Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Nasabah bank perlu semakin waspada terhadap maraknya kejahatan siber di tengah pesatnya perkembangan layanan digital. Salah satu modus yang paling sering digunakan pelaku adalah phishing, yang menyasar pengguna mobile banking, media sosial, email, hingga aplikasi dompet digital.
Hingga kini, masih banyak masyarakat yang menjadi korban phishing. Akibatnya, korban tidak hanya kehilangan akses akun dan data pribadi, tetapi juga mengalami kerugian finansial karena dana di rekening mereka terkuras setelah terjebak tautan palsu atau pesan mencurigakan.

Oleh karena itu, pemahaman mengenai phishing dan berbagai bentuk penipuan digital menjadi hal penting untuk melindungi diri dari kejahatan siber.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #phishing #phishingbank #penipuan

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Korban masih berjatuhan? Kenali tanda-tanda phishing bagi nasabah bank.
00:04Maraknya layanan digital turut diikuti meningkatnya kejahatan siber,
00:07terutama phishing yang menyasar pengguna mobile banking, media sosial, email, hingga dompet digital.
00:13Banyak korban kehilangan data pribadi dan dana direkening akibat terjebat tautan palsu atau pesan penipuan.
00:20Phishing dilakukan dengan menyamar sebagai pihak terpercaya untuk mencuri informasi penting
00:24seperti password, PIN, kode OTP, one-time password, nomor kartu kredit, dan data rekening.
00:30Modusnya kini semakin canggih, termasuk melalui panggilan telepon atau video call berbasis kecerdasan buatan,
00:36artificial intelligence AI.
00:38Apa itu phishing?
00:39Phishing umumnya dilakukan dalam tiga tahap,
00:42yakni mengirim umpan berupa pesan mendesak,
00:44mengarahkan korban ke situs palsu yang menyerupai situs resmi,
00:47lalu mencuri data yang dimasukkan korban.
00:50Beberapa modus yang sering ditemukan antara lain email phishing,
00:53SMS phishing, phishing melalui telepon atau video call,
00:56serta spare phishing yang menargetkan korban tertentu menggunakan data pribadi agar terlihat meyakinkan.
01:01Bagaimana cara mendeteksi phishing?
01:04Masyarakat dapat mengenali phishing dengan memeriksa alamat situs secara teliti.
01:09Situs palsu biasanya menggunakan domain yang mirip dengan situs resmi namun memiliki tambahan karakter atau ejaan berbeda.
01:15Tanda lainnya adalah penggunaan bahasa yang mendesak dan mengancam,
01:19seperti pemberitahuan akun akan diblokir atau permintaan verifikasi segera.
01:22Pelaku juga kerap meminta data rahasia seperti password, PIN, OTP, one-time password, dan CVV, card verification value.
01:31Selain itu, pesan phishing sering mengandung kesalahan ejaan, tata bahasa yang tidak wajar, atau tampilan yang mencurigakan.
01:38Berikut tips menghindari phishing.
01:40Jangan sembarangan mengklik tautan yang diterima melalui pesan atau email.
01:45Pastikan selalu mengakses layanan melalui situs resmi.
01:49Nasabah juga tidak boleh memberikan password, PIN, maupun OTP, one-time password, kepada siapapun,
01:55serta disarankan mengganti password dan PIN secara berkala.
01:59Peningkatan literasi digital bagi diri sendiri dan keluarga menjadi langkah penting
02:03karena banyak korban phishing berasal dari kurangnya pemahaman terhadap ancaman siber.
02:07Seribu laporan setiap hari.
02:09Otoritas Jasa Keuangan, OJK, mencatat penipuan keuangan masih marak terjadi.
02:14Melalui Indonesia Anti-Skam Center, IASC, terkumpul 548.093 laporan,
02:21terdiri dari 268.989 laporan dari pelaku usaha dan 279.104 laporan langsung dari masyarakat.
02:29Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK,
02:36Diki Kartiono, menyebut terdapat 932.138 rekening terverifikasi,
02:41dengan 485.758 rekening telah diblokir serta 106.477 nomor telepon diblokir karena terkait penipuan.
02:50OJK menghadapi tantangan berupa lonjakan pengaduan yang mencapai sekitar 1.000 laporan per hari
02:54atau 3 hingga 4 kali lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara lain.
02:58Direktur Information Technology, IT, PT Bank Rakyat Indonesia, Persero, TBK, BRI, Saladin DFND,
03:06mengatakan salah satu modus yang paling sering digunakan pelaku adalah penyebaran tautan palsu
03:10melalui pesan singkat, email, dan aplikasi percakapan untuk mencuri user ID, PIN, password,
03:17hingga OTP, one-time password, melalui teknik rekayasa sosial, social engineering.
03:22BRI mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tautan yang mencurigakan.
03:27Pastikan selalu mengakses layanan melalui kanal resmi BRI
03:29dan tidak pernah membagikan data pribadi kepada pihak manapun.
03:32Ujarnya
03:33Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan