Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Israel kembali menyerang Iran dengan target pabrik petrokimia dan fasilitas militer.

Serangan itu membuat posisi Amerika Serikat kian terjepit. Di tengah desakan untuk mengakhiri perang Iran, seruannya tak dihiraukan Israel.

Serangan Iran menyasar lebih dulu ke Israel buntut agresi negara yang dipimpin Netanyahu itu ke Lebanon selatan.

Ini adalah serangan pertama Iran sejak gencatan senjata disepakati dengan Amerika Serikat pada April lalu.

Serangan Iran pun dibalas Israel dengan menyasar sistem pertahanan udara Iran.

Israel merilis video serangan ke wilayah barat dan tengah Iran.

IDF mengklaim serangan menghancurkan salah satu pertahanan udara yang menampung rudal yang dirancang menyerang pesawat terbang.

Iran mengatakan eskalasi yang terjadi merupakan tanggung jawab Amerika Serikat, karena negara tersebut tak bisa mengendalikan Israel.

Lalu apakah Israel kini memegang kendali di Timur Tengah? Kita bahas bersama Pakar Strategi PPAU juga alumni US Air War College, Agung Sasongkojati dan Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte.

Baca Juga [FULL] Pengamat dan Dosen Ketahanan UI Bahas Gejolak Rudal Iran Serang Israel, Perang Kian Memuncak? di https://www.kompas.tv/video/673677/full-pengamat-dan-dosen-ketahanan-ui-bahas-gejolak-rudal-iran-serang-israel-perang-kian-memuncak

#israel #iran #amerika #trump

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/673820/full-analisis-pakar-soal-idf-serang-iran-trump-tak-mampu-kendalikan-israel-kompas-petang
Transkrip
00:01Israel-Iran saling serang membuat posisi Amerika Serikat kian terjepit di tengah desakan untuk mengakhiri perang Iran.
00:07Seruannya tak dihiraukan Israel.
00:09Lalu apakah Israel kini memegang kendali di Timur Tengah?
00:11Kita bahas bersama pakar strategi PPAU, juga alumni US Air World College,
00:16Pak Agung Sasongkojati dan dosen ilmu politik Universitas Udayana Evata Filomeno Boromio Duarte.
00:21Pak Agung, Mas Evata, selamat petang semua.
00:25Selamat sore.
00:27Baik, terima kasih.
00:29Saya ingin ke Pak Agung terlebih dahulu.
00:30Pak Agung melihat kondisi saat ini di Timur Tengah.
00:33Masih ada saling serang antara Iran dan Israel di tengah upaya Amerika Serikat sebenarnya
00:38untuk menekan ekskalasi perang atau di tengah gencatan senjata ini.
00:42Melihat agresifitas dari Israel, Pak Agung.
00:45Apakah bisa dikatakan Amerika Serikat ini kehilangan kendali atas Israel itu sendiri?
00:51Yang jelas sekarang yang dibutuhkan adalah Amerika.
00:55Khususnya Trump adalah bagaimana tetap eksis sebagai pimpinan dari negara Amerika dengan terjaga gengsinya.
01:02Dan terjaga juga posisinya sebagai presiden meskipun sudah mengalami salah perhitungan dalam operasi di Iran.
01:11Dan di sisi lain, Nyetanya Ho atau Bibi juga sedang mengalami masa yang kritis.
01:18Karena ada dua hal.
01:19Satu adalah menyangkut soal karir politiknya.
01:22Gimana pendapat masyarakat pada dia.
01:24Apakah dia kuat atau enggak.
01:26Dan yang kedua adalah terkait dengan masalah hukum.
01:31Yaitu dia terlibat dalam jaringan, ada korupsi lah itu.
01:34Nah itu yang sekarang yang terjadi adalah.
01:38Tapi di sisi lain, Israel sangat tidak menghendaki adanya perdamaian antara Amerika dengan Iran.
01:46Karena kalau itu sampai damai ataupun sanksi dicabut, itu akan membuat posisi Iran jauh lebih kuat.
01:51Bukan saja dari segi keunggulan militer, karena memang belum ya.
01:55Tetapi keunggulan bidang ekonomi dan potensi ke depan.
01:57Yang tak terbayangkan Israel, impian mereka menjadi para paling tangguh, paling kuat, paling hegemonik.
02:04Negara adik kuat didaya atau bukan didaya, negara regional hegemon menjadi rontok kalau sampai Iran itu maju.
02:13Nah di sisi lain, jadi pilihan dia melaksanakan saran kebir itu dalam rangka mensabotase daripada perjanjian.
02:20Karena memang perjanjiannya sudah hampir dekat.
02:21Dimana Trump sendiri mengatakan dalam waktu mungkin minggu-minggu ini sudah akan tanda tangan.
02:26Jadi di belakang layar itu ternyata Iran dan Amerika juga ada tukar-menukar ini dengan perantara Pakistan dibantu Qatar dan
02:35Oman.
02:35Untuk menggulkan apa yang akhirnya.
02:37Dan bahkan Trump sendiri sudah mengatakan bahwa ya tanpa soal uranium, kita juga bisa tuh mengerbut uraniumnya Iran tanpa ada
02:45dalam perjanjian.
02:46Artinya apa? Dia menyetujui perjanjian itu tidak melibatkan uranium tetapi terkait dengan penghentian permusuhan dan mungkin yang lainnya.
02:53Jadi itu sudah sinyal nih bahwa gak bisa ngotot soal ini.
02:56Dan itu yang sangat tidak dikendaki sama Israel.
02:59Kenapa?
02:59Karena begitu soal uranium itu adalah soal yang akan membuat perjanjian ini jadi macet.
03:03Nah itu yang terjadi sehingga Israel memutuskan menyerang Beirut Selatan dan itu melewati red line yang ditentukan oleh Iran.
03:12Oke saya ingin ke Mas Efmata karena informasi sebelumnya kita tahu Trump bahkan sudah melepon Perdana Menteri Israel Netanyahu dengan
03:19pesan untuk menahan diri.
03:21Tapi kita tahu juga nampaknya Israel masih memprioritaskan untuk menyerang balik Iran.
03:25Saya ingin tanyakan apakah analisa dari Pak Agung, Anda sepakat dengan analisa bahwa Netanyahu atau Israel terus menyerang Iran karena
03:33karir politik, karena masalah hukum termasuk juga tidak menghendaki perdamaian?
03:37Mas Efmata.
03:39Baik.
03:39Tentu situasi politik dalam negeri Israel memang menjadi salah satu trigger ya.
03:47Kenapa akhirnya Netanyahu berupaya semaksimal mungkin untuk memenangkan perang.
03:51Terutama dengan proksi-proksi Iran itu sendiri dan mereka berharap agar mereka menjalankan satu amanat bahwa mereka mampu melakukan satu
04:03upaya untuk mempertahankan diri.
04:05Itu yang sering disampaikan dan ini menjadi salah satu kampanye politik yang disampaikan oleh Netanyahu dalam beberapa situasi-situasi politik.
04:13Dan kita tahu bahwa hari ini situasi semakin kacau karena ternyata Israel diam-diam malah mensuplai kekuatan anti udara khususnya
04:24ke wilayah negara di Zazira Arab secara diam-diam.
04:28Dan kita juga melihat ada data bahwa Mossad juga telah mempersenjatai milisi kurdi.
04:34Nah ini kan menjadi tanda bahwa sebenarnya sampai hari ini tidak ada etiket baik dari Israel untuk melakukan negosiasi.
04:41Dan Israel tahu bahwa setiap langkah yang dilakukan oleh Donald Trump bukanlah tanda bahwa Israel adalah negara ke-51 dari
04:51Amerika Serikat.
04:52Sehingga Amerika Serikat harus tahu diri.
04:54Itu yang disampaikan oleh Israel bahwa mereka berada pada posisi yang cukup prima untuk melakukan pertahanan diri dan juga mengambil
05:00serta menganisasi wilayah.
05:02Maka serangan yang cukup presisi ini adalah tanda bahwa mereka bukan hanya siap, tapi mereka tahu apa yang harus mereka
05:08lakukan.
05:09Dan kita juga harus terbuka bahwa sebenarnya sudah ada rencana besar yang direncanakan oleh Israel tetapi selalu dihalangi oleh Donald
05:17Trump.
05:17Meskipun Donald Trump kali ini teranggap atau dianggap sebagai orang yang mencoba mengendalikan, tetapi pada kondisinya memang Donald Trump didengarkan
05:26oleh Netanyahu.
05:27Meskipun tidak maksimal.
05:28Maka dari itu, teori saya adalah kedua belah pihak terutama Donald Trump memainkan good cup dan bad cup.
05:34Sekarang dunia berharap agar Donald Trump mengendalikan permainan.
05:37Padahal permainan sendiri itu dikendalikan atau sengaja dimainkan dan Israel adalah salah satu proksi yang terus melakukan serangan.
05:44Sehingga nanti dunia akan berharap Donald Trump mendamaikan padahal keduanya berada pada satu kompartemen.
05:49Demikian.
05:49Oke, artinya di Timur Tengah saya ingin ke Pagung.
05:51Artinya di Timur Tengah apakah bisa dikatakan saat ini yang mengendalikan perang dan situasi di sana adalah Israel, bukan Amerika
05:57lagi?
05:59Jadi gini, sekarang Israel itu mencoba untuk menggendang itu di tangan mereka dengan menyerang Beirut Selatan yaitu di markasnya kaum
06:12siyah di Hezbollah.
06:14Namun yang terjadi adalah sebetulnya adalah dia tahu kalau dia mencoba ini maka dia akan ingin tahu apakah Iran itu
06:21akan anu batasnya.
06:22Karena dia ingin menuju kelihatan kuat kan dia serang.
06:24Dan serangannya ke Beirut Selatan pun juga sebetulnya diketahui juga bahwa itu tidak terlalu anu.
06:30Dia serangannya 150 serangan tetapi sungguhnya yang diserang itu tidak merupakan tempat-tempat ada gedung kosong atau segala macam.
06:35Jadi tidak terlalu ini.
06:37Itulah alasannya kenapa pada saat Iran menyerang balik dengan 5 salvo tembakan masing-masing terdiri dari 4 sampai 5 rudal.
06:45Itu ditujukan ke Israel, ke utara ya.
06:49Ke Israel utara itu sebesar ditangkis semua.
06:51Dan selanjutnya Iran pada saat di oke stop dari kata Donald Trump jangan lanjutkan serangan.
06:58Israel tetap ngelang.
06:58Karena apa?
06:59Karena itu bukan keputusannya si Nithanyahu juga.
07:02Karena itu pada teriak itu semua orang-orang garis keras.
07:05Natalie Bennett, kemudian Belgefir.
07:08Wah itu kamu pecundang segala macam tidak berani gitu.
07:11Akhirnya serang lah diserang sama Israel.
07:13Nah tapi ini serangnya pun juga kan korbannya tidak banyak.
07:16Jadi serang.
07:17Nah mungkin perlu kita ketahui semua ya.
07:19Semua serangan Israel itu pada saat awal, pada saat penuh dibantu Amerika, dia menggunakan perang elektronik itu berani masuk wilayah
07:28Iran.
07:28Tapi menyerang pun, menge-bomnya pun tidak ada yang overhead.
07:32Jarang sedikit yang overhead.
07:33Kebanyakan menggunakan stand-off.
07:35Bahkan yang kemarin serangan ke Iran itu stand-off dari jalan 500 km dari target.
07:39Jadi dia masuk perbatasan Iran sedikit, tembakan rudalnya, kemudian balik.
07:44Jadi nggak ada yang terbang.
07:45Kenapa?
07:46Pertama, karena tidak didukung Amerika.
07:47Nah yang unik ini Amerika tidak mendukung sama sekali.
07:50Kamu jalan sendiri.
07:51Jadi kemudian pada saat diserang sama Iran, Amerika juga tidak mendukung.
07:55Kan kita ketahui pada saat serangan-serangan sebelumnya tuh Amerika juga adalah rudal patriotnya pas sana dan juga ada rudal
08:00kapal.
08:01Itu mencegat dan kecorban rudalnya lebih banyak daripada Israel.
08:05Sekarang itu betul-betul dari informasi yang didapat dari CNN, dari New York Times, itu Amerika sama sekali tidak melindungi.
08:12Nah jadi Israel sekarang sudah agak ketahuan banget.
08:16Wah ternyata Amerika serius sih tidak melindungi.
08:18Jadi pancingan dia pertama dibalas Iran ternyata ini.
08:20Nah untuk itu makanya serangan balas Israel kemudian tidak ke Beirut tapi ngebom Lebanon Selatan dan serangan balasan dari Iran.
08:29Itu juga hanya lima rudal jadi tidak terlalu serius.
08:33Jadi deeskalasi serangan.
08:34Itu lah abis itu makanya tidak ada serangan.
08:36Meskipun Israel sekarang masih nyerang Lebanon Selatan tapi kan tidak Beirut Selatan.
08:40Ya mungkin titen tat tapi sekarang yang unik adalah dari Sadek Larijani, saudaranya Alirajari penasihat yang keamanan nasional Iran yang
08:51dibunuh itu.
08:52Itu namanya Sadek Larijani mengatakan bahwa sekarang doktrin barunya Iran adalah
08:57kalau menyerang kembali ke Libanon atau ke proksinya, Libanon, Hezbollah atau yang lainnya
09:06maka dianggap menyerang Iran dan Iran akan sekarang membalas langsung itu tidak ragu-ragu lagi.
09:12Jadi itu doktrin strategi keamanan nasional yang baru dari Iran.
09:15Wah itu sudah menimbulkan ini.
09:17Nah sekarang Iran, Israel jadi loh gimana nih dia tidak bebas beroperasi semaunya lagi.
09:23Ini yang akan menimbulkan sesuatu baru.
09:25Oke baik, saya ingin ke Mas Efata bahwa di sisi lain selain ada gejolak politik antara Israel dengan Amerika Serikat
09:32tapi kita tahu juga Houthi mengirimkan serangan rudal kepada Israel dari Yaman
09:36dan juga bahkan memperlakukan pelayaran total untuk kapal Israel dari perairan.
09:40Artinya menghalangi pergerakan dari kapal Israel itu sendiri.
09:44Pertanyaan saya adalah apakah keterlibatan Houthi ini ataupun keikut sertaan Houthi
09:48membuka peluang perang ini akan semakin besar di beberapa hari ke depan?
09:56Baik, ini merupakan strategi cincin api ya dari proksi Iran itu sendiri.
10:01Kita lihat bahwa ternyata akhirnya rencana untuk menutup selat bab El Mandeb ini juga menjadi nyata begitu ya.
10:09Meskipun serangan yang dilakukan itu kurang lebih 100% bisa ditepis dengan kemampuan anti udara dari Israel itu sendiri.
10:17Dan tadi sudah saya sampaikan bahwa mereka mempersenjatai juga beberapa negara-negara di Zazira Arab
10:23dan kita juga bisa melihat bahwa ternyata dalam situasi politik yang cukup pelik seperti ini
10:29ternyata hal-hal yang diharapkan oleh Iran itu memang banyak yang tidak tercapai.
10:35Dan agresifitas dari Israel malah semakin menjadi karena mereka malah menyerang Isfahan
10:40dan juga mereka melakukan serangan surgical strike ya terhadap pimpinan-pimpinan dari IRGC itu sendiri.
10:48Ada beberapa rumor bahwa jenderal-jenderal yang dalam operasi kemarin itu akhirnya berhasil dilumpukan.
10:54Nah kalau dalam posisi seperti ini sebenarnya diplomasi ini sebagai daya untuk memperpanjang perang
11:01dan sebagai langkah untuk mengintip ya dalam operasi intelijen.
11:05Maka dari itu dalam kondisi seperti ini Iran harus melakukan serangan
11:09dan serangan-serangan ini adalah serangan menunjukkan bahwa mereka mampu mengontrol situasi
11:13terutama terkait dengan masalah hormus tadi serangan terhadap nafal ya.
11:17Dan juga kita bisa melihat bahwa dalam kondisi-kondisi yang cukup kritis seperti ini
11:22ternyata Israel mampu untuk mencoba semaksimal mungkin melakukan bergen.
11:27Jadi ketika mereka melakukan serangan yang cukup dalam ya keberapa titik
11:31dengan melakukan operasi pasukan darat
11:33inilah yang menyebabkan kenapa diplomasi dari kedua belah pihak akhirnya terhambat.
11:39Donald Trump berharap agar negosiasi segera dilakukan
11:42Netanyahu mengatakan bahwa negosiasi tidak diperlukan
11:45karena tujuan politik mereka berbeda tetapi in the end mereka harus bekerja sama.
11:49Maka dari itu ini harus dilihat secara rir politik di balik itu semua
11:53bahwa serangan-serangan yang dilakukan nantipun oleh Hoti
11:56itu tidak akan pernah maksimal juga karena
11:58meskipun ini ada kurang lebih banyak rudal ya
12:00puluhan rudal sudah ditembakkan
12:02tetapi rudal itu akhirnya jatuh di titik-titik yang memang tidak strategis begitu.
12:06Mungkin ada beberapa media mengatakan strategis
12:08tetapi faktanya memang tidak demikian begitu.
12:11Maka dari itu serangan-serangan dilakukan oleh Israel
12:13itu malah membuat Amerika Serikat merasa bahwa
12:16ya serang saja ini adalah kesempatan emas dan kita harus merebut.
12:20Karena bagaimanapun dalam negosiasi ke depan
12:22Amerika juga berharap agar ada good deal
12:25bukan bad deal.
12:26Kalau bad deal juga akhirnya Amerika nanti yang akan menyerang kembali begitu.
12:30Maka dalam kondisi seperti ini keduanya memainkan peran masing-masing
12:33tetapi masih dalam satu koalisi yang cukup kuat
12:36meskipun yang ditampilkan seolah-olah mereka retak.
12:39Oke singkat saja mungkin terakhir Pak Agung
12:42melihat Houthi yang tadi saya sebutkan juga nampaknya sudah mulai menyerang Israel
12:45seberapa besar sebenarnya kekuatan militer dari Houthi itu sendiri?
12:48Apakah juga ini akan dimanfaatkan oleh Iran?
12:51Ini adalah pesan Iran kepada semua pihak
12:54kepada Amerika dan Israel kepada dunia
12:56bahwa Iran serius apapun itu dibahas
12:58dan yang paling unik adalah
12:59ini Iran secara tegas menyatakan bahwa
13:02apapun menyerang ini dia akan memperhitungkan serangan kepada Palestina
13:05serangan kepada Hezbollah
13:07itu akan dianggap serangan kepada Iran
13:08dan Iran mulai sekarang menentukan
13:10bahwa dia juga berhak untuk membalas serangan itu
13:12itu yang sangat berbeda
13:14yang kedua adalah
13:14Houthi serangannya hanya mengirim satu rudal dan satu drone
13:17bahkan drone-nya itu sendirian terbang lewat data Saudi
13:20sampai Saudi tidak ditembak, dibiarkan saja
13:22itu menunjukkan bahwa Saudi juga tidak mau terlibat
13:25dan akhirnya ya itu
13:26itulah bukti bahwa negara-negara teluk sudah sekarang memilih
13:30bahwa mereka memilih mana yang masuk akal, yang pragmatis
13:33dia tidak mau dengan memilih Amerika
13:35korban jadi belah Amerika
13:37belah Amerika sendiri juga tidak serius untuk membuat perdamaian
13:40jadi intinya adalah
13:41Iran mendapatkan poeri lebih besar sekarang
13:43kenapa?
13:44karena mereka sekarang menunjukkan bahwa Israel itu sudah tidak bisa sebebas semaunya lagi
13:48dan menunjukkan kepada dunia
13:50meskipun Israel menembak sedikit di Lebanon Selatan
13:53tapi intinya
13:55Israel menyerang Beirut
13:56Iran menyerang Israel
13:57Israel menyerang Iran
13:59dan Iran menyerang Bali
14:00dan habis itu tidak ada serangan yang berarti
14:02kecuali ke Lebanon Selatan
14:03artinya Iran berada di posisi yang lebih kuat
14:06yang sampai Israel pun memutuskan untuk tidak menyerang kembali
14:09karena risiko lebih tinggi dan diancam oleh Trump
14:11baik, tentu yang kita dukung adalah
14:13segera ada kesempatan antara Amerika Serikat dan juga Israel
14:16Amerika Serikat, Israel dan juga Iran
14:18untuk kemudian betul-betul menyudahi perang yang ada di Timur Tengah
14:21terima kasih Bapak Agung Sasoko Jati dan juga Mas Evata Filomeno Boromio Duarte telah bergabung di Kompas Petang
14:26Terima kasih telah menyerang
Komentar

Dianjurkan