Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Harga sejumlah bahan pokok kembali naik di Pasar Tradisional Bersehati di Kota Manado.

Kenaikan signifikan terjadi cabai rawit, bawang merah dan minyak goreng.

Cabai rawit pagi ini dijual Rp110 ribu per kilogram, padahal dua hari sebelumnya harga cabai rawit hanya Rp60 ribu per kilogram.

Tak hanya cabai rawit, bawang merah juga mengalami lonjakan harga. Sebelumnya dijual Rp60 ribu per kilogram, kini dijual Rp100 ribu per kilogram.

Kenaikan harga dipicu faktor cuaca dan berkurangnya pasokan dari daerah sentra penghasil.

Harga minyak goreng curah juga naik, saat ini minyak goreng curah dijual Rp20.000 per liter. Sebelumnya dijual Rp19.000 per liter.

Rupiah terus melemah, bahkan sudah menembus Rp18 ribu per dollar AS. Bagaimana dampaknya rupiah yang terus merosot bagi dunia usaha? Kita sudah terhubung dengan Guru Besar Universitas Airlangga, Rahma Gafmi.

Baca Juga Dolar AS Tembus Rp18.000, Ini 7 Langkah BI Menjaga Stabilitas Rupiah di https://www.kompas.tv/ekonomi/672972/dolar-as-tembus-rp18-000-ini-7-langkah-bi-menjaga-stabilitas-rupiah

#rupiah #rupiahlemah #dolar

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/672997/full-guru-besar-unair-ungkap-sektor-yang-paling-terdampak-pelemahan-rupiah-kompas-siang
Transkrip
00:00Rupiah terus melemah, bahkan sudah menembus 18 ribu per dolar Amerika Serikat.
00:05Bagaimana dampaknya rupiah yang terus merosot bagi dunia usaha kita?
00:08Kita sudah terhubung dengan guru besar Universitas Erlangga, Rahma Gafmi.
00:14Selamat siang Ibu Rahma.
00:16Selamat siang Mas Fidi, apa kabar?
00:19Baik Ibu, terima kasih untuk waktunya di kompas siang hari ini.
00:22Jadi Ibu, apakah pelemahan rupiah saat ini jadi ancaman atau peluang sebenarnya bagi dunia usaha?
00:30Ya, terima kasih Mas Fidi.
00:32Sebenarnya pelemahan rupiah itu selalu menjadi pisau bermata dua bagi dunia usaha.
00:39Jadi biasanya dampaknya itu tidak pernah seragam mas.
00:44Apa yang menjadi ancaman besar itu bagi satu sektor itu justru bisa juga menjadi peluang mas bagi sektor lainnya gitu
00:51kan.
00:52Nah memang secara garis besar yang saya amati dampak pelemahan rupiah terhadap dunia usaha ini
00:59pertama adalah pada sektor yang menghadapi ancaman adalah manufaktur Mas.
01:06Jadi manufaktur dan farmasi.
01:08Nah kenapa saya katakan manufaktur dan farmasi?
01:11Karena kedua sektor itu ketergantungan pada bahan baku impor itu sangat tinggi.
01:17Nah banyak industri lokal yang mengimpor bahan baku dalam dominasi dolar Amerika itu
01:23tapi dia juga menjual produk itu dalam rupiah Mas.
01:28Seperti misalnya industri obat-obatan termasuk juga perakitan elektronik dan sebagainya.
01:34Sehingga pelemahan rupiah ini secara otomatis menaikkan cost of goods sold-nya.
01:38Jadi jika mereka menaikkan harga jual pastinya mereka juga akan berisiko kehilangan daya beli konsumen.
01:45Demikian Mas Fidi.
01:47Dan kedua itu ada sektor energi dan transportasi.
01:50Karena ini adalah biaya logistik yang juga bisa pakai aftur gitu ya Mas.
01:56Kita tahu kan selat hormos ini kan masih sampai sekarang masih punya ketegangan yang belum pasti kapan berakhirnya.
02:03Sehingga di sini adalah termasuk pada industri penerbangan dan juga logistik itu sangat rentan.
02:09Kenapa?
02:09Karena biaya sewa pesawat, suku cadang, dan juga bahan bakar termasuk aftur, bensin itu dipatok dalam falas.
02:18Jadi kita nggak bisa juga dianggap remeh gitu dengan pelemahan rupiah ini.
02:24Nah memang perusahaan dengan utang falas tinggi itu juga menjadi suatu anjaman Mas.
02:29Karena baik itu emiten maupun korporasi yang miliki utang dalam bentuk dolar itu tanpa melakukan lindung nilai atau hedging itu
02:38pastinya akan mengalami pembengkakan beban pembayaran pokok dan bunga utangnya saat dikonversi ke dalam rupiah.
02:46Sehingga itu yang menjadi masalah termasuk importer barang konsumsi.
02:51Termasuk ya kan kita sekarang di Indonesia itu kan gandum tidak punya ladang sendiri.
02:57Kita mesti impor.
02:58Jadi pengaruhnya itu adalah kepada makanan Mas.
03:01Termasuk juga mie, termasuk juga ke roti-rotian, termasuk juga ketahu, kedele, dan sebagainya.
03:07Itu kan impor gitu Mas Fidi.
03:09Itu kan dari sisi impornya Bu.
03:11Nah kalau dari yang berorientasi ekspor nih dengan pelemahan nilai rupiah ini,
03:18apa yang bisa mereka manfaatkan dari sini?
03:22Nah itu Mas, ini kan harus menangkap peluang ya Mas Fidi.
03:26Sebagai dunia harus gitu kan.
03:28Memang sebenarnya Mas, pelemahan rupiah ini kalau kita itu mempunyai suatu produktivitas tinggi
03:35yang memang kita menggunakan bahan-bahu lokal,
03:39itu sebenarnya peluang kita untuk menarik devisa yang lebih tinggi Mas Fidi.
03:43Nah memang terutama kalau kita lihat sekarang memang kita punya komoditas dan pertambangan gitu ya Mas.
03:49Nah sektor seperti batu bara, kelapa sawit, CPO ini,
03:53termasuk nikel dan gas alam yang diuntungkan.
03:57Mereka ini menjual hasil bumi ke pasar internasional menggunakan dolar AS.
04:01Nah ketika dikonversi ke rupiah,
04:03pendapatan mereka tentunya akan melonjak secara signifikan Mas Fidi.
04:07Itu namanya profit kan begitu.
04:10Nah sedangkan kita juga punya sektor pariwisata dan perhotelan Mas.
04:14Nah ini bisa kita tangkap juga peluang ini.
04:16Kenapa? Karena melemahnya rupiah itu membuat biaya berlibur di Indonesia kan menjadi lebih murah Mas.
04:22Bagi turis asing.
04:24Jadi mereka mungkin ditariklah ke sini apa yang menjadi suatu peluang untuk pariwisata.
04:31Juallah ke asing.
04:32Ini adalah peluang besar bagi industri perhotelan, termasuk travel,
04:36dan termasuk juga kerajinan lokal Mas untuk menarik lebih banyak kunjungan mancanegara.
04:41Nah kalau industri manufaktur yang padat karya yang tentunya berorientasi pada ekspor,
04:47ini termasuk misalnya pakaian jadi garmen, alas kaki, dan sebagainya, tekstil, dan sebagainya.
04:52Tapi kan karena saya khawatir itu kan juga ada komponen impornya.
04:58Tapi andai kata dia menggunakan komponen lokal Mas,
05:01ini sangat kompetitif di pasar global saat ini.
05:04Karena harga produk mereka itu relatif lebih murah dalam mata uang asing.
05:08Seperti itu.
05:09Kalau kita lihat dari industri substitusi impornya juga ketika barang impor itu menjadi terlalu mahal Mas,
05:17maka produk lokal memiliki kesempatan untuk mengisi celah pasar tersebut.
05:21Kenapa?
05:21Karena harganya di sini menjadi lebih kompetitif bagi konsumen domestik.
05:26Dikian Mas Fidi.
05:27Baik.
05:27Nah untuk meningkatkan produktivitas di sektor ekspor itu,
05:31jadi menurut Ibu apa yang harus segera dilakukan pemerintah
05:35untuk misalnya melindungi pengusaha dari dampak pelemahan rupiah?
05:40Begini Mas, kalau untuk melindungi pengusaha saat ini itu Mas Fidi sebenarnya
05:45pemerintah membuat suatu regulasi itu jangan berubah-rubah.
05:49Jadi regulasi itu harus patent karena ini adalah untuk jangka pendek yang kita hadapi ini
05:55mengenai pelemahan rupiah yang memang juga menekan pada divisit fiskal kita gitu Mas.
06:01Nah tentunya sekarang Mas yang perlu, yang dalam jangka pendek yang perlu diperhatikan,
06:06yang perlu diperbuat oleh pemerintah saatnya sekarang bergandeng tangan,
06:10tidak boleh saling menyalahkan antara fiskal moneter maupun perbankan
06:15karena ini sudah saatnya bergandeng tangan.
06:18Jadi untuk merangkul semua bagaimana caranya kita itu dipercaya oleh investor.
06:24Nah untuk perlaku usaha sendiri di sini juga diberikan kepastian, jaminan
06:28bahwa dengan adanya pelemahan rupiah ini tidak akan pernah pemerintah merugikan
06:34para pelaku usaha domestik terutama, apalagi juga para foreign direct investment
06:40yang ada di Indonesia.
06:42Artinya kepastian hukumnya dijamin, bagaimana juga teknokrasinya,
06:47bagaimana juga nanti meritokrasinya, dan juga mengenai insentif fiskal
06:53yang akan diberikan pada pelaku usaha.
06:55Itu yang juga saat ini ditunggu oleh para pelaku usaha.
06:59Jadi intinya kebijakan itu harus relate dengan apa yang akan dilakukan
07:04antara kebijakan dengan di lapangan.
07:06Kebanyakan sekarang regulasi yang diberikan oleh pemerintah itu sering berganti-ganti mas.
07:12Nah regulasi lama sudah tidak digunakan,
07:14regulasi baru dibuat tapi belum tertulis.
07:17Nah itu yang menjadi suatu wait and see bagi pengusaha
07:19untuk melangkah ke depan dengan situasi yang ekonomi yang kurang bagus seperti sekarang.
07:24Seperti itu Mas Fidi.
07:26Baik Ibu Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Air Langga.
07:30Terima kasih sudah berbagi pandangan di Kompas siang hari ini.
07:33Selamat beraktifitas kembali Ibu.
07:35Terima kasih Mas Fidi.
Komentar

Dianjurkan