Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 12 jam yang lalu
Teddy Respons Dino Patti Djalal soal Hasil Lawatan Prabowo

Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/06/01/225648/teddy-ke-dino-patti-djalal-jangan-kaburkan-fakta-hasil-lawatan-prabowo

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons kritik yang disampaikan diplomat senior Dino Patti Djalal terkait lawatan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Teddy menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan, namun meminta agar berbagai capaian yang berhasil diraih dari kunjungan luar negeri Prabowo tidak diabaikan atau dikaburkan.
Menurut Teddy, lawatan luar negeri Prabowo telah menghasilkan sejumlah manfaat strategis bagi Indonesia, mulai dari penguatan hubungan diplomatik hingga kerja sama yang berdampak bagi kepentingan nasional. Ia juga menjelaskan bahwa berbagai kritik terkait biaya perjalanan dan jumlah rombongan telah dijawab pemerintah, termasuk penegasan bahwa kelebihan biaya perjalanan ditanggung secara pribadi oleh Presiden dan jumlah delegasi telah dipangkas dibanding periode sebelumnya.
Dalam pernyataannya, Teddy menekankan bahwa kritik merupakan bagian penting dari demokrasi, tetapi penilaian terhadap lawatan Presiden juga perlu melihat hasil dan manfaat yang telah dicapai. Polemik antara Teddy dan Dino Patti Djalal pun menjadi sorotan publik karena menyangkut efektivitas diplomasi luar negeri yang dijalankan pemerintahan Prabowo. Selengkapnya di video berikut.

Creative/Video Editor:Vanya/Yansen
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:04Bapak Presiden yang kami hormati, Bapak Presiden telah menganugerahkan bintang Mahaputra kepada saya,
00:10yang berarti Bapak mempercayai kredibilitas dan pandangan saya mengenai politik luar negeri.
00:16Karena itu, saya juga merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pesan apa dan...
00:28Sebagai sahabat lama Bapak, saya mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia
00:35menghimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri
00:42dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini.
00:47Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia,
00:50Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri.
00:56Semenjak menjabat menjadi presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri.
01:02Dan tidak heran kalau ada yang beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran.
01:07Dan sangat tidak mungkin dalam 18 bulan ke depan,
01:11Presiden Prabowo terus melakukan kunjungan internasional dalam frekuensi yang sama tingginya.
01:16Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar.
01:22Ini termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik,
01:29biaya konsumsi, biaya protokoler dan pengamanan, biaya uang harian untuk seluruh delegasi dan perangkat pendamping,
01:36dan berbagai biaya lainnya.
01:39Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar puluhan, bahkan ratusan miliar.
01:44Kemudian berikutnya, karena saya dimention oleh Pak Dubesdino, saya meluruskan beberapa hal.
01:51Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur.
01:58Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi wakil menteri luar negeri,
02:05walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan.
02:09Jadi yang pertama, masalah biaya bila keluar negeri.
02:13Ini sudah dijelaskan beberapa kali.
02:16Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara,
02:22itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo.
02:28Kemudian yang kedua, jumlah rombongan.
02:30Ini sangat penting.
02:31Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran,
02:35lebih dari separuh dari periode sebelumnya.
02:38Jadi kalau dulu, itu sekaligus luar negeri bisa lebih dari 120 orang.
02:45Zaman Pak Dino seperti itu.
02:47Nah, zaman Presiden Prabowo, jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal.
02:52Ini sudah banyak yang tahu, termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua.
02:57Kemudian yang ketiga, jadwal harus satu tahun sebelumnya.
03:00Jadi gini, kembangan dunia global itu sangat dinamis, hari per hari.
03:05Nah, jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara.
03:14Kemudian yang keempat, masalah protokoler dan frekuensi luar negeri dalam satu setengah tahun terakhir.
03:20Jadi Presiden Prabowo itu adalah Presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis.
03:27Sebelumnya ada konflik di Ukraina, ada di Venezuela, kemudian sekarang ada di Iran dan Timur Tengah.
03:35Itu terlibat Saudi, Qatar, Bahrain, UAE, dan lain sebagainya.
03:39Jadi setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia.
03:45Dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis, baru kita minta bantuan.
03:49Tidak, kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan.
03:57Dan begitu pula sebaliknya.
03:58Oke, untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antar pemimpin, baik secara langsung, diliput media, ataupun tertutup.
04:09Nah, itulah diplomasi.
04:11Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan, cerebonial.
04:16Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam satu setengah tahun terakhir ini.
04:22Yang pertama, Indonesia masuk BRICS.
04:24Manfaatnya apa?
04:25Ya, sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin.
04:31Stok BBM aman.
04:33Harga BBM subsidi tidak naik.
04:36Stok pangan aman.
04:38Kemudian yang kedua, tarif 0% di Uni Eropa.
04:42Ada 25 negara di situ.
04:45Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu.
04:49Tapi kapan tercapai?
04:51Ya, zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu.
04:55Kemudian yang ketiga, total investasi yang masuk dalam satu setengah tahun ini adalah sekitar Rp2.430 triliun.
05:05Itu data dari BKPM.
05:07Kemudian contoh konkret lagi nih.
05:09Bulan lalu, Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea.
05:14Kembali, langsung ada investasi sekitar Rp575 triliun.
05:19Kemudian yang keempat, sekarang kita punya alat pertahanan yang kuat sekarang.
05:26Dan itu dari banyak sekali negara.
05:29Perancis, Amerika, Rusia, China, Inggris, Eropa, banyak negara.
05:35Kemudian yang kelima, program ibadah haji tahun 2025 lalu dan khususnya tahun ini itu lancar.
05:41Nyaris tidak ada kendala-kendala yang signifikan.
05:45Indonesia adalah negara satu-satunya yang punya pertampungan haji di Arab Saudi.
05:51Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar sepertegara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jamaah haji.
06:00Kemudian yang keenam, Presiden Prabowo betul-betul berperan aktif di Palestina.
06:05Nah, apa buktinya?
06:06Satu, kita ada drop-off logistik dari udara.
06:12Sudah beberapa kali.
06:13Tidak semua negara bisa.
06:14Kenapa?
06:15Itu harus ada diplomasi dengan negara-negara yang wilayah udaranya dilewati oleh pesawat.
06:21Kemudian yang kedua, kita kirim kapal rumah sakit ke Palestina.
06:25Kemudian yang ketiga, kita menyekolahkan anak-anak Palestina di Universitas Indonesia.
06:33Sekarang mungkin sudah sampai 100 orang yang sudah sekolah di sini.
06:37Dan lain sebagainya.
06:38Kemudian yang ketujuh, baru minggu lalu, ada WNI yang diamankan pihak Israel di Laut Bebas.
06:45Dan lewat diplomasi dari Menteri Luar Negeri dan teman-teman Kemlu, selang beberapa hari, kembalikan ke Indonesia.
06:53Jadi ini lewat diplomasi yang baik diberitakan maupun yang tertutup.
06:58Dan ingat, yang tadi saya sampaikan adalah hasil konkret nyata satu setengah tahun terakhir.
07:04Dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara.
07:11Baik yang dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan.
07:17Karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya.
07:20Itu yang kita utamakan.
07:22Kemudian yang terakhir, masalah pertemuan dengan kepala negara lain di event-event tertentu.
07:27Jadi gini, pertemuan dengan kepala negara lain di suatu event itu yang menentukan adalah
07:35Bapak Presiden dan juga saran dari Menteri Luar Negeri.
07:40Dan beliau-beliau lah yang mengetahui mana yang prioritas.
07:44Mana pertemuan yang harus diutamakan.
07:46Mana pertemuan yang bisa langsung ataupun cukup menggunakan telepon.
07:51Mana pertemuan yang perlu diberitakan.
07:55Mana yang tidak diberitakan.
07:57Dan saya rasa semua diplomat hebat tahu itu.
08:01Jadi kurang elok rasanya kalau itu masih dipermasalahkan.
08:05Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima.
08:10Tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai.
08:17Saya rasa itu.
08:23Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan