Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Tak jarang dalam kehidupan sehari-hari, kita bertemu dengan orang yang sikapnya melelahkan. Entah itu teman, rekan kerja, bahkan orang terdekat. Ada yang gemar menyalahkan, sulit diajak komunikasi, atau justru sering menciptakan suasana negatif.
Situasi seperti ini kerap disebut sebagai berhadapan dengan orang problematik atau toksik. Meski istilahnya populer di media sosial, kondisi ini nyata dan bisa berdampak pada kesehatan mental.

Melansir YourTango, orang yang bersifat toksik biasanya menunjukkan perilaku manipulatif, melelahkan secara emosional, dan cenderung mementingkan diri sendiri. Mereka juga kerap menciptakan tekanan bagi orang di sekitarnya.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #tips #orangtoksik

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Transkrip
00:007 Cara Hadapi Orang Toksik Tanpa Ikut Terseret
00:02Tak jarang dalam kehidupan sehari-hari, kita bertemu dengan orang yang sikapnya melelahkan.
00:07Entah itu teman, rekan kerja, bahkan orang terdekat.
00:11Ada yang gemar menyalahkan, sulit diajak komunikasi, atau justru sering menciptakan suasana negatif.
00:18Situasi seperti ini kerap disebut sebagai berhadapan dengan orang problematik atau toksik.
00:23Meski istilahnya populer di media sosial, kondisi ini nyata dan bisa berdampak pada kesehatan mental.
00:29Melansir your tango, orang yang bersifat toksik biasanya menunjukkan perilaku manipulatif,
00:34melelahkan secara emosional, dan cenderung mementingkan diri sendiri.
00:38Mereka juga kerap menciptakan tekanan bagi orang di sekitarnya.
00:42Perilaku ini memang bukan diagnosis medis, tetapi bisa berkaitan dengan masalah psikologis tertentu,
00:47seperti gangguan kepribadian atau kondisi emosional yang tidak stabil.
00:50Lalu, bagaimana cara menghadapinya tanpa ikut terseret?
00:54Berikut beberapa hal yang bisa kamu terapkan.
00:56Satu, kenali tanda-tandanya lebih dulu.
01:00Langkah pertama adalah menyadari situasi.
01:03Mengutip WebMD, beberapa tanda saat berhadapan dengan orang problematik antara lain merasa dimanipulasi,
01:09sering bingung dengan sikapnya, terus-menerus merasa bersalah,
01:12hingga tidak pernah merasa nyaman saat berada di dekatnya.
01:14Jika kamu sering merasakan hal tersebut,
01:16bisa jadi kamu sedang berhadapan dengan orang yang tidak sehat secara emosional.
01:21Dua, berani bicara, tapi tetap tenang.
01:24Menghindari konflik memang terasa lebih aman, tetapi bukan berarti harus selalu diam.
01:29Cobalah menyampaikan ketidaknyamanan secara langsung saat ada perilaku yang mengganggu.
01:34Tetap jaga cara penyampaian dengan komunikasi asertif, tenang, jelas, dan tidak menyalahkan.
01:40Cara ini jauh lebih efektif dibanding emosi yang meledak-ledak.
01:44Tiga, jangan mudah terpancing reaksi.
01:46Orang problematik sering memicu emosi orang lain,
01:49entah untuk mencari perhatian atau ingin, menang, dalam situasi.
01:54Karena itu, penting untuk mengelola respons diri.
01:57Kamu mungkin tidak bisa mengubah orang lain,
02:00tetapi kamu bisa mengontrol bagaimana bereaksi.
02:03Tetap tenang justru bisa meredakan konflik sebelum membesar.
02:06Empat, tetapkan batasan yang jelas.
02:08Salah satu kunci penting adalah menetapkan boondari.
02:12Misalnya, membatasi topik pembicaraan, frekuensi bertemu,
02:16atau cara mereka memperlakukanmu.
02:19Orang yang terbiasa bersikap toksik mungkin tidak menyukai batasan ini,
02:22bahkan bisa membuatmu merasa bersalah.
02:25Namun, menjaga batas tetap penting untuk melindungi diri.
02:29Lima, coba pahami, tapi jangan membenarkan.
02:32Pendekatan empati dapat membantu.
02:35Cleveland Clinic menyebut,
02:36memahami bahwa seseorang mungkin sedang menghadapi stres
02:39atau masalah pribadi bisa meredakan ketegangan.
02:42Namun, empati bukan berarti membenarkan perilaku yang merugikan.
02:46Tetap ada batas antara memahami dan membiarkan diri disakiti.
02:50Enam, fokus pada diri sendiri.
02:52Berhadapan dengan orang problematik sering menguras energi.
02:56Karena itu, penting untuk kembali fokus pada diri sendiri.
03:00Bangun relasi yang sehat,
03:02cari lingkungan suportif,
03:03dan jangan ragu mencari bantuan profesional jika diperlukan.
03:06Tujuh, jika perlu, jaga jarak.
03:09Jika berbagai cara sudah dilakukan tetapi situasi tetap tidak sehat,
03:13menjaga jarak bisa menjadi pilihan.
03:16Dalam beberapa kondisi,
03:17membatasi interaksi atau bahkan menjauh adalah langkah paling realistis
03:20untuk menjaga kesehatan mental.
03:22Jangan lupa untuk mencari kesehatan mental.
03:22selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan