Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 jam yang lalu
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Pancasila tetap menjadi pegangan kokoh bagi bangsa Indonesia di tengah situasi dunia yang diwarnai konflik, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi.

Hal itu disampaikan Presiden saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6).

[Antara/Aria Cindyara/Irfansyah Naufal Nasution/Rayyan/I Gusti Agung Ayu N]
Transkrip
00:035 prinsip dasar negara yang tertuang dalam dokumen Pancasila menjadi pegangan kokoh bagi bangsa Indonesia di tengah tatanan dunia yang
00:11kian terpecah oleh pernikahan dan diwardai rivalitas, geopolitik, perang dagang, serta ketidakpastian ekonomi.
00:18Hal itu dikatakan oleh Presiden Prabowo Subianto saat memimpin upacara peringatan hari lahir Pancasila di halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar
00:26Negeri Jakarta Senin 1 Juni yang mengangkat tema Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia.
00:34Ia menegaskan bahwa Pancasila tak boleh menjadi sekadar slogan yang diucapkan dalam setiap upacara, namun harus menjadi pedoman untuk mengatur
00:42kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
00:45Pancasila menurutnya telah mempersatukan bangsa Indonesia selama 81 tahun dan selain sebagai landasan persatuan, penerapan Pancasila juga dapat mewujudkan Indonesia
00:55sebagai bangsa yang besar dan makmur.
00:58Saya yakin ketika kita menjalankan Pancasila secara sungguh-sungguh di bidang politik, di bidang hukum, di bidang sosial, di bidang
01:09budaya dan terutama di bidang ekonomi,
01:11saya yakin Indonesia tidak hanya akan menjadi negara maju dan makmur, Indonesia akan menjadi bangsa yang dihormati oleh bangsa-bangsa
01:22lain karena rakyatnya sejahtera.
01:27Bangsa yang kuat karena persatuannya, bangsa yang makmur karena keadilannya, bangsa yang besar karena kemanusiaannya.
01:35Presiden menegaskan bahwa tak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran dan kesejahteraan juga dapat memastikan Indonesia berdiri di atas kaki
01:45sendiri.
01:45Dari Jakarta, Arya Sindiarah, Irfan Shah Nasution, Kantor Berita Antara, mewartakan.
Komentar

Dianjurkan