00:00Selanjutnya, Sambutan Ketua Dewan Kehormatan BPP HIPMI kepada yang kami hormati,
00:05Bapak Bahlil Lahadalia, kami bersilakan.
00:33Ijin Bapak Presiden, beginilah dinda-dinda HIPMI ini kalau kelakuan begini.
00:41Bismillahirrahmanirrahim.
00:44Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:49Shalom.
00:51Om Suwati Yatsu.
00:53Namo Buddhaya, salam kebajikan.
00:56Yang sama-sama kita hormati.
00:58Kita banggakan dan kita cintai.
01:02Presiden Republik Indonesia, Bapak General Purnawirawan Prabowo Subianto.
01:09Bapak Presiden, mewakili Dewan Kehormatan BPP HIPMI,
01:15yang notabene alaman teman-teman ketua undang toko-toko,
01:18mengucapkan banyak terima kasih, kira-kira Bapak Presiden,
01:21karena kami tahu betul jadwal Bapak Presiden
01:25sangat padat untuk mengurus kesejahteraan rakyat bangsa dan negara.
01:31yang saya hormati
01:35ketua empereri
01:37abang saya, Bapak Ahmad Muzani,
01:40mungkin biar lebih akrab kita panggil
01:42Kanda Ahmad Muzani.
01:51Tadi kita ada aspirasi, Pak.
01:54Katanya di HIPMI ini kan nama Kanda Dinda itu sebenarnya di HIPMI, Pak.
01:58Sama organisasi Cipayu yang lain.
02:00Kalau Bapak berkenan, izinkan,
02:02seizin Bapak dengan tidak mengurangi rasa hormat,
02:04kami juga ingin memanggil
02:06Kak Kanda Bapak Presiden Prabowo Subianto.
02:10Setuju enggak?
02:14Biar lebih dekat, Pak.
02:16Supaya olahannya cepat masuk.
02:25Serius, serius, serius, serius.
02:27Ini lagi pidato ini.
02:31Yang kami hormati,
02:34ketua DPR RI,
02:37saudara saya,
02:38mantan kita umum HIPMI,
02:41Bengkulu,
02:43kalau yang ini,
02:44kadang-kadang Kanda,
02:45Kanda-Kanda Dinda.
02:46Udahlah, karena ini kita orang kehormatan.
02:48Dinda Sultan Bhaktiar Najamudin.
02:53Yang saya hormati,
02:57anggota kabinet
03:00yang sempat hadir nanti Bapak Presiden
03:02yang akan mengabsen,
03:06tapi Pak, tadi di pesawat,
03:07saya didoktrin oleh menteri
03:10yang bukan HIPMI,
03:11tapi merasa HIPMI,
03:12yaitu menteri perumahan rakyat, Pak.
03:17Doktrinnya,
03:18minta ampun, Pak.
03:19Menyampaikan kepada saya,
03:20Dinda,
03:21sekalipun Dinda menteri SDM,
03:24tapi yang mengurus UMKM itu adalah
03:26bangun-bangun rumah katanya.
03:28Cuman realisasinya kok belum-belum ada juga.
03:39Lama-lama Pak Arah Pak akan saya kasih,
03:42tapi tergantung memilih calon ketua umum yang mana dulu.
03:47Tanda-tanda Pak Arah ini.
03:50Yang saya hormati,
03:54ketua umum,
03:57BPP,
03:59HIPMI,
03:59Dinda Akbar Buhari,
04:01dengan seluruh pengurus yang ada.
04:03Kita berikan aplaus.
04:06Ketua-ketua umum terdahulu,
04:08sebelum saya,
04:09yang saya hormati,
04:10Ayah Anda,
04:12Abang Latif.
04:14Ini Pak,
04:15kalau siang,
04:16kita harus panggil Ayah Anda.
04:18Kalau malam,
04:19sedikit agak-agak kandah.
04:21Karena usia boleh 80,
04:23Bang Latif usia berapa?
04:2486.
04:2586 tahun,
04:27tapi kalau persoalan Dinda kandah,
04:29kandah-kandah Dinda kalah daripada kandah.
04:34Ini persoalan selera, Pak.
04:36Selera ini selera.
04:38Selera.
04:39Ini seleranya,
04:40minta ampun, Pak.
04:41Waduh.
04:42Coba Akbar berdiri sama Bang Latif.
04:45Akbar kelihatan lebih tua daripada Bang Latif.
04:51Ada ketua-ketua umum,
04:53terdahulu juga,
04:55ini mohon maaf,
04:56ini karena bicara di HIPMI,
04:57jadi pakai ala HIPMI saja.
05:00Ada Bang Cicip.
05:03Kandah Cicip.
05:05Ini Kandah Cicip juga 70 lebih,
05:08tapi saya lihat,
05:09seleranya oke juga.
05:13ini guru semua, Pak.
05:16Gurunya dari pagi hari sampai subuh hari.
05:19Kemudian ada Pak Bambang Wiogo.
05:26Kemudian ada Pak Erwin Aksa.
05:29Ini,
05:31waktu dia jadi Pak Erwin Aksa,
05:33jadi ketua umum BPHIPMI, Pak,
05:35saya pengurusnya.
05:37Tapi,
05:38saya disiksa juga, Pak, dari jabatan.
05:41Jadi setelah jadi ketua umum HIPIPAPUA,
05:43masuk di BPHIPMI,
05:45mulai dari pangkat terendah,
05:46departemen.
05:48habis itu,
05:49baru naik pangkat lagi kompartemen.
05:53Begitu,
05:53agar ke ketua umum Okto yang saya hormati,
05:56nah ini Okto,
05:57Raja Okto Hari,
05:58Sabtu Okto Hari.
06:00Begitu Pak Okto jadi ketua umum, Pak,
06:03baru saya punya pangkat menaikkan,
06:05menjadi ketua bidang infrastruktur.
06:09Begitu ketua umum Okto selesai,
06:11saya ribut kekuasaan,
06:12jadi ketua umum.
06:14Karena,
06:16kalau nunggu diberi terus, Pak,
06:18lama, kok lama banget gitu loh.
06:20Ternyata kekuasaan ini gak bisa nunggu,
06:22harus ribut.
06:24Jadi saya setelah Pak Okto,
06:26baru saya jadi gitu umum.
06:29Caketum-caketum,
06:31yang saya hormati,
06:33hatinya lagi naik turun-naik turun ya.
06:37Ini lagi.
06:38Ini lagi.
Komentar