00:00Nah saudara, yang juga jadi sorotan di Sapa Indonesia hari ini soal melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika berdampak
00:06pada mahalnya barang elektronik di sejumlah daerah.
00:10Dampak dari mahalnya harga barang elektronik itu, pedagang mengeluhkan omset penjualan yang menurun drastis.
00:19Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terus melemah membuat sektor penjualan elektronik mengalami penurunan.
00:25Di salah satu pusat perbelanjaan elektronik di kawasan pusat kota Garut, Jawa Barat ini, barang elektronik seperti televisi, mesin cuci,
00:33speaker aktif, kulkas, kamera, laptop termasuk handphone harganya melonjak hingga 30% dari harga sebelumnya.
00:41Pengelola toko terpaksa menawarkan dengan sistem kredit. Tidak hanya omset yang menurun, konsumen pun terpaksa membeli barang dengan spesifikasi seadanya.
00:49Produk elektronik yang lainnya yang memang kerasanya itu kenaikan range harganya itu cukup begitu kerasa.
00:58Itu kenaikan harga itu di range 30-40%.
01:02Yang paling menonjol dari ginisa apa?
01:04Yang paling menonjol justru saat ini itu di kategori smartphone ya, sama IT.
01:11Kenaikan harga barang elektronik juga terpantau di kota Maleng, Jawa Timur.
01:15Kenaikan tertinggi pada bulan Juni hingga mencapai 20%.
01:19Harga barang seperti TV, kulkas misalnya, sebelumnya 1,6 juta rupiah, kini naik menjadi 1,8 juta rupiah.
01:28Kenaikan harga jual ini menurut penjual sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
01:33Dalam beberapa pekan terakhir penjualan turun hingga 40%.
01:36Selain itu, dengan naiknya barang elektronik, pemilik toko harus menambah modal untuk menambah stok di toko.
01:43Dampak kenaikan dolar ini ya kami sangat rasakan, sampai dengan hari ini rata-rata penurunan biasa sampai 30-40%.
01:56Penurunan apa itu Pak? Penjualan.
01:58Karena harga naik 5-20% per item.
02:04Penjual barang elektronik berharap ada langkah dari pemerintah agar nilai tukar rupiah terhadap dolar
02:09tidak semakin lemah agar produk elektronik bisa kembali normal.
02:13Tim Meliputan Kompas TV
02:16Tim Meliputan Kompas TV
Komentar