Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Munculnya kasus dugaan korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong desakan agar pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan secara lebih transparan, terutama terkait yayasan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Desakan tersebut muncul setelah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua mantan wakilnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung. Penyidik menduga ketiganya terlibat dalam sejumlah penyimpangan, termasuk dugaan pengendalian yayasan pengelola SPPG melalui pihak lain.

Selain itu, Kejaksaan Agung juga mengusut dugaan penyimpangan dalam sejumlah pengadaan yang terkait program MBG, mulai dari pengadaan motor listrik, sepatu, tablet, hingga televisi.

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) UGM Zaenur Rohman menilai pemerintah perlu membuka data yayasan pengelola SPPG kepada publik. Menurutnya, keterbukaan informasi tersebut penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi pengelolaan program dan meminimalkan potensi penyimpangan.

Transparansi pengelolaan yayasan dinilai menjadi salah satu langkah untuk memperkuat akuntabilitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program prioritas pemerintah. Dengan pengawasan yang lebih terbuka, proses pengelolaan anggaran dan operasional SPPG diharapkan dapat berjalan sesuai aturan.

#BGN #MBG #SPPG #MakanBergiziGratis

Baca Juga Kasus BGN Mencuat, Said Abdullah Ungkap Pernah Peringatkan Soal Tata Kelola | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/672974/kasus-bgn-mencuat-said-abdullah-ungkap-pernah-peringatkan-soal-tata-kelola-kompas-pagi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672975/kasus-bgn-jadi-alarm-pengelola-yayasan-mbg-diminta-lebih-transparan-kompas-pagi
Transkrip
00:00Tak lama setelah pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional atau BGN
00:04mantan kepalanya Danan Hindayana
00:07serta dua mantan wakilnya resmi jadi tersangka korupsi.
00:12Kini tugas kepala BGN yang baru
00:13untuk memperbaiki kinerja dan citra BGN
00:17sebagai lembaga pengampu program prioritas Presiden Prabowo
00:21yakni makan bergizi gratis.
00:25Satu anak makan satu lele.
00:28Satu lele Pak. Kepalanya saja dibuang
00:30kemudian satu lele utuh diberikan Pak.
00:33Luar biasa ya Pak.
00:34Iya.
00:35Bahwa saya dalam keadaan sedih
00:36karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya
00:43sebenarnya saya sayangi.
00:47Orang yang saya percaya.
00:55Makan bergizi gratis.
00:57Program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang diklaim paling bermanfaat.
01:03Hampir satu setengah tahun berjalan,
01:05Presiden mencopot Dadan Hindayana dari posisinya sebagai kepala Badan Gizi Nasional
01:10beserta dua wakilnya.
01:12Prabowo beralasan, banyak laporan soal penyelewengan dan kejanggalan dalam pelaksanaan program MBG.
01:18Saya tidak mau banyak komentar karena
01:23mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum.
01:32Karena itu saya tidak boleh banyak komentar.
01:34Nanti seolah saya mempengaruhi.
01:38Tapi yang jelas,
01:40mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya.
01:42Ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi-indikasi penyelewengan-penyelewengan.
01:55Dari pimpinan.
01:58Rabu 3 Juni,
01:59tiga mantan pejabat BGN, Dadan Hindayana bersama Soni Sanjaya dan Lodewik Pusung,
02:05keluar dari Kejaksaan Agung mengenakan rompi tahanan.
02:09Kejaksaan menduga Dadan CS mengendalikan sejumlah yayasan pengelola SPPG atau dapur MBG melalui pihak lain.
02:16Penyidik juga menemukan dugaan penyimpangan dalam pengadaan 21.801 unit motor listrik
02:23dengan nilai total sekitar 1 triliun rupiah.
02:27Penyidik juga menyoroti pengadaan 32.000 pasang sepatu dalam proyek MBG.
02:32Kejaksaan juga mengusut pengadaan 31.994 unit tablet yang diduga bermasalah,
02:40serta dugaan penyimpangan dalam pengadaan 5.400 unit televisi berukuran 75 inci.
02:47Melakukan intervensi kepada PPK, sehingga dalam penyusunan KAK, pengadaan barang dan jasa pada BGN
02:55tidak disusun sesuai kebutuhan real di lapangan dan adanya markup harga pengadaan.
03:02Di antaranya, satu pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sebesar sekitar 1 triliun rupiah,
03:14pengadaan 32.000 pasang sepatu yang tidak sesuai ketentuan dan adanya markup,
03:19pengadaan tablet sebanyak 31.000 sekian yang tidak sesuai ketentuan dan adanya markup,
03:25dan pengadaan televisi 75 inci sebanyak 5.400 unit yang tidak sesuai ketentuan dan adanya markup harga.
03:34Untuk menjaga kepercayaan masyarakat,
03:37Pedeliti Pukat UGM Zainur Rohman menilai,
03:39pemerintah harus membuka data yayasan pengelola SPPG agar dapat diawasi bersama.
03:45Kami sangat rekomendasikan yang pertama adalah
03:47DAFAR Mitra itu dibuka kepada publik dengan jelas secara real time termasuk beneficial ownership-nya.
03:57Jadi siapa pemilik manfaat dari yayasan-yayasan tersebut?
04:02Kedua, bagi beneficial ownership-nya itu,
04:06kalau memang mereka adalah aktor-aktor politik menduduki jabatan-jabatan politik
04:11atau apalagi menduduki jabatan di birokrasi,
04:15mereka wajib melakukan apa yang biasa disitu sebagai deklarasi konflik kepentingan.
04:20Tongkat kepemimpinan badan gizi nasional sudah diestafetkan ke Nani SD Yang.
04:26Tugas utama yang diembannya adalah memimpin pelaksanaan program prioritas pemerintah
04:31terkait pemenuhan gizi anak-anak Indonesia
04:33melalui program makan bergizi gratis
04:36serta mendorong penguatan ekonomi masyarakat.
04:39Tim Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan