Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Serikat Mahasiswa UGM, Mesa, menegaskan gerakan mahasiswa tidak akan berhenti selama berbagai persoalan yang dianggap mencederai rasa keadilan belum diselesaikan.

Saat ditanya sampai kapan mahasiswa akan terus turun ke jalan merespons berbagai kegelisahan publik, Mesa menyatakan aksi akan terus berlangsung hingga keadilan benar-benar terwujud.

Mesa menilai demonstrasi akan terus menjadi pilihan apabila pemerintah tidak menunjukkan perbaikan nyata terhadap persoalan yang dipersoalkan masyarakat.

Menurut Mesa, masyarakat akan terus bergerak apabila yang disampaikan pemerintah hanya sebatas retorika.

Mesa bahkan menyebut masyarakat kini semakin kebal terhadap upaya-upaya yang hanya meredam kritik tanpa menyelesaikan persoalan mendasar.

Namun pandangan berbeda disampaikan pegiat media sosial Ade Armando. Ia menilai gelombang demonstrasi mahasiswa saat ini tidak akan berkembang menjadi gerakan besar seperti Reformasi 1998.

Alih-alih eskalasi demonstrasi, Ade berharap ruang komunikasi antara mahasiswa, pemerintah, dan DPR dapat diperkuat agar berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui dialog.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/2-1bsPxJ2Sc

#mahasiswa #ugm #ricuh

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/675744/demo-mahasiswa-hingga-reformasi-jilid-2-akan-terus-berlanjut-ini-prediksi-ade-armando-rosi
Transkrip
00:00Sudah satu pekan aksi turun ke jalan dilakukan namun hingga hari ini belum ada tanda-tanda
00:05aksi demonstrasi ini akan berhenti.
00:08Lalu sampai kapan aksi unjuk rasa ini digelar oleh mahasiswa?
00:12Saya masih berdiskusi dengan Ketua Umum Serikat Mahasiswa UGM Mesa dan Pegiat Media Sosial Ade Armando.
00:18Sampai kapan kira-kira Mesa untuk teman-teman mahasiswa atau sedidaknya SEMA UGM untuk berunjuk rasa
00:25merespons segala kegundahan, segala kegelisahan yang ada saat ini?
00:30Hingga keadilan di Indonesia ini betul-betul terwujud.
00:34Tidak hanya di teks, tidak hanya di justru hal-hal data-data yang itu dipilah untuk terlihat positif saja.
00:42Tapi kami akan berunjuk rasa hingga memang hal-hal yang kiranya saat ini bermasalah itu bisa diselesaikan dengan baik.
00:52Misalnya ketika kami berbicara tentang penggusuran lahan, masalah agraria, dan banyak hal yang sempat kami sampaikan juga di GIK,
01:04itu justru apa yang disampaikan sebaliknya.
01:08Justru apa yang diinginkan oleh mereka untuk datang ke sana misalkan dan sebagainya.
01:16Padahal kita tahu untuk diskusi, untuk data, untuk riset dan lain sebagainya pun memang yang kami sebutkan adalah Pesta Babi,
01:25tapi Pesta Babi dalam hal ini tidak bisa disandingkan dengan Jurassic Park misalnya.
01:30Jurassic Park itu memang film fiksi, tapi Pesta Babi itu karya jurnalis, yang karya jurnalistik yang punya syarat-syarat
01:40dan itu mencerminkan integritas dan keaslian dari data-datanya juga.
01:45Tapi kalau misalkan memang tidak percaya juga dengan Pesta Babi, kita bisa melihat ke data-data Greenpeace, data-data Walhi,
01:51data-data dari banyak lembaga riset lingkungan misalnya.
01:54Kalau kemudian keadilan itu tidak terwujud menurut teman-teman SEMA, akan demo lagi?
02:00Pada akhirnya tidak hanya kawan-kawan SEMA, tapi ketika kita semua gundah, masyarakat pasti akan turun ke jalan.
02:10Dan kita juga menjadi satu bagian dari masyarakat yang guna itu juga.
02:15Maka demonstrasi itu tidak terhindarkan ketika memang tidak ada perbaikan.
02:19Ketika justru yang dikatakan oleh pemerintah saat ini, hanya retorika-retorika semua atau pemanis-pemanis paracetamol yang supaya kita diam
02:30saja.
02:30Pada akhirnya juga kita punya semacam imunitas, rehal.
02:38Oke mungkin sebelum-sebelumnya paracetamolnya satu pil saja untuk kita membuat kita diam.
02:44Tapi sekarang dikasih paracetamol terus ya bahkan satu pak pun tidak bisa membuat kita diam.
02:50Masalah sudah setelanjang ini, masalah sudah seterasa ini, bahkan di nasi padang misalnya sudah naik harganya.
02:58Dan pertama meskipun Mas Armando punya pandangan, tapi antrian pertarik sudah sepanjang itu.
03:05Hal-hal yang kiranya memang sudah terasa, ya pada akhirnya akan memicu gelombang masa aksi ke depannya.
03:15Dan dalam hal ini kita semua pasti gelisah.
03:19Dan dalam hal ini kita juga semua pasti akan ikut aksi.
03:23Ada saran kalau kemudian aksi ini makin panjang, Bung Ade?
03:27Saya minta maaf ya, saya sih merasa bahwa gelombang demonstrasi ini tidak akan berlangsung lama.
03:34Bukan karena keadilan sudah tercapai.
03:37Saya termasuk orang yang menganggap bahwa di Indonesia ada begitu banyak ketidakadilan.
03:40Dan itu memang pemerintah harus mengerjakan PR-nya nih untuk menyelesaikan berbagai ketidakadilan tersebut.
03:47Tapi saat ini kan seringkali orang bilang ini akan menjelang, akan bergerak ke arah reformasi dua kan ya.
03:56Saya gak percaya itu.
03:58Patokannya?
03:59Enggak, masyarakatnya itu tidak lagi marah kok sekarang ini.
04:02Saya mungkin beda pendapat dengan teman-teman senat mahasiswa atau serikat mahasiswa.
04:08Serikat mahasiswa itu kita tidak melihat bahwa orang itu sedang begitu marahnya menderitainya saat ini.
04:16Sehingga mereka akan bersedia untuk bersama-sama mahasiswa turun ke jalan dan menyerang pemerintah seperti tahun 98.
04:23Saya tidak percaya itu.
04:24Saya percaya apa yang dilakukan pemerintah saat ini sudah cukup kok untuk pelan-pelan ya.
04:31Pemerintah sendiri seperti sudah mulai sadar kalau mereka melakukan kesalahan-kesalahan seperti misalnya ya akhirnya mereka tahu mengganti pimpinannya BGN
04:42kan.
04:43Itu sebenarnya bentuk-bentuk koreksinya.
04:44Yang kita harapkan sekarang adalah lebih banyak terjadi komunikasi antara mahasiswa dengan pemerintah, antara mahasiswa dengan DPR.
04:53Jangan salah ini ada DPR yang penting juga untuk diajak bicara.
04:57Sehingga kita tidak lagi terus-menerus marah.
04:59Satu pertanyaan yang sama singkat dijawab masing-masing.
05:02Setelah menggeruduk itu apakah teman-teman masih yakin bahwa akan ada diskusi di area kampus?
05:08Diskusi pada akhirnya dibutuhkan.
05:10Saya sepakat bahwa diskusi itu penting.
05:12Tapi diskusi seperti apa yang dimaksud?
05:14Kita punya ide terkait diskusi misalkan.
05:16Tapi selama diskusi-diskusi itu masih sama persis seperti di GIK kemarin, agaknya itu bukan yang kita perlukan.
05:25Setidaknya ketika mengadakan diskusi dari pihak pemerintah dihadirkan, dari pihak akademisi dihadirkan, dari pihak mahasiswa dihadirkan.
05:34Jadi dari segala pikiran yang berbeda itu ada tukar pikiran, tukar gegasan, tukar ide.
05:41Saya setuju dengan apa yang Anda katakan, mungkin misalnya kita bisa kasih masukan ke total politik gitu ya.
05:47Atau ke TV Anda nih ya, bahwa kalau Anda bikin acara, pertemukan dong.
05:52Sekarang nih ya, ceritanya saya yang membela pemerintah, dia yang mengkritik pemerintah.
05:57Ketemu berdua di tengah kan gitu ya.
05:59Itu harus kita terus lakukan.
06:00Tapi saya percaya komunikasi itu kunci.
06:02Ya kalau Anda ingin agar orang menerima pikiran orang lain, bisa memahami pemikiran orang lain,
06:09biarkan orang itu bicara pada Anda.
06:11Betapapun Anda nggak setuju dengan apa yang dia katakan, Anda harus bisa mengapresiasinya seperti kita sekarang lakukan.
06:18Dan disinilah ruang opini dibuka seluas-luasnya bagi siapapun yang ingin berpendapat,
06:21dan semoga bisa menjadi sumber informasi Anda.
06:23Bung Ade, terima kasih.
06:24Bung Esa, terima kasih.
06:26Sudah bergabung dalam diskusi kali ini.
06:28Dan terima kasih juga untuk Anda yang sudah menyaksikan, Rosy.
06:30Jumpa lagi pekan depan.
06:31Saya Tifal Solaisa, tetap di Kompas TV.
06:33Independent, terpercaya.
Komentar

Dianjurkan