Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyatakan pemerintah telah merevisi program pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Menurutnya, peserta tidak lagi dipersiapkan sebagai komponen cadangan, melainkan hanya mengikuti pendidikan bela negara yang berfokus pada nasionalisme, patriotisme, disiplin, kepemimpinan, serta kerja sama.

Durasi pelatihan bela negara juga dipangkas dari satu bulan menjadi dua minggu, sebelum dilanjutkan dengan pendidikan manajerial sesuai bidang masing-masing.

Menanggapi meninggalnya lima peserta, Donny Ermawan mengatakan Kementerian Pertahanan bersama Kementerian Kesehatan telah membentuk tim investigasi untuk menelusuri penyebab kejadian tersebut.

Pemerintah juga akan mengevaluasi proses pemeriksaan kesehatan peserta, menindaklanjuti temuan di lapangan, serta memproses santunan bagi keluarga peserta sesuai ketentuan yang berlaku.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/678361/wamenhan-donny-ermawan-program-diklatsarmil-calon-manajer-kopdes-direvisi-tim-investigasi-dibentu
Transkrip
00:00Kemudian kami juga sudah menyampaikan kepada anggota Komisi 1 bahwa kami sudah merevisi program ini
00:08yang semula mereka juga akan menjadi komponen cadangan.
00:13Kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan bela negara
00:20yang tidak terlalu, yang sangat berbeda sekali perbedaan antara Komcat dan bela negara ini.
00:27Intinya adalah tidak ada lagi pelajaran-pelajaran terkait dengan senjata ataupun taktik-taktik militer.
00:34Jadi mereka hanya diberikan pelajaran terkait dengan nasionalisme, terkait dengan patriotisme, terkait dengan disiplin.
00:43Jadi seperti mengikuti jadwal harian itu juga melatih disiplin waktu mereka juga.
00:50Kita memberikan pelajaran mereka terkait dengan kepemimpinan lapangan, bagaimana mereka nantinya memimpin kooperasi tersebut.
00:57Manager tentunya mempunyai beberapa staff yang harus mereka pimpin, bagaimana melatih kebersamaan dan kerjasama.
01:05Nah itulah nilai-nilai itu yang akan kami berikan.
01:08Dari segi waktu juga berkurang juga.
01:10Yang tadinya komponen cadangan selama satu bulan, ini bela negara juga kami perpendek menjadi dua minggu.
01:16Nah kemudian sisanya yang satu bulan itu adalah untuk pendidikan dan pelatihan manajerial.
01:23Tergantung SPPI ini arahnya kemana.
01:26Kalau yang ke kooperasi mereka akan lebih banyak diberikan materi, modul-modul terkait dengan kooperasi.
01:33Kalau yang kampung nelayan mereka akan diberikan modul-modul terkait dengan kampung nelayan tersebut.
01:38Tentunya yang berikan materi adalah dari kementerian masing-masing.
01:41Dari kementerian kooperasi sudah menyiapkan modul-modulnya.
01:45Demikian juga yang dari KKP juga sudah menyiapkan modul-modul pembelajaran.
01:49Namun tempat pembelajaran, tempat pendidikan tetap di 67 sadik tersebut.
01:54Cuma waktunya saja yang berubah.
01:56Nah itu adalah terkait dengan kami telah merevisi program tersebut.
02:00Kemudian yang berikutnya terkait dengan meninggalnya lima ini kami juga sudah melaksanakan
02:07atau kami sudah membentuk tim investigasi.
02:10Ini adalah gabungan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan.
02:15Kami sudah bentuk dan kami nanti akan mendelanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan
02:21kenapa kok bisa hal ini terjadi.
02:23Termasuk juga yang kejadian di Halim terkait dengan paru-paru.
02:26Ini juga karena ada penularan di sana.
02:28Ini juga kami lakukan tindakan pencegahan bersama dengan Kementerian Kesehatan.
02:34Jadi kira-kira itu yang kami laksanakan terkait dengan meninggalnya lima peserta SPP ini
02:41yang kami sampaikan tadi kepada Komisi 1 di PRD.
02:44Pak, kalau menter jatuh dengan Komnas?
02:48Santunan tadi yang dari Kementerian Pertahanan kita berikan 50 juta.
02:52Terus kemudian untuk yang dari BPJS itu kemungkinan sekitar 42 juta.
02:58Kami belum tahu angka pastinya karena ini sudah kami proses ya terkait dengan BPJS,
03:03tenaga kerjaan.
03:04Karena kan ada meninggal karena kecelakaan atau meninggal karena sakit.
03:09Nah ini nanti kita lihat kriterianya.
03:11Apakah masuk kecelakaan atau masuk karena sakit.
03:13Kalau sakit yang 42 juta tadi, kalau kecelakaan kalau nggak salah 118 juta itu.
03:18Kalau amin terkait permintaan dari Komnasan meminta untuk pengusut secara hukum dan juga otopsi bagaimana Pak?
03:23Ya kami sudah melakukan tindakan investigasi tadi ya dari pihak Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan.
03:28Kami sudah proaktif, kami lakukan, kami ingin cari kebenarannya seperti apa sih.
03:34Kami telusuri bagaimana dulu medical check-upnya di daerah seperti apa.
03:39Apakah ada data-data tambahan.
03:41Nah itu dulu yang kita evaluasi menggunakan tim yang sudah kita bentuk bersama tim Kementerian Kesehatan.
03:47Kementerian Kesehatan.
Komentar

Dianjurkan