- 1 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Kasus yang menyeret nama Raffi Ahmad bermula dari perkara dugaan suap importasi barang yang melibatkan PT Blueray Cargo Group.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan enam tersangka, terdiri dari tiga pejabat Bea Cukai dan tiga pihak swasta, termasuk pemilik Blueray Cargo, John Field.
Nama Raffi kemudian muncul dalam persidangan setelah jaksa mengungkap keterangan saksi yang sebelumnya tercantum dalam BAP penyidikan KPK.
KPK membenarkan bahwa nama Raffi muncul dalam fakta persidangan, namun menegaskan belum menemukan fakta yang mengarah pada keterlibatannya dalam tindak pidana korupsi maupun penyelundupan.
Menanggapi hal tersebut, Raffi Ahmad didampingi pengacara Hotman Paris Hutapea memberikan klarifikasi.
Raffi membantah pernah melakukan transaksi atau pengiriman barang melalui Blueray Cargo.
Ia mengaku hanya sempat bertemu dan berfoto dengan pihak perusahaan tersebut saat berada di Amerika Serikat pada 2025.
Hotman Paris menegaskan tidak ada bukti yang menunjukkan Raffi terlibat dalam kasus yang sedang diusut KPK.
Sementara itu, kasus ini juga mendapat perhatian Istana setelah nama Raffi, yang saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden, ikut disebut dalam persidangan.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Video Editor: Frashiva Rizaldi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674429/kronologi-nama-raffi-ahmad-muncul-di-sidang-kasus-blueray-cargo-hingga-klarifikasi
Dalam kasus ini, KPK menetapkan enam tersangka, terdiri dari tiga pejabat Bea Cukai dan tiga pihak swasta, termasuk pemilik Blueray Cargo, John Field.
Nama Raffi kemudian muncul dalam persidangan setelah jaksa mengungkap keterangan saksi yang sebelumnya tercantum dalam BAP penyidikan KPK.
KPK membenarkan bahwa nama Raffi muncul dalam fakta persidangan, namun menegaskan belum menemukan fakta yang mengarah pada keterlibatannya dalam tindak pidana korupsi maupun penyelundupan.
Menanggapi hal tersebut, Raffi Ahmad didampingi pengacara Hotman Paris Hutapea memberikan klarifikasi.
Raffi membantah pernah melakukan transaksi atau pengiriman barang melalui Blueray Cargo.
Ia mengaku hanya sempat bertemu dan berfoto dengan pihak perusahaan tersebut saat berada di Amerika Serikat pada 2025.
Hotman Paris menegaskan tidak ada bukti yang menunjukkan Raffi terlibat dalam kasus yang sedang diusut KPK.
Sementara itu, kasus ini juga mendapat perhatian Istana setelah nama Raffi, yang saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden, ikut disebut dalam persidangan.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Video Editor: Frashiva Rizaldi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674429/kronologi-nama-raffi-ahmad-muncul-di-sidang-kasus-blueray-cargo-hingga-klarifikasi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Fakta-fakta persidangan itu akan menjadi fakta baru yang kemudian perlu didalami, ya kita akan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan tentunya.
00:08Apakah tadi dikatakan itu penyundupan, sejauh ini kita belum sampai ke sana.
00:13Apalagi itu diperbesar-besar, berarti orangnya susah keji wajah orang.
00:17Orang yang tahu fakta seluruhnya udah langsung fitnah sana-sini gitu loh.
00:27Dalam perkara dugaan suap terkait importasi barang, KPK menetapkan 6 orang sebagai tersangka.
00:32Dari unsur, Bia Cukai KPK menetapkan mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Dijen Bia Cukai Rizal Fadila,
00:39Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Dijen Bia Cukai Sispriyan Subiaksono,
00:44serta Kepala Seksi Intelijen Dijen Bia Cukai Orlando Hamongan.
00:47Sementara dari pihak swasta, KPK menetapkan ketua tim dokumen importasi PT Blu-ray Andri,
00:53manajer operasional PT Blu-ray Deddy Kurniawan, dan pemilik PT Blu-ray Cargo Group John Field.
01:04Nama Raffi Ahmad menjadi sorotan setelah disebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi impor barang
01:09yang melibatkan perusahaan jasa titipan Blu-ray Cargo dengan terdakwa John Field.
01:14Nama Raffi muncul dalam persidangan setelah jaksa mengungkap keterangan saksi yang sebelumnya telah tercantum
01:19dalam berita acara pemeriksaan atau BAP saat proses penyidikan KPK.
01:29Pelaksana tugas Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Hussein kemudian membenarkan bahwa
01:34nama Raffi Ahmad memang muncul dalam fakta persidangan.
01:37Menurut KPK, informasi itu berasal dari hasil pemeriksaan saksi selama proses penyidikan.
01:44Tetapi tadi dipertanyakan sejauh mana apakah itu dianggap penyelundupan gitu ya.
01:52Nah itu juga kita tidak bisa sampaikan secara detail.
01:56Tetapi begini, bahwa yang dianggap penyelundupan itu kan ada dalam partai yang besar gitu ya.
02:03Saya mungkin karena ini sudah nyampe persidangan juga ya bahwa betul itu ada fakta saudara R.A. itu menitip.
02:10Tapi kita waktu itu belum sampai kepada mengarah bahwa itu penyelundupan.
02:18Karena ini hanya sekitar ada dua unit mungkin yang dititipkan laptop mungkin karena ada perkenalan atau siapa.
02:28Sehingga itu kemudian di proses penyidikan yang Blu-ray kemarin kita tidak kembangkan terlalu jauh karena
02:33belum sampai kepada fakta-fakta yang menguatkan bahwa itu jadi bagian dari peristiwa Blu-ray mengurus
02:44keimigrasian di Dirjen Bia Cukai.
02:47Sehingga kemudian itu tidak kita lakukan pemanggilan.
02:50Apakah nanti fakta-fakta persidangan itu akan menjadi fakta baru yang kemudian perlu didalami?
02:58Ya kita akan lakukan pemeriksaan-pemeriksaan tentunya.
03:01Tapi apakah tadi dikatakan itu penyelundupan?
03:03Nah sejauh ini kita belum sampai ke sana.
03:06Karena ini bukan partai yang besar gitu ya.
03:10Hanya dua unit kalau tidak salah.
03:18Utusan khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad
03:23meminta pendampingan hukum kepada pengacara Hotman Paris Hutapea
03:27untuk melawan narasi keterlibatan dirinya dalam kasus tersebut.
03:35Video tersebut diunggah Hotman di laman Instagramnya pada selasa 9 Juni 2026.
03:42Hari ini hari Senin malam saya baru habis renang di rumah saya.
03:47Barusan Raffi Ahmad telepon saya.
03:50Minta pendampingan hukum melawan semua yang telah mempikna dia.
03:55Katanya nama dia disebut-sebutkan dalam sidang soal Blu-ray Cargo Import.
04:04Blu-ray Cargo Import.
04:07Kalau gayanya Hotman Paris itu tidak pernah seperti pengecut.
04:11Tidak berani konferensi first.
04:13Kalau konferensi first, Hotman selalu nantang musim-musimnya datang.
04:17Sama Awad Media.
04:19Kami sudah sepakat sama Raffi Ahmad akan melakukan konferensi first
04:23di hari Kamis ini jam 2.
04:26Kenapa hari Kamis?
04:27Karena besok subuh hari Selasa.
04:30Saya jam 5 subuh saya harus terbang ke Singapura.
04:34Mendampingi istri Hotman yang sedang dirawat di rumah sakit.
04:38Ya, semua saya tinggalkan.
04:39Kerjaan yang duitnya besar saya tinggalkan karena harus mendampingi istri.
04:44Mudah-mudahan saya bisa pulang Rabu sore untuk mendampingi Raffi Ahmad.
04:49Ayo, semua media dan orang-orang yang memposting, termasuk motivator.
04:57Termasuk motivator yang asal ngomong.
05:00Ayo datang dong.
05:01Berani nggak berdebat sama Hotman dan Raffi Ahmad?
05:04Bawa buktimu.
05:05Bawa buktimu.
05:07Ya, benar nggak bahwa Raffi Ahmad terlibat dalam kasus Blu-ray Cargo Import yang sekarang lagi di persidangan.
05:14Blu-ray Cargo Import.
05:16Ayo, berani datang nggak?
05:18Jangan seperti kasusnya Hari Tanu, itu pengacara lawan dan kogelor lawannya itu nggak berani berdebat sama saya.
05:29Sudah puluhan kali saya tantang berdebat.
05:31Itu kan kasus Hari Tanu.
05:34Pihak lawan sana sudah kalah sampai PK.
05:37Lu tahu nggak kalahannya kapan?
05:38Tahun 2008.
05:40Kacian belum?
05:42Ya?
05:43Bisa putusan PK yang sudah final bisa berubah di tahun 2026.
05:50Karena kita udah cuek waktu itu.
05:53Ya?
05:53Tapi apapun, sekali lagi, pengacaranya dan kongelor itu saya tantang juga.
05:57Kapan?
05:58Oke, kembali kepada kasus Blu-ray Cargo Import yang di media banyak pot fitnahan berita tentang Raffi Ahmad.
06:09Datang hari Kamis jam 2 siang, tempat akan dikasih tahu menyusul.
06:13Bawa semua bukti-buktimu, media datang, tukang fitnah di media datang, juga motivator.
06:19Hadapi Hothman dan Raffi Ahmad, itu baru jantang.
06:23Jangan jadi pengecut dalam hidupmu.
06:26Kasian anak istrimu dan keturunanmu nanti.
06:34Menanggapi ramai pemberitaan tersebut, Raffi Ahmad akhirnya memberikan klarifikasi didampingi pengecara Hothman Paris Hutapea.
06:40Raffi menjelaskan bahwa peristiwa yang dikaitkan dengan Blu-ray Cargo terjadi saat dirinya berada di Amerika Serikat pada Oktober 2025,
06:48usai mengikuti Chicago Marathon.
06:51Saat itu, Raffi bersama Nagita Slavina beserta sejumlah selebritas mengunjungi sejumlah usaha milik warga Indonesia di New York.
06:59Menurut Raffi, saat hendak meninggalkan lokasi, beberapa orang yang mengaku berasal dari Blu-ray Cargo mengajaknya berfoto.
07:05Dalam kesempatan itu, sempat terjadi percakapan singkat dan tawaran jasa pengiriman barang ke Indonesia.
07:13Raffi menegaskan dirinya tidak pernah memesan barang, tidak pernah menerima kiriman, tidak pernah memberikan nomor telepon, dan tidak pernah menjalin
07:21komunikasi lanjutan dengan pihak Blu-ray Cargo.
07:24Raffi menyebut percakapan tersebut hanya sebatas basa-basi.
07:29Ia juga membantah tudingan yang mengaitkan dirinya dengan praktik impor ilegal maupun penyelunupan barang.
07:36Saya makan di Awang Kitchen dan juga di Indo-Java itu, setelah kegiatan itu selesai, kalian bisa lihat nanti di
07:44vlognya dan di fotonya banyak teman-teman di Indonesia yang mengajakkan foto, mengajakkan apa.
07:48Saya keluar dari Awang Kitchen, satu, dua, tiga toko di sebelahnya itu ada yang namanya, itu apa namanya?
07:54Blu-ray.
07:55Blu-ray.
07:56Itu merekapannya saya, Mas Raffi, Mas Ariel, Mas Gading foto dong sama saya.
08:01Loh, ya sudah kami foto di depan tokonya, tidak masuk ke dalam.
08:06Dia melihat Mas Raffi, boleh melihat nggak?
08:08Aduh, cuma waktu saya juga nggak terlalu banyak, kami harus pergi lagi.
08:11Karena itu terakhir saat kita mau pergi.
08:13Ada fotonya Ariel, ada fotonya Desta, ada fotonya Gading.
08:16Nanti bisa dilihat, nah ini nih, ini foto.
08:19Saya nggak kenal, beliau mau perkenalkan diri, tapi saya nggak kenal.
08:24Saya nggak kenal, lalu mereka bilang, Mas Raffi, perusahaan kami ini, Blu-ray ini kita bisa kirimin,
08:30bisa kirimin apapun itu, mau handphone, mau laptop, mau iPad, mau ini, mau itu.
08:37Oh iya kan ada handphone yang terbaru, nanti kalau dikirim bisa.
08:40Ya nggak mungkin dong, saya bilang, oh nggak ah, saya nggak mau kirim lewat.
08:43Mungkin nggak mungkin, saya bilang.
08:44Jadi itu udah lagi rame-rame gitu kan?
08:46Lagi rame-rame, saya bilang, oh iya, iya, iya.
08:48Pokoknya nanti kalau ada handphone yang baru itu, yaudah nanti saya kirim ya.
08:51Hanya sebatas itu, intinya saya basah-basih.
08:54Basah-basih.
08:55Basah-basih, baik.
08:56Setelah itu udah, setelah itu saya pergi, melanjutkan ke tempat yang lain.
09:02Hanya sebatas itu.
09:03Saya nggak tahu kenapa.
09:06Sesudah itu tidak ada komunikasi lagi.
09:08Saya tidak ada nomor teleponnya mereka.
09:10Tidak pernah terima kiriman apapun.
09:12Tidak pernah terima kiriman apapun.
09:14Namanya pun nggak ingat.
09:15Namanya pun nggak ingat.
09:17Memesankun.
09:18Nggak.
09:18Maksudnya memesankun secara transaksional pun.
09:21Nggak, hanya sebatas-batas apa sih.
09:22Saya nggak ada komunikasi sama mereka.
09:25Cuma saya tengok, kok dibilang saya ada komunikasi sama mereka.
09:33Hotman menilai berbagai narasi yang mengaitkan Rafi Ahmad dengan kasus suap impor maupun penyelundupan
09:39tidak memiliki dasar yang kuat.
09:41Ia bahkan menantang pihak yang menuduh Rafi untuk menunjukkan bukti jika memang memiliki fakta yang berbeda.
09:49Jadi mungkin tiba-tiba beberapa waktu kemudian di tahun 2026,
09:54OTT lah Blu-ray ini di mana, daerah mana?
09:57Di Lampung.
09:58Di Lampung.
09:59Dan mungkin ada chattingan antara orang-orang internet mereka di sini dengan Birojasas
10:06untuk meyakinkan, untuk meyakinkan Birojasas yang mengurus impor-impor.
10:11Eh, nanti ada loh pesanan dari Rafi di sana katanya.
10:14Itu kan orang yang di Indonesia namanya Cokh Amnes.
10:17Itulah yang bikin heboh.
10:19Dia ngomong karena chattingnya dia mungkin dibongkar sama pendidik.
10:23Itulah ditanyakan di pesidangan.
10:25Dan ditanyakan apa adanya.
10:26Memang saya chatting begitu di Indonesia.
10:28Tapi dia kenal Rafi juga, enggak, hubungan juga, enggak.
10:33Semua, apa, metos yang akun itu adalah apalagi itu di perbesar-besar,
10:39berarti orang yang usah kijiwa itu orang.
10:41Orang enggak tahu fakta, sebalik fakta seluruhnya udah langsung fitnah sana-sini gitu loh.
10:47Dan mudah-mudahan kalau ada, aku kan nantang mereka.
10:50Ada yang enggak ada di sini yang mempunyai bukti sebaliknya.
10:53Ada enggak, ayo dong, keluar dong.
10:55Ya, karena kemarin Pak Watman juga bilang sama saya,
10:58Ah, Rafi, kamu bersedia enggak keluar dulu?
11:01Silahkan, Bang.
11:02Saya sama sekali enggak ada pemesaran, enggak ada apa-apa.
11:05Kalau ada yang memang mau hadir,
11:07mau berikan, mau bilang saya bohong, ada buktinya.
11:10Kami tunggu.
11:11Ini enggak ada.
11:12Kalau ada, silahkan kita pertontonkan.
11:15Sama seperti waktu pas saya digosipkan pencucian uang.
11:18Abang kan bilang, saya juga,
11:19maaf buktinya kalau Rafi Amat itu pencucian uang.
11:22Datang enggak orang di waktu saat kita berasal?
11:23Enggak ada.
11:24Iya, jadi sekarang kriminalisasi ternyata bukan hanya terjadi
11:28kadang-kadang di oknuma para dibersidangan,
11:31tapi paling banyak sekarang kriminalisasi terjadi di luar pengadilan.
11:36Seperti ini.
11:36Inilah faktanya.
11:38Jadi sekali lagi kesimpulannya adalah,
11:40satu,
11:42satu, Rafi tidak pernah berkunjung ke Blu-ray.
11:45Kedua,
11:46tidak pernah berkunjung,
11:47oleh di depan,
11:47itu bukan berkunjung namanya.
11:49Oh, siapa pernah berkunjung?
11:51Kedua,
11:52Rafi berkunjung ke,
11:53apa?
11:54Awang Kicin,
11:56datanglah pegawai dia Blu-ray,
11:58minta foto bersama,
11:59dan ditarik kamu ke depan tokonya.
12:01Iya.
12:02Iya kan?
12:03Itu bukan berkunjung namanya.
12:04Karena kebetulan,
12:06Awang Kicin sama Blu-ray bersebelahan.
12:09Adis itulah sebagaimana,
12:10itulah yang ada selebriti kayak kami ini,
12:12ditawarin,
12:13mau gak handphone saya kirim?
12:15Ya namanya kan,
12:16ya bagi kita berdua itu,
12:17handphone saya itu apa sih?
12:19Itu mah,
12:19ya gak mengatakan sombong kita kaya,
12:22memang bagi kalian aja,
12:23handphone naik up 17 juga itu,
12:25tidak termasuk terlalu mahal,
12:27lagi bagi kami.
12:28Tapi kok itu jadi isu nasional?
12:31Coba bayangin sakitnya di giri ini,
12:33apa yang terjadi di degeri ini,
12:34sakit jiwa gak dia,
12:35banyakan orang?
12:36Dia,
12:37hanya bahasa-bahasa,
12:38mau gak saya kirim?
12:39Hanya kan,
12:40mau gak saya kirimin handphone?
12:42Karena di Indonesia belum ada iPhone 17.
12:45Ya,
12:45dia akan namanya Rafi kan,
12:47dia ini kan kayak,
12:48kayak penari apa?
12:51Gak pernah jawab tegas.
12:53Sejak itu gak ada komunikasi apapun,
12:57tidak ada pertanyaan dari Rafi,
12:59mana handphone gue gak ada?
13:00Tiba-tiba,
13:01Pedro Wahdi,
13:02OTT,
13:02Kudu Gedi,
13:04di Lampung,
13:05dan mulai dari periksa semua,
13:07ya mungkin ada chat dari PKW di Indonesia,
13:10mengatakan,
13:11bakal ada pesanan dari Rafi,
13:12dia juga gak tahu.
13:14Itulah yang terbuat di persidang,
13:15langsung heboh.
13:16Tapi dia pun sudah cabut,
13:18itu namanya Johan Nes.
13:19Jadi sekali lagi,
13:21ternyata,
13:22orang yang selama ini,
13:23benar-benar besar-besaran,
13:25mendiskreditkan Rafi soal ini,
13:27hari ini tidak berani datang,
13:29untuk konfrontasi dengan kita,
13:31berarti kamu-kamu yang telah mempihna Rafi,
13:34tambah tahu faktanya,
13:36kau adalah,
13:37berikut.
13:44Kasus ini pun turut direspons pihak istana.
13:47Menteri Sekretaris Negara,
13:49Prasetyo Hadi,
13:50buka suara usai nama utusan khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda,
13:54Rafi Ahmad,
13:55terseret dalam kasus dugaan swap di Direkturat Jenderal Beacukai,
13:59Kementerian Keuangan.
14:02Belum,
14:03belum.
14:04Mari kita sedang berkonsentrasi,
14:06sebagaimana yang tadi saya sampaikan,
14:08seluruh sektor pelaku ekonomi,
14:11mari kita bekerja keras untuk memastikan bahwa ekonomi kita,
14:16dalam keadaan yang baik,
14:18tumbuh,
14:19dan marilah kita saling bekerja sama,
14:22karena apapun masalah ekonomi ini,
14:26banyak faktor yang mempengaruhi,
14:28sehingga mari kita saling bergandengan tangan,
14:32saling merapatkan barisan,
14:34saling bekerja sama satu sama lain,
14:37untuk memperkuat ekonomi kita.
14:39Terima kasih.
Komentar