00:00Bahas soal eskalasi di Timur Tengah yang semakin meningkat pasca saling serang antara Israel dengan Iran,
00:05kita sudah bersama dengan Pakar Hubungan Internasional Presiden Universiti, Teguh Reza Shah.
00:10Selamat malam Pak Reza.
00:12Selamat malam Indonesia. Salam dari Presiden Universiti.
00:15Baik. Pak Reza, Anda ini membacanya seperti apa?
00:19Israel tanpa komando AS melakukan serangan ke Iran, apakah kini Israel yang pegang kendali?
00:25Nah, harapan Israel begitu ya, bahwa dia yang pegang kendali dan Amerika Serikat tetap di belakang mereka.
00:32Tapi Amerika Serikat sudah realistis.
00:34Kalau belum apa-apa mereka berada di depan, ini akan sangat berdampak kepada kepemimpinan Donald Trump di dalam negeri.
00:41Tapi yang jelas, ketegangan saat ini sangat tinggi.
00:44Jadi walaupun Presiden Amerika Serikat menuntut kedua pihak untuk menentikan, untuk menahan diri,
00:49tapi tetap ini merupakan kode juga bagi Israel bahwa sebenarnya dalam hati Amerika Serikat itu memperkenankan Israel terus melakukan serangan,
00:57tapi nanti begitu serangan itu berhasil, kemudian berhasil meledakkan pusat-pusat strategis di Iran,
01:04kemudian melumpuhkan angkatan bersenjata Iran, mungkin itu adalah saat yang terdapat bagi Amerika Serikat untuk exit strategi.
01:10Dan demikian, ini adalah suatu kondisi terkini di mana Israel akan terus melakukan serangan langsung ke situs-situs strategis di
01:18Iran,
01:18kemudian walaupun Amerika Serikat mengatakan gencatan senjata itu harus dipertahankan,
01:24kemudian serangan itu dihentikan, tapi Benjamin Netanyahu senantiasa mengatakan bahwa Israel berhak mempertahankan dirinya
01:34dan tetap akan melakukan serangannya ke wilayah-wilayah di Iran tersebut.
01:40Pak Reza, jadi artinya serangan Israel ini sudah direstui AS, mereka tidak akan mendengarkan permintaan Trump untuk hentikan tembakan?
01:49Israel tidak akan pernah mendengar peringatan Trump, apalagi kalau peringatan itu disampaikan lewat Twitter.
01:54Mungkin akan lebih berwibawa kalau Donald Trump menyampaikannya secara lisan lewat CNN atau lewat CNBC,
02:00dan kemudian juga dirilai oleh White House, oleh Pentagon, dan juga oleh Senkom.
02:06Dan untuk itu baru Israel sadar bahwa ini benar-benar serius.
02:10Tapi bagaimanapun, Iran mengatakan bahwa inilah kesempatan saya untuk menunjukkan jati diri saya,
02:16janganlah ganggu-ganggu sekutu-sekutu saya yang berada di timur tengah.
02:19Karena kita perhatikan Iran ini juga sudah unjuk gigi.
02:23Dia sudah mulai mendukung sekutu-sekutunya yang terbesar terutama sekali di Gaza dan di Lebanon Selatan.
02:33Dan untuk itu saya perhatikan bahwa kalaupun Israel itu benar-benar ingin mengatakan AS,
02:38itu tidak mudah. Ada gap yang sangat dahsyat.
02:42Gap di bidang logistik, gap di bidang ketersediaan senjata, dan juga gap dalam jangkauan jarak jauh.
02:50Israel sangat tergantung pada AS, pada pesawat bomber, kemudian juga global force projection,
02:58dan juga ketersediaan logistik.
03:00Dan ini yang Israel tidak miliki, apalagi jarak kedua negara itu cukup jauh,
03:04sekitar 1.500 km, dan itu berada dalam radius serang dari peluru kendali Iran.
03:11Strategi Iran bagaimana menghadapi Israel, Pak Reza?
03:14Kalau sebelumnya kan membaca nih, yang dihadapi adalah Amerika Serikat.
03:17Kini yang dihadapi Israel. Apa yang disiapkan oleh Iran?
03:22Pertama adalah diplomasi publik untuk mengatakan kepada dunia bahwa dia adalah yang diserang,
03:26dia adalah negara yang bertahan, karena pada tanggal 28 Februari dulu akan dimusnahkan oleh Israel dan Amerika Serikat.
03:32Dan untuk itu, ini adalah diplomasi publik yang akan dilakukan ke seluruh dunia,
03:37dan pada saat yang sama, Iran akan siap menghadapi Israel.
03:39Karena dalam hal ini, Iran sudah melihat bahwa tanpa dukungan Amerika Serikat,
03:43Israel itu lumpuh adanya.
03:45Dan untuk itu, Iran tampaknya sudah menyiapkan target-target dari peluru kendalinya.
03:50Peluru kendali jarak pendek, jarak menengah, dan jarak jauh.
03:53Tentunya Iran sudah menyasar kota-kota tertentu di Israel,
03:57dan tentunya ini akan menjadi kejutan.
04:00Misalnya tentunya dia sudah menyasar Haifa, kemudian Bersheba,
04:04kemudian Netanya, kemudian Petah Tikva,
04:07kemudian Bnei Brat, kemudian Ramadgan,
04:09mungkin Tel Aviv sendiri, mungkin dalam beberapa hari kemudian,
04:12kota seperti Asdot, kota seperti Holon,
04:15seperti Batyam, tentunya sudah berada dalam radio serang peluru kendali Iran.
04:21Baik, bagaimana dengan proksi Iran?
04:24Tampaknya Hutsi juga mulai terpancing.
04:26Hezbollah juga akan ikut merespon serangan ini?
04:30Memang untuk itu harus hati-hati sekali ya.
04:32Untuk itu memang diperlukan kontak-kontak bawah tanah
04:35antara Iran dengan sekutu-sekutunya.
04:38Tiga H itu, Hamas, Houthi, dan Hezbollah.
04:42Dan untuk itu tentunya Iran juga harus berpikir,
04:45apakah mereka memiliki logistik yang cukup?
04:47Apakah jalur komunikasi mereka aman?
04:48Dan kalaupun terjadi serangan, tentunya harus terkoordinir dengan sangat baik.
04:53Tentunya serangan tersebut harus berjalan pada saat terjadinya krisis kemanusiaan,
04:58di mana Israel seringkali melakukan krisis kemanusiaan di berbagai wilayah di Gaza dan juga Lebanon Selatan.
05:04Ini merupakan pekerjaan yang tidak mudah,
05:07tapi bagaimanapun ini menuntut kemampuan intelijen dari garda revolusi.
05:12Karena suatu serangan itu hendaknya benar-benar terkoordinir,
05:15dan sederhana itu benar-benar ditujukan untuk benar-benar mempertahankan diri.
05:20Karena bagaimanapun juga Iran mengatakan bahwa kami siap untuk berperang jangka panjang,
05:24dan ini yang ditakutkan oleh Israel dan Amerika Serikat.
05:27Karena kalau perang ini berlangsung lebih lama lagi,
05:30maka ekonomi kedua negara tersebut akan rotok,
05:33dan kredibilitas mereka berdua akan turun,
05:35dan terlebih lagi Amerika Serikat pada saat pemilu,
05:38setelah mendatang itu partai buru benar-benar jatuh.
05:41Kalau Anda melihat saat ini, sikap Amerika Serikat apakah perlahan mundur
05:45dari perang di Timur Tengah ini,
05:47atau justru masih menunggu nih?
05:51Memang Amerika Serikat sangat membutuhkan exit strategi.
05:54Exit strategi itu bisa diperoleh lawat kepemimpinan diplomatik,
05:57seperti misalnya Iran dikondisikan untuk tunduk pada berbagai klausul
06:02dari Nuclear Non-Proliferation Treaty,
06:05dan juga mundur dari berbagai konsistensinya di Selat Hormuz.
06:09Tapi pada saat yang sama Amerika Serikat juga berpikir,
06:12mereka akan sangat diuntungkan kalau Israel berhasil melakukan serangan
06:16atas wilayah-wilayah Iran tersebut.
06:18Dan tentunya bagi Israel, mereka sudah tahu persis
06:21wilayah-wilayah mana saja yang hendaknya diincar.
06:24Dan untuk itu, kita ketahui bersama,
06:27perang yang sudah berlangsung lebih dari 100 hari ini
06:29merupakan laboratorium pertahanan yang luar biasa
06:34bagi Iran dan juga bagi Israel.
06:37Dan untuk itu, tampaknya Israel tetap akan mempertahankan momentum.
06:41Karena bagaimanapun, kalau mereka lengah,
06:43maka reputasi Netanyahu itu akan rontok.
06:47Hanya dengan cara inilah Israel bisa mengendalikan situasi
06:50di dalam negerinya sendiri.
06:52Sehingga dengan demikian masyarakat melihat bahwa
06:55walaupun mereka terlihat kalah dari perspektif Iran,
06:58tapi mereka tetap akan maju terus untuk suatu ide besar,
07:01yaitu Israel Raya.
07:03Pak Reza, soal ancaman Iran yang meminta warga Israel dievakuasi,
07:10berarti itu bisa terbukti, terjadi dengan adanya serangan ini ya?
07:16Memang kita masih menunggu ya,
07:19bagaimana kualitas dari peluru kendali Iran yang terkini.
07:23Konon akan memuat senjata plasma.
07:25Kita belum tahu bagaimana kualifikasi senjata tersebut.
07:28Tapi tampaknya ini akan merupakan pamungkas bagi Iran
07:31kalau dia merasa dirinya benar-benar terdesak.
07:33Di pada saat yang sama juga Iran masih ada sisi manusiawinya
07:37dengan mengatakan bahwa wilayah-wilayah tertentu di Iran, di Israel,
07:40akan menjadi sasaran dari Iran.
07:43Tapi untuk itu tentunya ini akan melibatkan konsultasi yang luar biasa.
07:48Konsultasi antara Iran dengan China,
07:50konsultasi Iran dengan Rusia,
07:52dan juga dengan sekutu-sekutu Amerika Seket yang ada.
07:54Karena Iran tentunya ingin bermain aman,
07:56jangan sampai nanti dia dikutuk oleh dunia,
08:02padahal yang dikirimkan itu bukanlah senjata nuklir,
08:05tapi senjata plasma.
08:06Dengan kondisi saat ini,
08:08bagaimana Anda melihat kelanjutan negosiasi AIS dengan Iran, Pak Reza?
08:15Negosiasi tetap sulit ya,
08:17karena masing-masing pihak tidak mau berpindah dari posisi awal.
08:21Kalau bagi Iran, Hormuz itu adalah lambang kedolatan kami,
08:25kemudian juga nuklir itu adalah juga lambang dari kedolatan kami.
08:29Tapi pada saat yang sama,
08:30Iran juga sudah mengatakan,
08:32memerlukan bukti kesediaan Amerika Serikat,
08:35dan juga ketulusan Amerika Serikat.
08:37Antara lain dengan mengembalikan aset-aset Iran
08:40yang terkunci di bank-bank Amerika Serikat dan di bank-bank Eropa.
08:45Kemudian juga Amerika Serikat tindaknya berupaya
08:48tidak lagi membenarkan sanksi-sanksi primer
08:52dan sanksi-sanksi sekunder
08:54yang selama ini dikenakan kepada Iran
08:56dan negara-negara yang berhubungan dengan Iran.
09:01Dan juga tentunya Iran meminta bahwa
09:04Amerika Serikat tindaknya tidak lagi melakukan blokade di Hormuz.
09:09Saya pikir kalau persyaratan ini sudah dipenuhi,
09:12maka Iran akan kembali kepada meja perundingan.
09:15Tapi tentunya kata akhir adalah daripada
09:18Ayatolah di Iran tersebut.
09:21Karena saat ini saya perhatikan,
09:23walaupun si Intelijen Barat mengatakan
09:25Iran sudah babak belur, ekonominya rontok,
09:28kemudian bankannya tidak jalan,
09:30kemudian terdapat potensi pemberontakan di dalam negeri,
09:34kemudian tidak akurnya antara ganda revolusi
09:36dengan Angkatan Bersenjata Iran,
09:37tapi tampaknya justru di sinilah
09:42Iran menunjukkan kemampuannya bahwa
09:45silakan Anda berpikir kami lemah,
09:47tapi sebenarnya kami tidak fatig,
09:49kami tidak mengalami yang Anda alami,
09:51yang kalau dalam teori itu namanya war fatig,
09:53Iran tidak mengalami tersebut.
09:55Bahkan sekaranglah saatnya Iran membuktikan
09:57bahwa dalam bulan-bulan terakhir ini
10:00dia akan memenangkan perang tersebut.
10:02Jadi negosiasi akan buntu
10:03karena Iran tak menurunkan daya tawar,
10:05serangan terhadap Lebanon oleh Israel
10:07juga masih berlanjut.
10:08Itu yang jadi salah satu poin penting juga, Pak Reza.
10:11Tepat sekali.
10:12Jadi tentunya Iran akan mengatakan kepada Amerika Serikat,
10:15tolong Anda kendalikan Israel,
10:16Israel tidak boleh mengganggu perundingan di antara kita
10:20karena secara sejarah selalu,
10:22begitu ada tanda-tanda perundingan ini akan berujung
10:26seperti misalnya
10:27Joint Comprehensive Plan of Action tahun 2018,
10:31tahun 2015,
10:33dan kemudian dihantam oleh Amerika Serikat pada tahun 2018,
10:37kemudian masuk ke dalam perang 3 minggu,
10:40kemudian terakhir pada tanggal 28 Februari silam.
10:42Jadi Amerika Serikat hendaknya juga mawas diri.
10:45Bahwa kalau dia ingin menerapkan suatu exit strategi,
10:48maka dia juga hendaknya memiliki kemampuan
10:50mengendalikan Israel agar menjaga momentum.
10:54Karena bagi Amerika Serikat sekaranglah saat yang sangat penting
10:57untuk menarik diri.
10:59Dan untuk itu memang pada saat yang sama
11:01akan diberikan beban kepada Israel
11:03untuk lebih bertanggung jawab.
11:05Cuma masalahnya apakah Israel mampu
11:07mempertahankan diri karena negara-negara.
11:09Untuk Amerika Serikat tapi sudah mulai melunak terhadap Iran.
11:13Karena melihat bahwa yang jauh lebih berbahaya adalah
11:16terwujudnya Israel Raya,
11:18dan dalam prosesnya negara-negara kami akan rontok
11:20ke dalam pelukan dari Tel Aviv.
11:22Baik, terima kasih untuk ulasannya
11:24Pakar Hubungan Internasional Presiden Universiti
11:26Teku Reza Shah untuk program Kepas Malam hari ini.
Komentar