00:04Bapak Presiden yang kami hormati, Bapak Presiden telah menganugerahkan bintang Mahaputra kepada saya,
00:10yang berarti Bapak mempercayai kredibilitas dan pandangan saya mengenai politik luar negeri.
00:16Karena itu, saya juga merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pesan apa dan...
00:28Sebagai sahabat lama Bapak, saya mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia
00:35menghimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri
00:42dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini.
00:47Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia,
00:50Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri.
00:56Semenjak menjabat menjadi presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri.
01:02Dan tidak heran kalau ada yang beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran.
01:07Dan sangat tidak mungkin dalam 18 bulan ke depan,
01:11Presiden Prabowo terus melakukan kunjungan internasional dalam frekuensi yang sama tingginya.
01:16Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar.
01:22Ini termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik,
01:29biaya konsumsi, biaya protokoler dan pengamanan, biaya uang harian untuk seluruh delegasi dan perangkat pendamping,
01:36dan berbagai biaya lainnya.
01:39Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar puluhan, bahkan ratusan miliar.
01:44Kemudian berikutnya, karena saya dimention oleh Pak Dubesdino, saya meluruskan beberapa hal.
01:51Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur.
01:58Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi wakil menteri luar negeri,
02:05walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan.
02:09Jadi yang pertama, masalah biaya bila keluar negeri.
02:13Ini sudah dijelaskan beberapa kali.
02:16Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara,
02:22itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo.
02:28Kemudian yang kedua, jumlah rombongan.
02:30Ini sangat penting.
02:31Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran,
02:35lebih dari separuh dari periode sebelumnya.
02:38Jadi kalau dulu, itu sekaligus luar negeri bisa lebih dari 120 orang.
02:45Zaman Pak Dino seperti itu.
02:47Nah, zaman Presiden Prabowo, jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal.
02:52Ini sudah banyak yang tahu, termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua.
02:57Kemudian yang ketiga, jadwal harus satu tahun sebelumnya.
03:00Jadi gini, kembangan dunia global itu sangat dinamis, hari per hari.
03:05Nah, jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara.
03:14Kemudian yang keempat, masalah protokoler dan frekuensi luar negeri dalam satu setengah tahun terakhir.
03:20Jadi Presiden Prabowo itu adalah Presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis.
03:27Sebelumnya ada konflik di Ukraina, ada di Venezuela, kemudian sekarang ada di Iran dan Timur Tengah.
03:35Itu terlibat Saudi, Qatar, Bahrain, UAE, dan lain sebagainya.
03:39Jadi setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia.
03:45Dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis, baru kita minta bantuan.
03:49Tidak, kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan.
03:57Dan begitu pula sebaliknya.
03:58Oke, untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antar pemimpin, baik secara langsung, diliput media, ataupun tertutup.
04:09Nah, itulah diplomasi.
04:11Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan, cerebonial.
04:16Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam satu setengah tahun terakhir ini.
04:22Yang pertama, Indonesia masuk BRICS.
04:24Manfaatnya apa?
04:25Ya, sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin.
04:31Stok BBM aman.
04:33Harga BBM subsidi tidak naik.
04:36Stok pangan aman.
04:38Kemudian yang kedua, tarif 0% di Uni Eropa.
04:42Ada 25 negara di situ.
04:45Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu.
04:49Tapi kapan tercapai?
04:51Ya, zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu.
04:55Kemudian yang ketiga, total investasi yang masuk dalam satu setengah tahun ini adalah sekitar Rp2.430 triliun.
05:05Itu data dari BKPM.
05:07Kemudian contoh konkret lagi nih.
05:09Bulan lalu, Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea.
05:14Kembali, langsung ada investasi sekitar Rp575 triliun.
05:19Kemudian yang keempat, sekarang kita punya alat pertahanan yang kuat sekarang.
05:26Dan itu dari banyak sekali negara.
05:29Perancis, Amerika, Rusia, China, Inggris, Eropa, banyak negara.
05:35Kemudian yang kelima, program ibadah haji tahun 2025 lalu dan khususnya tahun ini itu lancar.
05:41Nyaris tidak ada kendala-kendala yang signifikan.
05:45Indonesia adalah negara satu-satunya yang punya pertampungan haji di Arab Saudi.
05:51Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar sepertegara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jamaah haji.
06:00Kemudian yang keenam, Presiden Prabowo betul-betul berperan aktif di Palestina.
06:05Nah, apa buktinya?
06:06Satu, kita ada drop-off logistik dari udara.
06:12Sudah beberapa kali.
06:13Tidak semua negara bisa.
06:14Kenapa?
06:15Itu harus ada diplomasi dengan negara-negara yang wilayah udaranya dilewati oleh pesawat.
06:21Kemudian yang kedua, kita kirim kapal rumah sakit ke Palestina.
06:25Kemudian yang ketiga, kita menyekolahkan anak-anak Palestina di Universitas Indonesia.
06:33Sekarang mungkin sudah sampai 100 orang yang sudah sekolah di sini.
06:37Dan lain sebagainya.
06:38Kemudian yang ketujuh, baru minggu lalu, ada WNI yang diamankan pihak Israel di Laut Bebas.
06:45Dan lewat diplomasi dari Menteri Luar Negeri dan teman-teman Kemlu, selang beberapa hari, kembalikan ke Indonesia.
06:53Jadi ini lewat diplomasi yang baik diberitakan maupun yang tertutup.
06:58Dan ingat, yang tadi saya sampaikan adalah hasil konkret nyata satu setengah tahun terakhir.
07:04Dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara.
07:11Baik yang dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan.
07:17Karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya.
07:20Itu yang kita utamakan.
07:22Kemudian yang terakhir, masalah pertemuan dengan kepala negara lain di event-event tertentu.
07:27Jadi gini, pertemuan dengan kepala negara lain di suatu event itu yang menentukan adalah
07:35Bapak Presiden dan juga saran dari Menteri Luar Negeri.
07:40Dan beliau-beliau lah yang mengetahui mana yang prioritas.
07:44Mana pertemuan yang harus diutamakan.
07:46Mana pertemuan yang bisa langsung ataupun cukup menggunakan telepon.
07:51Mana pertemuan yang perlu diberitakan.
07:55Mana yang tidak diberitakan.
07:57Dan saya rasa semua diplomat hebat tahu itu.
08:01Jadi kurang elok rasanya kalau itu masih dipermasalahkan.
08:05Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima.
08:10Tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai.
08:17Saya rasa itu.
08:23Terima kasih telah menonton!
Komentar