00:00Salah ucap sebut MBG Picu PAD tak tercapai.
00:03SF Haryanto, saya minta maaf.
00:05Pelaksana Tugas, PLT, Gubernur SF Haryanto menyampaikan permohonan maaf atas kehebohan yang terjadi terkait informasi pengaruh program makan bergizi gratis,
00:14MBG, terhadap pendapatan retribusi daerah.
00:17Hal ini dilakukan untuk menjawab simpang siur informasi yang beredar di dunia maya.
00:22Atas nama pribadi dan pemerintah Provinsi Riau apabila terdapat informasi serta penyampaian data yang anomali sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah
00:29masyarakat.
00:30Untuk itu, saya ingin meluruskan berita yang beredar agar tidak menjadi informasi yang tidak akurat di masyarakat, paparnya.
00:37PLT Guberi menerangkan, pemerintah Provinsi Riau pada prinsipnya sangat berterima kasih dan mendukung program MBG.
00:43Pasalnya, dengan adanya program MBG di Riau terdapat hal positif berupaya nilai efisiensi mencapai 45 miliar rupiah yang dapat dialihkan
00:51untuk program prioritas daerah lainnya.
00:53Untuk itu, kita mendukung program MBG karena bersinergi dengan semangat efisiensi APBD.
00:58Hal itu terbukti dengan adanya program MBG, kita bisa menghemat anggaran sebesar 45 miliar rupiah per tahun untuk sekolah biaya
01:05makan minum sekolah beras ramah, boarding school, kata PLT Guberi lagi.
01:09Begitu juga saat disinggung mengenai penurunan angka retribusi dari kantin-kantin sekolah, mantan Inspektur Investigasi Kementerian PUPR itu menegaskan tidak
01:17berpengaruh.
01:18Sebab, angka keseluruhan retribusi jika dipresenta sekam dengan PET secara keseluruhan hanya berkisar 0,01% atau di bawah 1%,
01:26serta kami akan mendukung pernyataan kepala BGN bahwa akan menghidupkan kembali kantin-kantin yang ada di sekolah.
01:32Sebaliknya, program akan bergizi gratis justru memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar.
01:37Program ini menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, jasa distribusi, hingga sektor pendukung lainnya, paparnya
01:49lagi.
01:50Berdasarkan hasil penelusuran, ternyata terdapat salah input data dari dinas pendidikan terkait angka kontribusi-retribusi dari kantin-kantin sekolah yang
01:57dilaporkan ke Badan Pendapatan Daerah.
02:00Begitu juga pihak Bapenda Riau tidak terlebih dahui mengkroscek data yang kemudian disampaikan ke PLT Gubernur Riau.
02:06Jadi sekali lagi, kami tegaskan tidak ada pengaruh dari program MBG untuk penurunan retribusi daerah.
02:11Semoga penjelasan ini dapat dipahami dan tidak menjadi bola liar di publik.
02:15Imbu Hes F. Haryanto, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Riesman melalui Sekretaris Teza Darsa mengatakan pihaknya mengakui telah keliru dalam
02:22menyampaikan laporan prognosis kepada pihak Bapenda.
02:25Hal ini berimbas pada Bapenda yang salah memberikan informasi dan penjelasan kepada PLT Gubernur Riau terkait laporan retribusi kantin sekolah.
02:32Dalam kesempatan ini, kami tegaskan bahwa kami telah keliru dalam menyampaikan program MBG sebagai penyebab turunnya pendapatan retribusi kantin sekolah,
02:41ungkapnya.
02:41Demikian klarifikasi ini disampaikan.
02:44Kami pihak Dinas Pendidikan Provinsi Riau menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak PLT Gubernur Riau,
02:50Bapenda Provinsi Riau dan Masyarakat Riau atas kesalahan kami dalam menyampaikan laporan yang tidak benar yang mengakibatkan permasalahan ini terjadi,
02:56pungkasnya.
Komentar