00:00Saudara naiknya harga BBM non-subsidi menuai beragam respons masyarakat.
00:05Bagaimana sebenarnya dampak hal ini bagi masyarakat?
00:09Untuk membahasnya kita akan berbincang dengan Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti.
00:13Selamat siang, Bu Esther.
00:16Siang, Mbak Lintang.
00:18Baik, Bu Esther, Anda melihat ya dari Indef seperti apa nih?
00:21Dampak yang langsung terasa ke masyarakat dengan adanya kenaikan harga BBM non-subsidi.
00:26Kita main-main, ini kurang lebih ada 4.000 rupiah kenaikannya.
00:30Ya, terima kasih Mbak Lintang, ini pertanyaan yang sangat menarik ya.
00:34Walaupun kalau kita lihat dari prediksi kenaikan harga BBM ini,
00:40saya sudah lama ya memprediksi sejak adanya terjadinya konflik geopolitik antara Iran, US, dan Israel.
00:49Kenapa? Karena dalam satu kenaikan harga minyak 1 USD per barrel,
00:57itu akan menaikkan defisit APBN sebesar Rp6,8 triliun.
01:04Nah, di sisi lain, dengan adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap US dollar sebesar Rp100,
01:11maka itu akan meningkatkan defisit APBN sekitar Rp0,8 triliun.
01:18Jadi, kalau kita lihat di sini sampai dengan hari ini adanya kenaikan harga minyak ditambah dengan pelemahan nilai tukar rupiah
01:29terhadap US dollar,
01:30itu akan mempersempit ruang fiskal di APBN ya.
01:34Nah, sehingga saya memprediksi bahwa kenaikan harga BBM ini ya,
01:41itu tentunya tidak terhindarkan lagi dan harus dilakukan oleh pemerintah.
01:47Namun demikian dengan adanya hitungan ya,
01:52kalau kita lihat dengan adanya selisih dari Rp12.300 per tarmac per liter menjadi Rp16.000 sekian ya,
02:03itu kan naik Rp4.000-an Rp4.200 per satu liter.
02:10Nah, ini pengguna Pertamax sebenarnya adalah sebagian besar adalah kelas menengah.
02:16Nah, tentu dengan kenaikan harga BBM non-subsidi ini,
02:21terutama Pertamax dan seterusnya itu,
02:23itu akan menggerus daya beli masyarakat terutama untuk kelompok kelas menengah.
02:29Demikian, Mbak Rintang.
02:30Baik, yang digarisbawahi adalah kelas menengah yang lagi-lagi menjadi apa yang terkena dampaknya gitu,
02:38kerap kali yang menjadi terdampak begitu,
02:41tidak termasuk dalam golongan yang mendapatkan bantuan sosial,
02:44namun ikut terimbas dengan adanya kenaikan harga BBM non-subsidi.
02:48Bagaimana Anda melihat kondisi ini?
02:50Apa yang harus disiapkan oleh pemerintah?
02:52Ya, jadi memang kalau kita lihat kelas menengah ini kelas yang dilupakan mungkin ya.
03:02Karena tidak hanya dari imbas harga BBM yang naik ya,
03:07tetapi juga dari tingkat suku bunga yang dinaikkan oleh Bank Indonesia.
03:13Meskipun saya secara teori ekonomi pun saya sudah menduga ini memang harus dilakukan
03:20karena untuk menahan aliran modal keluar gitu, capital outflow,
03:24agar tidak terjadi terus-menerus.
03:26Kenapa?
03:27Karena ini kan kaitannya dengan stabilitas nilai tukar.
03:30Nah, apa yang harus dilakukan oleh pemerintah gitu ya,
03:34maka agar tidak sia-sia dengan adanya alokasi anggaran yang untuk subsidi energi ini ya,
03:48kan untuk perstalat itu masih tetap sama ya harganya ya.
03:52Nah, sehingga di sisi lain anggaran dari KPBN ini harus dialokasikan
03:58untuk menarik ya investor atau investasi asing masuk di Indonesia lebih banyak
04:06atau investasi domestik gitu ya.
04:10Artinya apa?
04:11Dengan adanya investasi,
04:13maka pemerintah itu bisa memperoleh multiplier effect-nya
04:20dengan penciptaan lapangan pekerjaan yang lebih banyak.
04:23Nah, yang kedua,
04:24kalau penciptaan lapangan pekerjaan itu lebih banyak,
04:26maka masyarakat bisa mendapatkan kenaikan income real.
04:33Nah, sehingga mereka bisa melakukan konsumsi.
04:36Nah, pada akhirnya apa?
04:38Kalau mereka bisa melakukan konsumsi,
04:40investasi masuk ya,
04:42kemudian income real itu naik,
04:47artinya pada akhirnya kita bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
04:52Baik.
04:52Demikian Mbak Lintang.
04:53Kalau boleh saya potong di sini,
04:55dari kacamata Anda,
04:57apa sih dampaknya terhadap inflasi?
04:58Kalau tadi kita melihat dari Viti sebelumnya,
05:01ada Menku Perubaya dan juga DPR yang menyebut bahwa
05:03ini tidak terlalu berdampak kepada inflasi,
05:05karena tidak berpengaruh,
05:07karena tidak digunakan oleh industri begitu ya.
05:14Seperti apa dampaknya untuk inflasi?
05:17Ya, betul.
05:19Jadi, kami sudah menghitung Mbak terkait dengan dampak
05:24adanya kenaikan BBM non-subsidi ini ya.
05:29Kalau kita lihat dampaknya memang pada CPI
05:33atau Consumer Price Index ini hanya sekitar 1,24%.
05:38Dan untuk income real, upah real,
05:44itu ada penurunan ya sebesar 0,4 atau 0,26 untuk penurunan GDP real.
05:59Namun demikian, kita harus melihat lagi bahwa memang Pertamax ini tidak digunakan oleh industri.
06:07Tetapi, masyarakat kelas menengah lebih banyak menggunakan.
06:11Nah, saya sendiri juga menggunakan gitu ya.
06:14Nah, sehingga yang harus diantisipasi,
06:18jangan sampai ada penurunan jumlah masyarakat kelas menengah ini lebih banyak gitu.
06:23Karena tahun yang lalu,
06:26itu jumlah kelas menengah yang menurun itu sekitar 10 juta.
06:31Nah, jangan lupa bahwa kelas menengah ini adalah
06:34pembayar pajak yang paling besar
06:37untuk penerimaan negara gitu.
06:42Jadi, harus dilihat lagi ya.
06:45Kalau penurunan daya beli dari kelas menengah ini terjadi,
06:49maka mereka juga akan mengalami penurunan income real.
06:55Dan ini berdampak pada penerimaan negara.
06:58Demikian, Mbak.
06:58Oke, berarti singkat saja, Bu.
07:01Terdekat yang bisa disiapkan oleh pemerintah,
07:03stimulus seperti apa ini untuk insentif apa yang bisa diberikan kepada kelas menengah?
07:08Jangan sampai kelas menengah ini akan menjadi rentan miskin nantinya.
07:10Ya, yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah
07:15memetigasi ya resikonya dengan misalnya
07:19mereka kelas menengah ini
07:21diberikan insentif-insentif ya.
07:25Tidak hanya untuk
07:27misalnya mereka punya kredit ya,
07:30mereka diberikan insentif tingkat suku bunga.
07:33Atau mereka yang punya usaha,
07:36mereka diberikan insentif kemudahan
07:38sehingga misalnya
07:42mereka usahanya tidak
07:43bangkrut gitu, Mbak.
07:45Itu sih.
07:46Nah, di sisi lain, dari sisi masyarakat
07:48juga harus dihimbau bahwa
07:51harus bijak dalam mengelola
07:53keuangan
07:54di rumah tangganya sendiri.
07:57Gitu, Mbak.
07:59Baik.
07:59Ini tentu harus menjadi perhatian khusus dari pemerintah
08:02dan bentar-bentarnya masyarakat untuk mengelola keuangan
08:04di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
08:06Terima kasih, Bu Esther Sriasuti.
08:08Direktur Eksekutif Indef telah berbincang
08:10dengan kami di Kompasi.
08:11Yang sehat selalu, Ibu.
08:13Sehat selalu, Mbak Lintang.
08:14Terima kasih.
08:15Sampai jumpa di video selanjutnya.
08:16Terima kasih.
08:16Terima kasih.
Komentar