Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola di Badan Gizi Nasional (BGN) menyusul penetapan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Said Abdullah mengaku telah berulang kali mengingatkan jajaran BGN agar memperkuat tata kelola program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah tersebut. Menurutnya, aspek tata kelola merupakan titik penting yang harus dibenahi agar pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan.

Ia menilai fokus utama BGN seharusnya berada pada penyelenggaraan dan distribusi Program Makan Bergizi Gratis kepada masyarakat. Karena itu, perhatian lembaga tersebut diharapkan lebih diarahkan pada pelaksanaan program inti dibandingkan pengadaan yang tidak berkaitan langsung dengan layanan MBG.

Pernyataan tersebut disampaikan Said Abdullah saat merespons proses hukum yang menjerat Dadan Hindayana. Dalam keterangannya, Said kembali menegaskan bahwa penguatan tata kelola menjadi hal yang terus ia sampaikan sejak awal pelaksanaan program.

#DPRRI #SaidAbdullah #BGN

Baca Juga Pertimbangan Presiden Prabowo Tunjuk Nanik Jadi Kepala BGN, Mensesneg: Beliau Sangat Tegas di https://www.kompas.tv/nasional/672966/pertimbangan-presiden-prabowo-tunjuk-nanik-jadi-kepala-bgn-mensesneg-beliau-sangat-tegas

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672974/kasus-bgn-mencuat-said-abdullah-ungkap-pernah-peringatkan-soal-tata-kelola-kompas-pagi
Transkrip
00:00Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa merespons penahanan mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana oleh Kejaksaan Agung.
00:12Purbaya menegaskan pencopotan dadan adalah keputusan Presiden Prabowo setelah mengevaluasi kinerja dan pihaknya tidak ikut campur dalam proses hukum tersebut.
00:23Terkait anggaran BGN yang sebelumnya mencapai Rp260 triliun, Purbaya menyebut angka itu akan berkurang seiring adanya pemotongan anggaran yang sedang
00:35berjalan.
00:35Sebelumnya Saudara Purbaya juga mencopot dua dirjennya yakni Febrio Natan Kacaribu selaku dirjen stabilitas ekonomi dan fiskal serta Luki Alfirman
00:47dirjen anggaran pasca lolosnya anggaran motor trail listrik BGN.
00:58Ini kan keputusan Bapak Presiden setelah melakukan evaluasi terhadap kinerja beliau kan, kita tidak ikut campur.
01:06Yang jelas memang anggarnya sekarang berapa? Rp260 triliun, akan berkurang kan karena ada pemotongan hari segala macam, jadi akan berkurang
01:13di bawah itu sedikit mungkin.
01:15Setelah ini pengawasan dari Kemenju gimana Pak?
01:18Ya kita lihat aja, kita cek itu harganya seperti apa, dan mungkin salah satu laporan juga dari kita asalnya kan,
01:24bukan dari kita aja ya.
01:26BPKP memperiksa, kejaksa meriksa, semuanya meriksa, mengecek. Jadi kita tukar-tukar data lah kira-kira.
01:36Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah merespons penetapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana,
01:44sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola program makam bergizi gratis.
01:50Said mengaku sebelumnya ia sudah berulang kali mengingatkan dadan untuk fokus pada tata kelola makanan,
01:57menyusul mencuatnya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program MPG.
02:02Said juga menyampaikan persoalan yang kini terungkap di BGN,
02:06mulai dari pengadaan sepeda motor hingga gawai, yang tidak berkaitan langsung dengan distribusi MPG.
02:16Yang terjadi di Badan Gizi Nasional kita tahu bersama, itulah yang saya maskut,
02:25perbaiki tata kelola, saya sejak awal bolak-balik menyatakan kelemahan BGN sebagai prioritas
02:33yang menjadi andalan Bapak Presiden adalah pada aspek tata kelolanya.
02:39Dan fokus kepada makan bergizi gratis, bukan fokus kepada insentif,
02:49fokus pada sepeda motor, fokus pada iPad, itu tidak ada hubungan sama sekali.
Komentar

Dianjurkan