- 4 menit yang lalu
- #mahasiswa
- #ugm
- #ricuh
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Serikat Mahasiswa UGM, Mesa, menjelaskan alasan di balik aksi yang menginterupsi forum diskusi dan menghadirkan sejumlah pejabat pemerintah di kabinet Merah Putih Prabowo Gibran. Seperti Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko, serta Wamentan Sudaryono di kampus Universitas Gadjah Mada.
Menanggapi pertanyaan mengapa mahasiswa tidak menunggu sesi tanya jawab dan memilih melakukan aksi saat acara berlangsung, Mesa menegaskan aksi tersebut merupakan bagian dari Gerakan Mahasiswa Gadjah Mada.
Menurut Mesa, sejak awal mahasiswa menilai forum tersebut tidak dirancang sebagai ruang diskusi yang kritis dan berimbang.
Mesa menilai komposisi narasumber yang seluruhnya berasal dari kalangan pejabat pemerintah berpotensi menghadirkan narasi tunggal di ruang akademik.
Ia mempertanyakan mengapa akademisi maupun pihak yang memiliki pandangan berbeda tidak dilibatkan dalam forum tersebut.
Menanggapi hal itu, Pegiat Media Sosial Ade Armando mempertanyakan siapa penyelenggara acara tersebut.
Mesa menjelaskan kegiatan itu diselenggarakan oleh Total Politik, sementara Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK UGM) hanya menyediakan lokasi acara.
Mesa menegaskan bahwa substansi kegiatan tersebut tidak serta-merta mencerminkan sikap politik UGM maupun GIK.
Ia juga menyebut tidak ada perwakilan mahasiswa yang diundang sebagai pembicara dalam forum tersebut.
Mahasiswa yang hadir, kata Mesa, hanya berstatus peserta atau penonton dan tetap harus melakukan reservasi untuk mengikuti acara.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/2-1bsPxJ2Sc
#mahasiswa #ugm #ricuh
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/675741/mahasiswa-ugm-bongkar-alasan-bubarkan-diskusi-bukan-dialog-tapi-monolog-rosi
Menanggapi pertanyaan mengapa mahasiswa tidak menunggu sesi tanya jawab dan memilih melakukan aksi saat acara berlangsung, Mesa menegaskan aksi tersebut merupakan bagian dari Gerakan Mahasiswa Gadjah Mada.
Menurut Mesa, sejak awal mahasiswa menilai forum tersebut tidak dirancang sebagai ruang diskusi yang kritis dan berimbang.
Mesa menilai komposisi narasumber yang seluruhnya berasal dari kalangan pejabat pemerintah berpotensi menghadirkan narasi tunggal di ruang akademik.
Ia mempertanyakan mengapa akademisi maupun pihak yang memiliki pandangan berbeda tidak dilibatkan dalam forum tersebut.
Menanggapi hal itu, Pegiat Media Sosial Ade Armando mempertanyakan siapa penyelenggara acara tersebut.
Mesa menjelaskan kegiatan itu diselenggarakan oleh Total Politik, sementara Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK UGM) hanya menyediakan lokasi acara.
Mesa menegaskan bahwa substansi kegiatan tersebut tidak serta-merta mencerminkan sikap politik UGM maupun GIK.
Ia juga menyebut tidak ada perwakilan mahasiswa yang diundang sebagai pembicara dalam forum tersebut.
Mahasiswa yang hadir, kata Mesa, hanya berstatus peserta atau penonton dan tetap harus melakukan reservasi untuk mengikuti acara.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/2-1bsPxJ2Sc
#mahasiswa #ugm #ricuh
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/675741/mahasiswa-ugm-bongkar-alasan-bubarkan-diskusi-bukan-dialog-tapi-monolog-rosi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Komi ini bisa
00:05Aksi kejar-kejaran itu sebetulnya karena mereka menghindar
00:09Kami tidak akan mengejar-ngejar mereka
00:11Seandainya mereka menjawab satu pertanyaan sederhana saya
00:16Apakah mereka merasa besar?
00:25Kami bertiga hadir, secara demokratis kita berdiskusi
00:29Ditanya apa saja, tidak ada masalah
00:31Diadili seperti apa saja, kita oke, tidak ada masalah
00:34Dan barangkali kalau memang ada koreksi, ada masukan
00:36Juga kita ingin perbaikan
00:42Belum sampai pada tahap saya jawab sama sekali, belum
00:44Mereka tidak naik setelah satu orang
00:46Langsung rombong, puluhan, jadi turun dari tribun
00:49Dengan membuat toa, beberapa daya, beberapa daya, beberapa daya
00:51Mereka tidak mengajukan pertanyaan
00:56Mila prakyat Indonesia
00:57Mila kurung yang melawan
01:00Mila perempuan rakyat Indonesia
01:03Milaur
01:04Proal Friendship Art tadi
01:05Itu adalah bentuk ekspresi kecewaan
01:08Kemarahan
01:09Intinya ya, kami merasa termappunya hak
01:11Untuk mengekspresikan kecewaan tadi, kemarahan tadi
01:14Ketidakpercayaan tadi
01:15Karena selama bertahun-tahun
01:16Kita sudah dipindes
01:28Selamat malam, program Rosi kembali hadir ke hadapan Anda sebagai ruang opini, sumber informasi.
01:34Saya Tifal Solesa, diskusi publik yang menghadirkan tiga pejabat pemerintahan Prabowo Gibran di Universitas Gajah Mada Yogyakarta berakhir icuh.
01:44Mahasiswa UGM yang kecewa menilai forum itu bukan diskusi, namun hanya ajang sosialisasi.
01:51Malam ini saya mengundang Ketua Umum Serikat Mahasiswa UGM, Mesa, dan Pegiat Media Sosial, Ade Armando.
01:58Selamat malam semuanya, apa kabar?
02:00Baik, baik. Alhamdulillah.
02:01Terima kasih sudah datang bersama Kak Bik.
02:03Mesa apa kabar?
02:04Alhamdulillah, baik.
02:05Terima kasih juga sudah mau datang dari Yogyakarta ke Jakarta untuk berdiskusi bersama saya kali ini.
02:09Kalau saya mau mengutip pernyataan Anda dalam konferensi pers kemarin tanggal 17 Juni, Anda bilang forum diskusi di area kampus
02:18Anda saat itu sebagai forum yang hanya menampilkan narasi keberhasilan pemerintah daripada membuka peluang masyarakat untuk berdialog yang kritis terhadap
02:26berbagai persoalan.
02:28Muncul pertanyaan begini, kenapa tidak membiarkan diskusi itu berjalan secara tuntas dan Anda memberikan pertanyaan-pertanyaan atau argumentasi saat diskusi
02:37itu berjalan?
02:37Kenapa harus dengan menggeruduk diskusi itu?
02:41Pertama-tama mungkin yang perlu digarisbawahi adalah apa yang menjadi unjuk rasa dari aksi di malam hari itu merupakan aksi
02:51atau unjuk rasa yang diwadahi oleh gerakan mahasiswa Gajah Mada.
02:54Yang dalam hal ini saya pun kawan-kawan Serikat Mahasiswa melebur dalam gerakan mahasiswa Gajah Mada itu.
03:00Dan mengapa kami tidak menunggu untuk tanya jawab?
03:04Karena sedari awal kami melihat bahwasannya acara tersebut bukan diskusi, tapi lebih ke monolog, lebih ke sosialisasi, bahkan sebenarnya lebih
03:12ke kampanye perihal program strategis, capaian-capaian, dan banyak hal yang...
03:17Kami khawatir ketika diskusi-diskusi acara-acara di kampus kami, itu justru diisi hanya dalam komposisi narasumber-narasumber dari pejabat
03:32pemerintahan,
03:32sementara Universitas Gajah Mada memiliki jati diri sebagai kampus keberjuangan, kampus kerakyatan, dan kampus Pancasila pun Gajah Mada memiliki pusat
03:41studi Pancasila,
03:43mengapa justru pusat studi Pancasila tidak dilibatkan dalam diskusi itu?
03:47Atau setidaknya akademisi lain, atau orang-orang yang sekiranya diskusi itu supaya imbang.
03:53Pun juga memang yang kami khawatirkan adalah nantinya justru peserta yang ada di acara tersebut hanya dipertontonkan, hanya ditanam narasi
04:04-narasi rezim yang nantinya justru meninabubukan mereka.
04:08Masalahnya begini, sorry saya potong, karena dalam pernyataan terakhir yang disampaikan Wamentan Sudaryono kepada kami di program Sampai Indonesia malam
04:14kemarin tanggal 16 Juni,
04:16ia bilang acara baru berjalan 40 menit, belum masuk sesi Tanah Jawa, tapi teman-teman sudah menggeruduk, kenapa tidak dibiarkan
04:21dituntaskan dulu saja?
04:22Dari awal rundown yang kami terima, jadi jam pukul 7 itu dimulai acara, 15 menit stand up komedi, sisanya kopdar.
04:30Jadi dari rundown acaranya itu sendiri, tidak ada sesi tanya-jawab, mungkin memang host akan membawakan ke sesi tanya-jawab
04:38itu.
04:39Tapi dari 40 menit yang dijalankan di awal, lebih condong menarasikan atau menanamkan ya narasi-narasi rezim, narasi-narasi...
04:53Saya jadi harus bertanya ya, ini sebenarnya acara siapa?
04:56Di GIK.
04:58Jadi penyelenggarannya itu total politik kan?
05:01Total politik.
05:03Itu GIK itu hanya menyediakan penyur.
05:06Dalam hal ini GIK juga menjadi unit bisnis dari UGM.
05:10Apa yang menjadi kegiatan, acara, atau substansi dari acara yang diselenggarakan di GIK, itu tidak merepresentasikan, tidak serta-merta menjadi
05:19bagian dari keberpihakan politiknya GIK ataupun UGM.
05:23Ya ini total politik menyelenggarakan acara itu.
05:26Mereka mengundang tiga, Budi Man Sujarniko, Nusron Wahid, dan Sudaryono.
05:34Mereka datang, itu diumumkan kepada publik.
05:39Siapa yang mau datang, silahkan.
05:41Jadi tidak ada mahasiswa yang sebelumnya diundang ke sana.
05:43Tidak.
05:44Tidak ada jurubicara mahasiswa yang diundang.
05:46Tidak.
05:47Di Serikat Mahasiswa UGM sendiri tidak mendapatkan.
05:50Tidak mendapatkan undangan.
05:51Jadi hadir sebagai penonton.
05:54Dan perlu reservasi untuk hadir.
05:56Harus apa?
05:57Harus reservasi.
05:58Sudah reservasi?
05:59Ya.
06:00Reservasi artinya mengatakan, saya mau datang.
06:02Ya.
06:02Jadi di pamflet untuk acaranya itu sendiri, peserta yang hadir itu diharapkan mengisi reservasi dulu.
06:12Oke, sudah reservasi.
06:13Anda termasuk yang mengisi reservasi, kan?
06:16Saya tidak mengatasnamakan nama saya untuk reservasi.
06:20Tapi mengatasnamakan.
06:22Tapi saya reservasi.
06:23Reservasi.
06:24Apa yang Anda khawatirkan?
06:25Apa yang Anda, mengapa kemudian Anda menggali bagian yang itu?
06:27Karena begini, Anda datang ke sana, ya.
06:30Anda mungkin kecewa.
06:32Karena ternyata, pertama-tama orang harus tahu, ya.
06:34Ini bukan acara UGM kalau gitu, kan?
06:36Ini acara yang total politik.
06:38UGM bahkan tidak terlibat sama sekali.
06:40Mahasiswa tidak terlibat sama sekali dalam acara itu, ya.
06:43Cuman kemudian mereka mengatakan, kata total politik,
06:46kalau kalian mau datang boleh, nih.
06:48Ya, karena ini adalah sebuah acara buat publik.
06:51Tapi kalau Anda mau datang, Anda harus reservasi dulu.
06:54Betul begitu, kan?
06:55Betul.
06:55Anda sudah reservasi, Anda datang, ya.
06:58Anda tidak tahu rundown-nya?
07:01Saya tahu.
07:02Jadi Anda sudah tahu bahwa sebenarnya tidak akan ada tanya jawab sejak awal?
07:05Di rundown itu tidak disertakan.
07:07Nah, saya mau bilang begini, Anda itu sudah datang,
07:12kenapa Anda pertanyaan tadi, saya rasa sangat penting.
07:15Kenapa tidak ditunggu dulu, sampai orang selesai bicara,
07:20baru kemudian mengutarakan kekecewaan Anda, pertanyaan Anda.
07:26Tapi ini kan apa yang kita tahu, ya.
07:27Kita kan juga belajarnya dari apa yang ditayangkan di media, ya.
07:31Itu langsung ada serangan yang seperti teriakan bahwa,
07:34Budiman pengkhianat reformasi, ya.
07:37Dan belakangan sampai ada teman-teman Anda itu yang berteriak-teriak,
07:41revolusi, revolusi, revolusi.
07:43Itu yang buat saya mengherankan, atau bahkan mengecewakan.
07:47Kalau kemudian pakai klem begini, karena mendengar dari durasi 40 menit diskusi itu,
07:51mereka langsung menggeruduk dengan alasan substansinya itu malah menjadi
07:56mengbanggakan apa yang menjadi capaian pemerintah,
07:59tanpa melihat apa kejadian di lapangan, masuk akal tidak menurut Anda?
08:01Tidak sebetulnya ada cara yang jauh lebih beradab menurut saya.
08:05Mungkin di 40 menit pertama, itu tidak ada tukar pikiran, tukar gegasan, tukar ide.
08:11Mereka presentasi.
08:12Mereka presentasi, dan pun ada beberapa hal yang itu tidak bisa dipungkiri,
08:18memantik saya pribadi.
08:19Misalnya, apa yang dengan lantang yang mereka katakan bahwa,
08:23kami bertiga ini adalah satuan pendukung Prabowo Gibran.
08:27Kalau tidak salah, Pak Nusron berkata,
08:31kalian mengkritik di hadapan saya saja, jangan di media sosial.
08:35Pun juga, di malam ini adili kami saja.
08:38Nah, trigger, ungkapan-ungkapan itulah yang justru kami coba untuk,
08:44ya sudah akomodir.
08:46Tidak, pertanyaan saya adalah, kan biasa lagi diskusi ya,
08:50orang presentasi, selesai ini, era presentasi.
08:53Anda akan angkat tangan dan mengatakan, saya ingin berpendapat.
08:56Saya ingin menyanggah.
08:57Saya tidak setuju dengan pandangan Anda.
09:00Apa yang Anda katakan tadi, membuat saya marah.
09:03Kan itu bisa dilakukan.
09:05Kembali ke pernyataan saya di awal,
09:08bahwa acara itu sebetulnya bukan diskusi,
09:09tapi lebih ke sosialisasi.
09:11Mengapa?
09:12Karena, ya kita tahu bentuk-bentuk diskusi.
09:15Diskusi ilmiah, diskusi akademik, FGD misalnya.
09:19Meski Pak Presiden mungkin tidak senang dengan FGD.
09:22Menurut saya kan cara yang termudah adalah,
09:24Anda berusaha mengajukan pertanyaan,
09:27pasti ada dong moderatornya di situ.
09:30Ada nggak?
09:31Host.
09:32Hostnya?
09:32Ada kan?
09:33Anda ngomong ke host,
09:35saya minta agar saya diberi kesempatan bicara.
09:38Saya menganggap bahwa apa yang dikatakan oleh Mas Nusron tadi,
09:42atau Mas Budiman tadi,
09:43itu sama sekali tidak benar.
09:45Misalnya begitu.
09:47Itu bahkan belum Anda lakukan,
09:49Anda tidak lakukan itu kan?
09:51Yang terjadi adalah,
09:53pada saat Mas Budiman sedang bicara,
09:56salah seorang teman Anda itu langsung berteriak,
09:58Anda pengkhianat.
10:00Poinnya adalah?
10:01Ya, bukan begitu cara diskusi dong.
10:03Ya, tapi menurut Bapak.
10:06Ya.
10:07Apakah acara tersebut diskusi?
10:09Tapi kalau misalkan kita tidak bisa menyamakan dulu groundingnya,
10:14kami rasa itu bukan diskusi.
10:16Diskusi menurut Anda dalam bentuk apa harusnya?
10:17Ya.
10:18Diskusi ada pertukaran di sana, Pak.
10:19Ya.
10:20Dalam hal ini,
10:21itu monolog satu arah,
10:23pun juga...
10:24Kan belum tiba pada tahap di mana Anda diberi kesempatan bicara?
10:28Pak,
10:29kita perlu melihat juga,
10:32misalkan dari komposisi narasumber,
10:33penyelenggara,
10:34dan pun dari dalam hal ini,
10:38relasi kuasa yang timpang di sana.
10:40Kami sebagai peserta,
10:42itu hanya dipertontonkan,
10:44dan pun juga dibatasi oleh reservasi.
10:46Sementara mereka,
10:48itu dari susunan acara,
10:51rangkaian kegiatan dan lain sebagainya,
10:53itu condong ke...
10:56kesempatan yang diberikan kepada narasumbernya.
10:59Bukan kepada kami sebagai peserta untuk adanya tukar gagasan.
11:02Harus ada pihak penyeimbang,
11:03mungkin dimaksudkan oleh teman-teman Sema ini.
11:06Memang belum waktunya barangkali.
11:09Belum saatnya di mana si moderator akan bilang,
11:13sekarang kesempatan buat teman-teman mengajukan pertanyaan.
11:16Belum sampai sana, kan?
11:18Tapi gini,
11:19saya mau bilang satu hal dulu.
11:20Menurut Anda diskusi yang setara bagaimana kemudian?
11:22Gini, sebentar dulu ya.
11:23Saya mau bilang,
11:24supaya penonton juga jangan salah sangka dengan apa yang saya katakan ini.
11:27Saya itu apresiasi loh sama gerakan mahasiswa.
11:30Saya itu merasa Anda atau senior Anda yaitu Mas Tio itu,
11:37betapapun saya bisa gak setuju dengan apa yang dia katakan ya,
11:40betapapun saya bisa gak setuju dengan apa yang Anda katakan,
11:43itu adalah anak-anak muda yang menurut saya,
11:45harus terus diberikan kesempatan untuk berbicara,
11:48mengkritik, memprotes, dan seterusnya.
11:51Tapi, apa yang saya lihat di sini betul-betul mengecewakan loh,
11:55bahwa Anda dan teman-teman atau teman-teman Anda,
11:57saya yakin bukan Anda yang teriak-teriak revolusi-revolusi gitu ya,
12:01saya yakin bukan ya, bukan kan?
12:03Anda gak termasuk yang teriak revolusi?
12:05Saya termasuk.
12:06Oh termasuk, oke.
12:07Jadi, saya menurut saya gini, kenapa Anda kan berharap ini menjadi acara diskusi, ya?
12:14Terus Anda menyimpulkan, ini gak diskusi nih, ini sosialisasi nih.
12:18Gak apa-apa, Anda punya persepsi semacam itu,
12:21tapi bukankah Anda sebaiknya memang menggunakan forum itu,
12:25dan Anda bilang kepada para moderator itu,
12:27saya gak terima ya kalau saya gak bisa ngomong,
12:30saya udah datang ke sini jauh-jauh, ya?
12:32Dan barangkali saya juga udah dikritik oleh teman-teman yang lain,
12:36saya ingin agar saya diberi kesempatan bicara pada Anda,
12:39pada bapak-bapak ini,
12:41supaya gak cuma satu arah, mes.
12:43Tapi kalau kemudian alasannya karena komposisi narasumber,
12:45membuat diskusi lebih hidup harusnya bervariatif dong.
12:48Tidak hanya datang dari pemerintah, tapi juga dari pihak lain.
12:50Saya mau bilang begini,
12:52sejak awal sudah jelas,
12:54ya akan bicara tiga orang.
12:56Ada total politik, ada tiga orang, ya?
12:59Kalau Anda itu gak puas,
13:02tidak nyaman, tidak setuju.
13:03Cara yang terbunah adalah sejak awal Anda bilang,
13:06ini nanti kami diberi kesempatan bicara gak?
13:08Ya sebelum mulai ini ya.
13:10Kalau enggak, saya pulang sekarang.
13:12Teman-teman kita pulang aja, gak ada gunanya ini.
13:15Tapi itu lakukan dengan cara yang,
13:17kalau pakai istilah saya, beradab.
13:20Apa yang Anda lakukan tuh menurut saya jadinya mengecewakan.
13:23Maaf sekali.
13:24Bisa diterima, Kak?
13:25Apakah dengan cara seperti itu,
13:28para pejabat pun juga istana,
13:30akan mendengarkan apa yang menjadi,
13:34apa ya?
13:35Yang menjadi kegelisahan, konser.
13:36Kegelisahan kami.
13:37Ya kita gak tahu karena gak pernah terjadi.
13:39Akhirnya tidak pernah terjadi tuh.
13:41Di Semarang sempat terjadi,
13:43pun di kota-kota lain sempat terjadi,
13:45pun juga dalam hal ini,
13:48mungkin yang Bapak maksud seminar mungkin apa ya?
13:51Enggak, diskusi aja.
13:52Kan, seminar juga merupakan diskusi formal,
13:57yang mana ada segmen untuk nanti presentasi,
13:59setelah presentasi itu nanti ada tanya-jawab, betul kan?
14:02Apalah namanya.
14:04Anda mau bilang diskusi, Anda mau bilang sosialisasi,
14:07mau bilang apapun,
14:08yang menurut saya penting di sini adalah komunikasi.
14:11Ada tiga pejabat datang ke Jogja,
14:14ya dia ingin bicara sama mahasiswa UGM.
14:18Nah, mahasiswa UGM-nya curiga nih.
14:20Anda itu tidak sedang mengajak kami bicara,
14:24bukan mengajak kami diskusi.
14:26Anda itu sedang taruh,
14:27Anda mau bilang membrainwash kami,
14:29misalnya gitu ya.
14:30Nah, lakukan itu sejak awal menurut saya.
14:33Anda angkat tangan sejak awal,
14:35di situ ada moderator total politik,
14:39dan ada bilang,
14:40kami akan dikasih kesempatan bicara gak nanti,
14:43kalau setelah mereka ngomong selesai 40 menit,
14:45kami bicara 40 menit juga bisa gak?
14:48Dan ketika itulah mustinya,
14:50menurut saya lagi-lagi minta maaf,
14:52Anda itu punya pembagian kerja,
14:56mungkin Anda sendiri mes,
14:57karena Anda anak filsafat,
14:58Anda ketua serikat mahasiswa tadi ya,
15:02Anda akan menjadi penanya pertama,
15:04penanya kedua, penanya ketiga.
15:06Begitu Anda gak diberi kesempatan,
15:08terbukti bahwa ini memang bukan komunikasi.
15:11Pernyataan Anda ini mengingatkan saya,
15:13pada unggahan yang Anda muat di akun Instagram hari ini.
15:16Di akun Instagram Anda,
15:18adearmando__official,
15:19Anda bilang,
15:20tuntutan mahasiswa,
15:21ini bicara secara umum berarti ya,
15:22secara umum tuntutan mahasiswa dalam berbagai demonstrasi,
15:25di berbagai daerah,
15:26Anda menyebut,
15:27tuntutan mahasiswa,
15:28menurut Anda,
15:29kurang menunjukkan pemahaman yang cukup mengenai apa yang terjadi.
15:32Termasuk Anda bilang,
15:34kritik yang baik bukan hanya dilihat dari kesalahan,
15:36tapi mampu lihat apa yang salah,
15:38dan apa yang telah diperbaiki.
15:39Tolok ukur mana yang bisa diukur dari demonstrasi yang berjalan sekarang?
15:43Terima kasih.
Komentar