Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
LAMPUNG, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi ekonomi Indonesia saat memberikan sambutan dalam Munas XVIII HIPMI 2026. Di hadapan para pengusaha muda, Prabowo mengajak seluruh pihak untuk menilai secara jujur arah pembangunan ekonomi nasional yang sedang berjalan saat ini.

Prabowo mempertanyakan apakah sistem ekonomi Indonesia benar-benar telah berjalan sesuai semangat nasionalisme yang diwariskan para pendiri bangsa. Menurutnya, masih terdapat berbagai tantangan dan pertanyaan yang perlu dijawab agar ekonomi nasional mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung pentingnya kembali memahami amanat para pendiri bangsa, termasuk semangat yang terkandung dalam Pasal 33 UUD 1945. Ia menegaskan bahwa pengusaha memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan ekonomi Indonesia dan mewujudkan cita-cita kemakmuran nasional.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/674157/prabowo-soroti-kondisi-ekonomi-indonesia-penuh-tantangan-dan-pertanyaan
Transkrip
00:00Ini dari bukunya Prof. Leah Grenfell, The Spirit of Capitalism.
00:08Today it is claimed we live in the period of late capitalism,
00:15and possibly in the post-industrial society.
00:20Yet, nationalism is not gone, nor does it show any signs of being gone soon.
00:29Nationalism first appeared in England, becoming the preponderant vision of society there.
00:37The sustained growth characteristic of modern economy is not self-sustained.
00:42Growth is stimulated and sustained by nationalism.
00:47Ya, kan hipmi pinter bahasa Inggris semua ya.
00:53Baik, saya terjemahkan sedikit.
00:57Yang bagian kedua aja lah, yang paling penting.
01:01Ya, nationalism, yang saya ambil yang kalimat terakhir.
01:09The sustained growth characteristic of modern economy.
01:16Jadi,
01:20karakteristik, sifat dari ekonomi modern is not self-sustained.
01:28Tidak maju, tidak berkembang dengan sendirinya.
01:33Growth, pertumbuhan,
01:37distimulasi dan dipertahankan oleh nationalism.
01:42Ini adalah guru kapitalisme.
01:50Jadi, saudara-saudara,
01:52Jepang maju,
01:54Amerika maju,
01:57Irupa Barat maju,
02:00Tiongkok bangkit sekarang.
02:02Karena nasionalisme.
02:13Jadi,
02:14Jadi, hipmi,
02:15Tadi disampaikan oleh tokoh-tokoh hipmi,
02:20Hadir pendiri hipmi disini,
02:24Salah satu saya juga kenal, Pak Sisiwono.
02:29Nafas lahirnya adalah nasionalisme.
02:35Tapi, saudara-saudara,
02:39Marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri.
02:43Apa benar-benar
02:49Sistem ekonomi kita
02:53Sudah
02:57Berdasarkan nasionalisme.
03:01Marilah kita tanya kepada diri kita sendiri.
03:05Marilah kita lihat dengan mata dan hati
03:09Yang terbuka.
03:15Dan kalau kita lihat dengan mata dan hati yang terbuka,
03:21Kita akan sadar
03:23Bahwa
03:28Sistem ekonomi
03:30Yang
03:32Dijalankan sekarang ini
03:34Penuh dengan
03:40Tantangan-tantangan.
03:43Penuh
03:44Dengan
03:45Pertanyaan-pertanyaan.
03:51Jadi, saudara-saudara,
03:59Sebagai
04:00Wadah dari pengusaha muda
04:04Hipmi
04:07Adalah suatu
04:10Wadah yang sangat penting.
04:14Karena wadah ini
04:17Sebagaimana tadi disampaikan
04:19Melahirkan
04:21Pemimpin
04:23Pemimpin
04:24Pemimpin
04:26Pemimpin
04:26Masyarakat
04:29Pemimpin
04:31Ekonomi
04:40Dan benar
04:41Coba
04:43Berapa
04:44Tokoh
04:45Hipmi
04:46Yang muncul sebagai
04:47Tokoh-tokoh
04:49Bangsa
04:51Tokoh-tokoh
04:53Nasional
04:53Ya
04:54Pak Latif
04:57Menjadi
04:59Menteri
05:00Menjadi
05:00Pengusaha
05:01Pribumi
05:02Besar
05:03Pak Sisuono
05:05Juga
05:05Berapa kali
05:07Jjadi Menteri
05:08Pak Bakri
05:10Menko
05:11Pak
05:13Pak Budisar
05:14Bakri Menko
05:15Kemudian juga
05:19Ketua partai politik besar
05:21Parti Golkar
05:22Juga ketua
05:24Kadin
05:24Kalau tidak salah ya
05:26Pak
05:27Erwin Aksa
05:30Sekarang
05:31Pak
05:33Bahlil
05:33Hadalia
05:34Ketua
05:35Umum
05:36Parti Golkar
05:38Parti yang besar
05:39Beliau juga
05:42Menteri
05:42ESDM
05:45Jadi
05:47Saudara
05:50Demikian
05:51Besar
05:52Peran
05:53Daripada
05:54Hipmi
05:56Tapi
05:57Di tengah
05:58Peran besar itu
05:59Saya
06:00Saya
06:01Menghimbau
06:03Saudara
06:03Saudara
06:03Bersama-sama
06:05Marilah kita
06:10Menatap
06:11Keadaan
06:13Bangsa kita
06:14Dengan jujur
06:19Saudara
06:20Saudara
06:20Sekalian
06:24Menurut
06:25Pandangan saya
06:31Menurut
06:32Keyakinan saya
06:36Bahwa
06:41Bangsa kita
06:47Telah
06:51Menyimpang
06:52Dari
06:54Pemikiran
06:56Dari
06:59Warisan
07:00Pendiri-pendiri
07:02Bangsa kita sendiri
07:06Pendiri-pendiri
07:08Bangsa kita
07:09Telah
07:13Mewarisi
07:14Kepada kita
07:15Menuruti
07:16Kepada kita
07:19Hal-hal
07:21Yang
07:23Luar biasa
07:25Yang saya
07:27Katakan
07:28Kecemerlangan
07:31Kecemerlangan
07:32Yang pertama
07:35Tentunya
07:37Sumpah
07:38Pemuda
07:42Satu
07:44Nusa
07:44Satu
07:45Bangsa
07:45Satu
07:46Bahasa
07:46Satu
07:48Bahasa
07:49Mempersatukan
07:50Kita
07:50Dan
07:52Bahasa
07:52Yang dipilih
07:53Bukan
07:54Bahasa
07:55Mayoritas
07:56Bahasa
07:58Suku
07:59Yang minoritas
08:00Diambil
08:01Jadi
08:01Bahasa
08:02Kebangsaan
08:02Dan
08:03Mampu
08:04Mempersatukan
08:04Kecemerlangan
08:06Selanjutnya
08:07Adalah
08:07Pancasila
08:09Pancasila
08:10Yang telah
08:13Mempersatukan
08:13Ini
08:15Saya kira
08:16Sudahlah
08:16Kita
08:18Kita terima
08:20Dan
08:21Anak-anak muda
08:21Sekarang
08:22Menerima
08:22Selolah
08:24Ya
08:24Apa ya
08:26Itu
08:28Biasa
08:29Tapi
08:30Saudara-saudara
08:31Lihatlah
08:32Dunia
08:32Sekarang
08:33Lihatlah
08:37Dunia
08:39Hari ini
08:39Perang
08:42Dimana-mana
08:44Perang
08:45Di
08:47Eropa
08:48Di tempat
08:51Lahirnya
08:51Demokrasi
08:52Perang
08:53Sama-sama
08:55Mereka
08:56Itu
08:57Ras
08:58Yang sama
08:58Bedanya
09:00Apa
09:00Ukraine
09:00Sama Rusia
09:02Hampir
09:04Sama
09:04Bahasanya
09:05Hampir
09:05Sama
09:06Agamanya
09:07Perang
09:11Perangnya
09:13Luar biasa
09:15Hitungannya
09:16Kira-kira
09:17Tiap
09:19Bulan
09:20Belasan
09:21Ribu
09:22Yang mati
09:23Tiap
09:24Bulan
09:27Belum
09:29Belum lagi
09:29Gaza
09:31Belum lagi
09:32Palestina
09:32Syria
09:34Iraq
09:36Libya
09:38Sudan
09:40Yemen
09:42Somalia
09:45Pakistan
09:47Perang
09:51Tetangga kita
09:53Kamboja perang
09:54Sama Thailand
09:57Myanmar perang
10:01Jadi
10:02Janganlah kita
10:05Menganggap
10:06Apa yang kita miliki
10:09Sekarang
10:11Adalah
10:12Biasa-biasa saja
10:17Di tengah itu semua
10:22Kita juga harus mengakui
10:26Bahwa apa yang diberikan
10:28Oleh pendiri bangsa kita
10:30Selain Pancasila adalah
10:32Undang-undang dasar
10:341945 itu pun
10:36Kita tinggalkan
10:45Pasal 33
10:51Undang-undang dasar
10:521945
10:53Yang
10:55Sangat jelas dan sangat gamblang
10:59Itu tidak mau
11:01Tidak mau dibicarakan
11:08Tidak mau dibicarakan
11:10Dan tidak mau
11:11Di
11:13Apalagi
11:15Di
Komentar

Dianjurkan