00:00Rupiah terus melemah, bahkan sudah menembus 18 ribu per dolar Amerika Serikat.
00:05Bagaimana dampaknya rupiah yang terus merosot bagi dunia usaha kita?
00:08Kita sudah terhubung dengan guru besar Universitas Erlangga, Rahma Gafmi.
00:14Selamat siang Ibu Rahma.
00:16Selamat siang Mas Fidi, apa kabar?
00:19Baik Ibu, terima kasih untuk waktunya di kompas siang hari ini.
00:22Jadi Ibu, apakah pelemahan rupiah saat ini jadi ancaman atau peluang sebenarnya bagi dunia usaha?
00:30Ya, terima kasih Mas Fidi.
00:32Sebenarnya pelemahan rupiah itu selalu menjadi pisau bermata dua bagi dunia usaha.
00:39Jadi biasanya dampaknya itu tidak pernah seragam mas.
00:44Apa yang menjadi ancaman besar itu bagi satu sektor itu justru bisa juga menjadi peluang mas bagi sektor lainnya gitu
00:51kan.
00:52Nah memang secara garis besar yang saya amati dampak pelemahan rupiah terhadap dunia usaha ini
00:59pertama adalah pada sektor yang menghadapi ancaman adalah manufaktur Mas.
01:06Jadi manufaktur dan farmasi.
01:08Nah kenapa saya katakan manufaktur dan farmasi?
01:11Karena kedua sektor itu ketergantungan pada bahan baku impor itu sangat tinggi.
01:17Nah banyak industri lokal yang mengimpor bahan baku dalam dominasi dolar Amerika itu
01:23tapi dia juga menjual produk itu dalam rupiah Mas.
01:28Seperti misalnya industri obat-obatan termasuk juga perakitan elektronik dan sebagainya.
01:34Sehingga pelemahan rupiah ini secara otomatis menaikkan cost of goods sold-nya.
01:38Jadi jika mereka menaikkan harga jual pastinya mereka juga akan berisiko kehilangan daya beli konsumen.
01:45Demikian Mas Fidi.
01:47Dan kedua itu ada sektor energi dan transportasi.
01:50Karena ini adalah biaya logistik yang juga bisa pakai aftur gitu ya Mas.
01:56Kita tahu kan selat hormos ini kan masih sampai sekarang masih punya ketegangan yang belum pasti kapan berakhirnya.
02:03Sehingga di sini adalah termasuk pada industri penerbangan dan juga logistik itu sangat rentan.
02:09Kenapa?
02:09Karena biaya sewa pesawat, suku cadang, dan juga bahan bakar termasuk aftur, bensin itu dipatok dalam falas.
02:18Jadi kita nggak bisa juga dianggap remeh gitu dengan pelemahan rupiah ini.
02:24Nah memang perusahaan dengan utang falas tinggi itu juga menjadi suatu anjaman Mas.
02:29Karena baik itu emiten maupun korporasi yang miliki utang dalam bentuk dolar itu tanpa melakukan lindung nilai atau hedging itu
02:38pastinya akan mengalami pembengkakan beban pembayaran pokok dan bunga utangnya saat dikonversi ke dalam rupiah.
02:46Sehingga itu yang menjadi masalah termasuk importer barang konsumsi.
02:51Termasuk ya kan kita sekarang di Indonesia itu kan gandum tidak punya ladang sendiri.
02:57Kita mesti impor.
02:58Jadi pengaruhnya itu adalah kepada makanan Mas.
03:01Termasuk juga mie, termasuk juga ke roti-rotian, termasuk juga ketahu, kedele, dan sebagainya.
03:07Itu kan impor gitu Mas Fidi.
03:09Itu kan dari sisi impornya Bu.
03:11Nah kalau dari yang berorientasi ekspor nih dengan pelemahan nilai rupiah ini,
03:18apa yang bisa mereka manfaatkan dari sini?
03:22Nah itu Mas, ini kan harus menangkap peluang ya Mas Fidi.
03:26Sebagai dunia harus gitu kan.
03:28Memang sebenarnya Mas, pelemahan rupiah ini kalau kita itu mempunyai suatu produktivitas tinggi
03:35yang memang kita menggunakan bahan-bahu lokal,
03:39itu sebenarnya peluang kita untuk menarik devisa yang lebih tinggi Mas Fidi.
03:43Nah memang terutama kalau kita lihat sekarang memang kita punya komoditas dan pertambangan gitu ya Mas.
03:49Nah sektor seperti batu bara, kelapa sawit, CPO ini,
03:53termasuk nikel dan gas alam yang diuntungkan.
03:57Mereka ini menjual hasil bumi ke pasar internasional menggunakan dolar AS.
04:01Nah ketika dikonversi ke rupiah,
04:03pendapatan mereka tentunya akan melonjak secara signifikan Mas Fidi.
04:07Itu namanya profit kan begitu.
04:10Nah sedangkan kita juga punya sektor pariwisata dan perhotelan Mas.
04:14Nah ini bisa kita tangkap juga peluang ini.
04:16Kenapa? Karena melemahnya rupiah itu membuat biaya berlibur di Indonesia kan menjadi lebih murah Mas.
04:22Bagi turis asing.
04:24Jadi mereka mungkin ditariklah ke sini apa yang menjadi suatu peluang untuk pariwisata.
04:31Juallah ke asing.
04:32Ini adalah peluang besar bagi industri perhotelan, termasuk travel,
04:36dan termasuk juga kerajinan lokal Mas untuk menarik lebih banyak kunjungan mancanegara.
04:41Nah kalau industri manufaktur yang padat karya yang tentunya berorientasi pada ekspor,
04:47ini termasuk misalnya pakaian jadi garmen, alas kaki, dan sebagainya, tekstil, dan sebagainya.
04:52Tapi kan karena saya khawatir itu kan juga ada komponen impornya.
04:58Tapi andai kata dia menggunakan komponen lokal Mas,
05:01ini sangat kompetitif di pasar global saat ini.
05:04Karena harga produk mereka itu relatif lebih murah dalam mata uang asing.
05:08Seperti itu.
05:09Kalau kita lihat dari industri substitusi impornya juga ketika barang impor itu menjadi terlalu mahal Mas,
05:17maka produk lokal memiliki kesempatan untuk mengisi celah pasar tersebut.
05:21Kenapa?
05:21Karena harganya di sini menjadi lebih kompetitif bagi konsumen domestik.
05:26Dikian Mas Fidi.
05:27Baik.
05:27Nah untuk meningkatkan produktivitas di sektor ekspor itu,
05:31jadi menurut Ibu apa yang harus segera dilakukan pemerintah
05:35untuk misalnya melindungi pengusaha dari dampak pelemahan rupiah?
05:40Begini Mas, kalau untuk melindungi pengusaha saat ini itu Mas Fidi sebenarnya
05:45pemerintah membuat suatu regulasi itu jangan berubah-rubah.
05:49Jadi regulasi itu harus patent karena ini adalah untuk jangka pendek yang kita hadapi ini
05:55mengenai pelemahan rupiah yang memang juga menekan pada divisit fiskal kita gitu Mas.
06:01Nah tentunya sekarang Mas yang perlu, yang dalam jangka pendek yang perlu diperhatikan,
06:06yang perlu diperbuat oleh pemerintah saatnya sekarang bergandeng tangan,
06:10tidak boleh saling menyalahkan antara fiskal moneter maupun perbankan
06:15karena ini sudah saatnya bergandeng tangan.
06:18Jadi untuk merangkul semua bagaimana caranya kita itu dipercaya oleh investor.
06:24Nah untuk perlaku usaha sendiri di sini juga diberikan kepastian, jaminan
06:28bahwa dengan adanya pelemahan rupiah ini tidak akan pernah pemerintah merugikan
06:34para pelaku usaha domestik terutama, apalagi juga para foreign direct investment
06:40yang ada di Indonesia.
06:42Artinya kepastian hukumnya dijamin, bagaimana juga teknokrasinya,
06:47bagaimana juga nanti meritokrasinya, dan juga mengenai insentif fiskal
06:53yang akan diberikan pada pelaku usaha.
06:55Itu yang juga saat ini ditunggu oleh para pelaku usaha.
06:59Jadi intinya kebijakan itu harus relate dengan apa yang akan dilakukan
07:04antara kebijakan dengan di lapangan.
07:06Kebanyakan sekarang regulasi yang diberikan oleh pemerintah itu sering berganti-ganti mas.
07:12Nah regulasi lama sudah tidak digunakan,
07:14regulasi baru dibuat tapi belum tertulis.
07:17Nah itu yang menjadi suatu wait and see bagi pengusaha
07:19untuk melangkah ke depan dengan situasi yang ekonomi yang kurang bagus seperti sekarang.
07:24Seperti itu Mas Fidi.
07:26Baik Ibu Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Air Langga.
07:30Terima kasih sudah berbagi pandangan di Kompas siang hari ini.
07:33Selamat beraktifitas kembali Ibu.
07:35Terima kasih Mas Fidi.
Komentar