Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 58 menit yang lalu
LAMPUNG, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik yang kerap diarahkan kepadanya terkait intensitas kunjungan ke luar negeri sejak menjabat sebagai kepala negara.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa situasi geopolitik dunia saat ini sangat dinamis sehingga Indonesia harus aktif menjaga hubungan dengan berbagai negara.

Prabowo menekankan bahwa politik luar negeri Indonesia tetap berpegang pada prinsip bebas aktif, nonblok, dan bersahabat dengan semua pihak.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia tidak ingin terlibat dalam aliansi militer mana pun dan tetap menjaga hubungan baik dengan seluruh kekuatan dunia.

"1000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak," tegasnya.

Presiden juga mencontohkan undangan yang datang dari para pemimpin dunia seperti Presiden Amerika Serikat, Presiden Rusia, hingga Presiden Tiongkok. Menurut Prabowo, sebagai pemimpin negara yang dipercaya rakyat, dirinya harus hadir dan membangun komunikasi dengan seluruh pihak demi memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia di tengah persaingan global yang semakin kompleks.



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/674175/menohok-dikritik-sering-ke-luar-negeri-prabowo-1000-kawan-terlalu-sedikit-1-lawan-terlalu-banyak
Transkrip
00:00Ada presiden kayak Pak Jokowi yang jarang keluar negeri, disalahkan, Jokowi gak pernah keluar negeri, Jokowi tidak peduli politik keluar
00:16negeri, saya sering keluar negeri, Prabowo sering keluar negeri.
00:24Sebetulnya gak ada masalah itu, bener gak? Situasi mungkin berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau, kita tidak tahu kawan siapa
00:38lawan siapa.
00:40Kita beruntung, saya beruntung, presiden Indonesia menerima warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita, bahwa politik luar negeri Indonesia adalah politik
00:56non-aligned, politik non-block.
01:00Kita bersahabat sama semua negara, kita bersahabat sama semua kekuatan, kita tidak mau terlibat dengan fakta-fakta militer siapapun.
01:16Karena itu, begitu saya menerima mandat sebagai presiden, saya langsung, saya langsung gariskan, politik luar negeri kita meneruskan, politik non
01:30-aligned, politik non-block, politik bebas aktif, seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.
01:40Ini adalah garis yang saya tempuh, sekarang saya baik sama presiden Putin, baik saya, tapi saya baik juga sama presiden
01:58Trump.
02:00Di sini saya disalahkan, di situ saya disalahkan, tapi gak ada masalah.
02:04Saudara-saudara, noise selalu ada.
02:08Yang penting, kita yakin, garis kita dimana.
02:19Selama saya yakin, saya kerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia, selamanya saya tidak ragu-ragu.
02:34Saudara-saudara, saudara-saudara,
02:39Kadang-kadang, kita sebagai negara yang disukai oleh banyak negara,
02:47Indonesia sekarang disukai, Indonesia dicari,
02:50Karena Indonesia dikenal tidak mau punya musuh.
02:58Nah sekarang saya tanya kepada saudara,
03:01Saya tanya kepada saudara,
03:03Karena ada,
03:05Ada yang sok,
03:07Lebih pintar dari segala-galanya.
03:12Bayangkan saya sebagai presiden Indonesia,
03:16Saya dipilih oleh rakyat untuk menjaga rakyat Indonesia.
03:23Sekarang,
03:25Kalau ada negara super power,
03:28Katakanlah presiden Trump,
03:31Mengundang saya ke Amerika,
03:35Berani, saya gak datang.
03:41Kalau presiden Amerika Serikat mengundang,
03:44Presiden Indonesia dan presiden Indonesia tidak hadir,
03:49Coba aja.
03:51Jadi saudara-saudara,
03:54Sudah presiden Amerika undang,
03:57Presiden Rusia undang juga.
04:00Gue nongol di Washington,
04:02Gue gak nongol di Moskow.
04:04Gak bisa, saudara-saudara.
04:05Habis itu,
04:08Diundang lagi oleh,
04:10Presiden Xi Jinping.
04:13Ya gue hadir,
04:14Bener gak?
04:17Diundang lagi oleh India.
04:20India 1,4 miliar orang.
04:26Pasarnya besar.
04:29Teknologinya hebat.
04:32Jadi,
04:34Jadi,
04:37Sama,
04:38Jadi saudara-saudara,
04:40Inilah risiko,
04:41Negara,
04:42Yang,
04:44Sahabannya banyak.
04:48Kita Indonesia ini,
04:51Negara terbesar di ASEAN.
04:54Kita anggota,
04:55APEC,
04:57Anggota,
04:58Anggota,
04:59Konferensi Islam,
05:01OKI,
05:02Anggota,
05:04Sekarang,
05:05Anggota,
05:06BRICS,
05:07Anggota G20,
05:11Kita kalau,
05:12Diundang kita gak hadir,
05:14Jadi ini,
05:15Saya mau cerita sama,
05:16Sudara-sudara.
05:17Untuk,
05:18Membela kepentingan rakyat,
05:20Memang,
05:21Kita harus,
05:22Memelihara hubungan baik,
05:24Dengan semua pemerintah itu.
05:26Terima kasih.
05:27Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan