Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Gencatan senjata di Timur Tengah terancam saat Israel dan Iran saling balas serangan.

Israel mengklaim telah menyerang pabrik petrokimia Mahshahr di Iran serta menargetkan situs militer tambahan di seluruh negeri Persia.

Video serangan terhadap fasilitas penting di Iran tersebut, dirilis Pasukan Pertahanan Israel, IDF.

Video tersebut merekam serangan ke sistem pertahanan udara Iran, di wilayah barat dan tengah.

Serangan tersebut diklaim Israel menyasar tempat penyimpanan rudal, yang disiapkan Iran untuk menyerang pesawat Israel.

Merespons serangan Israel ke wilayahnya, IRGC merilis video peluncuran rudal dengan target, Haifa, Israel.

Rudal bertuliskan "Kalian akan menyesal". Tanggal dan lokasi pasti dari rekaman yang dirilis oleh IRGC tidak dapat diverifikasi secara independen.

Namun, Iran menegaskan perbuatan Israel merusak proses diplomatik.

Eskalasi yang semakin tinggi di Timur Tengah, membuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump, geram. Trump meminta Israel dan Iran menghentikan serangan.

Lewat Truth Social-nya, Trump bilang Israel dan Iran harus segera menghentikan penembakan.

Perintah Trump kepada Israel bukan kali ini saja. Sebelumnya Trump juga mengklaim sudah menelepon Netanyahu dan meminta Israel menghentikan serangan pada Lebanon.

Namun pengamat intelijen dan keamanan UI, Stanislaus Riyanta menduga serangan Israel ke Iran bagian dari exit strategy AS dan sudah direstui AS.

Membahas soal eskalasi di Timur Tengah yang semakin meningkat pasca saling serang antara Israel dengan Iran, kita sudah bersama Pakar Hubungan Internasional Presiden University, Teuku Rezasyah.

Baca Juga [FULL] Analisis Pakar soal IDF Serang Iran, Trump Tak Mampu Kendalikan Israel? | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/673820/full-analisis-pakar-soal-idf-serang-iran-trump-tak-mampu-kendalikan-israel-kompas-petang

#iran #israel #trump

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/673852/full-memanas-israel-dan-iran-saling-balas-serangan-negosiasi-damai-as-iran-gagal
Transkrip
00:00Bahas soal eskalasi di Timur Tengah yang semakin meningkat pasca saling serang antara Israel dengan Iran,
00:05kita sudah bersama dengan Pakar Hubungan Internasional Presiden Universiti, Teguh Reza Shah.
00:10Selamat malam Pak Reza.
00:12Selamat malam Indonesia. Salam dari Presiden Universiti.
00:15Baik. Pak Reza, Anda ini membacanya seperti apa?
00:19Israel tanpa komando AS melakukan serangan ke Iran, apakah kini Israel yang pegang kendali?
00:25Nah, harapan Israel begitu ya, bahwa dia yang pegang kendali dan Amerika Serikat tetap di belakang mereka.
00:32Tapi Amerika Serikat sudah realistis.
00:34Kalau belum apa-apa mereka berada di depan, ini akan sangat berdampak kepada kepemimpinan Donald Trump di dalam negeri.
00:41Tapi yang jelas, ketegangan saat ini sangat tinggi.
00:44Jadi walaupun Presiden Amerika Serikat menuntut kedua pihak untuk menentikan, untuk menahan diri,
00:49tapi tetap ini merupakan kode juga bagi Israel bahwa sebenarnya dalam hati Amerika Serikat itu memperkenankan Israel terus melakukan serangan,
00:57tapi nanti begitu serangan itu berhasil, kemudian berhasil meledakkan pusat-pusat strategis di Iran,
01:04kemudian melumpuhkan angkatan bersenjata Iran, mungkin itu adalah saat yang terdapat bagi Amerika Serikat untuk exit strategi.
01:10Dan demikian, ini adalah suatu kondisi terkini di mana Israel akan terus melakukan serangan langsung ke situs-situs strategis di
01:18Iran,
01:18kemudian walaupun Amerika Serikat mengatakan gencatan senjata itu harus dipertahankan,
01:24kemudian serangan itu dihentikan, tapi Benjamin Netanyahu senantiasa mengatakan bahwa Israel berhak mempertahankan dirinya
01:34dan tetap akan melakukan serangannya ke wilayah-wilayah di Iran tersebut.
01:40Pak Reza, jadi artinya serangan Israel ini sudah direstui AS, mereka tidak akan mendengarkan permintaan Trump untuk hentikan tembakan?
01:49Israel tidak akan pernah mendengar peringatan Trump, apalagi kalau peringatan itu disampaikan lewat Twitter.
01:54Mungkin akan lebih berwibawa kalau Donald Trump menyampaikannya secara lisan lewat CNN atau lewat CNBC,
02:00dan kemudian juga dirilai oleh White House, oleh Pentagon, dan juga oleh Senkom.
02:06Dan untuk itu baru Israel sadar bahwa ini benar-benar serius.
02:10Tapi bagaimanapun, Iran mengatakan bahwa inilah kesempatan saya untuk menunjukkan jati diri saya,
02:16janganlah ganggu-ganggu sekutu-sekutu saya yang berada di timur tengah.
02:19Karena kita perhatikan Iran ini juga sudah unjuk gigi.
02:23Dia sudah mulai mendukung sekutu-sekutunya yang terbesar terutama sekali di Gaza dan di Lebanon Selatan.
02:33Dan untuk itu saya perhatikan bahwa kalaupun Israel itu benar-benar ingin mengatakan AS,
02:38itu tidak mudah. Ada gap yang sangat dahsyat.
02:42Gap di bidang logistik, gap di bidang ketersediaan senjata, dan juga gap dalam jangkauan jarak jauh.
02:50Israel sangat tergantung pada AS, pada pesawat bomber, kemudian juga global force projection,
02:58dan juga ketersediaan logistik.
03:00Dan ini yang Israel tidak miliki, apalagi jarak kedua negara itu cukup jauh,
03:04sekitar 1.500 km, dan itu berada dalam radius serang dari peluru kendali Iran.
03:11Strategi Iran bagaimana menghadapi Israel, Pak Reza?
03:14Kalau sebelumnya kan membaca nih, yang dihadapi adalah Amerika Serikat.
03:17Kini yang dihadapi Israel. Apa yang disiapkan oleh Iran?
03:22Pertama adalah diplomasi publik untuk mengatakan kepada dunia bahwa dia adalah yang diserang,
03:26dia adalah negara yang bertahan, karena pada tanggal 28 Februari dulu akan dimusnahkan oleh Israel dan Amerika Serikat.
03:32Dan untuk itu, ini adalah diplomasi publik yang akan dilakukan ke seluruh dunia,
03:37dan pada saat yang sama, Iran akan siap menghadapi Israel.
03:39Karena dalam hal ini, Iran sudah melihat bahwa tanpa dukungan Amerika Serikat,
03:43Israel itu lumpuh adanya.
03:45Dan untuk itu, Iran tampaknya sudah menyiapkan target-target dari peluru kendalinya.
03:50Peluru kendali jarak pendek, jarak menengah, dan jarak jauh.
03:53Tentunya Iran sudah menyasar kota-kota tertentu di Israel,
03:57dan tentunya ini akan menjadi kejutan.
04:00Misalnya tentunya dia sudah menyasar Haifa, kemudian Bersheba,
04:04kemudian Netanya, kemudian Petah Tikva,
04:07kemudian Bnei Brat, kemudian Ramadgan,
04:09mungkin Tel Aviv sendiri, mungkin dalam beberapa hari kemudian,
04:12kota seperti Asdot, kota seperti Holon,
04:15seperti Batyam, tentunya sudah berada dalam radio serang peluru kendali Iran.
04:21Baik, bagaimana dengan proksi Iran?
04:24Tampaknya Hutsi juga mulai terpancing.
04:26Hezbollah juga akan ikut merespon serangan ini?
04:30Memang untuk itu harus hati-hati sekali ya.
04:32Untuk itu memang diperlukan kontak-kontak bawah tanah
04:35antara Iran dengan sekutu-sekutunya.
04:38Tiga H itu, Hamas, Houthi, dan Hezbollah.
04:42Dan untuk itu tentunya Iran juga harus berpikir,
04:45apakah mereka memiliki logistik yang cukup?
04:47Apakah jalur komunikasi mereka aman?
04:48Dan kalaupun terjadi serangan, tentunya harus terkoordinir dengan sangat baik.
04:53Tentunya serangan tersebut harus berjalan pada saat terjadinya krisis kemanusiaan,
04:58di mana Israel seringkali melakukan krisis kemanusiaan di berbagai wilayah di Gaza dan juga Lebanon Selatan.
05:04Ini merupakan pekerjaan yang tidak mudah,
05:07tapi bagaimanapun ini menuntut kemampuan intelijen dari garda revolusi.
05:12Karena suatu serangan itu hendaknya benar-benar terkoordinir,
05:15dan sederhana itu benar-benar ditujukan untuk benar-benar mempertahankan diri.
05:20Karena bagaimanapun juga Iran mengatakan bahwa kami siap untuk berperang jangka panjang,
05:24dan ini yang ditakutkan oleh Israel dan Amerika Serikat.
05:27Karena kalau perang ini berlangsung lebih lama lagi,
05:30maka ekonomi kedua negara tersebut akan rotok,
05:33dan kredibilitas mereka berdua akan turun,
05:35dan terlebih lagi Amerika Serikat pada saat pemilu,
05:38setelah mendatang itu partai buru benar-benar jatuh.
05:41Kalau Anda melihat saat ini, sikap Amerika Serikat apakah perlahan mundur
05:45dari perang di Timur Tengah ini,
05:47atau justru masih menunggu nih?
05:51Memang Amerika Serikat sangat membutuhkan exit strategi.
05:54Exit strategi itu bisa diperoleh lawat kepemimpinan diplomatik,
05:57seperti misalnya Iran dikondisikan untuk tunduk pada berbagai klausul
06:02dari Nuclear Non-Proliferation Treaty,
06:05dan juga mundur dari berbagai konsistensinya di Selat Hormuz.
06:09Tapi pada saat yang sama Amerika Serikat juga berpikir,
06:12mereka akan sangat diuntungkan kalau Israel berhasil melakukan serangan
06:16atas wilayah-wilayah Iran tersebut.
06:18Dan tentunya bagi Israel, mereka sudah tahu persis
06:21wilayah-wilayah mana saja yang hendaknya diincar.
06:24Dan untuk itu, kita ketahui bersama,
06:27perang yang sudah berlangsung lebih dari 100 hari ini
06:29merupakan laboratorium pertahanan yang luar biasa
06:34bagi Iran dan juga bagi Israel.
06:37Dan untuk itu, tampaknya Israel tetap akan mempertahankan momentum.
06:41Karena bagaimanapun, kalau mereka lengah,
06:43maka reputasi Netanyahu itu akan rontok.
06:47Hanya dengan cara inilah Israel bisa mengendalikan situasi
06:50di dalam negerinya sendiri.
06:52Sehingga dengan demikian masyarakat melihat bahwa
06:55walaupun mereka terlihat kalah dari perspektif Iran,
06:58tapi mereka tetap akan maju terus untuk suatu ide besar,
07:01yaitu Israel Raya.
07:03Pak Reza, soal ancaman Iran yang meminta warga Israel dievakuasi,
07:10berarti itu bisa terbukti, terjadi dengan adanya serangan ini ya?
07:16Memang kita masih menunggu ya,
07:19bagaimana kualitas dari peluru kendali Iran yang terkini.
07:23Konon akan memuat senjata plasma.
07:25Kita belum tahu bagaimana kualifikasi senjata tersebut.
07:28Tapi tampaknya ini akan merupakan pamungkas bagi Iran
07:31kalau dia merasa dirinya benar-benar terdesak.
07:33Di pada saat yang sama juga Iran masih ada sisi manusiawinya
07:37dengan mengatakan bahwa wilayah-wilayah tertentu di Iran, di Israel,
07:40akan menjadi sasaran dari Iran.
07:43Tapi untuk itu tentunya ini akan melibatkan konsultasi yang luar biasa.
07:48Konsultasi antara Iran dengan China,
07:50konsultasi Iran dengan Rusia,
07:52dan juga dengan sekutu-sekutu Amerika Seket yang ada.
07:54Karena Iran tentunya ingin bermain aman,
07:56jangan sampai nanti dia dikutuk oleh dunia,
08:02padahal yang dikirimkan itu bukanlah senjata nuklir,
08:05tapi senjata plasma.
08:06Dengan kondisi saat ini,
08:08bagaimana Anda melihat kelanjutan negosiasi AIS dengan Iran, Pak Reza?
08:15Negosiasi tetap sulit ya,
08:17karena masing-masing pihak tidak mau berpindah dari posisi awal.
08:21Kalau bagi Iran, Hormuz itu adalah lambang kedolatan kami,
08:25kemudian juga nuklir itu adalah juga lambang dari kedolatan kami.
08:29Tapi pada saat yang sama,
08:30Iran juga sudah mengatakan,
08:32memerlukan bukti kesediaan Amerika Serikat,
08:35dan juga ketulusan Amerika Serikat.
08:37Antara lain dengan mengembalikan aset-aset Iran
08:40yang terkunci di bank-bank Amerika Serikat dan di bank-bank Eropa.
08:45Kemudian juga Amerika Serikat tindaknya berupaya
08:48tidak lagi membenarkan sanksi-sanksi primer
08:52dan sanksi-sanksi sekunder
08:54yang selama ini dikenakan kepada Iran
08:56dan negara-negara yang berhubungan dengan Iran.
09:01Dan juga tentunya Iran meminta bahwa
09:04Amerika Serikat tindaknya tidak lagi melakukan blokade di Hormuz.
09:09Saya pikir kalau persyaratan ini sudah dipenuhi,
09:12maka Iran akan kembali kepada meja perundingan.
09:15Tapi tentunya kata akhir adalah daripada
09:18Ayatolah di Iran tersebut.
09:21Karena saat ini saya perhatikan,
09:23walaupun si Intelijen Barat mengatakan
09:25Iran sudah babak belur, ekonominya rontok,
09:28kemudian bankannya tidak jalan,
09:30kemudian terdapat potensi pemberontakan di dalam negeri,
09:34kemudian tidak akurnya antara ganda revolusi
09:36dengan Angkatan Bersenjata Iran,
09:37tapi tampaknya justru di sinilah
09:42Iran menunjukkan kemampuannya bahwa
09:45silakan Anda berpikir kami lemah,
09:47tapi sebenarnya kami tidak fatig,
09:49kami tidak mengalami yang Anda alami,
09:51yang kalau dalam teori itu namanya war fatig,
09:53Iran tidak mengalami tersebut.
09:55Bahkan sekaranglah saatnya Iran membuktikan
09:57bahwa dalam bulan-bulan terakhir ini
10:00dia akan memenangkan perang tersebut.
10:02Jadi negosiasi akan buntu
10:03karena Iran tak menurunkan daya tawar,
10:05serangan terhadap Lebanon oleh Israel
10:07juga masih berlanjut.
10:08Itu yang jadi salah satu poin penting juga, Pak Reza.
10:11Tepat sekali.
10:12Jadi tentunya Iran akan mengatakan kepada Amerika Serikat,
10:15tolong Anda kendalikan Israel,
10:16Israel tidak boleh mengganggu perundingan di antara kita
10:20karena secara sejarah selalu,
10:22begitu ada tanda-tanda perundingan ini akan berujung
10:26seperti misalnya
10:27Joint Comprehensive Plan of Action tahun 2018,
10:31tahun 2015,
10:33dan kemudian dihantam oleh Amerika Serikat pada tahun 2018,
10:37kemudian masuk ke dalam perang 3 minggu,
10:40kemudian terakhir pada tanggal 28 Februari silam.
10:42Jadi Amerika Serikat hendaknya juga mawas diri.
10:45Bahwa kalau dia ingin menerapkan suatu exit strategi,
10:48maka dia juga hendaknya memiliki kemampuan
10:50mengendalikan Israel agar menjaga momentum.
10:54Karena bagi Amerika Serikat sekaranglah saat yang sangat penting
10:57untuk menarik diri.
10:59Dan untuk itu memang pada saat yang sama
11:01akan diberikan beban kepada Israel
11:03untuk lebih bertanggung jawab.
11:05Cuma masalahnya apakah Israel mampu
11:07mempertahankan diri karena negara-negara.
11:09Untuk Amerika Serikat tapi sudah mulai melunak terhadap Iran.
11:13Karena melihat bahwa yang jauh lebih berbahaya adalah
11:16terwujudnya Israel Raya,
11:18dan dalam prosesnya negara-negara kami akan rontok
11:20ke dalam pelukan dari Tel Aviv.
11:22Baik, terima kasih untuk ulasannya
11:24Pakar Hubungan Internasional Presiden Universiti
11:26Teku Reza Shah untuk program Kepas Malam hari ini.
Komentar

Dianjurkan