Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 19 jam yang lalu
LAMPUNG, KOMPAS.TV - Suasana pembukaan acara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Lampung, Rabu (10/6).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua BPP Hipmi, Bahlil Lahadalia mendapat sambutan tak biasa ketika hendak menyampaikan pidatonya.

Para peserta kompak menyanyikan lagu bertema Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga menciptakan suasana hangat dan penuh antusiasme.

Momen itu berlangsung di depan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang hadir pada acara tersebut.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Noval

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/674031/momen-lagu-mbg-menggema-bahlil-disambut-nyanyian-mbg-di-depan-prabowo
Transkrip
00:00Selanjutnya, Sambutan Ketua Dewan Kehormatan BPP HIPMI kepada yang kami hormati,
00:05Bapak Bahlil Lahadalia, kami bersilakan.
00:33Ijin Bapak Presiden, beginilah dinda-dinda HIPMI ini kalau kelakuan begini.
00:41Bismillahirrahmanirrahim.
00:44Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:49Shalom.
00:51Om Suwati Yatsu.
00:53Namo Buddhaya, salam kebajikan.
00:56Yang sama-sama kita hormati.
00:58Kita banggakan dan kita cintai.
01:02Presiden Republik Indonesia, Bapak General Purnawirawan Prabowo Subianto.
01:09Bapak Presiden, mewakili Dewan Kehormatan BPP HIPMI,
01:15yang notabene alaman teman-teman ketua undang toko-toko,
01:18mengucapkan banyak terima kasih, kira-kira Bapak Presiden,
01:21karena kami tahu betul jadwal Bapak Presiden
01:25sangat padat untuk mengurus kesejahteraan rakyat bangsa dan negara.
01:31yang saya hormati
01:35ketua empereri
01:37abang saya, Bapak Ahmad Muzani,
01:40mungkin biar lebih akrab kita panggil
01:42Kanda Ahmad Muzani.
01:51Tadi kita ada aspirasi, Pak.
01:54Katanya di HIPMI ini kan nama Kanda Dinda itu sebenarnya di HIPMI, Pak.
01:58Sama organisasi Cipayu yang lain.
02:00Kalau Bapak berkenan, izinkan,
02:02seizin Bapak dengan tidak mengurangi rasa hormat,
02:04kami juga ingin memanggil
02:06Kak Kanda Bapak Presiden Prabowo Subianto.
02:10Setuju enggak?
02:14Biar lebih dekat, Pak.
02:16Supaya olahannya cepat masuk.
02:25Serius, serius, serius, serius.
02:27Ini lagi pidato ini.
02:31Yang kami hormati,
02:34ketua DPR RI,
02:37saudara saya,
02:38mantan kita umum HIPMI,
02:41Bengkulu,
02:43kalau yang ini,
02:44kadang-kadang Kanda,
02:45Kanda-Kanda Dinda.
02:46Udahlah, karena ini kita orang kehormatan.
02:48Dinda Sultan Bhaktiar Najamudin.
02:53Yang saya hormati,
02:57anggota kabinet
03:00yang sempat hadir nanti Bapak Presiden
03:02yang akan mengabsen,
03:06tapi Pak, tadi di pesawat,
03:07saya didoktrin oleh menteri
03:10yang bukan HIPMI,
03:11tapi merasa HIPMI,
03:12yaitu menteri perumahan rakyat, Pak.
03:17Doktrinnya,
03:18minta ampun, Pak.
03:19Menyampaikan kepada saya,
03:20Dinda,
03:21sekalipun Dinda menteri SDM,
03:24tapi yang mengurus UMKM itu adalah
03:26bangun-bangun rumah katanya.
03:28Cuman realisasinya kok belum-belum ada juga.
03:39Lama-lama Pak Arah Pak akan saya kasih,
03:42tapi tergantung memilih calon ketua umum yang mana dulu.
03:47Tanda-tanda Pak Arah ini.
03:50Yang saya hormati,
03:54ketua umum,
03:57BPP,
03:59HIPMI,
03:59Dinda Akbar Buhari,
04:01dengan seluruh pengurus yang ada.
04:03Kita berikan aplaus.
04:06Ketua-ketua umum terdahulu,
04:08sebelum saya,
04:09yang saya hormati,
04:10Ayah Anda,
04:12Abang Latif.
04:14Ini Pak,
04:15kalau siang,
04:16kita harus panggil Ayah Anda.
04:18Kalau malam,
04:19sedikit agak-agak kandah.
04:21Karena usia boleh 80,
04:23Bang Latif usia berapa?
04:2486.
04:2586 tahun,
04:27tapi kalau persoalan Dinda kandah,
04:29kandah-kandah Dinda kalah daripada kandah.
04:34Ini persoalan selera, Pak.
04:36Selera ini selera.
04:38Selera.
04:39Ini seleranya,
04:40minta ampun, Pak.
04:41Waduh.
04:42Coba Akbar berdiri sama Bang Latif.
04:45Akbar kelihatan lebih tua daripada Bang Latif.
04:51Ada ketua-ketua umum,
04:53terdahulu juga,
04:55ini mohon maaf,
04:56ini karena bicara di HIPMI,
04:57jadi pakai ala HIPMI saja.
05:00Ada Bang Cicip.
05:03Kandah Cicip.
05:05Ini Kandah Cicip juga 70 lebih,
05:08tapi saya lihat,
05:09seleranya oke juga.
05:13ini guru semua, Pak.
05:16Gurunya dari pagi hari sampai subuh hari.
05:19Kemudian ada Pak Bambang Wiogo.
05:26Kemudian ada Pak Erwin Aksa.
05:29Ini,
05:31waktu dia jadi Pak Erwin Aksa,
05:33jadi ketua umum BPHIPMI, Pak,
05:35saya pengurusnya.
05:37Tapi,
05:38saya disiksa juga, Pak, dari jabatan.
05:41Jadi setelah jadi ketua umum HIPIPAPUA,
05:43masuk di BPHIPMI,
05:45mulai dari pangkat terendah,
05:46departemen.
05:48habis itu,
05:49baru naik pangkat lagi kompartemen.
05:53Begitu,
05:53agar ke ketua umum Okto yang saya hormati,
05:56nah ini Okto,
05:57Raja Okto Hari,
05:58Sabtu Okto Hari.
06:00Begitu Pak Okto jadi ketua umum, Pak,
06:03baru saya punya pangkat menaikkan,
06:05menjadi ketua bidang infrastruktur.
06:09Begitu ketua umum Okto selesai,
06:11saya ribut kekuasaan,
06:12jadi ketua umum.
06:14Karena,
06:16kalau nunggu diberi terus, Pak,
06:18lama, kok lama banget gitu loh.
06:20Ternyata kekuasaan ini gak bisa nunggu,
06:22harus ribut.
06:24Jadi saya setelah Pak Okto,
06:26baru saya jadi gitu umum.
06:29Caketum-caketum,
06:31yang saya hormati,
06:33hatinya lagi naik turun-naik turun ya.
06:37Ini lagi.
06:38Ini lagi.
Komentar

Dianjurkan