Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai kondisi ekonomi menjadi pemicu utama gelombang demonstrasi mahasiswa yang terjadi di berbagai daerah.

"Secara prinsip, trigger-nya adalah kondisi ekonomi. Masyarakat berharap pemerintah mampu mengendalikan situasi ekonomi agar tetap stabil dan tidak semakin membebani kehidupan sehari-hari," kata Adi di Sapa Pagi, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, berbagai isu yang diangkat dalam demonstrasi, seperti efisiensi anggaran negara, harga kebutuhan pokok, harga bahan bakar minyak, hingga evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, merupakan persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Adi juga mengingatkan bahwa apabila aspirasi yang disampaikan mahasiswa tidak mendapat respons memadai, maka potensi demonstrasi lanjutan akan tetap terbuka.

"Konsekuensinya tentu protes dan demonstrasi bisa terus berlanjut. Aktivis mahasiswa sendiri sudah menyampaikan bahwa aksi akan terus dilakukan jika tuntutan mereka tidak didengarkan," katanya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

#demomahasiswa #presidenprabowo #bbm

Baca Juga Tuntutan Demo Mahasiswa ke Pemerintah, Ini Saran Pengamat ke Presiden Prabowo - SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/674589/tuntutan-demo-mahasiswa-ke-pemerintah-ini-saran-pengamat-ke-presiden-prabowo-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674606/pengamat-blak-blakan-jika-aspirasi-mahasiswa-tak-didengar-pemerintah-imbas-ke-gelombang-demo
Transkrip
00:00Tapi saya ingin ke Mas Adi dulu, Mas Adi Prayutno kita tahu demo kemarin adalah suara dari aspirasi tidak hanya
00:07dari kelompok kritis mahasiswa tapi hampir juga masyarakat di Indonesia umumnya kaum menengah.
00:13Karena apa? Karena ada 5 tuntutan soal menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak,
00:20menghentikan program makan bergizi gratis dan pembangunan kooperasi Desa Merah Putih,
00:24menghentikan militerisme di ranah sipil, mendesak presiden mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti mengelak.
00:30Apakah ini akan didengar oleh pemerintah dari 5 poin ini? Kalau dari sisi politiknya, menurut Anda?
00:40Ya, saya kira memang dua hal Adi Siti. Pertama kalau kita melihat secara umum, fungsi dari mahasiswa itu kan cukup
00:47ganda.
00:48Pertama selain misalnya meningkatkan intelektualitas sekolah yang benar, tapi kan memang juga ada fungsi-fungsi sosial,
00:55terutama untuk ikut terlibat dalam kontrol. Jadi ketika ada kebijakan-kebijakan politik yang dibuat oleh pemerintah,
01:02yang dinilai tidak pro dengan kepentingan masyarakat, menimbulkan kesulitan-kesulitan di level bawah,
01:07pasti selalu saja muncul protes politik seperti aksi, demonstrasi, dan unjuk rasa yang dilakukan oleh kawan-kawan mahasiswa,
01:14termasuk juga misalnya ada sejumlah kalangan masyarakat sipil kritis yang menyampaikan aspirasi dan pendapatnya.
01:22Tapi bagi saya secara prinsip sih sebenarnya triggernya adalah kondisi ekonomi,
01:26misalnya soal bagaimana rupiah itu harus diperkuat kembali gitu ya,
01:32sekalipun kemarin misalnya dijelaskan rupiah tidak lagi 18 ribu, tapi menurun misalnya menjadi 18.895 sekian,
01:40dan kemudian yang juga diprotes itu adalah terkait dengan kenaikan pertama beberapa waktu yang lalu,
01:47yang dari 12.300 kemudian menjadi 16.300 sekian, dan seterusnya.
01:53Jadi hal-hal yang semacam ini sebenarnya adisti, sifatnya common sense,
01:57di mana masyarakat secara umum berharap kepada pemerintah hari ini,
02:02supaya situasi-situasi yang semacam ini bisa terkendali dan bisa terkontrol dengan baik,
02:08termasuk misalnya isunya juga sifatnya common sense,
02:11misalnya program-program populis yang dimiliki oleh pemerintah ya,
02:15MBG ataupun COPDES yang mungkin secara filosofis itu tujuannya adalah untuk
02:20menciptakan ekosistem ekonomi yang ada di bawah,
02:24tapi kan dalam praktiknya publik juga tidak bisa menutup mata,
02:27ada compang penting, ada kekurangan,
02:29dan bahkan sejumlah petinggi-petinggi BGN kan berurusan dengan persoalan hukum dan korupsi ya.
02:34Jadi hal-hal yang semacam ini tentu harus menjadi feedback
02:37dan menjadi referensi yang mesti didengarkan secara terbuka oleh pemerintah.
02:42Tapi kalau kita menghitung rata-rata secara umum,
02:45Kepala BGN yang baru kemarin sudah merespon kan,
02:47misalnya terkait dengan MBG,
02:49mungkin tidak bisa dihentikan menurut mereka,
02:51karena ada undang-undangnya,
02:53tapi soal refocusing ataupun efisiensi akan dilakukan,
02:57misalnya anak-anak orang kaya tidak akan dapat lagi.
03:00Termasuk juga hanya difokuskan untuk 3T itu,
03:05daerah terluar, tertinggal, dan seterusnya.
03:07Dan seterusnya artinya apa?
03:09Publik tentu berharap di tengah efisiensi dan situasi ekonomi yang saat ini sedang struggle,
03:15tentu ada harapan jangan ada pemborosan.
03:17Terkait dengan APBN,
03:19salah satunya adalah mengoreksi program-program populis
03:23yang mungkin dinilai jor-joran,
03:25angkanya fantastis,
03:26tapi dalam realitasnya itu jauh panggang dari APBN.
03:30Saya kira ini cepatnya common sense,
03:32dan tentu menjadi feedback yang baik untuk
03:34di evaluasi oleh pemerintah saya kira.
03:36Oke, kita tahu demo ini sudah berlangsung di Jakarta,
03:40di daerah juga dituntut oleh masyarakat dan juga mahasiswa kelompok kritis.
03:47Nah, kami juga ingin mendengar begitu dari suara pemerintah pusat
03:52untuk bisa merespon dari tuntutan aspirasi dari adik-adik kita, mahasiswa kita.
03:57Nah, tentu ini yang ditunggu saat ini, suara dari pemerintah.
04:03Nah, ketika saat ini tidak segera direspon oleh pemerintah,
04:08apa yang akan terjadi menurut Anda, Mas Adi?
04:11Ya, saya kira memang soal protes berlanjut,
04:16demonstrasi yang akan terus dilakukan,
04:18itu adalah konsekuensi yang mungkin akan terjadi di kemudian hari.
04:23Bahkan kemarin ketika ada sejumlah aktivis mahasiswa,
04:26salah satunya dari BEMUI kan selalu mengatakan bahwa
04:28protesnya itu akan terus dilakukan.
04:30Kalau tuntutan-tuntutan mereka itu tidak didengarkan.
04:33Adistik, bagi kita yang pernah jadi aktivis termasuk juga Bung Doli,
04:38bahwa kita memahami bahwa aksi demonstrasi itu tentu
04:41tidak sekali jadi, tidak sekali demo,
04:44dan tidak sekali protes aspirasi-aspirasi yang kita perjuangkan
04:48itu akan didengarkan secara maksimal.
04:50Tuntutan-tuntutan ini tentu secara konsisten harus dikawal,
04:53dan tentu supaya keinginannya itu dipenuhi oleh pemerintah.
04:58Apa yang perlu diantisipasi?
05:00Kan yang memang dikritik itu salah satunya adalah soal
05:03bagaimana supaya tidak ada harga-harga BBM yang kembali naik,
05:07seperti Pertamak.
05:08Meski kita mendengarkan bahwa Pertamak itu adalah BBM non-subsidi
05:13dan dikonsumsi untuk kelas menengah selama ini.
05:16Sementara BBM yang subsidi seperti Pertelait kan tidak ada kenaikan signifikan.
05:21Tapi kan kita harus memahami suasana kebatinan masyarakat per hari ini,
05:25kalau tidak ada kenaikan apapun seperti Pertamak,
05:29itu akan berdampak kepada kenaikan-kenakan yang lain.
05:32Kalau nikah nilai tukar rupiah itu melemah,
05:35pasti akan berdampak kepada hal-hal yang lain.
05:37Itulah yang saya sebutkan,
05:38betapa kondisi yang semacam ini akan terus memancing,
05:41mungkin di kemudian hari akan ada protes,
05:43demonstrasi akan terus berlanjut.
05:45Termasuk misalnya,
05:47saya di berbagai kesempatan selalu mengatakan,
05:48untuk menghentikan MBG dan Koperasi Desa Mara Putih
05:53yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa,
05:55mungkin cukup rasional bagi mereka,
05:57tapi bagi pemerintah ini adalah semacam mercusuar proyek populis
06:02yang rasa-rasanya agak sulit untuk dihentikan.
06:05Paling pada titik negosiasinya adalah terjadi efisiensi
06:09terkait dengan program-program populis ini.
06:11Dan yang paling penting itu tentu sesuai dengan harapan,
06:14tidak compang camping, tidak penuh dengan kekurangan
06:17seperti yang terjadi-terjadi sebelumnya.
06:19Misalnya KOPDES,
06:21jangan ada lagi pemandangan Koperasi Desa Mara Putih itu
06:24misalnya dibangun di hutan gitu kan,
06:26tidak bisa diakes oleh siapapun.
06:28Ada yang menghadap sungai, ada yang menghadap kuburan.
06:30Kan itu yang sebenarnya membuat kritik itu terus mengalir.
06:34MBG apalagi, sejumlah keracunan,
06:36menu tidak sesuai dengan standar gizi.
06:38Hal-hal yang sepanjang ini tentu jangan lagi terulang.
06:41Kalau melihat ini semua,
06:43saya kira rata-rata secara umum,
06:45kalau kita melihat misalnya BGN sudah mulai berbenah,
06:48misalnya tidak akan jorjoran,
06:50akan melakukan efisiensi,
06:51dan sangat mungkin akan membuka opsi kantin sekolah
06:54juga menjadi bagian dari penyedia makanan,
06:57tidak lagi menggunakan SPBG, SPBG yang ada.
07:00Dan untuk adik-adik mahasiswa,
07:02yang paling penting adalah
07:03setiap protes dan demonstrasi yang dilakukan
07:05tentu harus sesuai dengan koridor hukum,
07:07dan kita pun juga harus memahami
07:09bahwa setiap protes dan demonstrasi itu
07:11belum tentu didengarkan langsung,
07:13karena pemerintah pasti punya referensi dan argumen
07:16kenapa misalnya kebijakan-kebijakan yang dipertahankan.
07:19Jadi bagi saya membangun konsistensi
07:22dalam sebuah gerakan menjadi penting,
07:24karena ini adalah bagian dari perjuangan idealisme,
07:26dan semua orang punya keyakinan,
07:29semua orang punya idealisme,
07:31dan tentu saja pandangan-pandangan yang terkait dengan politik kita.
07:35Tentu semua orang,
07:36adik-adik mahasiswa, kelompok kritis,
07:38termasuk juga adalah pemerintah,
07:39pasti ingin negara kita itu baik-baik saja,
07:42ekonomi kita kembali stabil,
07:44rupiah menguat,
07:45tidak ada lagi kenaikan-kenaikan BBM,
07:48harga-harga kebutuhan dasar masyarakat
07:49tidak terdampak dari kenaikan apapun,
07:51dan yang paling penting,
07:53tentu kita berharap Indonesia itu
07:54menjadi bangsa yang hebat dan kuat.
07:56Oke, kita harapkan tentu saja
07:58akan ada upaya pemerintah
08:00untuk bisa,
08:01dalam tanda kutip ya,
08:03mendengar aspirasi dari masyarakat
08:06yang kemudian diwakili oleh teman-teman mahasiswa.
Komentar

Dianjurkan