Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden Prabowo Subianto resmi memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Keputusan tersebut diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers pada Selasa (2/6/2026) di Jakarta.

Presiden juga memberhentikan dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya.

Untuk mengisi posisi yang ditinggalkan, Presiden menunjuk Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN menjadi Kepala Badan Gizi Nasional yang baru. Sementara posisi Wakil Kepala BGN diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, pergantian pimpinan BGN dilakukan setelah Presiden melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir.

Menanggapi pencopotannya, Dadan Hindayana menyatakan bahwa pergantian pejabat di lingkungan Kabinet Merah Putih merupakan hak prerogatif Presiden.

Dadan menghormati keputusan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang telah diberikan selama menjabat sebagai Kepala BGN.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi langkah Presiden Prabowo dalam melakukan evaluasi dan pergantian pimpinan BGN. Menurut Dasco, pemerintah telah mendengarkan berbagai masukan dari masyarakat, penerima manfaat program, maupun DPR terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Video Editor: Aqshal
Voice Over: Yuli

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672582/kronologi-presiden-prabowo-rombak-pimpinan-bgn-dadan-hindayana-dua-wakil-kepala-dicopot
Transkrip
00:04Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN.
00:13Keputusan ini diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers pada selasa 2 Juni 2026.
00:23Tak hanya dadan, 2 Wakil Kepala BGN Lodewik Pusung dan Soni Sanjaya juga diberhentikan dari jabatannya.
00:32Untuk mengisi posisi yang ditinggalkan, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional menjadi Kepala
00:41Badan Gizi Nasional yang baru.
00:43Sementara Agustina Arumsari dan Maizhen TNI Trenggono ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN.
00:49Maka pada hari ini, selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi
01:08Nasional.
01:09Yang pertama adalah Saudara Dadan Indayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
01:21Yang kedua, Saudara Lodewik Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
01:28Yang ketiga, Saudara Soni Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras
01:46dedikasi selama ini
01:48di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional.
01:54Untuk selanjutnya, Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat Saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,
02:08kemudian Saudari Agustina Arum Sari sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,
02:16dan Saudara Majen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru.
02:27Kepada tiga pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, kami berharap untuk dapat segera melakukan konsolidasi internal,
02:36memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga,
02:40dan tentu saja juga memperkuat koordinasi bersama dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten kota,
02:47serta memastikan seluruh program Badan Gizi Nasional dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya.
02:55Pemerintah melakukan pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional
02:59setelah Presiden melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis
03:05selama sekitar satu setengah tahun terakhir.
03:09Sejumlah hal menjadi catatan, mulai dari kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur,
03:15tata kelola kelembagaan, hingga pengawasan kualitas makanan.
03:19Sebagai mana kita ketahui bersama bahwa Badan Gizi Nasional memiliki peran yang sangat strategis
03:26di dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat.
03:33Tugas ini tentu menuntut tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif,
03:39serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program dapat berjalan tepat sasaran,
03:46tepat waktu, dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntabilitas.
03:51Dalam menjalankan tugas keseharian, Bapak Presiden tentu terus melakukan monitoring
03:59dan pada akhirnya melakukan evaluasi terhadap seluruh kinerja kabinet,
04:06termasuk kinerja Badan Gizi Nasional.
04:11Dan tentu di dalam proses evaluasi tersebut, Bapak Presiden terus mendengarkan dan mendapatkan
04:18masukan dari berbagai pihak, baik dari kementerian-kementerian terkait,
04:23maupun dari masyarakat, termasuk dari para penerima manfaat dari program makan berkisi gratis
04:30yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional.
04:38Berkenan dengan hal tersebut, selama kurang lebih hampir satu setengah tahun,
04:45melakukan monitoring, melakukan evaluasi,
04:51maka pada hari ini, selasa tanggal 2 Juni tahun 2026,
04:59Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional.
05:09Dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memastikan
05:14bahwa selama proses evaluasi yang terus kita laksanakan,
05:20seluruh program Badan Gizi Nasional tetap berjalan sebagaimana mestinya.
05:26Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali,
05:29dan setiap unit kerja di lingkungan Badan Gizi Nasional
05:33diharapkan tetap menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.
05:39Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepimpinan ini
05:43tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program makan berkisi gratis
05:49yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional.
05:53Semoga langkah ini menjadi awal yang baik
05:55bagi penguatan pelayanan program makan berkisi gratis
05:59agar dapat berjalan dengan sebaik-baiknya
06:02sebagai bagian dari investasi pendidikan dan sumber daya manusia kita
06:07dan sekaligus sebagai pengecahwan tahan manifesto kemanusiaan,
06:13pengecahwan tahan manifesto keberpihahan,
06:15dan tentunya kita berharap program ini dapat menjadi alat penggerak ekonomi nasional.
06:23Usai kabar pencopotan Dadan Hindayana angkat bicara,
06:27Dadan menegaskan pergantian anggota Kabinet Merah Putih merupakan hak mutlak
06:32dari Presiden Prabowo Subianto.
06:35Dadan juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan
06:39serta mengucapkan selamat bekerja kepada para pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru.
07:05Terima kasih telah menonton!
07:35Wakil Ketua DPR Sufmi Dasko Ahmad mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto.
07:41Menurutnya, pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat,
07:45penarima manfaat program, serta masukan dari DPR.
07:48Dasko juga berharap evaluasi ini dapat menjadi momentum perbaikan tata kelola Badan Gizi Nasional ke depan.
07:55Ya begini, kami juga mendapatkan informasi dan juga setelah mendengarkan konferensi pers
08:01dari Menteri Sekretaris Negara tentang pergantian Kepala BKN.
08:09Tentunya kami mengucapkan apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia kepada pemerintah
08:16yang kemudian telah mendengarkan aspirasi dari masyarakat maupun penerima manfaat
08:27dan juga asal koordinasi dengan lintas kementerian dan juga masukan dari DPR.
08:33Sehingga kemudian pemerintah dalam hal ini, Pak Presiden, telah mengambil satu keputusan
08:45untuk mengadakan evaluasi pimpinan BKN yang kita dengar tadi dari Mensasnek
08:52terdiri dari Kepala BKN dan dua wakil Kepala BKN.
08:59Nah sehingga kami harapkan dengan adanya evaluasi dan evaluasi ini yang dilakukan secara menyeluruh,
09:08BKN akan berbenah diri dan terus melayani masyarakat,
09:14penerima manfaat dan pergantian ini tentu tidak akan mempengaruhi pelayanan yang berlangsung selama ini
09:21dan harapan kami bahwa tujuan pelayanan terhadap terutama daerah 3T dapat segera direalisasikan.
09:31Demikian.
09:32Yang hal mendasar pergantian kepimpinan BKN itu apa sih Bang faktor yang paling mendasarnya
09:37selain aspirasi dari masyarakat itu?
09:39Yang tadi Abang bilang.
09:40Ya tadi kalau mendengar penjelasan dari Menteri Sekretaris Negara
09:46ada hal-hal evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini
09:54menyangkut tata kelola dan kemudian kerjasama lintas kementerian yang kemudian dirasa kurang
10:07dan beberapa hal yang menjadi catatan-catatan yang menurut pihak pemerintah memang harus dibenahi.
10:17Nah kalau soal catatan-catatan ini tentunya pihak pemerintah yang lebih tahu
10:20nanti silakan teman-teman media menanyakan kepada pihak pemerintah.
10:24Tapi apapun itu kita apresiasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini.
10:32Tapi kalau kemudian kita lihat wakil kepala BKN yang belum lama di situ
10:47tetapi kemudian Bundani ini banyak melakukan kerja-kerja lapangan,
10:55melakukan monitoring-monitoring lapangan dan juga banyak sudah menutup dapur-dapur
11:02yang tidak memenuhi syarat di lapangan.
11:06Demikian dari hasil pemantauan teman-teman di komisi teknis terkait
11:11yang kemudian dibicarakan dalam rapat pembahasan tentang MBG.
11:17Sehingga menurut kami pada hemat kami keputusan Presiden untuk mengangkat
11:22walaupun itu adalah hak biogratif dari pihak pemerintah dalam hal ini Presiden
11:28mungkin adalah pilihan yang tepat.
11:31Bang, kelihatan kalau berdekat, apakah komisi sebenarnya akan rapat juga bang
11:34untuk memperoleh koordinasi dengan komponen yang baru ini bang?
11:36Saya pikir komisi 9 akan segera melakukan koordinasi
11:42untuk mengetahui planning dari pimpinan BKN yang baru
11:47untuk memperbaiki dan kemudian untuk lebih membuat tata kelola di BKN ini lebih bagus.
12:00Pengamat politik Rai Rangkuti juga menilai
12:03Pergantian Kepala Badan Gizi Nasional menjadi pesan
12:06bahwa program prioritas pemerintah harus berjalan
12:09sesuai target dan standar yang ditetapkan.
12:12Bagi kita yang tentu saya di luar ini kan
12:15yang mencolok dari kita di luar ini kan
12:20menganggap bahwa pemerintah melihat program MBG ini sukses gitu
12:26itu yang ditangkap selama ini kan
12:29entah itu dari kuantitasnya gitu
12:31kemudian soal keluhan-keluhan kita soal
12:34apa namanya itu standar gizinya
12:36soal pengadaannya dalam bentuk SPBG macam-macam itu
12:39selama ini kan kita nggak dengar
12:41ada koreksi yang cukup peras dari Presiden
12:43oleh karena itulah mungkin ada antapan yang sangat luas
12:47di tengah masyarakat bahwa
12:48apa yang dilakukan oleh BGN lah ya
12:55dalam mengelola MBG selama ini
12:59di bawah kemungkinan Pak Dadan itu
13:00ya bagi kita ya mungkin ya standarnya
13:03sudah cukup bagus gitu
13:04sampai kemudian ya ada pergantian ini kan
13:07di pergantian ini ternyata ya
13:10bagi kita tentu dari luar ya
13:12secara diam-diam mungkin Presiden juga
13:14melakukan evaluasi tirangan kinerja
13:16dari Ketua BGN gitu
13:19nah saya kira ya
13:22yang mungkin paling penting itu disampaikan
13:26bahwa kan ada tiga tuh
13:29secara formil disampaikan
13:31meskipun ada dua yang menyusul kemudian kan
13:33tiga itu tadi soal tata kelola
13:35soal apalagilah macam-macam
13:40tapi ada dua juga yang disampaikan oleh
13:42itu soal hubungan dengan pemerintah
13:46dan hubungan dengan pemerintah daerah
13:47nah hubungan dengan pemerintah daerah ini
13:50saya kira satu yang amat penting
13:53untuk diperhatikan oleh
13:55katakanlah ya
13:56kepemimpinan BGN sekarang
13:58sebab sudah agak jamak sebetulnya
14:01kita mendengar
14:02berbagai keluhan dari pemerintah-pemerintah daerah ini
14:05terkait dengan
14:06mereka seperti tidak dilibatkan
14:09dalam proses
14:10apa namanya itu ya
14:12pengadaan MBG ini gitu
14:14jadi dalam bahasa kita
14:16seperti bilang kahi gitu
14:17nah dalam konteks dimana
14:20apa namanya itu ya
14:21transfer daerah dipotong
14:23ya tanpa
14:24ada diskusi yang cukup kuat
14:26antara pemerintah daerah
14:27dengan pemerintah pusat
14:29lalu
14:29ada program-program pemerintah nasional
14:32yang dilaksanakan seolah-olah
14:35juga melewati mereka
14:36melampaui mereka
14:37itu akan
14:39lama-lama memang
14:40bisa saja menimbulkan semacam
14:42apa namanya itu
14:43kritik ya
14:44dari pemerintah daerah
14:45kepada pemerintah pusat
14:47nah oleh karena itu
14:48memang dibutuhkan
14:49FIGUR yang
14:50harus menghormati juga
14:52ya pemerintah-pemerintah daerah ini
14:53ya bagaimana bentuk penghormatannya
14:56ya mungkin ya
14:56silahkan dicari modelnya gitu
14:58tapi
14:58tidak diabaikan gitu
15:01bukan kan kalau kita misalnya
15:04kemarin ada salah satu
15:05pidato dari bupati gitu
15:07saya kira itu di
15:09Provinsi Riau ya
15:10yang mengatakan bahwa
15:12ya uang kita udah
15:14di apa namanya itu
15:16di store ke MBK
15:17ya kan begini-begini
15:18lalu kita
15:19nggak diawas
15:21nggak kita
15:22mengawasinya gitu
15:23nah
15:23ke tingkat tertentu
15:25seolah-olah mereka
15:26hanya menjadi objek saja
15:27dari program ini
15:28yang semestinya
15:30meskipun dia program
15:31tingkat nasional
15:32harus kelihatan juga
15:33bagian dari
15:34pelaksanaan
15:35apa namanya itu ya
15:36program dari pemerintah
15:38gitu
15:38sehingga tadi
15:39yang disampaikan
15:40yang paling menarik ini
15:41apa tuh
15:42yang paling menarik ini
15:43salah satunya
15:43salah satunya menurut saya adalah
15:46pemberhentian ini kan
15:47setelah sebelumnya
15:48Pak Prabowo
15:50menyampaikan pidato
15:51akan mengejar mereka
15:54yang tidak cinta terhadap
15:55tanah air kan
15:56yang cinta tidak terhadap air itu
15:58dua kata
15:59Pak Prabowo
16:00indikatornya
16:02salah satunya mereka yang
16:03korupsi gitu ya
16:04nah
16:05salah satu yang lain itu adalah
16:09Bang Ray
16:11salah apa
16:12pidato
16:13Pak Prabowo
16:14dengan
16:15langkah yang beliau lakukan
16:16pada hari ini
16:17meningkat
16:18banyak sekali pertanyaan
16:19di tengah masyarakat
16:20terkait dengan
16:21pengadaan-pengadaan
16:22yang
16:23apa namanya itu
16:24dilakukan oleh BGN
16:25sebelumnya gitu
16:27sebut saya yang paling
16:28ramai dibicarakan
16:30itu kan soal
16:30kaos kaki
16:31misalnya gitu ya
16:32lalu soal
16:33pengadaan trail gitu ya
16:35dan sebagainya
16:36dan sebagainya
16:37nah saya tidak tahu persis
16:38apakah ada itu hubungan
16:39atau tidak gitu
16:40tapi menarik bagi saya
16:41setelah Presiden
16:43menyatakan bahwa
16:44apa namanya itu ya
16:46akan menindak mereka yang
16:48tidak cinta tanah air
16:50gitu lagi
16:50yang
16:51itu dibahasakan
16:52sebagai orang yang
16:53korup gitu ya
16:55dan sebagainya itu
16:56nah saya tidak tahu
16:57apakah hubungannya gitu
16:58nah
16:58padahal sebelumnya itu juga
17:00misalnya ada
17:01pembicaraan yang membuat
17:03kita juga agak terkejut
17:04gitu
17:04apa pembicaraan
17:06ya itu soal
17:07tua BGN
17:09yang menyampaikan
17:10akan juga
17:11membagikan
17:11MBG
17:13di Arab Saudi
17:13gitu
17:15jadi memang
17:16pada tingkat tertentu ya
17:17ada beberapa langkah
17:18yang dilakukan oleh
17:19ketua BGN
17:20kita sekarang itu
17:21yang memang
17:22menambah
17:23apa namanya itu ya
17:26kritik terhadap
17:27perlaksanaan MBG ini
17:28buat tentu saya
17:29soal
17:29gizinya gitu ya
17:31menunya gitu ya
17:32lalu
17:33penyebab
17:38menemani pagi Anda
17:40dengan informasi terbaru
17:42satu langkah
17:43lebih dekat
17:44satu langkah
17:45lebih mencerahkan
17:46saksikan
17:47Sapa Indonesia Pagi
17:48di Kompas TV
17:49channel 11
17:50di televisi Anda
17:51Sampai jumpa di video selanjutnya
17:52Sampai jumpa di video selanjutnya
17:53Sampai jumpa di video selanjutnya
Komentar

Dianjurkan