshua tetaplah bersama kami di Kempas Bisnis
12:16kami mencari tahu mendengarkan lebih utuh dan mendalam
12:22kami mempertanyakan rasa keadilan
12:26klarifikasi
12:28kita saling melengkapi bisa menyuarakan apa yang menjadi rosonya publik
12:33kami Rosy
12:35ruang OPD
12:36sumber informasi
12:44indis ekonomi terus gerak kejar rejeki
12:47tak kenal lah tak mudah menyerah
12:48duh telat
12:49nyeri otot lagi
12:51nyeri otot
12:52minum neoremasil
12:53andalanku redakan nyeri
12:55andalanku juga
12:55neoremasil
12:56ahlinya redakan nyeri otot
12:57nyeri sendi
12:58dan pegali
12:59duh
13:00nyeri keram kok pasti semua utang
13:02nyeri dan tiga kan
13:03neoremasil nyuruh
13:04neoremasil
13:05lopor perdanyeri sejak 1972
13:07kemasan baru
13:08isi dan hasil tetap sama
13:11neoremasil terus bergerak saat menyerah bukan pilihan
13:14kopi hits nomor satu
13:15ya top coffee gula aren
13:17gak cuma pomo-pomoan
13:19kopi, susu, gula aren
13:21gak blend
13:21kopinya
13:22nendang
13:23gula arennya
13:24legit
13:25top coffee gula aren
13:26I told you so
13:28favorit semua
13:29dari Wingsu
13:29Saat aktivitas padat
13:31saatnya level up
13:32minum
13:33Hema Phyton Action
13:34Immune Up
13:34Immune Up Formula
13:36dengan buffer vitamin C
13:37D3
13:38zinc
13:38dan ginseng ekstra
13:39bantu jaga daya tahan tubuh
13:41siap
13:42tak lukan hari
13:43jangan sampai drop dong
13:45minum Hema Phyton Action
13:46Immune Up
13:47satu kali sehari
13:48ready
13:48action lagi
13:49baru
13:50Hema Phyton Action
13:51Energy Drink
13:51energy gue
13:52untuk siap action
13:53saat ada tantangan lebih
13:54ini waktunya
13:55challenge your action
13:56Hema Phyton Action
13:57Immune Up
13:58Hema Phyton Action
13:58Energy Drink
13:59aku udah rajin
14:00ngejaga gigi aku
14:01supaya gak berlubang
14:02tapi aku juga punya
14:03gigi sensitif
14:04saran saya
14:05lindungi keduanya
14:06saya rekomenasikan
14:08baru
14:08Sensodain cegah
14:09gigi berlubang
14:10dan sensitif
14:11Sensodain kini hadir
14:12dengan harga spesial
14:13mulai dari 9 ribuan
14:15menanti waktu rehat
14:17di siang hari
14:17dengan sejumlah informasi
14:19KPK membenarkan
14:20pihaknya melakukan
14:21operasi tangkap tan
14:22KPK juga menyita
14:23sejumlah uang
14:23dalam mata uang rupiah
14:25mengikuti sumber berita
14:26yang selalu
14:27menginspirasi
14:28aktivitas tanpa batas ini
14:29ditunjukkan oleh
14:30sekelompok pengrajin ibu-ibu
14:31yang ada di kota
14:32Makassar
14:33Kompas Siang
14:34setiap hari
14:35pukul 11 siang
14:36live
14:37di Kompas TV
14:39didukung oleh
15:05Anda masih bersama kami
15:07di Kompas Bisnis
15:08Saudara dan kita lanjutkan
15:09kembali pembahasan
15:09terkait dengan dana sal
15:10sebesar 281 triliun rupiah
15:13yang kembali ditempatkan
15:14di Bank BUMN
15:15bersama Kepala Ekonom
15:16Bank Permata
15:17Joshua Pardede
15:18Mas Joshua
15:19terkait dengan ukuran keberhasilan
15:21sebetulnya apa sih
15:21ukuran keberhasilan
15:22dari kebijakan ini
15:23apakah berhenti
15:25di kuatnya likuiditas bank?
15:28Ya sebenarnya
15:28sebaiknya memang kita tidak
15:30jangan berhenti
15:31di dalam kondisi likuiditas saja ya
15:33karena memang itu kembali lagi ya
15:34kalau kita melihat dalam hal ini
15:36yang perlu menjadi ukuran yang sebenarnya adalah
15:40apakah memang pertama
15:41apakah kredit baru yang tersalurkan ini
15:44benar-benar merupakan pembiayaan baru yang menggerakkan produksi
15:47bukan sekedar pembiayaan ulang
15:48ataupun refinancing
15:51yang kedua adalah apakah
15:52suku bunga kredit yang pada bulan Mei
15:55saat ini yang lalu itu berada di kisaran 8,7%
15:58ini mengalami penurunan
16:00yang cukup nyata
16:01yang bisa dirasakan oleh pelaku usaha
16:02yang ketiga
16:03apakah kredit UMKM
16:05juga bangkit ya
16:07dari yang saat ini
16:09flat 0,6%
16:10dan juga kredit modal kerja UMKM
16:13masuk dalam
16:13sudah dalam kontraksi
16:154,5%
16:16apakah ini sudah akan ada perbaikannya
16:18dan berikutnya juga adalah
16:20apakah kredit yang mengalir
16:21ke sektor-sektor yang menyerap tenaga kerja
16:24ini seperti industri pengolahan
16:25pertanian
16:26konstruksi perumahan
16:27perdagangan dan juga logistik
16:29ini apakah sudah mengalir ke sektor-sektor tersebut
16:32karena pada kenyataannya
16:33kalau kita lihat
16:33data PMI yang juga dirilis oleh SNP kemarin
16:36menunjukkan bahwa
16:37di bulan Juni itu mencatatkan penurunan penyerapan tenaga kerja
16:41dengan laju paling tajam
16:42sejak September 2021
16:43dan ini merupakan
16:46warning yang cukup jelas ya
16:47cukup nyata bahwa
16:48kredit yang tumbuh 2 double digit tersebut
16:51ini belum berbanding lurus ya
16:52dengan penyerapan tenaga kerja
16:53dan kalau kondisi ini terus berlanjut
16:55artinya kebijakan SAL ini
16:57apa namanya
16:58ya dalam hal likuritas perbankan
17:00cukup berhasil
17:01tapi dalam hal
17:02bagaimana dampaknya kepada ekonomi
17:05dan khususnya pada sosial ekonomi
17:06ini juga
17:07belum kelihatan signifikan gitu ya
17:09dan perlu kami highlight sekali lagi bahwa
17:10karena SAL ini adalah cadangan
17:12fiskal negara
17:13dan bukan dana abadi
17:14untuk tadi memperbesar kredit perbankan gitu ya
17:17dan yang harus kita tekankan lagi adalah
17:20penggunaan SAL yang terlalu agresif
17:22ini juga bisa menambah tekanan permintaan
17:24tanpa memperbaiki sisi produksi
17:26jadi artinya ini yang harus kita cermati juga
17:28bahwa penempatan
17:31dana SAL di perbankan
17:32di perbankan Himbara
17:33ini jangan dinormalisasi
17:35seperti itu ya
17:36sehingga ini yang harus juga di
17:37apa namanya
17:38diberikan
17:39batasan gitu ya
17:40betul
17:41sehingga tadi kembali lagi
17:42jangan
17:43dan perlu diberikan
17:45apa namanya
17:47ukuran-ukuran tadi itu
17:48supaya dibuktikan gitu ya
17:50agar tadi dampaknya
17:51juga bisa dirasakan oleh masyarakat luas
17:54khususnya kepada
17:55UMKM
17:56dan juga masyarakat mengah ke bawah
17:57oke
17:58kalau ngomongin batasan
17:59berarti lebih penting mana
18:01batasan waktu
18:02atau batasan nominal
18:03yang perlu dilakukan
18:05ya saya pikir memang kembali lagi
18:07kalau melihat dalam hal ini
18:09ini juga
18:10apa namanya
18:11dalam hal ini
18:12ini jadi
18:13serba sulit memang ya
18:15kalau dalam hal ini
18:16kalau kita bicara likuritas yang mengetah
18:18tentu nanti akan bisa berdampak juga
18:20kepada industri gitu
18:22tapi di sisi lainnya
18:23bagaimana manfaat realnya
18:24yang juga belum bisa dirasakan
18:26memang ini kita pun juga belum bisa
18:29menentukan ya
18:30masyarakat bahwa
18:31apakah dalam hal ini jangka waktunya
18:34apakah dalam jumlahnya gitu ya
18:36tapi mungkin yang bisa
18:37kita lihat saat ini adalah
18:39supaya tadi
18:40perbankan Himbara pun
18:42juga
18:43jangan sampai tadi
18:44complacent ya
18:45dengan adanya
18:46penempatan dana sal ini gitu ya
18:48sehingga ini juga harus
18:50dinormalisasikan gitu ya
18:51sehingga kondisi real yang terjadi
18:53karena tadi kembali lagi
18:54kalau misalkan ada
18:55belanja-belanja yang urgent gitu ya
18:57dari sisi pemerintah
18:58yang harus di
18:59di
19:00apa
19:00di disperse gitu ya
19:02sehingga
19:02ya tentu prioritasnya
19:03kembali lagi ya
19:04bukan untuk
19:06memperkuat likuiditas
19:07perbankan
19:08khususnya perbankan Himbara gitu
19:09karena kembali lagi
19:10dampaknya tadi
19:11belum begitu kelihatan
19:12kepada ekonomi real masyarakat gitu ya
19:15sehingga
19:15kembali lagi
19:16saya pikir memang
19:17dua ukuran itu
19:18baik dari sisi jangka waktu
19:19dan juga
19:20nominalnya
19:21memang tetap harus
19:22dikajit
19:23secara berkala
19:24oleh Kementerian Keuangan
19:25tadi agar lebih terukur
19:26dan juga lebih tepat sasaran
19:27oke Mas Yusua
19:28kalau demikian
19:29jadi sebetulnya siapa
19:30yang paling diuntungkan
19:31dengan penempatan sal di Himbara
19:33karena
19:33seperti ada sebutkan tadi
19:34pertanyaan besarnya
19:35apakah dana sebesar ini
19:36mengalir menjadi kredit produktif
19:39bagi UMKM
19:40petani
19:40pelayan juga yang
19:41masih belum terjawab
19:42apakah
19:43ini korporasi
19:44seperti Anda jelaskan
19:45di segmen sebelumnya
19:46ya sepertinya demikian ya
19:49karena kalau kita melihat tadi
19:50dari sisi
19:50pertumbuhan
19:51kondisi likuiditas perbankan
19:53masih
19:53terjaga
19:54dari sisi permukaannya
19:55namun tadi
19:57pertumbuhan kredit
19:58yang Anda beli tadi itu
20:00kelihatannya masih
20:01mengalir kepada
20:02sektor-sektor
20:03ataupun segmen korporasi
20:04yang besar-besar gitu ya
20:05dan
20:06kita juga perlu
20:07melihat lagi
20:08lebih dalam lagi
20:09apakah
20:09sektor-sektor
20:10ataupun segmen korporasi
20:12tersebut ini
20:12berdampak
20:14signifikan
20:14ataupun memiliki
20:15dampak multiplier efek
20:16kepada masyarakat
20:17itu juga harus
20:19dikaji ulang lagi gitu ya
20:20karena kalau memang
20:21tidak ada
20:22dampaknya
20:24artinya kan
20:24ya kembali lagi
20:25artinya dengan
20:26dengan sendirinya
20:27kalau tadi
20:29apa
20:30kementerian keuangan
20:30mendukung bahwa
20:31ini bisa mendorong
20:33pertumbuhan ekonomi
20:33artinya
20:35ya dalam artian
20:36bahwa dampak
20:37apa
20:38kontribusi dari
20:40UMKM
20:41ya dan juga
20:42masyarakat
20:42menengah
20:43itu tidak berdampak
20:44signifikan kepada
20:45perekonomian gitu ya
20:46dalam artian berarti
20:47ini jadinya
20:48kontra-kontradiksi
20:49gitu ya
20:50pernyataannya gitu ya
20:51karena kembali lagi
20:52kalau kita melihat faktanya
20:53bahwa justru
20:53UMKM
20:55lalu juga
20:55konsumsi masyarakat
20:57kelas menengah
20:57itu berkontribusi
20:59paling besar
20:59kepada
21:00perekonomian
21:01dan ya
21:02kembali lagi
21:02kita balik lagi
21:03kepada angka
21:04pertumbuhan ekonomi
21:04apakah itu juga
21:05real gitu ya
21:06karena
21:08yang dirasakan oleh
21:09masyarakat kelas menengah
21:10dan juga
21:10UMKM
21:11itu tidak sepenuhnya
21:13mencerminkan
21:13angka tersebut gitu ya
21:14kembali lagi
21:15ini jadinya
21:16semuanya jadi
21:17tidak konsisten gitu ya
21:18sehingga makanya
21:18ini harus
21:20dikaji ulang lagi
21:21dalam hal ini
21:22bagaimana
21:23tingkat produktivitas
21:24dari penempatan
21:25sal ini
21:26dan juga tadi
21:27bagaimana
21:28khususnya dalam hal ini
21:29belanja-belanja
21:30pemerintah ya
21:31agar tadi
21:31bisa tepat sasaran
21:33dan juga
21:33karena kuncinya memang
21:34dalam hal ini adalah
21:35bagaimana
21:36fiskal berperan penting
21:38dalam kondisi
21:39di tengah kejulak global
21:41dan juga
21:41masih adanya
21:42headwinds dalam
21:43domestik sendiri gitu ya
21:44sehingga kita perlu
21:45melihat dengan lebih
21:46objektif lagi
21:47bagaimana
21:47fiskal ini
21:48benar-benar harus
21:49bisa berdampak
21:51signifikan ya
21:51untuk bisa
21:52mendorong tadi
21:53ekonomi masyarakat
21:54oke
21:55fiskal sangat berperan penting
21:56untuk mendorong
21:57ekonomi masyarakat
21:57tapi
21:58pertanyaannya
21:59bos Joshua
21:59agar
22:00UMKM
22:01petani
22:02nelayan
22:02sektor real
22:03seperti yang Anda sebutkan tadi
22:05bagaimana ini bisa
22:06mendapatkan manfaatnya
22:07apa yang perlu dilakukan
22:08apakah
22:08penempatan sal
22:10di Himbara
22:11harus disertai
22:11juga dengan kontrak kinerja
22:13ya mungkin itu
22:15yang harus
22:15dicontoh juga ya
22:16oleh komentar keuangan
22:17karena kalau kita
22:19merefleksikan
22:19apa yang
22:20insentif yang sudah
22:21diberikan oleh
22:22Bank Indonesia
22:22KLM itu kan memang
22:23Bank Indonesia
22:24juga sudah
22:25memberikan
22:26apa namanya
22:27memberikan
22:28guidance gitu ya
22:29sektor-sektor mana saja
22:30yang
22:31yang diarahkan
22:33oleh perbankan
22:34bisa diarahkan oleh perbankan
22:35untuk dalam hal ini
22:35penyaluran kredit
22:36karena
22:36kalau hanya dibebaskan saja
22:38begitu saja gitu ya
22:39artinya
22:39ya perbankan Himbara ini
22:41bisa saja menyalurkan kredit
22:42kepada
22:42sektor-sektor padat modal
22:44yang dampaknya
22:45kembali lagi
22:45tidak akan signifikan
22:47dan justru tadi
22:48karena
22:49PMM Manufacturing
22:50tadi kita lihat
22:51di bulan Juni
22:52sudah kontraksi gitu ya
22:53artinya ini
22:53potensi untuk terjadinya
22:55penurunan jam kerja
22:56buruh
22:57tenaga kerja
22:58dan juga potensi terjadinya
22:59PHK
23:00ini makin besar sekali
23:01gitu ya
23:01sehingga ini yang harus
23:02di
23:03apa namanya
23:04di review lagi
23:04dalam hal ini
23:05jangan sampai tadi
23:06tidak ada batasan
23:07ya
23:08khususnya dalam hal ini
23:09sektor-sektor mana saja
23:10yang diberikan
23:11agar
23:12agar tadi
23:13perbankan pun juga
23:14bisa mendapatkan
23:15guidance gitu ya
23:16dan
23:17agar tadi
23:18dalam hal ini
23:19perbankan pun juga
23:20tadi tidak
23:21apa namanya
23:22produktivitas dari penyaluran kreditnya
23:23pun juga bisa lebih meningkat
23:25tadi untuk bisa mencapai
23:26mendukung
23:27produktivitas apa
23:28untuk mendukung tadi
23:30pertumbuhan ekonomi
23:30yang lebih berkualitas
23:31atau sebetulnya Mas Joshua
23:33kita sebetulnya
23:34tidak terinformasi
23:35dengan jelas
23:36terkait dengan
23:37seberapa efektif
23:38penempatan
23:39dari saldi himbara itu
23:41terkait dengan dampaknya
23:42termasuk kepada
23:43UMKM dan juga sektor real
23:44jadi artinya
23:45seberapa penting
23:45sih pemerintah
23:46termasuk BI
23:47dan juga OJK
23:47secara tanparan
23:48dan juga berkala
23:49untuk menjelaskan
23:50kepada publik
23:51terkait biaya dana
23:52imbal hasil
23:53hingga juga dampak
23:54terhadap ekonomi real
23:55ya ini makanya
23:57harusnya
23:57semestinya
23:58harusnya ada kajian ya
23:59khususnya dalam hal ini
24:00Kementerian Keuangan
24:01karena kan
24:01yang memiliki dana
24:03soalnya kan
24:03tentu Kementerian Keuangan
24:04ya artinya
24:05kalau misalkan
24:07produktivitasnya rendah
24:08ya harusnya dikaji ulang
24:10dan ditarik gitu ya
24:11dan tidak ada
24:12apa namanya
24:13ya perlu dinormalisasi
24:14karena gitu ya
24:15karena sekalipun
24:16memang tadi dampaknya
24:17tentu likuritas gitu
24:18tapi kembali lagi
24:19karena kan
24:19ya makanya mana ini
24:21yang harus diprioritaskan
24:22likuritas ke
24:23atau
24:23apa namanya
24:25atau dampaknya gitu ya
24:26ukurannya mana gitu
24:27karena
24:27kalau kita hanya melihat
24:28kepada likuritas saja
24:29dan tanpa
24:30memiliki dampak
24:31kepada sektor real
24:32karena memang kembali lagi
24:34aktivitas ekonomi
24:35dalam beberapa bulan terakhir ini
24:36ini
24:37masih
24:38apa namanya
24:39cukup mengkhawatirkan gitu ya
24:40sehingga ini yang harus
24:41dilihat lagi bahwa
24:42dalam hal ini
24:44ukuran dampak dari
24:45terhadap ekonomi realnya
24:47itu harus dilihat
24:48lebih besar lagi gitu ya
24:49ketimbang
24:50kondisi likuritas gitu ya
24:51karena ini yang harus
24:52karena kalau kita bicara
24:54likuritas semestinya ya
24:56kalau kita bicara
24:57KBMI 4
24:58dibandingkan
24:59KBMI 3
25:00dan 2
25:00dan 1
25:01tentunya
25:01akses pendanannya
25:03jauh lebih banyak
25:04peluang-peluangnya gitu ya
25:05jadi
25:06artinya
25:06jangan
25:07jangan
25:09berapa
25:09jangan hanya mengandalkan
25:10dana sal saja gitu ya
25:11sehingga ini yang harus kita lihat lagi
25:13bahwa
25:14jangan dinormalisasi
25:15karena kembali lagi
25:16ini dana sal ini adalah
25:17cadangan fiskal negara
25:19dan bukan dana abadi
25:20untuk memperbesar
25:21kredit perbankan gitu ya
25:22ini yang harus dipahami
25:23secara betul
25:24karena kembali lagi
25:26kalau ekonominya tumbuh
25:27kalau fiskalnya produktif gitu ya
25:30untuk bisa menggerakkan
25:30ekonomi rakyat
25:31pendapatan real masyarakat meningkat
25:33tentukan pendapatan masyarakat meningkat
25:35tabungan masyarakat juga meningkat
25:36sehingga
25:36likuritas perbankan pun juga
25:38semestinya tidak akan
25:39mengetat gitu ya
25:41sehingga perbankan himbara pun juga
25:42tidak perlu khawatir ya
25:44kalau ekonominya benar-benar muter
25:45tapi kalau misalkan tadi
25:47angkanya
25:48pertumbuhan ekonomi tersebut ini
25:50tidak real gitu ya
25:50sehingga
25:51kita jadi bertanya-tanya semua gitu ya
25:53apakah
25:54kenapa jadi khawatir semua
25:55pada akhirnya gitu
25:56kalau misalkan ekonominya
25:57tumbuh tinggi kan
25:58berarti kan
26:00uang di masyarakat
26:01yang beredar kan cukup banyak gitu ya
26:02dan ini sebenarnya
26:03jadinya kembali lagi
26:05yang tadi kami sampaikan
26:06bahwa semuanya jadi kontradiktif
26:07seperti itu
26:07oke jadi juga
26:09terutu dipertanyakan oleh Anda ya
26:10terkait dengan
26:11angka-angka
26:11ekonomi
26:13Mas Joshua
26:14ini terakhir
26:15Menteri Keuangan Purbaya bilang
26:17sutikan ke himbara
26:18jadi satu-satunya mesin
26:20untuk pertumbuhan ekonomi
26:21saat ini
26:22apakah Anda sepakat
26:23atau sebetulnya
26:24ada hal lain yang bisa dimaksimalkan
26:27ya kembali lagi
26:28kalau kita bicara dalam hal ini
26:29dari sisi demand kredit
26:31ya itu masih relatif terbatas
26:33ya itu yang harus dipahami juga
26:35ya bahwa
26:36kredit
26:37kredit itu ada
26:38sisi permintaan
26:39dan juga sisi penawaran
26:40yang dimana
26:41kalau kita lihat
26:41dalam kondisi terjadi shock
26:43dari global
26:43seperti kemarin terjadi pandemi
26:45dan juga saat ini
26:46terjadi gangguan
26:47harga energi yang meningkat
26:48dan juga inflasi yang meningkat
26:50tentu ini akan mempengaruhi juga
26:51permintaan
26:52ya permintaan kredit khususnya
26:54karena aktivitas ekonomi
26:55sudah kita lihat
26:55sudah mulai terjadi
26:57perlambatan gitu ya
26:58sehingga
26:58dan ini tidak bisa dipaksakan
27:00permintaan kredit itu meningkat
27:01artinya harus disimulasi
27:03dalam hal ini
27:03oleh kebijakan fiskal
27:05yang produktif
27:06nah bagaimana
27:07kebijakan fiskal itu produktif
27:08ya makanya sebaiknya
27:10dana sal itu
27:11dialokasikan tadi
27:12untuk
27:14misalkan untuk memberikan
27:15insentif kepada
27:16sektor usaha padat karya
27:18ya agar tadi
27:19untuk bisa tadi
27:20menjaga
27:20supaya tadi
27:21jangan sampai terjadi
27:22PHK
27:23untuk bisa meningkatkan
27:24apa
27:25apa namanya
27:26daya saing dari
27:27UMKM kita
27:28untuk bisa meningkatkan
27:29tadi daya saing dari
27:30industri manufaktur kita
27:32gitu ya
27:33sehingga banyak hal
27:34yang bisa dialokasikan
27:35apa namanya
27:36anggaran fiskal kita
27:38APBN kita
27:38ya dibandingkan
27:39misalkan ya
27:40serangga pemerintah
27:41lagi mengkaji
27:42misalkan MBG
27:43dan juga program-program
27:44prioritas lainnya
27:44dan ini saya pikir
27:45tepat sekali
27:46artinya ada
27:47skala prioritas yang
27:48lebih penting lagi
27:49tadi untuk bisa
27:49menggerakkan ekonomi
27:50secara lebih real
27:52gitu ya
27:52sehingga nanti
27:53harapannya kondisi
27:54likuiditas dan juga
27:55pertumbuhan kredit pun
27:56juga akan dengan
27:57sendirinya bekerja
27:58secara positif
27:59dengan cara yang
28:00lebih baik lagi
28:00sehingga yang lebih
28:01penting tadi adalah
28:02bagaimana supaya
28:03dari sisi
28:04transparansi dan juga
28:05dalam hal ini
28:06produktivitas dari
28:07sisi belanja
28:08fiskal pemerintah
28:08ini benar-benar harus
28:10terukur dan lebih
28:11ditingkatkan lagi
28:12oke ada beberapa
28:13poin yang bisa kita
28:13ambil dalam perbincangan
28:14pada hari ini
28:15terkait dengan sal
28:16artinya jangan
28:17hanya mengandalkan
28:19dana sal
28:19dan juga apabila
28:20ekonomi tumbuh
28:21tentunya likuiditas
28:22perbankan juga
28:22tidak mengetat
28:23dan tentunya juga
28:24harus ada skala
28:25prioritas terkait sal
28:27ini terutama
28:27untuk sektor industri
28:28padat karya
28:29terima kasih
28:30kepala ikonombang
28:31permata Joshua
28:32di atas penjelasannya
28:33di kompas bisnis
28:34hari ini
28:34sehat selalu mas
28:35terima kasih
28:38saudara jangan
28:39kemana-mana
28:40karena Sapa
28:40Indonesia Pagi
28:41akan kembali
28:41untuk Anda
28:42dengan sejumlah
28:42informasi lainnya
28:43diantaranya
28:44pengadilan negeri
28:44Jakarta Timur
28:45hari ini menggelar
28:46sidang perdana
28:47kasus fitnah
28:47dan pencemaran
28:48nama baik
28:48Jokowi
28:49terkait tudingan
28:50ijasa palsu
28:51atas tersangka
28:52Tifa Usia
28:53Tiasuma
28:54atau Dr. Tifa
28:55sesaat lagi
28:56kami kembali
28:56untuk Anda
29:06kami mencari tahu
Komentar