Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi Indonesia saat ini, mulai dari melemahnya daya beli masyarakat hingga ketidakpastian ekonomi global, berbagai pihak menyoroti langkah-langkah yang perlu menjadi prioritas pemerintah untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, masyarakat juga dituntut untuk mampu beradaptasi dan menyikapi kondisi ekonomi secara bijak di tengah dinamika yang terus berkembang.

Untuk membahas isu tersebut lebih mendalam, kami akan berbincang bersama Rahma Gafmi, Guru Besar Ekonomi Moneter Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga

#ekonomiglobal #indonesia #masyarakat

Baca Juga Fahri Hamzah Akui Sering Debat dengan Prabowo, Pesan Feri Amsari: Bekerja Jangan Pidato | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/674617/fahri-hamzah-akui-sering-debat-dengan-prabowo-pesan-feri-amsari-bekerja-jangan-pidato-rosi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674618/full-tantangan-ekonomi-indonesia-pakar-bahas-prioritas-pemerintah-strategi-masyarakat
Transkrip
00:00Saudara, di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi Indonesia saat ini,
00:05mulai dari daya beli masyarakat hingga ketidakpastian global,
00:08sebenarnya langkah apa yang harus menjadi prioritas pemerintah
00:12dan bagaimana masyarakat sebaiknya menyikapi kondisi ekonomi saat ini?
00:16Kita akan membahasnya bersama Guru Besar Ekonomi Monitor,
00:19Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Erlangga,
00:22bersama Profesor Rahma Gahmi.
00:25Selamat siang, Prof.
00:27Selamat siang, Mas Widi.
00:28Baik, Prof. terima kasih untuk waktunya di Kompas siang hari ini.
00:33Prof, saat ini Pertamax naik, harga-harga bahan pokok juga naik,
00:37kemudian BI rate naik.
00:39Sebenarnya Anda menilai situasi kita, situasi ekonomi saat ini seperti apa?
00:44Ya, gini Mas, saat ini memang perekonomian Indonesia itu berada dalam posisi resilient yang diuji ketahanannya ya.
00:55Jadi di satu sisi, Mas Widi, indikator makroekonomi itu seperti pertumbuhan itu masih relatif stabil di kisaran 5%.
01:04Namun di sisi lain, motor penggerak utama ekonomi domestik itu kan udah mulai mengalami tekanan yang serius, Mas.
01:13Ini nggak main-main.
01:14Kenapa?
01:15Karena itu ada masih melekat eksternal shock yang terjadi di era suku bunga tinggi,
01:21higher for longer sekarang, maka kebijakan moneter bank sentral global itu termasuk adalah The Fed,
01:30itu memaksa bank Indonesia kita ini untuk mempertahankan suku bunganya juga tinggi,
01:36demi menjaga stabilitas rupiah gitu kan.
01:39Nah dampaknya apa? Ini tentunya pada biaya modal perbankan, pada perbankan itu pasti membaik.
01:47Dan juga ekspansi dunia usaha melambat.
01:50Nah terus juga ketegangan Timur Tengah ini, Mas Widi, kan kita nggak tahu ya kapan ini Timur Tengah itu mau
01:56berakhir gitu.
01:57Karena ini kan memicu fluktuasi harga komoditas energi dan pangan juga gitu kan.
02:01Jadi yang sewaktu-waktu itu bisa akan mengerek inflasi kita ya, terutama adalah imported inflation.
02:08Jadi ini yang harga minyak akan meroket itu mungkin tidak bisa kita prediksi sampai kapan.
02:15Karena apalagi pasokan dari Gulf versia drop 50% itu sudah menandakan bahwa kita itu akan terjadi suatu level kritis,
02:24Mas, terhadap energi itu.
02:26Nah kalau hal ini terjadi, maka apa?
02:29Beban APBN, subsidi BBM kita itu akan sangat berat, Mas.
02:34Karena belum lagi kenaikan inflasi yang menjulang tinggi dan sekarang jelas ya, real inflation itu sudah mendekati 4% Mas,
02:43Fidi.
02:43Jadi ada double digit dari threshold sekitar 2%.
02:48Nah tantangan yang sangat luar biasa pada domestik kita terutama adalah pada kelas menengah, Mas.
02:53Jadi ini adalah alarm yang paling nyata sebenarnya Mas, Fidi.
02:57Kenapa? Karena kelas menengah itu menjadi motor konsumsi domestik, mulai makan tabungan gitu ya, waktu sebelum itu.
03:06Sekarang sudah maut ya, akibat laju kenaikan pendapatan yang tidak sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan pokok yang terjadi dan juga
03:15biaya hidup yang semakin meroket.
03:17Prof, kalau daya beli kelas menengah terus menurun, dampaknya akan seperti apa, Prof?
03:21Nah ini Mas, karena kan gini Mas, ini terhimpitnya luar biasa karena kenaikan suku bunga dan harga Pertamax itu juga
03:30bersamaan itu berpotensi menimbulkan kelas menengah itu terhimpit dari sisi kanan-kiri.
03:37Itu kelompok masyarakat yang pengeluaran per kapitanya per bulan itu antara Rp2.200.000 sampai Rp10.000.000, Mas.
03:45Nah, jadi ini akan menanggung kenaikan dari biaya mobilitas dan beban utang.
03:51Nah ini adalah kelompok yang luput dari pantauan pemerintah Mas Fidi.
03:55Yang tentunya ini adalah mempunyai suatu peran strategis sebenarnya kelas menengah itu pada pendorong ekonomi nasional.
04:03Karena apa? Kelas menengah ini Mas Fidi sebagai motor utama PDB kita gitu ya, seperti konsumsi rumah tangga.
04:09Dan ini terbukti ya Mas, dari penjualan retail dan indeks keyakit konsumen itu menurun sekarang.
04:15Tajam dari April sampai Mei gitu Mas Fidi.
04:18Serta juga investasinya juga menurun.
04:21Nah ini Mas Fidi akan berikut sekali karena kalau kita kelompokkan antara yang menuju ke kelas menengah dengan kelas menengah
04:30itu adalah sekitar 81,49 persen Mas.
04:35Ini yang tidak main-main gitu. Karena apa? Kalau ini tergerus-terus daya belinya, ini pasti akan mengancam pada perekonomian
04:43nasional seperti itu.
04:45Baik Prof, apakah ini saat ini bisa menjadi momentum bagi pemerintah untuk menata ulang strategi kebijakan ekonomi nasional atau menurut
04:56Prof seperti apa?
04:57Nah seharusnya ini adalah pemerintah harus mengambil langkah prioritas ya Mas untuk menghadapi situasi ini.
05:07Kenapa? Karena pemerintah ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan narasi ekonomi kita kuat Mas.
05:12Jadi perlu ada bauran kebijakan yang namanya policy mix, yang agresif dan tepat sasaran atau targeted gitu Mas.
05:22Seperti apa prioritas yang harus dilakukan pemerintah saat ini?
05:26Ya jadi gini Mas, perlindungan tidak boleh hanya menyasar masyarakat miskin ekstrim.
05:30Tetapi juga harus mulai memperhitungkan kelompok experience middle class.
05:35Nah ini yang paling rentan turun kelas Mas.
05:38Akibat inflasi dari pangan gitu ya, medis, pendidikan dan segala macam gitu.
05:44Nah terus yang kedua, pemerintah harus mengalihkan fokus insentif Mas dari sektor yang padat modal ke industri padat karya.
05:52Demi apa? Menahan laju PHK dan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.
05:58Nah terus juga saya ingin pemerintah ini mengelola divisi APBN itu dengan sangat disiplin.
06:04Artinya apa Mas Fidi?
06:06Rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara itu harus ditekan agar ruang belanja produktif itu tercipta Mas.
06:13Artinya tidak tergerus.
06:15Jadi intinya pemerintah ini harus menyampingkan egonya.
06:19Jadi ego-ego sektoralnya.
06:21Jadi kalau misalnya ada anggaran-anggaran yang jumbo itu yang tidak menampilkan atau tidak berdampak pada kegiatan produktif gitu ya.
06:30Sehingga bisa memperluas lapangan kerja.
06:33Itu intikan Mas.
06:34Jadi kita harus mementingkan rakyat supaya menang gitu Mas Fidi.
06:37Jangan kita langsung terus-terusan keke gitu dengan misalnya MBG, KDMP.
06:42Itu kesampingan itu gitu.
06:44Jadi ini kita pentingnya sekarang apa?
06:47Karena kalau ini dibiarkan Mas, ambruk ekonomi kita Mas Fidi.
06:51Seperti itu.
06:52Jadi intinya apa?
06:53Jadi pemerintah ini harus mengelola divisi APBN dengan sangat disiplin Mas.
06:58Nggak boleh main-main.
06:59Dan juga koordinasi yang ketat antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan untuk memastikan Mas Fidi.
07:06Instrumen moneter seperti operasi pasar terbuka falas atau baik itu SRBI, SUVBI dan sebagainya itu mampu menjaga stabilitas rupiah tanpa
07:17mematikan ikuditas perbankan domestik.
07:20Itu menurut saya Mas Fidi.
07:22Berarti perlu ada refocusing anggaran untuk program-program prioritas pemerintah seperti MBG, kemudian Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat.
07:33Dan sejauh ini Prof melihat respons pemerintah di bidang ekonomi terutama bagaimana pemerintah merespon melalui komunikasi mereka kepada publik soal
07:44kondisi ekonomi ini seperti apa Prof?
07:46Prof, jadi begini, pemerintah saat ini belum menunjukkan ada suatu kejentelmenan.
07:54Saya itu menginginkan pemerintah itu bersikap seperti PM Singapura.
07:58Jadi menyampaikan kepada publik bahwa situasi ekonomi saat ini memang sedang gelumi, baik itu ada eksternal shock ke kita gitu
08:07ya, walaupun domestik sendiri gitu Mas.
08:10Karena akibat kita ada pelebaran divisit demikian.
08:12Nah, intinya mengajak kepada masyarakat bagaimana masyarakat ini lebih wise dalam memanfaatkan, kalau misalnya yang punya aset bagaimana cara menempatkan
08:23aset,
08:23kalau yang mereka tidak punya aset bagaimana dia bisa mengatur pola hidupnya supaya bisa tetap survive Mas.
08:31Seperti itu Mas Fidi.
08:32Baik, terima kasih Ibu Rafma, Prof. Rafma dari Fakultas Ekonomi Universitas Erlangga.
08:43Terima kasih untuk waktunya bersama kami dan telah berbagi pandangan.
08:47Selamat beraktifitas kembali Prof.
08:50Terima kasih Mas Fidi.
08:51Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan