Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon dinilai belum cukup untuk menghentikan konflik secara menyeluruh karena tidak melibatkan Hizbullah sebagai salah satu aktor utama yang terlibat langsung di lapangan.

Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi menilai serangan yang masih terjadi setelah pengumuman gencatan senjata menunjukkan bahwa kesepakatan tersebut belum menyentuh akar persoalan konflik.

"Kalau mau betul-betul berdampak, mestinya memang melibatkan Hizbullah. Karena yang berperang secara langsung adalah Hizbullah dengan Israel," kata Hasibullah.

Menurutnya, Hizbullah selama ini memiliki posisi yang unik di Lebanon.

Selain sebagai kelompok milisi dan partai politik, Hizbullah juga memiliki pengaruh besar yang membuatnya kerap disebut sebagai "negara di dalam negara".

"Yang terluka dalam konflik ini adalah Hizbullah dengan Israel, tetapi yang diajak berunding justru otoritas Lebanon. Ini seperti mengobati luka di sekitarnya, bukan pada sumber lukanya," ujarnya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Lintang

Baca Juga Segini Harta Eks Kepala BGN Dadan Hindayana yang Dicopot Presiden usai Terjerat Kasus Korupsi MBG di https://www.kompas.tv/nasional/672984/segini-harta-eks-kepala-bgn-dadan-hindayana-yang-dicopot-presiden-usai-terjerat-kasus-korupsi-mbg



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672994/full-gencatan-senjata-israel-lebanon-pengamat-tak-akan-efektif-tanpa-hizbullah-sapa-pagi
Transkrip
00:08Israel dan Lebanon sepakat untuk kembali melakukan gencatan senjata usai berunding yang dipimpin Amerika Serikat.
00:14Gencatan senjata ini nantinya berupa penghentian total tembakan oleh Hezbollah yang didukung Iran.
00:20Duta besar dari kedua negara mengatakan bahwa mereka telah mencapai keputusan tentang gencatan senjata di seluruh wilayah Lebanon.
00:27Namun jalan menuju gencatan senjata permanen antara Israel dan Hezbollah masih belum jelas.
00:57Saya akan berkata dengan kesejahtera dan kami akan berkata dengan kesejahtera.
01:02Kesejahtera yang telah mencapai keputusan tentang gencatan senjata, kami akan berkata dengan keputusan tentang gencatan dan Hezbollah yang berkata dengan
01:14keputusan.
01:18Meski gencatan senjata terjadi di Lebanon, namun saling serang antara Amerika Serikat dan Iran masih berlanjut.
01:23Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran terprovokasi usai militer Amerika mengambil tindakan tegas.
01:30Trump meyakini tindakan Iran dilakukan karena AS telah memberi pukulan geras.
01:35You know, there's a reason for everything, and we hit them pretty hard the night before, and actually last night,
01:43and what it was explained to me, I said, alright, so we'll do that.
01:47But we've been hitting them pretty hard a little bit, so there is a reason for certain things.
01:53Some people would say they were slightly provoked, because we took the strong action for a different reason, so they
02:00were reciprocating it.
02:02Mr. President, can you explain why?
02:03I think the negotiation itself has gone very well, actually.
02:08Merespon serangan AS di Timur Tengah, Iran meradam.
02:11Iran menuding AS telah melanggar gencatan senjata.
02:14This is the US government's government.
03:11Kini perang Amerika Serikat Iran masih berujung
03:14Namun jika perang tak segera dihentikan, dampak ekonomi global semakin mengancam
03:25Saudara Israel dan Lebanon sepakat untuk kencataan senjata
03:28Mereka sepakat membangun zona keamanan di Lebanon dengan mengecualikan Hezbollah
03:33Tapi di sisi lain, Amerika Serikat justru masih melancarkan serangan terhadap Iran
03:37Apakah efek kencataan senjata di Israel-Lebanon ini tidak berdampak bagi AS dan Iran?
03:43Bagaimana Iran menyikapi serangan dan tuduhan Amerika Serikat?
03:47Kita ulas bersama pengamati murtengah Hezbollah Satrawi melalui sambungan daring
03:50Selamat pagi, Assalamualaikum Mas Hezbollah
03:53Waalaikumsalam, selamat pagi Mas
03:55Mas Hezbollah, kencataan senjata harabu itu sudah disepakati dalam tanda kutip oleh pemerintah Lebanon dan juga Israel
04:03Tapi kemudian di hari Kamis kalau tidak salah ada serangan lagi dari Israel ke Lebanon
04:08Ini artinya Trump belum bisa mengendalikan dalam tanda kutip Israel
04:13Dalam konflik antara Israel dan juga Lebanon
04:18Ya, saya rasa jawabannya memang Trump tidak mengendalikan Israel
04:22Bahkan juga tidak mengendalikan dalam kasus Iran
04:25Nah, sebelum lebih dalam dan sebagai upaya kita untuk bisa bareng-bareng dengan masyarakat memahami soal ini
04:32Izinkan saya menyampaikan tiga poin barangkali Mas sebagai background pendek
04:36Yang pertama, bahwa sekali lagi Hezbollah ini menjadi semacam negara di dalam negara Lebanon
04:43Dia hanya milisi, dia hanya partai, tapi dia punya kemampuan dan pengaruh yang sampai pada tahap dia menjadi negara dalam
04:50negara
04:50Nah, yang kedua, pada awalnya ketika perang dengan Iran, Hezbollah tidak terlibat
04:55Cuma karena sekali lagi Hezbollah ini adalah loyal kepada Iran
04:59Ketika kemudian pemimpin tertinggi Iran juga meninggal dalam serangan 28
05:05Maka Hezbollah melibatkan diri dalam perang ini
05:09Yang artinya dia juga berhadapan dengan otoritas Lebanon
05:11Itu poin ketiga
05:13Poin kedua
05:13Poin ketiga, ketika tercapai genjatan senjata di antara Amerika dengan Iran pada tanggal 8 April
05:20Yang Iran minta agar itu juga berlaku bagi Lebanon
05:24Maka kemudian Israel justru mengumumkan dia tidak terikat dengan itu
05:28Dia ingin tetap berperang dengan Lebanon
05:31Dengan Hezbollah terutama
05:33Dan itulah kemudian perang ini terus berlanjut
05:36Nah, oleh karena itu terakhir poin keempat
05:38Kalau dikembalikan kepada proses mediasi atau perundingan yang dilakukan
05:43Oleh pemerintahan Israel dengan otoritas Lebanon
05:47Melalui mediasi Amerika
05:49Maka memang ini kayak semacam mengubati luka
05:52Tapi tidak pada inti lukanya
05:54Karena yang berluka di Lebanon itu adalah Hezbollah dengan Israel
05:58Tapi yang justru diobatin adalah di sekitarnya
06:01Yaitu otoritas Lebanon
06:03Memang sekali lagi ada masalah di antara Hezbollah dengan otoritas Lebanon
06:07Satu, karena Lebanon sebenarnya tidak ingin dalam perang ini
06:10Cuman karena Hezbollah loyal dengan Iran
06:12Maka dia melibatkan diri
06:14Itu satu
06:15Yang kedua masalah dengan Lebanon itu juga karena Hezbollah menjadi negara dalam negara
06:20Dia, pemerintahan Lebanon sebenarnya ingin untuk kemudian membuat Hezbollah ini tertib
06:26Dan menjadi sesuai dengan kapasitasnya
06:29Tapi lagi-lagi karena Hezbollah punya kemampuan, punya senjata
06:32Maka itu tidak mudah dilakukan
06:34Nah, oleh karena itu kalau kemudian dikembalikan ke pertanyaan tadi
06:38Kenapa walaupun kenjatan-senjata seperti ini tidak berdampak
06:41Sudah pasti jawabannya
06:43Karena tidak melibatkan Hezbollah
06:45Kalau mau betul-betul ini berdampak
06:48Mestinya memang melibatkan Hezbollah
06:50Dan caranya
06:51Nah ini caranya
06:52Caranya barangkali tidak langsung seperti ini
06:54Karena walaubagaimanapun
06:56Padahal ini kita harus sampaikan
06:57Ini berarti ada masalah di internal Lebanon
06:59Di antara Hezbollah dengan otoritas Lebanon
07:02Kalau begitu
07:03Kalau betul-betul mau bantu
07:05Mestinya yang didorong adalah
07:07Bagaimana caranya Lebanon dengan otoritas dan faksi-faksi di dalamnya
07:12Bisa satu suara dulu
07:13Kalau sekarang kan enggak
07:15Ini yang dibangun seakan-akan
07:16Amerika dan Israel ingin menghancurkan Hezbollah
07:19Dengan kerjasama dengan otoritas Lebanon
07:22Jadi ini rawan
07:24Kerawanannya apa
07:25Hezbollah bisa melakukan perlawanan total
07:28Dan itu artinya
07:29Kalau perlawanan total dilakukan
07:30Bukan hanya Israel yang diserang
07:32Nah otobillah
07:33Tapi juga bisa
07:34Membawa Lebanon kembali kepada perang saudara
07:38Dan itu sekali lagi
07:39Tidak akan membantu bagi Lebanon
07:41Lebanon akan semakin terpecah belah
07:43Akan masuk di dalam
07:44Kelompok-kelompok perang sektarian
07:46Seperti yang pernah terjadi dalam
07:48Tahun-tahun berikutnya
07:49Jadi sekali lagi
07:50Pada akhirnya saya melihat
07:52Karena memang tidak pas dengan aktor-aktor di lapangan
07:56Upaya untuk mediasi ini
07:58Atau genjatan senjata ini
07:59Bagi Amerika sangat merugikan
08:01Kenapa?
08:02Karena hanya membuat persepsi publik
08:04Bahwa Amerika
08:05Tidak lagi dihargai
08:06Baik oleh lawan
08:08Bupun kawan
08:09Tidak dihargai oleh lawan apa?
08:11Ketika genjatan senjata diumumkan
08:13Kenyataannya Hezbollah masih menyerang
08:14Jadi jerang
08:15Jelas Hezbollah tidak menghargai
08:17Bahkan ini juga tidak dihargai oleh
08:19Kawannya sendiri
08:20Yaitu Israel
08:21Walaupun sudah
08:22Dengan senjata
08:23Karena Hezbollah terus nyerang
08:24Maka Israel pun kembali menyerang
08:26Jadi ini hampir disekitar sebut sebagai upaya yang sia-sia
08:30Karena tidak melibatkan aktor-aktor yang memang terlibat dalam perang ini secara langsung
08:34Oke ini semakin sedih dong ya Mas Hezbollah
08:37Karena gak bisa mempengaruhi Israel untuk
08:39Tidak menyerang lagi Hezbollah ataupun Libanon
08:43Dan semakin sedih juga
08:44Karena makin jauh dong ini
08:46Antara negosiasi AS dengan Iran
08:49Saya rasa memang Trump hampir kehilangan
08:52Wewenangnya ya
08:53Hampir kehilangan kekuatannya secara politik
08:56Karena sekali lagi kondisi-kondisi yang terjadi
08:59Baik di lapangan maupun di Amerika
09:00Benar-benar tidak mendukung Trump
09:02Jadi kalau ini dikembalikan ke awal
09:04Betul-betul Trump mengalami kerugian besar
09:07Akibat terpengaruh dan mengikuti rayu maut
09:11Daripada ditanyahu terlibat dalam perang ini
09:13Yang terbaru kita ikuti Mas
09:15Bagaimana perubahan peta di Kongres
09:17Sebelumnya di Senat juga udah ada perubahan
09:20Dimana yang mendukung pembatasan
09:22Wewenang Trump terkait dengan perang itu menang
09:2550 banding 47 kalau tidak salah suaranya
09:28Dan yang terbaru di PNN sendiri juga berubah
09:31215 banding 208
09:34Yang mendukung pembatasan wewenang Trump
09:36Jadi ini yang sekali lagi
09:38Trump tidak punya
09:39Apa namanya
09:41Momen yang cukup menguntungkan bagi dia
09:44Kalau ini ibarat sepak bola
09:45Dewi Pertuna betul-betul tidak berpihak kepada Trump
09:48Makin kesini Trump makin sedikit opsinya
09:51Dan sekarang dia hanya tergantung kepada kesepakatan Iran
09:54Mau menerima bahwa dia tidak akan memiliki senjata nuklir
09:57Dan kita tahu Iran juga tidak mau kompromi
09:59Jadi makin kesini itu makin lemah yang dimiliki oleh Trump
10:03Dan pernyataan-pernyataan dan harapan-harapannya dari Iran
10:07Itu tidak dilakukan oleh Iran sejauh ini
10:10Malah justru Iran melakukan iskalasi lebih tinggi
10:12Termasuk kita lihat bagaimana serangan-serangannya
10:15Kepangkalan militer di Kuwait dan di Bahrain
10:17Jadi sekali lagi ini fakta-fakta lapangan
10:20Fakta-fakta politik di internal Amerika
10:22Yang semakin kesini saya melihat
10:23Trump semakin tidak diuntungkan
10:25Daya tawarnya semakin sedikit
10:27Mereka tidak bisa mengendalikan Israel
10:29Kemudian uranium juga tidak mau
10:31Dalam tanda kutip Iran tidak sudi gitu ya
10:34Untuk bisa mengeluarkan uraniumnya dari negaranya
10:36Tapi di sisi lain Trump lagi-lagi nih mas
10:39Bilang bahwa sudah akan ada hasil pembicaraan dengan Iran gitu
10:43Di akhir pekan ini gitu
10:45Tapi di sisi lain juga menlu Iran bilang
10:48Kami tidak mencapai kemajuan yang nyata
10:49Dalam negosiasi
10:50Ini omong-omong lagi atau seperti apa nih mas?
10:54Ya saya rasa perang sudah hampir
10:56Ini kalau catatan saya kurang lebih sudah
10:59Sekarang 59
11:00Berarti sudah hampir 99 ya
11:0499 hari kurang lebih dari 28 Februari
11:08Dan makin kesini menurut saya
11:10Justru kontraproduktif mas yang terjadi
11:14Kontraproduktif dalam pengertian
11:16Perang ini dilakukan awalnya ingin menghancurkan Iran
11:19Tapi ternyata Iran bukannya justru hancur
11:21Justru terbukti dia punya kemampuan dan makin mengerikan
11:24Perundingan dilakukan di Libanon juga tujuannya
11:27Ingin tadi mengkoptasi Hezbollah
11:30Untuk mengambil Hezbollah
11:31Tapi dengan penolakan justru Hezbollah semakin terbukti dia menjadi faktor
11:36Jadi ini justru kontraproduktif
11:38Karena bukannya justru melemahkan dan memaksa Hezbollah
11:42Tapi lagi-lagi justru di lapangan
11:44Yang terbukti adalah bahwa Hezbollah adalah faktor
11:47Di dalam proses semua ini
11:48Kenapa faktor?
11:49Karena tambah tanda tangan dia
11:51Seakan-akan gak ada gunanya perundingan apapun yang terjadi
11:54Di antara otoritas di Libanon dengan Israel
11:56Jadi ini adalah faktor
11:58Di Iran juga menjadi faktor
11:59Jadi ini bagi saya betul-betul sebuah transaksi
12:03Karena Trump sukanya transaksi
12:04Transaksi yang sudah gagal total
12:07Dan pilihan Trump dua
12:09Yang sampai sekarang dia masih gamang
12:10Apakah dia akan nambah modal
12:12Makin ke sini modalnya juga makin tipis
12:14Jadi dia hanya berpikir bagaimana caranya
12:16Kerugian ini makin besar
12:18Dan syukur-syukur bisa ditolong oleh Iran
12:21Dibantu oleh musuhnya sendiri
12:23Untuk bisa membuat dia selamat
12:25Dari berbagai macam
12:26Himbitan ini
12:27Dan itu bagi saya
12:28Selemah-lemahnya posisi yang sekarang dimiliki
12:31Dan dihadapi oleh Trump
12:33Oke, singkat saja
12:34Mas Hasibullo
12:35Berarti pilihannya
12:35Trump sekarang
12:36Udahlah kompromi aja
12:38Untuk negosiasi
12:41Menurut saya begitu
12:42Jadi dia tidak bisa dapat yang dia mau
12:44Sekarang yang termungkin
12:45Paling tidak yang kembali kepada
12:47Drap perundingan yang terbaru
12:49Dimana Iran dapat yang dia mau
12:51Termasuk pembebasan aset-asetnya
12:53Karena Iran kan sebenarnya udah minta itu sekarang
12:55Dia udah sepakat soal nuklir
12:57Bahwa itu komitmen tidak akan dilakukan
12:59Cuma minta agar
13:01Separuh daripada aset yang dibekukan
13:03Kurang lebih 12 miliar USD
13:05Itu dicairkan di awal
13:07Dan sepertinya Trump tidak banyak punya pilihan
13:10Dan mungkin bisa mengarah kepada
13:12Pilihan-pilihan yang tidak baik bagi Trump
13:15Tapi itu harus diambil sebagai sebuah
13:16Kesalahan dia mengikuti yang namanya orang
13:19Bernama Nita Nyau
13:20Oke, kita nantikan nih
13:22Kompromi apa yang kemudian mampu
13:23Diterima oleh Trump
13:25Apakah Trump mampu menundukkan kepala
13:27Paling tidak agar selamat gitu ya
13:29Tidak mengalami kerugian yang besar
13:31Kalau dia lanjut perang
13:32Terima kasih
13:33Mas Hasibullo Satrawi
13:35Pengamat Timur Tengah sudah bergabung
13:37Di Sapa Indonesia Pagi
13:38Selamat pagi Mas Hasibullo
13:40Selamat pagi Mas
13:42Saudara jangan beranjak
13:44Sapa Indonesia Pagi masih kembali
13:45Dengan informasi lainnya
13:46Jelang kedatangan Jemaah Haji Indonesia
13:48Gelombang kedua di Madinah
13:49Menteri Haji dan Umroh
13:50Muhammad Irfan Yusuf
13:52Melakukan inspeksi mendadak
13:53Ke sejumlah dapur penyedia ketat
13:55Sampai jumpa di video selanjutnya
13:59Sampai jumpa di video selanjutnya
Komentar

Dianjurkan