Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SEMARANG, KOMPAS.TV - Untuk minimalisir tingkat pelanggaran lalu lintas di jalan raya, Polda Jateng akan menggelar Operasi Patuh Candi 2026 yang dimulai pada tanggal 08 Juni mendatang.

Operasi Patuh Candi 2026 yang akan dimulai pada Senin (8/6/2026), Kepolisian Daerah Jawa Tengah bersama dengan polres jajaran akan melakukan operasi secara serentak di semua wilayah di Jawa Tengah.

Operasi ini bertujuan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas beserta fatalitas korbannya, sekaligus mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi masyarakat.

Operasi Patuh Candi 2026 yang digelar selama 14 hari ini akan dilaksanakan melalui pendekatan preemtif sebesar 20 persen, preventif 30 persen dan represif atau penegakan hukum sebesar 50 persen.

Adapun penindakan dilakukan dengan komposisi 60 persen melalui electronic traffic law enforcement (ETLE), 30 persen tilang manual terhadap pelanggaran tertentu, serta 10 persen teguran simpatik dan edukatif kepada masyarakat.

Untuk daftar pelanggaran yang menjadi prioritas penegakan yakni melanggar marka jalan serta menerobos traffic light, balap liar, melawan arus, tidak memakai helm serta plat nomor kendaraan yang dimodifikasi, berkendara dalam pengaruh miras.

Kita akan bahas soal "Operasi Patuh Candi 2026, Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas". Bersama Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol. M. Pratama Adhyasastra.

Baca Juga 10 Pelanggaran Sasaran Operasi Patuh Jaya 8-21 Juni 2026, Ini yang Perlu Diperhatikan di https://www.kompas.tv/info-publik/672672/10-pelanggaran-sasaran-operasi-patuh-jaya-8-21-juni-2026-ini-yang-perlu-diperhatikan

#poldajteng #operasipatuhcandi #tilang

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/672971/polda-jateng-gelar-operasi-patuh-candi-8-juni-2026-ini-jadi-target-penindakannya-jurnal-nusantara
Transkrip
00:00Saudara untuk meminimalisir tingkat pelanggaran lalu lintas di jalan raya,
00:05Polda Jawa Tengah akan menggelar operasi Patu Candi 2026 yang dimulai pada 8 Juni mendatang.
00:13Operasi Patu Candi 2026 yang akan dikelar pada Senin 8 Juni 2026,
00:18Polda Jawa Tengah bersama dengan Polres Jajaran akan melaksanakan operasi secara serentak di semua wilayah di Jawa Tengah.
00:26Operasi ini bertujuan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas beserta fatalitas korbannya,
00:32sekaligus mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi masyarakat.
00:43Operasi Patu Candi 2026 yang digelar selama 14 hari ini akan dilaksanakan melalui pendekatan preemptif sebesar 20%,
00:52Preventif 30% dan Represif atau Penegakan Hukum sebesar 50%.
00:59Ada pun penindakan dilakukan dengan komposisi 60% melalui Electronic Traffic Law Enforcement atau ETHLE,
01:0730% tilang manual terhadap pelanggaran tertentu,
01:11serta 10% teguran simpatik dan edukatif kepada masyarakat.
01:17Untuk daftar pelanggaran yang menjadi prioritas penegakan yaitu melanggar marka jalan serta menerobos traffic light,
01:25balap liar, melawan arus, tidak memakai helm,
01:28serta plat nomor kendaraan yang dimodifikasi dan berkendara dalam pengaruh miras.
01:34Melaksanakan operasi serempak dengan sasaran pelanggar lalu lintas,
01:45persentase yang kita laksanakan sesuai penunjuk dari Satuan Atas adalah
01:5050% penegakan hukum, preventif 30% dan preemptif 20%.
01:58Di dalam penegakan hukum yang 50% itu juga terbagi menggunakan ETHLE dan juga penindakan manual di lapangan,
02:11termasuk teguran tertulis.
02:12Ini kita imbaw kepada masyarakat untuk tertib dalam merului lintas.
02:21Pelaksanaan operasi dilakukan secara sinergis bersama pemangku kepentingan terkait
02:27dengan mengedepankan kegiatan edukatif, persuasif dan humanis yang dirukung
02:32dengan penegakan hukum lalu lintas secara elektronik maupun konvensional.
02:37Operasi Patu Candi yang dikelar selama 14 hari ini diharapkan dapat mendisiplinkan
02:42masyarakat untuk tertib berkendara di jalan raya.
02:45Heri Widodo, Kompas TV, Semarang, Jawa Tengah
02:51Kita bahas lebih lanjut soal operasi Patu Candi 2026,
02:59bangun budaya tertib berlalu lintas bersama Dirlantas, Polda, Jawa Tengah,
03:04Kombes Pratama Adiyasastra.
03:07Selamat pagi Pak Pratama.
03:10Selamat pagi.
03:11Ini tanggal 8 akan dimulai ada operasi Patu 2026.
03:16Nah ini tujuannya dan goalnya sebenarnya seperti apa Pak?
03:19Baik, kami jelaskan bahwa pelaksanannya akan kita laksanakan mulai tanggal 8 sampai dengan tanggal 21 bulan ini, bulan Juni.
03:30Di mana tanggal 2 kita sudah akan melaksanakan latperaob yang sudah kita lakukan beberapa hari yang lalu, sampai dengan tanggal
03:383.
03:39Kemudian di tanggal 8 kita akan memulai melaksanakan gelar pelpasukan yang akan kita laksanakan secara serentak,
03:47baik di Polda ataupun di poros-poros jajaran.
03:49Kemudian ini berlangsung sampai dengan tanggal 21.
03:52Dan kemudian di tanggal 22 dan 23 kita akan melaksanakan pembulatan air daripada pelaksanaan kegiatan ini.
03:57Jadi kegiatan operasi ini di Jawa Tengah ini meliputi daerah operasi seluruh wilayah di 35 poros jajaran di wilayah Polda
04:08Jawa Tengah.
04:09Kemudian waktu operasi tadi seperti saya sampaikan selama 14 hari dari tanggal 8 sampai dengan tanggal 21 Juni 2026.
04:19Kemudian kita akan melaksanakan kegiatan, ini 20% kita akan melaksanakan kegiatan preemptif,
04:29kemudian 30%nya kita laksanakan secara preventif,
04:32serta kita juga akan melaksanakan kegiatan preemptif sebanyak 50% tindakan kepolisian,
04:39baik itu melalui tilang, melalui teguran, dan juga kegiatan-kegiatan yang memberikan peringatan kepada para pengembudi kendaraan
04:47untuk bisa tertib dan patuh berolintas.
04:50Tentunya tema daripada kegiatan ini adalah
04:52terwujudnya keamanan keselamatan ketertiban dan pelancaran berolintas
04:57yang aman, nyaman, dan selamat untuk menjelang pelaksanaan kegiatan operasi yang ke depan,
05:03sama operasi ketupat yang akan kita hadapi ke depan.
05:06Kemudian juga tujuan daripada sasaran operasi tentunya,
05:10pertama adalah menurunkan jumlah kejadian dan fatalitas korban lakalantas,
05:17baik itu fatalitas korban meninggal, korban luka berat dan luka ringan,
05:21juga kemudian terciptanya keamanan, keselamatan, dan ketertiban pelaurintas yang aman,
05:28nyaman, dan selamat bagi warga di wilayah Jawa Tengah.
05:32Kemudian sasaran daripada operasi ini meliputi segala bentuk potensi gangguan,
05:37ambang gangguan, dan gangguan nyata yang berpotensi menyebabkan
05:42baik itu kemacetan, pelanggaran, kemudian juga yang utama adalah kecelakaan,
05:49baik sebelum, sesaat, maupun pasca pelaksanaan, nanti akan dilaksanakan hari ini.
05:55Bayangkara, kemudian target yang kita prioritaskan,
05:59tentunya meningkatkan kedisiplinan dan budaya tertib berlalu lintas
06:03di kalangan masyarakat, sekaligus menekan angka pelanggaran
06:07yang tentunya akan berpotensi menjadi kecelakaan.
06:11Mungkin demikian, Pak.
06:12Tentu ingin harapannya adalah masyarakat lebih tertib dalam berlalu lintas.
06:16Tapi kita tahu juga, Pak, ada pantauan tilang etleh.
06:20Nah, apakah ini juga akan paralel dengan operasi candi ini, Pak?
06:25Iya, betul sekali.
06:27Kita sudah menggelar beberapa titik poin,
06:32baik itu secara statis,
06:34juga ada envelope yang dibawa oleh petugas.
06:38Ini operasi ini tentunya akan bertujuan untuk memberikan efek jerak
06:45atau pembelajaran kepada masyarakat supaya tertib.
06:51Dan harapan kita dengan tilang ini,
06:54ini bisa menekan angka pelanggaran dan tentunya angka kecelakaan
06:58yang akan terjadi di wilayah poda Jawa Tengah.
07:01Dan ini kita laksanakan di seluruh pores,
07:04di 35 pores yang ada di wilayah Jawa Tengah.
07:06Dan ini kita laksanakan secara serentak.
07:08Dan mudah-mudahan dengan pelaksanaan kegiatan operasi patuh ini
07:12bisa menjadikan cipta kondisi kita
07:14untuk masyarakat yang lebih tertib,
07:17lebih aman, dan selamat dalam berlalu lintas.
07:21Demikian, Pak.
07:22Pak, pelanggaran apa saja yang paling sering ditangani
07:25oleh polda Jawa Tengah, Pak?
07:28Ya, banyak beberapa pelanggaran yang kita lihat
07:32tentunya adalah pelanggaran-pelanggaran kasat mata.
07:35Saat ini yang sering kita lihat,
07:37ini adalah tidak menggunakan plat nomor,
07:40tidak menggunakan helm,
07:42kemudian juga pelanggaran-pelanggaran kasat mata
07:44yang bisa berpotensi terjadi kecelakaan.
07:49Ini yang paling utama.
07:51Ada 11 kategori pelanggaran yang kita titiberatkan.
07:55Pertama adalah tidak menggunakan selfie bed.
07:58Yang sedang menggunakan HP pada saat mengemudi,
08:02baik itu kendaraan roda 2 ataupun roda 4.
08:05Kemudian yang sering kita lihat,
08:06kadang-kadang karena terburu-buru,
08:08ini melanggar marka atau rambu lau lintas,
08:10nah ini juga sangat berbahaya.
08:12Kemudian menerobos lampu merah,
08:14ini yang sering kita benar-benar kita atensi.
08:19Kemudian melebihi batas kecepatan di dalam kota
08:22yang harusnya tidak melebihi daripada kecepatan 40 km per jam.
08:26Kemudian kendaraan yang melawan arus,
08:29tidak menggunakan helm bagi pengendara motor,
08:31ataupun penumpang.
08:33Dan mungkin ada juga yang mengendarakan kendaraan
08:35yang tidak sesuai dengan penuntukannya,
08:37melebihi daripada jumlah kapasitas,
08:40yaitu bojeng bertiga.
08:42Kemudian kendaraan tidak menggunakan plat nomor sesuai aturan.
08:46Nah ini yang sering mungkin karena ada
08:49capture-an atlet ini sering ditutup atau bahkan sengaja dilepas.
08:53Nah ini nanti akan kita tertipkan.
08:55Kemudian kendaraan yang menerobos jalur-jalur tertentu.
08:59Kalau di kita tidak ada busway ya,
09:00tapi ada jalur-jalur tertentu yang tidak boleh dilewati oleh kendaraan.
09:04Misalnya juga kendaraan melawan arah,
09:07tadi saya sampaikan.
09:07Kemudian juga kendaraan yang besar yang melebihi daripada kapasitas
09:10yang masuk di ruas-ruas jalan yang tidak sesuai dengan kelas jalannya.
09:15Kemudian kendaraan yang parking tidak sesuai tempatnya.
09:18Kadang-kadang ini trotuar kita yang harusnya kita gunakan
09:21sebagai tempat pemakai jalan,
09:23tempat orang beredukasi, olahraga,
09:25ini digunakan tempat parkir dan lain-lain.
09:27Juga digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang lain,
09:31nanti juga akan kita koordinasikan dengan Satpol PP,
09:33sehingga tempat daripada trotuar itu bisa digunakan untuk pemakai jalan.
09:36Sehingga bisa berkeselamatan.
09:39Kemudian juga ada pelanggaran yang kita laksanakan yang tidak menggunakan ad-lay
09:43atau kita masih menggunakan pelanggaran-pelanggaran menilang dengan tilang manual,
09:47walaupun persentasenya tidak sebanyak yang ad-lay.
09:50Ini terutama pelanggaran melawan arus.
09:52Ini karena kasat mata dan memang harus kita tindak secara langsung.
09:56Kemudian pelanggaran tidak menggunakan helm,
09:59kemudian berboncengan lebih dari satu orang,
10:01tapi seperti saya sampaikan,
10:02ini kadang-kadang kapasitasnya harus untuk satu orang,
10:05dia muat menjadi tiga atau bahkan ada juga empat.
10:08Kemudian kendaraan yang tidak menggunakan TNKB,
10:11nah ini sering masih kita dapatkan seperti tadi saya kampaikan,
10:14Mbak, mungkin karena takut tercapture ad-lay,
10:16sehingga itu TNKB-nya dicopot sengaja atau mungkin ditutup yang tidak sesuai.
10:23Bahkan ada juga yang tidak menggunakan sesuai dengan peruntukan yang mungkin nomor yang lain
10:27atau bahkan mungkin kita katakan nomor palsu.
10:29Kemudian yang menggunakan kenalpot tidak sesuai standar,
10:33emisi gas buang,
10:35atau sering istilah kita katakan kenalpot brong gitu ya.
10:38Kemudian juga kendaraan bermotor yang tidak sesuai spesifikasi kelengkapan berkendaraan
10:43atau merubah bentuk daripada posisi kendaraan tersebut.
10:45Tentunya ini akan berbahaya apabila di kendaraan,
10:48baik untuk pengemudi ataupun pengendaraan yang lain yang ada di sekitarnya.
10:53Mungkin demikian, Mbak, yang bisa kami sampaikan.
10:55Sejumlah pelanggaran memang sering kerap terjadi di wilayah Jawa Tengah.
11:00Ini diharapkan juga masyarakat bisa lebih disiplin.
11:03Baik, terima kasih Bapak Dirlantas Polda, Jawa Tengah.
11:07Bapak Pratama Adia Sastratlah bergabung di Jurnal Lusantara.
11:11Sehat selalu, Bapak.
11:14Terima kasih. Selamat pagi, Mbak.
11:15Terima kasih.
11:16Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan