Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 jam yang lalu


JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengaku enggan berkomentar banyak terkait kasus yang mendera eks Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

"Saya tidak mau banyak komentar karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu saya tidak boleh banyak berkomentar, nanti seolah saya memengaruhi," kata Prabowo dalam Rapat Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga Prabowo Beri Peringatan Mitra MBG: Kembali ke Jalan yang Benar di https://www.kompas.tv/nasional/672689/prabowo-beri-peringatan-mitra-mbg-kembali-ke-jalan-yang-benar



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672690/prabowo-enggan-komentar-soal-kasus-eks-kepala-bgn-dadan-hindayana-ini-alasannya
Transkrip
00:00Tapi tidak, saya tidak akan panjang lebar.
00:01Saya hanya satu pertama, terima kasih saudara-saudara bisa sampai di sini.
00:09Yang kedua, terima kasih lagi atas pengabdian saudara-saudara selama ini
00:15di tempat-tempat yang jauh, di tempat-tempat yang susah.
00:22Terima kasih atas dedikasi kalian.
00:25Terima kasih atas kesetiaan kalian.
00:32Saudara-saudara, konsep makan bergisi gratis ini, konsepnya adalah sangat sederhana.
00:42Bahwa kenyataan kita menemukan bahwa sebagian dari anak-anak kita
00:50tiap pagi berangkat ke sekolah, tidak makan pagi.
00:59Bahkan di rumahnya jarang makan yang bergisi.
01:05Dan hal ini telah menimbulkan sesuatu keadaan
01:18di mana hampir seperlima,
01:26bahkan sebetulnya kalau perasaan saya mendekati seperempat, 25 persen.
01:33Dan ada bagian-bagian negara kita yang lebih dari 20 persen.
01:38Mendekati 30 persen.
01:40Anak-anak kita kurang gizi.
01:43Yang terjadi adalah
01:45apa yang disebut stunting.
01:49Sel otak kurang berkembang,
01:51sel otot kurang berkembang,
01:53sel otak, otot, dan tulang kurang berkembang.
01:58Artinya,
02:01satu,
02:03dia tidak akan berkembang sesuai potensi dia
02:06sebagai manusia normal.
02:09Berarti kemampuan dia di bawah normal.
02:14Berarti,
02:15yang kita menemukan,
02:17dia kadang-kadang untuk lulus SD saja susah.
02:21bahkan mungkin dia tidak bisa mengganti
02:25pekerjaan bapaknya sebagai petani.
02:28Sebagai buruh,
02:31harian,
02:32atau sebagai nelayan.
02:35Karena nelayan,
02:37buruh,
02:38petani butuh kekuatan fisik.
02:41Bagaimana dia mau
02:43punya kekuatan fisik
02:44kalau dia
02:45gizinya kurang.
02:47Dan ini saya temukan langsung
02:49pada saat saya
02:51keliling kampung-kampung
02:52waktu saya kampanye
02:56untuk jadi presiden.
02:59Alhamdulillah,
03:00saya pernah kampanye
03:01lima kali.
03:10Loh, kenapa?
03:11Belum apa-apa,
03:12kalian sudah ketawa.
03:16Lima kali,
03:18saya kalah empat kali.
03:21Kalian ketawa.
03:23Ini orang Indonesia ini.
03:26Kalah itu sedih.
03:28Sedih.
03:32Kalah sedih.
03:34Tapi bukan kalahnya.
03:38Kalah,
03:38tapi
03:39karena tugas
03:41suci
03:43untuk bangsa dan negara
03:45belum selesai,
03:47kita tidak menyerah
03:48kepada kekalahan.
03:55Jatuh,
03:57bangun lagi.
03:58Jatuh,
04:00bangun lagi.
04:01Jatuh lagi,
04:02bangun lagi.
04:03Jatuh lagi,
04:03bangun lagi.
04:04Kita
04:04yang penting
04:05bangkit lagi
04:07dan
04:07meneruskan pekerjaan.
04:13Inilah
04:14saya tadi kata
04:15ada
04:16kesamaan
04:18dengan
04:19saudara
04:20Tony Robbins ini.
04:21Ya kan?
04:25Jadi, saudara-saudara,
04:28saya ucapkan terima kasih
04:29tapi saya juga
04:31sebetulnya
04:32hari ini,
04:35saat ini,
04:38sebetulnya saya sedih.
04:42Saya tidak bisa
04:44tutupi
04:45bahwa saya dalam keadaan sedih.
04:48Karena
04:53saya terpaksa
04:55mengganti
04:59orang-orang yang saya
05:02sebenarnya saya
05:04sayangi.
05:06Orang yang saya
05:09percaya,
05:12orang yang saya
05:14berikan tugas
05:16untuk negara yang
05:17sangat berat.
05:19Saya tidak
05:19mau banyak
05:20komentar
05:20karena
05:24mereka-mereka ini
05:25menghadapi
05:26masalah
05:30penyelidikan
05:31hukum.
05:32Karena itu,
05:33saya tidak boleh
05:33banyak komentar.
05:35Nanti
05:35seolah saya
05:37mempengaruhi.
05:38Tapi yang jelas,
05:40mengganti mereka itu
05:41tidak ringan
05:42bagi saya.
05:44tapi
05:49saya ingat
05:51kata-kata
05:51almarhum
05:53ayahanda saya,
05:56Profesor Sumitro,
05:57pernah mengatakan
05:59kepada saya,
05:59Prabowo,
06:01kalau suatu saat
06:02kau dalam keadaan
06:04bingung
06:05atau keadaan
06:06ragu-ragu,
06:07ingat,
06:08berfihaklah
06:10selalu
06:12kepada
06:13rakyatmu.
06:22Jadi,
06:23sudah berapa saat
06:25saya mendapat
06:26laporan
06:27ada
06:28kekurangan-kekurangan,
06:30ada
06:31kejanggalan-kejanggalan,
06:34ada
06:34indikasi-indikasi
06:36penyelewengan-penyelewengan.
06:39Dari
06:40pimpinan,
06:43dalam setiap
06:44organisasi,
06:48selalu
06:48pengaruh
06:49pimpinan
06:50sangat-sangat
06:51besar.
06:53Pemimpin baik,
06:54organisasi baik.
06:56Pemimpin
06:57tidak baik,
06:59organisasi
06:59tidak baik.
07:01Apalagi
07:01pemimpin
07:02tidak benar,
07:06tidak
07:07kompeten
07:08atau tidak
07:09jujur.
07:11Jadi,
07:12saudara-saudara,
07:12waktu
07:14saya mendapat
07:15laporan-laporan itu,
07:16saya panggil
07:21kepala
07:24BPKP,
07:26Badan Pemeriksa
07:27Keuangan
07:27Pemerintah,
07:29dan juga
07:30kepala
07:32PPATK,
07:33dan saya
07:35panggil
07:35beberapa
07:35pejabat lain,
07:36saya tanya.
07:37Tolong
07:38saya mendapat
07:39laporan
07:39tentang
07:40BGN.
07:41BGN ini
07:41suatu
07:45program yang
07:46sangat-sangat
07:48penting
07:49bagi bangsa
07:50dan negara.
07:51Menyangkut
07:53rakyat
07:53kita yang
07:54sedang
07:55perlu
07:58bantuan
07:59affirmative,
08:01bantuan
08:01berfihak.
08:03Dan semua
08:04negara
08:04yang maju,
08:06yang saya
08:07lihat,
08:09negara-negara
08:10yang maju
08:10menggunakan
08:12makan
08:13untuk
08:14anak-anak
08:14sekolah
08:15untuk
08:16mengurangi
08:17kemiskinan,
08:19untuk
08:20memperbaiki
08:21fisik
08:23dan
08:24kecerdasan
08:25generasi-generasi
08:27yang
08:27penerus.
08:29Jadi program ini
08:31adalah
08:31sangat penting.
08:33Dan program ini
08:35terima kasih.
Komentar

Dianjurkan