00:00Sudah satu pekan aksi turun ke jalan dilakukan namun hingga hari ini belum ada tanda-tanda
00:05aksi demonstrasi ini akan berhenti.
00:08Lalu sampai kapan aksi unjuk rasa ini digelar oleh mahasiswa?
00:12Saya masih berdiskusi dengan Ketua Umum Serikat Mahasiswa UGM Mesa dan Pegiat Media Sosial Ade Armando.
00:18Sampai kapan kira-kira Mesa untuk teman-teman mahasiswa atau sedidaknya SEMA UGM untuk berunjuk rasa
00:25merespons segala kegundahan, segala kegelisahan yang ada saat ini?
00:30Hingga keadilan di Indonesia ini betul-betul terwujud.
00:34Tidak hanya di teks, tidak hanya di justru hal-hal data-data yang itu dipilah untuk terlihat positif saja.
00:42Tapi kami akan berunjuk rasa hingga memang hal-hal yang kiranya saat ini bermasalah itu bisa diselesaikan dengan baik.
00:52Misalnya ketika kami berbicara tentang penggusuran lahan, masalah agraria, dan banyak hal yang sempat kami sampaikan juga di GIK,
01:04itu justru apa yang disampaikan sebaliknya.
01:08Justru apa yang diinginkan oleh mereka untuk datang ke sana misalkan dan sebagainya.
01:16Padahal kita tahu untuk diskusi, untuk data, untuk riset dan lain sebagainya pun memang yang kami sebutkan adalah Pesta Babi,
01:25tapi Pesta Babi dalam hal ini tidak bisa disandingkan dengan Jurassic Park misalnya.
01:30Jurassic Park itu memang film fiksi, tapi Pesta Babi itu karya jurnalis, yang karya jurnalistik yang punya syarat-syarat
01:40dan itu mencerminkan integritas dan keaslian dari data-datanya juga.
01:45Tapi kalau misalkan memang tidak percaya juga dengan Pesta Babi, kita bisa melihat ke data-data Greenpeace, data-data Walhi,
01:51data-data dari banyak lembaga riset lingkungan misalnya.
01:54Kalau kemudian keadilan itu tidak terwujud menurut teman-teman SEMA, akan demo lagi?
02:00Pada akhirnya tidak hanya kawan-kawan SEMA, tapi ketika kita semua gundah, masyarakat pasti akan turun ke jalan.
02:10Dan kita juga menjadi satu bagian dari masyarakat yang guna itu juga.
02:15Maka demonstrasi itu tidak terhindarkan ketika memang tidak ada perbaikan.
02:19Ketika justru yang dikatakan oleh pemerintah saat ini, hanya retorika-retorika semua atau pemanis-pemanis paracetamol yang supaya kita diam
02:30saja.
02:30Pada akhirnya juga kita punya semacam imunitas, rehal.
02:38Oke mungkin sebelum-sebelumnya paracetamolnya satu pil saja untuk kita membuat kita diam.
02:44Tapi sekarang dikasih paracetamol terus ya bahkan satu pak pun tidak bisa membuat kita diam.
02:50Masalah sudah setelanjang ini, masalah sudah seterasa ini, bahkan di nasi padang misalnya sudah naik harganya.
02:58Dan pertama meskipun Mas Armando punya pandangan, tapi antrian pertarik sudah sepanjang itu.
03:05Hal-hal yang kiranya memang sudah terasa, ya pada akhirnya akan memicu gelombang masa aksi ke depannya.
03:15Dan dalam hal ini kita semua pasti gelisah.
03:19Dan dalam hal ini kita juga semua pasti akan ikut aksi.
03:23Ada saran kalau kemudian aksi ini makin panjang, Bung Ade?
03:27Saya minta maaf ya, saya sih merasa bahwa gelombang demonstrasi ini tidak akan berlangsung lama.
03:34Bukan karena keadilan sudah tercapai.
03:37Saya termasuk orang yang menganggap bahwa di Indonesia ada begitu banyak ketidakadilan.
03:40Dan itu memang pemerintah harus mengerjakan PR-nya nih untuk menyelesaikan berbagai ketidakadilan tersebut.
03:47Tapi saat ini kan seringkali orang bilang ini akan menjelang, akan bergerak ke arah reformasi dua kan ya.
03:56Saya gak percaya itu.
03:58Patokannya?
03:59Enggak, masyarakatnya itu tidak lagi marah kok sekarang ini.
04:02Saya mungkin beda pendapat dengan teman-teman senat mahasiswa atau serikat mahasiswa.
04:08Serikat mahasiswa itu kita tidak melihat bahwa orang itu sedang begitu marahnya menderitainya saat ini.
04:16Sehingga mereka akan bersedia untuk bersama-sama mahasiswa turun ke jalan dan menyerang pemerintah seperti tahun 98.
04:23Saya tidak percaya itu.
04:24Saya percaya apa yang dilakukan pemerintah saat ini sudah cukup kok untuk pelan-pelan ya.
04:31Pemerintah sendiri seperti sudah mulai sadar kalau mereka melakukan kesalahan-kesalahan seperti misalnya ya akhirnya mereka tahu mengganti pimpinannya BGN
04:42kan.
04:43Itu sebenarnya bentuk-bentuk koreksinya.
04:44Yang kita harapkan sekarang adalah lebih banyak terjadi komunikasi antara mahasiswa dengan pemerintah, antara mahasiswa dengan DPR.
04:53Jangan salah ini ada DPR yang penting juga untuk diajak bicara.
04:57Sehingga kita tidak lagi terus-menerus marah.
04:59Satu pertanyaan yang sama singkat dijawab masing-masing.
05:02Setelah menggeruduk itu apakah teman-teman masih yakin bahwa akan ada diskusi di area kampus?
05:08Diskusi pada akhirnya dibutuhkan.
05:10Saya sepakat bahwa diskusi itu penting.
05:12Tapi diskusi seperti apa yang dimaksud?
05:14Kita punya ide terkait diskusi misalkan.
05:16Tapi selama diskusi-diskusi itu masih sama persis seperti di GIK kemarin, agaknya itu bukan yang kita perlukan.
05:25Setidaknya ketika mengadakan diskusi dari pihak pemerintah dihadirkan, dari pihak akademisi dihadirkan, dari pihak mahasiswa dihadirkan.
05:34Jadi dari segala pikiran yang berbeda itu ada tukar pikiran, tukar gegasan, tukar ide.
05:41Saya setuju dengan apa yang Anda katakan, mungkin misalnya kita bisa kasih masukan ke total politik gitu ya.
05:47Atau ke TV Anda nih ya, bahwa kalau Anda bikin acara, pertemukan dong.
05:52Sekarang nih ya, ceritanya saya yang membela pemerintah, dia yang mengkritik pemerintah.
05:57Ketemu berdua di tengah kan gitu ya.
05:59Itu harus kita terus lakukan.
06:00Tapi saya percaya komunikasi itu kunci.
06:02Ya kalau Anda ingin agar orang menerima pikiran orang lain, bisa memahami pemikiran orang lain,
06:09biarkan orang itu bicara pada Anda.
06:11Betapapun Anda nggak setuju dengan apa yang dia katakan, Anda harus bisa mengapresiasinya seperti kita sekarang lakukan.
06:18Dan disinilah ruang opini dibuka seluas-luasnya bagi siapapun yang ingin berpendapat,
06:21dan semoga bisa menjadi sumber informasi Anda.
06:23Bung Ade, terima kasih.
06:24Bung Esa, terima kasih.
06:26Sudah bergabung dalam diskusi kali ini.
06:28Dan terima kasih juga untuk Anda yang sudah menyaksikan, Rosy.
06:30Jumpa lagi pekan depan.
06:31Saya Tifal Solaisa, tetap di Kompas TV.
06:33Independent, terpercaya.
Komentar