Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyebut Pemerintah Provinsi Maluku Utara saat ini tidak memiliki cukup anggaran untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hingga akhir 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Sherly dalam rapat kerja Komisi II DPR bersama Menteri Dalam Negeri dan sejumlah kepala daerah yang digelar pada Senin kemarin.

Dalam rapat itu, Sherly menjelaskan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini cukup berat. Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima Pemerintah Provinsi Maluku Utara disebut lebih kecil dibandingkan kebutuhan belanja pegawai, termasuk untuk pembayaran PPPK.

Meski demikian, Sherly memahami kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang juga tengah menghadapi tekanan. Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu melakukan berbagai inovasi agar tetap dapat menjaga keberlanjutan layanan publik di tengah keterbatasan fiskal.

#MalukuUtara #SherlyTjoanda #PPPK

Baca Juga Blak-Blakan! Gubernur Sherly Tjoanda di Rapat DPR: Kami Sekarang Tak Punya Cash Flow Bayar Gaji PPPK di https://www.kompas.tv/nasional/673513/blak-blakan-gubernur-sherly-tjoanda-di-rapat-dpr-kami-sekarang-tak-punya-cash-flow-bayar-gaji-pppk

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/673992/maluku-utara-tak-cukup-anggaran-gaji-pppk-terancam-hingga-2026-jmp
Transkrip
00:01Saudara Gubernur Maluku Utara, Sherly Chowanda menyebut pemerintah provinsi kini sudah tidak memiliki uang untuk membayar gaji pegawai pemerintah dengan
00:09perjanjian kerja atau P3K sampai akhir 2026.
00:14Keluhan Sherly disampaikan dalam rapat kerja komisi 2 DPR bersama Menteri Dalam Negeri dan sejumlah kepala daerah Senin kemarin.
00:23Ia menjelaskan kondisi keuangan Maluku Utara saat ini bahwa dana alokasi umum atau DAU yang diterima provinsi lebih kecil daripada
00:34belanja pegawai.
00:35Meski Sherly mengaku memahami kondisi APBN yang juga sulit sehingga daerah harus melakukan inovasi.
00:47Tetapi tadi juga sudah mendengar semua keluhan dari kepala daerah bahwa itu tidak menyelesaikan masalah kami di daerah karena kami
00:53sekarang tidak punya cash flow untuk membayar gaji P3K sampai dengan akhir tahun.
00:58Sehingga apakah masalah kami daerah selesai? Belum.
01:01Contoh seperti kita di Maluku Utara, DAU kita itu cuma 960 sekian miliar.
01:08Sedangkan belanja pegawai kita itu 1,1 triliun.
01:11Artinya belanja pegawai kita itu sudah melebihi DAU.
01:15Bahwa kemudian kita berimprovisasi dengan PAD dan DBH.
01:22Dan dana bagi hasil itu kan namanya juga dana bagi hasil dan kami ditahan 60%.
01:26Mungkin kami tidak meminta dari DAU, kami pun tidak meminta bahwa dibayar oleh APBN P3K.
01:31Kami hanya minta sebagian dari 60% DBH dikembalikan.
01:35Jika itu dikembalikan kita kan mengambil jalan tengah.
01:38Maka kemudian itu sangat membantu.
01:46Agar kebijakan tiga...
01:48Ibu Sherry ada yang mau disampaikan?
01:50Di luar yang sudah disampaikan?
01:52Silahkan Bu.
01:55...dari Pak Mendagri dan Pak Bumen Pan-RB terkait relaksasi.
02:00Untuk itu kami akan mengambil jalan tengah.
02:04Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan