00:00Tapi saya ingin ke Mas Adi dulu, Mas Adi Prayutno kita tahu demo kemarin adalah suara dari aspirasi tidak hanya
00:07dari kelompok kritis mahasiswa tapi hampir juga masyarakat di Indonesia umumnya kaum menengah.
00:13Karena apa? Karena ada 5 tuntutan soal menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak,
00:20menghentikan program makan bergizi gratis dan pembangunan kooperasi Desa Merah Putih,
00:24menghentikan militerisme di ranah sipil, mendesak presiden mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti mengelak.
00:30Apakah ini akan didengar oleh pemerintah dari 5 poin ini? Kalau dari sisi politiknya, menurut Anda?
00:40Ya, saya kira memang dua hal Adi Siti. Pertama kalau kita melihat secara umum, fungsi dari mahasiswa itu kan cukup
00:47ganda.
00:48Pertama selain misalnya meningkatkan intelektualitas sekolah yang benar, tapi kan memang juga ada fungsi-fungsi sosial,
00:55terutama untuk ikut terlibat dalam kontrol. Jadi ketika ada kebijakan-kebijakan politik yang dibuat oleh pemerintah,
01:02yang dinilai tidak pro dengan kepentingan masyarakat, menimbulkan kesulitan-kesulitan di level bawah,
01:07pasti selalu saja muncul protes politik seperti aksi, demonstrasi, dan unjuk rasa yang dilakukan oleh kawan-kawan mahasiswa,
01:14termasuk juga misalnya ada sejumlah kalangan masyarakat sipil kritis yang menyampaikan aspirasi dan pendapatnya.
01:22Tapi bagi saya secara prinsip sih sebenarnya triggernya adalah kondisi ekonomi,
01:26misalnya soal bagaimana rupiah itu harus diperkuat kembali gitu ya,
01:32sekalipun kemarin misalnya dijelaskan rupiah tidak lagi 18 ribu, tapi menurun misalnya menjadi 18.895 sekian,
01:40dan kemudian yang juga diprotes itu adalah terkait dengan kenaikan pertama beberapa waktu yang lalu,
01:47yang dari 12.300 kemudian menjadi 16.300 sekian, dan seterusnya.
01:53Jadi hal-hal yang semacam ini sebenarnya adisti, sifatnya common sense,
01:57di mana masyarakat secara umum berharap kepada pemerintah hari ini,
02:02supaya situasi-situasi yang semacam ini bisa terkendali dan bisa terkontrol dengan baik,
02:08termasuk misalnya isunya juga sifatnya common sense,
02:11misalnya program-program populis yang dimiliki oleh pemerintah ya,
02:15MBG ataupun COPDES yang mungkin secara filosofis itu tujuannya adalah untuk
02:20menciptakan ekosistem ekonomi yang ada di bawah,
02:24tapi kan dalam praktiknya publik juga tidak bisa menutup mata,
02:27ada compang penting, ada kekurangan,
02:29dan bahkan sejumlah petinggi-petinggi BGN kan berurusan dengan persoalan hukum dan korupsi ya.
02:34Jadi hal-hal yang semacam ini tentu harus menjadi feedback
02:37dan menjadi referensi yang mesti didengarkan secara terbuka oleh pemerintah.
02:42Tapi kalau kita menghitung rata-rata secara umum,
02:45Kepala BGN yang baru kemarin sudah merespon kan,
02:47misalnya terkait dengan MBG,
02:49mungkin tidak bisa dihentikan menurut mereka,
02:51karena ada undang-undangnya,
02:53tapi soal refocusing ataupun efisiensi akan dilakukan,
02:57misalnya anak-anak orang kaya tidak akan dapat lagi.
03:00Termasuk juga hanya difokuskan untuk 3T itu,
03:05daerah terluar, tertinggal, dan seterusnya.
03:07Dan seterusnya artinya apa?
03:09Publik tentu berharap di tengah efisiensi dan situasi ekonomi yang saat ini sedang struggle,
03:15tentu ada harapan jangan ada pemborosan.
03:17Terkait dengan APBN,
03:19salah satunya adalah mengoreksi program-program populis
03:23yang mungkin dinilai jor-joran,
03:25angkanya fantastis,
03:26tapi dalam realitasnya itu jauh panggang dari APBN.
03:30Saya kira ini cepatnya common sense,
03:32dan tentu menjadi feedback yang baik untuk
03:34di evaluasi oleh pemerintah saya kira.
03:36Oke, kita tahu demo ini sudah berlangsung di Jakarta,
03:40di daerah juga dituntut oleh masyarakat dan juga mahasiswa kelompok kritis.
03:47Nah, kami juga ingin mendengar begitu dari suara pemerintah pusat
03:52untuk bisa merespon dari tuntutan aspirasi dari adik-adik kita, mahasiswa kita.
03:57Nah, tentu ini yang ditunggu saat ini, suara dari pemerintah.
04:03Nah, ketika saat ini tidak segera direspon oleh pemerintah,
04:08apa yang akan terjadi menurut Anda, Mas Adi?
04:11Ya, saya kira memang soal protes berlanjut,
04:16demonstrasi yang akan terus dilakukan,
04:18itu adalah konsekuensi yang mungkin akan terjadi di kemudian hari.
04:23Bahkan kemarin ketika ada sejumlah aktivis mahasiswa,
04:26salah satunya dari BEMUI kan selalu mengatakan bahwa
04:28protesnya itu akan terus dilakukan.
04:30Kalau tuntutan-tuntutan mereka itu tidak didengarkan.
04:33Adistik, bagi kita yang pernah jadi aktivis termasuk juga Bung Doli,
04:38bahwa kita memahami bahwa aksi demonstrasi itu tentu
04:41tidak sekali jadi, tidak sekali demo,
04:44dan tidak sekali protes aspirasi-aspirasi yang kita perjuangkan
04:48itu akan didengarkan secara maksimal.
04:50Tuntutan-tuntutan ini tentu secara konsisten harus dikawal,
04:53dan tentu supaya keinginannya itu dipenuhi oleh pemerintah.
04:58Apa yang perlu diantisipasi?
05:00Kan yang memang dikritik itu salah satunya adalah soal
05:03bagaimana supaya tidak ada harga-harga BBM yang kembali naik,
05:07seperti Pertamak.
05:08Meski kita mendengarkan bahwa Pertamak itu adalah BBM non-subsidi
05:13dan dikonsumsi untuk kelas menengah selama ini.
05:16Sementara BBM yang subsidi seperti Pertelait kan tidak ada kenaikan signifikan.
05:21Tapi kan kita harus memahami suasana kebatinan masyarakat per hari ini,
05:25kalau tidak ada kenaikan apapun seperti Pertamak,
05:29itu akan berdampak kepada kenaikan-kenakan yang lain.
05:32Kalau nikah nilai tukar rupiah itu melemah,
05:35pasti akan berdampak kepada hal-hal yang lain.
05:37Itulah yang saya sebutkan,
05:38betapa kondisi yang semacam ini akan terus memancing,
05:41mungkin di kemudian hari akan ada protes,
05:43demonstrasi akan terus berlanjut.
05:45Termasuk misalnya,
05:47saya di berbagai kesempatan selalu mengatakan,
05:48untuk menghentikan MBG dan Koperasi Desa Mara Putih
05:53yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa,
05:55mungkin cukup rasional bagi mereka,
05:57tapi bagi pemerintah ini adalah semacam mercusuar proyek populis
06:02yang rasa-rasanya agak sulit untuk dihentikan.
06:05Paling pada titik negosiasinya adalah terjadi efisiensi
06:09terkait dengan program-program populis ini.
06:11Dan yang paling penting itu tentu sesuai dengan harapan,
06:14tidak compang camping, tidak penuh dengan kekurangan
06:17seperti yang terjadi-terjadi sebelumnya.
06:19Misalnya KOPDES,
06:21jangan ada lagi pemandangan Koperasi Desa Mara Putih itu
06:24misalnya dibangun di hutan gitu kan,
06:26tidak bisa diakes oleh siapapun.
06:28Ada yang menghadap sungai, ada yang menghadap kuburan.
06:30Kan itu yang sebenarnya membuat kritik itu terus mengalir.
06:34MBG apalagi, sejumlah keracunan,
06:36menu tidak sesuai dengan standar gizi.
06:38Hal-hal yang sepanjang ini tentu jangan lagi terulang.
06:41Kalau melihat ini semua,
06:43saya kira rata-rata secara umum,
06:45kalau kita melihat misalnya BGN sudah mulai berbenah,
06:48misalnya tidak akan jorjoran,
06:50akan melakukan efisiensi,
06:51dan sangat mungkin akan membuka opsi kantin sekolah
06:54juga menjadi bagian dari penyedia makanan,
06:57tidak lagi menggunakan SPBG, SPBG yang ada.
07:00Dan untuk adik-adik mahasiswa,
07:02yang paling penting adalah
07:03setiap protes dan demonstrasi yang dilakukan
07:05tentu harus sesuai dengan koridor hukum,
07:07dan kita pun juga harus memahami
07:09bahwa setiap protes dan demonstrasi itu
07:11belum tentu didengarkan langsung,
07:13karena pemerintah pasti punya referensi dan argumen
07:16kenapa misalnya kebijakan-kebijakan yang dipertahankan.
07:19Jadi bagi saya membangun konsistensi
07:22dalam sebuah gerakan menjadi penting,
07:24karena ini adalah bagian dari perjuangan idealisme,
07:26dan semua orang punya keyakinan,
07:29semua orang punya idealisme,
07:31dan tentu saja pandangan-pandangan yang terkait dengan politik kita.
07:35Tentu semua orang,
07:36adik-adik mahasiswa, kelompok kritis,
07:38termasuk juga adalah pemerintah,
07:39pasti ingin negara kita itu baik-baik saja,
07:42ekonomi kita kembali stabil,
07:44rupiah menguat,
07:45tidak ada lagi kenaikan-kenaikan BBM,
07:48harga-harga kebutuhan dasar masyarakat
07:49tidak terdampak dari kenaikan apapun,
07:51dan yang paling penting,
07:53tentu kita berharap Indonesia itu
07:54menjadi bangsa yang hebat dan kuat.
07:56Oke, kita harapkan tentu saja
07:58akan ada upaya pemerintah
08:00untuk bisa,
08:01dalam tanda kutip ya,
08:03mendengar aspirasi dari masyarakat
08:06yang kemudian diwakili oleh teman-teman mahasiswa.
Komentar