Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kejaksaan Agung resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua pejabat lainnya sebagai tersangka dalam kasus korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penyidik menemukan adanya penyalahgunaan yayasan mitra, intervensi pengadaan barang dan jasa, serta sejumlah proyek yang diduga mengandung mark up hingga menimbulkan kerugian keuangan negara.

Menanggapi perkembangan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih karena harus mengganti orang-orang yang selama ini dipercaya menjalankan program prioritas pemerintah.

Namun Prabowo menegaskan bahwa dirinya memilih berpihak kepada rakyat setelah menerima berbagai laporan mengenai kejanggalan dan indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan program MBG.

Menurutnya, kualitas kepemimpinan sangat menentukan baik buruknya sebuah organisasi.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pergantian di BGN merupakan keputusan Presiden setelah dilakukan evaluasi kinerja.

Pada sisi lain, Ketua Banggar DPR Said Abdullah kembali menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola BGN yang sejak awal dinilai menjadi titik lemah program MBG.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena menyangkut salah satu program unggulan pemerintah dengan anggaran ratusan triliun rupiah.



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/672982/respons-prabowo-purbaya-hingga-ketua-banggar-dpr-usai-dadan-hindayana-cs-korupsi-mbg-parasot
Transkrip
00:07Intro
00:12Bahwa pada hari ini, Rabu, tanggal 3 Juni 2026, berdasarkan surat perintah Direktur Pendidikan,
00:20tanggal 29 Mei 2026, Perihal Penyidikan Perkara Dugaan Tindak Bidana Korupsi Tata Kelola Program Makan Berkisi Gratis atau MPG
00:32pada Badan Kisi Nasional tahun 2025 sampai dengan tahun 2026.
00:37Tim penyidik pada Jambicus telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi,
00:42diantaranya adalah 3 orang saksi yaitu atas nama Saudara D.H. selaku Kepala Badan Kisi Nasional periode bulan Agustus 2024
00:52sampai dengan 2 Juni 2026,
00:55Saudara S.S. selaku Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Kisi periode 17 September 2025 sampai dengan 2 Juni 2026,
01:07dan Saudara L.P. selaku Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan periode 22 Oktober 2024
01:19sampai dengan 2 Juni 2026.
01:22Bahwa setelah melalui serangkaian pemeriksaan tersebut, Saudara D.H., Saudara S.S., dan Saudara L.P. sebagai saksi,
01:33dan berdasarkan 2 alat bukti yang cukup yang diperoleh tim penyidik,
01:40maka tim penyidik menetapkan Saudara D.H. selaku Kepala Badan Kisi Nasional,
01:48Saudara S.S. selaku Wakil Kepala Badan Kisi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Kisi,
01:53dan Saudara L.P. selaku Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan sebagai tersangka.
02:02Dalam penyidikan, dugaan rendah-rendah korupsi, tata kelola, program makanan berkisi gratis pada Badan Kisi Nasional tahun 2025 sampai dengan
02:12tahun 2026.
02:15Dengan kasus posisi singkatnya adalah sebagai berikut.
02:19Bahwa sejak tanggal 6 Januari 2025,
02:23pemerintah telah melaksanakan program MBG Makan Berkisi Gratis atau Disikat MBG,
02:28yang merupakan program prioritas nasional yang diselenggarakan melalui Badan Kisi Nasional
02:33dalam bentuk pemberian makan berkisi secara gratis dengan tujuan pemenuhan angka kecukupan kisi atau AGG,
02:41anak sekolah, dengan total anggaran tahun 2025 sebesar Rp85,27 triliun,
02:48dan tahun 2026 sebesar Rp268 triliun yang bersumber dari ABBN.
02:55Bahwa program MBG tersebut seharusnya dikelola oleh yayasan-yayasan pada setiap sekolah.
03:01Namun pada faktanya, yayasan-yayasan ditunjuk sebagai mitra SPPG merupakan yayasan yang dijadikan sarana
03:10untuk kejahatan dan terafiliasi dengan pejabat atau pegawai BGN
03:15yang tidak memiliki syarat untuk menjadi mitra SPPG.
03:20Namun tetap ditunjuk dengan cara dilakukan pengaturan verifikasi pada portal mitra BGN
03:27dengan adanya atensi dari pesangka.
03:31Dan yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari.
03:45Dan yayasan-yayasan tersebut terafiliasi diantara yang dimiliki oleh saudara DH, saudara SS, dan saudara LP.
03:54Bahwa selain menggunakan yayasan yang terafiliasi tersebut, saudara DH bersama-sama dengan saudara SS dan saudara LP
03:59dalam melakukan proses pengadaan baik barang dan jasa di BGN secara melawan hukum,
04:06melakukan intervensi kepada BPK,
04:08sehingga dalam penyusunan ke-AK, pengadaan barang dan jasa pada BGN
04:13yang tidak disusun sesuai kebutuhan real di lapangan dan adanya mark-up harga pengadaan.
04:20Sehingga terjadi perugian yang tidak mendukung operasional pelaksanaan BPK.
04:28Di antaranya,
04:29satu, pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit
04:35dengan total pengadaan sebesar sekitar 1 triliun rupiah,
04:40pengadaan 32.000 pasang sepatu yang tidak sesuai kebutuhan dan adanya mark-up,
04:45pengadaan tablet sebanyak 31.000 sekian yang tidak sesuai kebutuhan dan adanya mark-up,
04:52dan pengadaan televisi 75 inch sebanyak 5.400 unit
04:56yang tidak sesuai kebutuhan dan adanya mark-up harga.
05:00Bahwa terhadap perkara tersebut telah melakibatkan kerugian keuangan negara.
05:06Para tersangka disangka melanggar pasal 603 dan 604
05:10yungter pasal 20 undang-undang
05:13undang-undang nomor 1 tahun 2023
05:21tentang KUHP.
05:23Bahwa para tersangka sebut saat ini dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan
05:27di Rutan Salimba Cabang Kejahatan Agung
05:29dan Rutan Salimba Cabang Kejahatan Negeri Jakarta Selatan.
05:34Demikian kami sampaikan.
05:35Terima kasih.
06:03Keputusan Bapak Presiden selama melakukan evaluasi terhadap kinerja.
06:09Bapak Presiden selama 20.000
06:11akan berkurang karena ada pemotongan hari segala macam.
06:15Jadi akan berkurang di bawah itu sedikit.
06:17Kalau ini pengalaman dari Bementu gimana Pak?
06:21Ya kita lihat aja, kita cek harganya seperti apa.
06:24Dan mungkin salah satu laporan juga dari kita asalnya kan.
06:27Bukan dari kita aja ya.
06:29BPPKT meriksa, penjagaan meriksa, semuanya meriksa, mengecek.
06:35Jadi kita tukar-tukar data lah.
06:37Tapi saya juga sebetulnya hari ini, saat ini, sebetulnya saya sedih.
06:49Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih.
06:56Karena
07:00Saya terpaksa mengganti
07:07Orang-orang yang saya
07:09Sebenarnya saya sayangi
07:12Orang yang saya
07:17Percaya
07:20Orang yang saya
07:22Berikan tugas
07:24Untuk negara yang sangat berat
07:25Saya tidak mau banyak komentar
07:28Karena
07:31Mereka-mereka ini
07:33Menghadapi masalah
07:37Penyelidikan hukum
07:39Karena itu saya tidak boleh
07:41Banyak komentar
07:42Nanti seolah saya
07:44Mempengaruhi
07:45Tapi yang jelas
07:47Mengganti mereka itu
07:49Tidak ringan bagi saya
07:51Tapi
07:56Saya ingat
07:58Kata-kata
07:59Almarhum
08:00Ayahanda saya
08:02Profesor Sumitro
08:04Pernah mengatakan kepada saya
08:07Prabowo
08:07Kalau suatu saat kau dalam keadaan
08:12Bingung
08:13Atau keadaan ragu-ragu
08:14Ingat
08:17Berfihaklah
08:18Selalu
08:19Kepada rakyatmu
08:29Jadi memang
08:31Sudah beberapa saat
08:32Saya mendapat laporan
08:34Ada
08:36Kekurangan-kekurangan
08:38Ada
08:39Kejanggalan-kejanggalan
08:40Ada
08:42Indikasi-indikasi
08:43Penyelewengan
08:45Penyelewengan
08:46Dari pimpinan
08:50Dalam setiap organisasi
08:54Selalu
08:56Pengaruh pimpinan
08:57Sangat
08:58Sangat
08:58Besar
08:59Pemimpin baik
09:01Organisasi baik
09:02Pemimpin
09:04Tidak baik
09:06Organisasi tidak baik
09:07Apalagi pemimpin
09:10Tidak benar
09:12Tidak
09:15Kompeten
09:16Atau tidak
09:17Jujur
09:18Jadi
09:19Saudara
09:19Waktu
09:20Saya mendapat laporan-laporan itu
09:24Saya panggil
09:28Kepala
09:32BPKP
09:33Badan Pemeriksa
09:34Keuangan Pemerintah
09:36Dan juga
09:37Kepala
09:39PPATK
09:40Dan
09:42Saya panggil
09:43Berapa pejabat lain
09:43Saya tanya
09:44Tolong
09:45Saya mendapat laporan
09:47Tentang BGN
09:48BGN ini
09:49Suatu
09:52Program yang sangat-sangat
09:54Penting
09:56Bagi bangsa dan negara
09:58Menyangkut
09:59Rakyat kita yang sedang
10:03Perlu
10:06Bantuan
10:07Affirmative
10:08Bantuan
10:09Berfihak
10:10Dan semua negara
10:12Yang maju
10:13Yang saya lihat
10:15Negara-negara yang maju
10:17Menggunakan
10:19Makan
10:20Untuk anak-anak sekolah
10:22Untuk
10:24Mengurangi
10:25Kemiskinan
10:26Untuk
10:27Memperbaiki
10:28Fisik
10:30Dan
10:31Kecerdasan
10:32Generasi-generasi
10:34Yang
10:34Penerus
10:36Jadi program ini
10:38Adalah sangat penting
10:39Yang terjadi
10:41Di badan Gizi
10:42Nasional
10:43Kita tahu bersama
10:44Itulah yang saya
10:46Maskut
10:47Perbaiki
10:49Tata
10:49Kelola
10:50Saya sejak awal
10:51Bolak-balik
10:52Menyatakan
10:53Kelemahan
10:54BGN
10:55Sebagai prioritas
10:56Yang menjadi andalan
10:58Bapak Presiden
10:59Adalah pada
11:00Aspek
11:01Tata
11:01Kelolanya
11:02Dan fokus
11:04Kepada
11:06Makan
11:07Bergizi
11:08Gratis
11:09Bukan
11:10Fokus
11:10Kepada
11:11Insentif
11:12Fokus
11:12Pada
11:13Sepeda
11:13Motor
11:14Fokus
11:14Pada
11:15Ipad
11:16Itu tidak
11:17Ada hubungan
11:17Sama sekali
11:23Menemani pagi Anda
11:24Dengan informasi terbaru
11:26Satu langkah lebih dekat
11:27Satu langkah lebih menjerahkan
11:30Saksikan
11:30Kompas Pagi
11:31Di Kompas TV
11:32Channel 11
11:33Di Televisi Anda
11:36Sampai variations
11:36Sampai
11:36Siapa
11:36Sampai
11:36Sampai
11:37Sampai
Komentar

Dianjurkan