Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kejaksaan Agung mengungkap fakta baru dalam penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam konferensi pers, Direktur Penyidikan JAMPIDSUS Syarief Sulaeman Nahdi menyebut tersangka baru GHS diduga bekerja sama dengan tersangka Dadan Hindayana (DH) dalam pengaturan titik dapur SPPG dan penunjukan mitra MBG.

Penyidik mengungkap adanya dugaan pemberian uang secara berkala kepada DH yang bersumber dari pihak-pihak yang ingin menjadi mitra program MBG. Selain itu, Kejagung juga mendalami praktik jual beli titik dapur SPPG yang nilainya disebut bervariasi, mulai puluhan juta hingga sekitar Rp100 juta per titik.

Kejagung juga menyebut GHS telah mengenal DH sejak sebelum tahun 2025.

Sementara itu, penyidik masih terus menghitung total aliran dana serta mendalami berbagai informasi baru yang muncul dalam proses penyidikan kasus MBG.



Produser: Prayogi

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/675714/makin-terang-kejagung-ungkap-skandal-setoran-berkala-ghs-ke-dadan-dari-penjualan-titik-dapur
Transkrip
00:00Izin Pak mau menanyakan beberapa hal. Yang pertama tadi kan ada pemberian uang dalam mata uang asing maupun mata uang
00:06rupiah kepada DH ya.
00:08Nah itu dilakukannya secara berkala setiap kapan, kemudian sejauh ini apakah ada nominal yang sudah diketahui berapa jumlahnya.
00:17Kemudian terkait dengan tersangka yang barusan ini, Glory ini.
00:22Nah ini dia sudah kenal dadan itu dari sebelum dia menjabat atau memang dari pas dia menjabat sebagai kepala BGS.
00:32Jadi untuk pemberian itu, itu tidak dilakukan sekali, tapi ada yang secara berkala, ada yang secara mungkin kalau diperlukan.
00:44Kemudian kalau jumlahnya memang sedang kita hitung sampai saat ini, berapa pastinya.
00:48Karena ini dilakukan selama beberapa bulan dari mulai tahun 2025 sampai dengan saat ini.
00:54Kemudian kalau ditanya masalah perkenalan, memang betul, sodara GHS ini sudah kenal dengan sodara DH itu sebelum tahun 2025.
01:06Sebelum tahun 2025, jadi sekitar sebelum tahun 2024 pun sudah memang sudah kenal dengan sodara DH.
01:13Baik, yang tertempur.
01:19Kan si Glory ini Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Pak.
01:23Nah, apakah jual beli titik yang Bapak maksud tadi melalui yayasan tersebut atau bagaimana?
01:29Karena setahu saya regulasi satu yayasan itu hanya maksimal punya 10 titik SBBG.
01:33Berapa Pak?
01:37Jadi, yayasannya ada banyak.
01:39Ada banyak.
01:41Memang salah satunya adalah yayasan itu.
01:43Tapi ada banyak.
01:44Ada berapa yayasan Pak?
01:45Ada banyak lagi kita kumpul sampai sekarang ya.
01:48Ada banyak itu.
01:48Lagi kita kumpulkan faktanya.
01:50Titik itu dijual dia ke mitra yang lain berapa itu Pak?
01:54Harganya?
01:56Harganya nanti kita sampaikan.
01:57Bervariasi.
01:58Ya, bervariasi.
02:00Sekitar berapa?
02:01Puluhan juta.
02:02Oh, 20 juta ke atas?
02:04Lebih.
02:0450 juta ke atas?
02:06Bisa lebih.
02:15Jadi, memang bervariasi ya.
02:17Jadi, mungkin puluhan sampai 100 juta.
02:21Kalian tinggi berapa Pak?
02:23Ya.
02:23Kalian tingginya berapa?
02:24Saya bisa kurang lebih dulu.
02:27Ya, karena mungkin masih bisa bergulir.
02:29Ya, berikutnya ya.
02:30Masih bisa bergulir.
02:31Tapi, yang kita lihat sekarang sekitar kurang lebih sekitar 100 juta.
02:38Ya, dari mana?
02:40Dari Taufik dari CNN.
02:41Mau bertanya Pak.
02:42Itu kan tadi disebutkan bahwa ada setoran.
02:45Nah, ini tadi kan salah satunya agar diloloskan.
02:48Nah, ini berarti apakah memang murni inisiatif dari GHS
02:51atau ada permintaan juga dari DH gitu.
02:54Dan kalaupun ada permintaan,
02:55apakah ditentukan nominal besaran untuk yang disetorkan kepada DH
02:59atau seperti apa gitu Pak?
03:00Ya, jadi ini bukan murni maksudnya satu arah dari GHS.
03:04Enggak, ini memang bekerjasama.
03:07Jadi, kemakannya kami takwa bersama-sama menerima uang
03:12dalam penjualan di itu.
03:14Jadi, sama-sama.
03:15Niatnya sama-sama.
03:16Dari DH ada tentuan besaran yang diminta gak sih Pak ke GHS?
03:20Kan tadi kan disebutkan penjualannya itu di atas 20 juta.
03:23Nah, dari DH ini ada menentukan gak sih penjualannya berapa?
03:26Atau yang dia terima itu berapa?
03:27Ya, itu nanti kami sampaikan di berikutnya ya.
03:29Di materi penyidikan.
03:31Sudah?
03:33Satu lagi ya.
03:35Gantian, gantian.
03:36Silahkan.
03:38Dari mana?
03:58Itu masih kita dalami.
04:00Apakah memang penyetorannya dalam bentuk rupiah kemudian diubah dalam bentuk asing?
04:05Atau memang penyetorannya dalam bentuk asing.
04:07Itu sudah kita dalami.
04:10Uang itu juga disetapkan ke partai gak Pak?
04:14Soalnya kan yayasannya kegiatan sebelumnya kegiatan sebelumnya kegiatan sebelumnya kegiatan sebelumnya kegiatan?
04:19Belum sampai ke sana.
04:22Cukup ya?
04:23Cukup ya?
04:24Cukup?
04:24Saya rasa dicukup.
04:26Isi yang pemeriksaan.
04:27Soalnya saya.
04:29Jadi pendalaman pemeriksaan hari ini adalah pemeriksaan kedua.
04:45Pemeriksaan hari ini itu selain memang pemeriksaan untuk pendalaman materi perkaranya.
04:54Juga ada pendalaman mengenai keterangan dalam perpohonan CC yang bersangkutan asyukan kepada pendidik.
05:03Di situ memang saat ini sudah kami pelajari apakah keterangan itu berkonfirmasi dengan alat bukti lainnya.
05:13Itu sudah kami pelajari saat ini ya.
05:15Memang kalau yang disebutkan tadi ada berapa tadi?
05:18Ada berapa?
05:1941.
05:20Kurang lebih memang yang disampaikan tadi sekitar jumlah itu.
05:24Namun demikian itu akan kami konfirmasi dan akan kami sampaikan nanti kepada teman-teman.
05:29Terkait juga apakah permohonan CC itu akan diterima oleh pendidik atau tidak.
05:38Namun demikian kami menghargai saudara SS yang menyampaikan, yang berinisiatif menyampaikan informasi-informasi terhadap perkara ini.
05:50Pak ini ada kenyikan baru kah ada mobil yang disipat?
05:53Oh, kenyikan.
05:55Alphard pak di ujung pak.
05:59Jadi itu mobil itu dari salah satu tersangka yang sudah kita tahan pada saat itu yaitu saudara AIS.
06:08AIS itu adalah yang kita tahan sekitar reming yang lalu.
06:11Itu baru kami dapat mobilnya pada hari ini, salah satu harapannya.
06:18Soal uang yang sudah diserahin apakah sudah dikirim?
06:21Masih proses, untuk penyertaan aset-aset masih proses.
06:31Nah, itu yang saya sampaikan tadi, kami menghargai keterangan atau informasi yang disampaikan oleh saudara SS, ya termasuk informasi masalah
06:40CCTV.
06:40Itu nanti akan kita cek dan kita dalami selain yang sekarang sedang kita dalami masalah specah motor, masalah IT, dan
06:50lain-lain.
06:50Pak, soal uang ada instruksi dari jantung khusus untuk siap kajari dan kajari untuk memenuhi siap kajari pengadaan bagian di
06:58jilai masing-masing kebagaian masing-masing?
07:00Ya, instruksi itu adalah untuk menampung permasalahan MBG yang ada di seluruh kairang.
07:08Ya, di seluruh kajari, itu akan kami tampung di kita nanti, ya apakah itu berhubungan langsung dengan perkara yang kita
07:15tangani atau memang ada spot-spot perkara tersendiri di daerah?
07:32Masalah penyegelan, jadi kami tadi ada beberapa media yang nanya ke saya, apakah itu dilakukan penyegelan semuanya? Tidak.
07:40Jadi kami lakukan penyegelan ini adalah untuk mendatang sepeda motor itu dan untuk mengamankan sepeda motor itu atau mengamankan percerahan
07:52sepeda motor itu nantinya akan kemana?
07:54Ya, karena sepeda motor itu belum sampai di titik yang disampaikan oleh BGN.
08:01Ya, ini masih di gudang-gudang milik penyedia, sehingga kami mengamankan motor-motor tersebut dengan cara menyegel sehingga pergerakan motor
08:12itu kami pantau dari tim penyedik.
08:15Namun demikian, perawatan dari motor itu tetap bisa dilakukan oleh penyedia karena belum diserahkan.
08:23Ada berapa Pak yang disegel Pak? Ada misalnya apa aja? Apakah ada imitasi PPU di situ Pak?
08:28Pak, kalau unitnya berapa Pak?
08:3017 ribuan kalau tidak.
08:32Kurang lebih 17 ribu, 600. Masih berjalan sampai hari ini belum selesai, ada beberapa titik.
08:38Lokasinya yang muda dimana aja Pak?
08:39Dimana?
08:40Yang sudah disegel dimana aja Pak?
08:41Yang sudah disegel di daerah Sentul, Cikarang, baru itu lah, Sentul dan Cikarang, yang besar-besar itu yang paling banyak.
08:49Cukup ya?
08:50Pak, kemarin sebutkan harganya, kalau itu harganya bisa, itu sepulah dari patah atau sepulah dari patah?
08:57Kalau 47 juta itu adalah harga kontra.
09:00Oh, kontra.
09:00Iya, harga kontra.
09:03Oke, itu dia.
09:03Pak, kemarin waktu ke-PGN bilang kalau Bu Arum bilang di DTR kalau si motor ini tuh harusnya dimanfaatkan.
09:09Ya, itu salah.
09:11Ya, itu makanya kami juga melakukan penyitaan.
09:13Ya, dimanfaatkan bisa.
09:14Tapi sepengetahuan penyidik.
09:17Kami hanya mengamankan motor.
09:20Bukup ya?
09:21Bukup ya.
09:22Terima kasih.
09:22Baik.
09:23Terima kasih.
09:24Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan