Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Pola penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia yang dinilai masih jauh dari tepat sasaran mendapat sorotan tajam Bank Dunia (World Bank). Fakta mencengangkan pun diungkap lembaga keuangan global itu, bahwa kelompok rumah tangga terkaya justru menjadi penerima manfaat terbesar dari subsidi energi yang dibiayai negara.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #SubsidiBBM #Pertamax

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Pola penyaluran subsidi bahan bakar minyak di Indonesia yang dinilai masih jauh dari tepat sasaran mendapat sorotan tajam Bandunia, World
00:07Bank.
00:08Fakta mencengangkan pun diungkap lembaga keuangan global itu,
00:12bahwa kelompok rumah tangga terkaya justru menjadi penerima manfaat terbesar dari subsidi energi yang dibiayai negara.
00:18Dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026,
00:22Bandunia mengungkapkan bahwa 20% rumah tangga terkaya di Indonesia menikmati sekitar setengah dari total subsidi BBM yang diberikan pemerintah.
00:28Bandunia menilai kondisi tersebut semakin bermasalah ketika harga minyak dunia melonjak.
00:34Selain memperbesar beban fiskal negara,
00:36mekanisme subsidi yang berlaku saat ini dinilai gagal melindungi kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
00:42Menurut catatan lembaga keuangan internasional itu,
00:45belanja subsidi energi Indonesia mencapai 1,6% dari produk domestik bruto, PDB,
00:50menjadikannya salah satu komponen pengeluaran publik yang cukup besar.
00:54Akibatnya, ruang fiskal pemerintah untuk membiayai program pembangunan dan perlindungan sosial menjadi semakin terbatas.
01:01Untuk mengatasi persoalan tersebut,
01:03Bandunia menawarkan tiga langkah reformasi subsidi BBM.
01:06Pertama, pemerintah disarankan melakukan penyesuaian harga BBM secara bertahap
01:11agar selisih antara harga subsidi dan harga pasar semakin kecil.
01:15Langkah kedua adalah menyalurkan bantuan langsung tunai kepada 40% rumah tangga termiskin
01:19sebagai kompensasi atas kenaikan harga energi.
01:23Menariknya, Bandunia menilai biaya bantuan tersebut relatif kecil,
01:27hanya sekitar 10% dari total penghematan yang diperoleh dari reformasi subsidi BBM.
01:31Adapun langkah ketiga adalah mengalihkan dana hasil penghematan subsidi
01:34untuk memperkuat program perlindungan sosial, investasi publik,
01:38serta mendukung mata pencaharian masyarakat yang terdampak kebijakan tersebut.
01:41Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan