Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 19 jam yang lalu
LAMPUNG, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan utama dirinya terus maju dalam pemilihan presiden meski telah mengalami empat kali kekalahan.

Dalam pidatonya di Munas XVIII HIPMI 2026, Prabowo menegaskan bahwa keputusannya bukan didorong ambisi pribadi untuk meraih jabatan.

Prabowo mengaku telah melihat sejak era 1990-an bahwa Indonesia bergerak menuju arah yang menurutnya tidak tepat.

Karena keyakinan itulah, ia tetap berjuang dalam berbagai kontestasi politik meski berulang kali mengalami kekalahan.

"Saya ingin jadi presiden karena saya sudah lihat dari tahun 90-an Indonesia menuju arah yang salah," tegasnya.

Menurut Prabowo, kepemimpinan bukan soal kedudukan, melainkan tanggung jawab untuk memperbaiki keadaan bangsa.

Ia juga mengingatkan pentingnya persatuan, kerja sama, dan kerukunan nasional sebagai modal utama untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/674036/prabowo-ungkap-alasan-terus-maju-jadi-presiden-saya-sudah-lihat-indonesia-menuju-arah-yang-salah
Transkrip
00:00Saya tadi dikatakan berapa kali maju jadi presiden, untuk jadi presiden, tadi disebut tiga kali kalah, salah, empat kali kalah.
00:16Saya usaha jadi presiden dari 2004, konvensi Golkar, 2004, 2009, 2014, 2019, 2024.
00:37Empat, lima kali, empat kali kalah, empat kali kalah, orang bingung, sudah empat kali kalah masih mau maju lagi.
00:58Saudara-saudara, ada analis-analis ya, podcast-podcast, Prabowo ingin banget jadi presiden, sampai sekian kali, saudara-saudara, kenapa saya
01:19ingin jadi presiden?
01:21Saudara-saudara, saya ingin jadi presiden, karena saya sudah lihat, dari tahun 90-an, Indonesia menuju arah yang salah, saya
01:35sudah melihat.
01:45Saya bukan mau jadi presiden hanya untuk jadi presiden.
01:54Lu kira, enak?
01:57Iya kah?
02:02Karena kadang-kadang masyarakat, elit kita ini, elit yang memang kejem.
02:13Elit kita ini ya, tapi hampir semua elit bangsa-bangsa seperti kita.
02:18Ribut terus, sukanya, elitnya suka ribut, rakyat tidak.
02:24Rakyat paling ngerti, rakyat ngerti bahwa untuk dapat hidup yang baik, harus ada kerukunan.
02:36Harus ada apa?
02:38Harus ada paguyupan.
02:41Harus ada kerjasama.
02:43Harus ada saling mengisi.
02:48Bukan saling menghantam.
02:50Tapi elit semakin pintar.
02:52Jadi, ada presiden kayak Pak Jokowi.
02:55Selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan