Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
MEKKAH, KOMPAS.TV - Jemaah haji khusus Patuna yang saat ini berada di Mekkah, Arab Saudi, memanfaatkan waktu setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan melaksanakan ibadah umrah.

Mayoritas jemaah menjalankan badal umrah, yaitu melaksanakan ibadah umrah atas nama orang lain, seperti anggota keluarga atau kerabat yang telah meninggal dunia maupun yang tidak dapat melaksanakan ibadah umrah karena kondisi kesehatan tertentu.

Sebelum melaksanakan umrah, jemaah Patuna juga mengikuti kegiatan ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah di Kota Mekkah. Salah satunya adalah Jabal Tsur, yang dikenal sebagai tempat Rasulullah SAW bersembunyi bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq saat peristiwa hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah umrah, rombongan jemaah Patuna dijadwalkan bertolak menuju Jeddah pada Jumat. Perjalanan dari Mekkah ke Jeddah ditempuh melalui jalur darat dengan waktu perjalanan sekitar lima hingga enam jam.

Dari Jeddah, jemaah akan melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta. Rombongan Patuna ini dijadwalkan menjadi kelompok terakhir yang kembali ke Indonesia pada Minggu.

Di tengah rangkaian ibadah tersebut, jemaah mengingatkan pentingnya persiapan fisik bagi calon jemaah haji. Meski didukung fasilitas yang memadai, aktivitas ibadah di Tanah Suci tetap membutuhkan kondisi fisik yang prima karena tingginya intensitas perjalanan dan aktivitas berjalan kaki.

Sementara itu, suasana di Mekkah masih dipadati jemaah dari berbagai negara. Kepadatan terlihat di sejumlah lokasi ibadah, termasuk kawasan Masjidil Haram, meskipun puncak pelaksanaan ibadah haji telah berakhir.

#Haji2026 #Patuna #JemaahHaji

Baca Juga Update Kasus Hanania Group, Polisi akan Minta Keterangan Selebgram yang Promosikan Paket Umrah di https://www.kompas.tv/regional/672442/update-kasus-hanania-group-polisi-akan-minta-keterangan-selebgram-yang-promosikan-paket-umrah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672595/usai-berhaji-jemaah-patuna-jalani-badal-umrah-sebelum-pulang-ke-indonesia-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara jemaah haji khusus Patuna memanfaatkan waktu setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan melaksanakan umroh.
00:09Apa saja kegiatan jemaah khusus Patuna yang kini berada di Mekah, Arab Saudi, kita akan langsung terhubung dengan jurnalis Kompas
00:15TV, dia Megasari Anjaya.
00:18Mega, bagaimana persiapan kepulangan para jemaah haji khusus Patuna?
00:23Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Renata. Ya memang tinggal menunggu hari, kami menghitung hari akan kembali ke tanah air.
00:32Hari ini jadwal di jemaah haji khusus Patuna travel adalah umroh, terutama sebelum kepulangan.
00:41Mayoritas dari kami jemaah membadalkan umroh, sama seperti mewakilkan umroh bagi sanak saudara atau bahkan orang tua yang sudah tidak
00:52ada,
00:53lalu dalam kondisi sakit keras yang tidak memungkinkan untuk datang ke tanah suci, maka dibadalkan.
00:59Sebelum proses umroh, kami jemaah Fatuna hari ini akan melakukan ziarah kota Mekah dulu, dimulai di Jabalsur.
01:09Jabalsur ini adalah tempat yang amat Rasulullah SAW bersembunyi ketika akan dihijrah dari Mekah ke Madinah.
01:18Nah, disinilah kami jemaah diajak berkontemplasi bagaimana kita berstrategi dulu sebelum menghadapi kendala.
01:30Setelah umroh rencananya kami nanti hari Jumat, persiapan akan menuju jedah.
01:36Karena lumayan ya, dari Mekah menuju jedah, memakan waktu sekitar 5-6 jam mungkin dengan perjalanan darat.
01:45Nah, dari jedah itulah nanti kami akan kembali ke Jakarta dan kami adalah paket terakhir yang akan kembali ke Jakarta
01:53pada hari Minggu.
01:56Jemaah saat ini memang lumayan bervariasi ya.
02:00Sepertinya memang fisik haji, nah ini dia sebenarnya satu hal Renata yang ingin kami pastikan lagi bagi masyarakat Indonesia yang
02:09ingin pergi berumroh maupun berhaji tahun depan.
02:12Betul-betul menyiapkan fisik.
02:14Karena kami di haji khusus saja dengan fasilitas lumayan ketat dengan tujuan-tujuan ibadah.
02:22Bahkan kami berjalan kaki, itu fisik benar-benar terasa banget.
02:27Ketika puncak haji saya hitung jumlah langkah itu sampai 32 ribu langkah.
02:31Maksudnya ada yang 35 ribu langkah dalam satu hari.
02:34Sedangkan di hari-hari landai seperti hari ini bisa sekitar 70 ribu, 20 ribu langkah.
02:41Memang hotel kami, tempat kami menginap di pelatarannya Masjidil Haram.
02:45Tetapi menuju Masjidil Haram itu dulu kami juga seakan memakai sistem war ya.
02:51Jadi mau umroh maupun mau ibadah, sholat lima waktu.
02:55Kami benar-benar menyiapkan fisik yang harus benar-benar dalam kondisi prima.
03:00Karena di sini cuaca juga panas, lebih dari 40 daerah kalsius.
03:06Dan jemaah di sini dari seluruh dunia juga ternyata masih banyak sekali, masih padat sekali.
03:15Terutama di jam-jam sholat lima waktu itu benar-benar kita mempersiapkan paling lambat itu satu jam.
03:22Kalau sudah satu jam, jalanan sudah ditutup-tutup dan kita harus memutar.
03:27Dan jadinya jumlah langkahnya akan semakin banyak.
03:31Di sini jemaah kita melakukan sekali dalam tanda kutip ya.
03:34Agar tidak kucing-kucingan dengan roti darbutan seperti itu, kami lebih memilih menyatukan waktu sholat.
03:42Bukan berarti memadakan sholat ya, tidak.
03:45Jadi ketika durur, yaudah kami stay di masjid, beribadah, mengaji.
03:51Seperti itu menunggu asar.
03:52Dan juga dari asar ke mandi dan ke isa, baru kami kembali ke hotel.
03:57Karena mengingat, sangat padat di sini landai-landai.
04:01Jam 10 pagi sampai jam 11.30 Mekah, Arab Saudi.
04:06Nah itu lumayan landai, bahkan saya dan teman saya dari Kompas TV kemarin,
04:11Alhamdulillah berkesempatan mencium Kaabah.
04:16Berdesak-desakan, tapi Alhamdulillah kami berhasil.
04:18Renata.
04:19Oke baik, jadi memang satu pesan penting bagaimana kemudian jemaah haji ini harus terus mempersiapkan kondisi fisik,
04:27apalagi yang berencana untuk menunaikan ibadah haji tahun depan.
04:31Ini juga menjadi satu pesan penting yang disampaikan oleh jurnalis Kompas TV,
04:35Mega Sari Anjay.
04:38Terima kasih banyak laporan lengkapnya langsung dari Mekah, Arab Saudi.
04:43Saat selalu.
Komentar

Dianjurkan