Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 12 jam yang lalu
Hasan Nasbi menanggapi kritik yang disampaikan mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardiyanto terhadap SPPG.

Dalam tayangan youtube Terus Terang dengan Mahfud MD, awalnya Tiyo membahas mengenai kampus-kampus yang menolak mengelola atau menjadi SPPG.

Ia mengatakan bahwa menolak adalah Tindakan yang bagus. Kemudian di akhir kalimatnya,Tiyo mengatakan bahwa SPPG adalah singkatan 'Satuan Penjilat Prabowo Gibran'.

Video itu viral hingga diunggah di beberapa akun media social.

Hasan Nasbi mengkritik pernyatan Tiyo. Ia menyebut pernyataan Tiyo menghina pemberi dan penerima manfaat dari program MBG.

Selengkapnya dalam video ini.

Creative/Video Editor: Futty/Vanya
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:03Menolak, mengelola SPPG itu bagus, dan tindakan yang sangat heroik, karena SPPG sejatinya adalah Satuan Penjilat Prabowo Gibran.
00:13Ada orang yang bilang SPPG itu adalah Satuan Penjilat Prabowo Gibran, nah ini kan sok patent juga, nalarnya di diskon
00:23juga ini.
00:23Kalau dia bilang SPPG itu Satuan Penjilat Prabowo Gibran, berarti dia sedang mengatangatai 1,5 juta warga Indonesia yang bekerja
00:35di dapur SPPG sebagai Penjilat Prabowo Gibran.
00:41Dia juga sama sedang mengatangatai 62 juta penerima manfaat anak sekolah, ibu hamil dan menyusui anak-anak balita.
00:52Nah, 62 juta penerima manfaat ini sebagai Penjilat Prabowo Gibran.
00:58Hati-hati kalau bicara, jangan sampai fakta di diskon, kebenaran di diskon, dan alat di diskon.
01:08Jadi informasi itu seperti makanan.
01:13Makanan itu sebelum masuk ke lambung kita sebaiknya dikunyah dulu.
01:17Dikunyah supaya kita tahu ada batu nggak dalam nasi yang Anda makan?
01:21Ada pasir nggak yang harus Anda keluarkan?
01:25Ada duri nggak yang harus Anda keluarkan dari mulut Anda?
01:28Jangan main telan-telan aja, ketulangan Anda nanti.
01:31Atau ada lengkuas nggak yang Anda sangka daging masuk ke mulut Anda?
01:35Itu kan nggak bisa Anda telan, harus Anda keluarkan.
01:37Itu pentingnya makanan itu dikunyah-kunyah dulu sebelum masuk lambung.
01:42Kalau nggak sakit kita nanti.
01:43Itu sama dengan informasi.
01:45Kalau ada informasi, resapi dulu.
01:48Cari dulu apa sih malasnya sekarang mencari informasi yang benar.
01:52Lihat dulu faktanya ini benar fakta yang sudah terjadi bertahun-tahun apa nggak.
01:58Cari dulu kebenarannya ini benar apa nggak.
02:01Jangan sampai nalar Anda kemudian dipotong-potong.
02:04Jangan sampai nalar Anda di diskon-diskon.
02:06Cukuplah tas yang di diskon.
02:10Cukuplah harga barang yang di diskon.
02:12Tapi nalar dan pikiran jangan sampai di diskon.
02:15Ini untuk kepentingan bangsa dan negara kita.
02:19Jangan sampai kerebutan itu menjadi sebuah habit.
02:21Jangan sampai asal marah-marah itu menjadi sebuah kebiasaan baru buat kita.
02:28Karena negara kita tidak dibangun dengan kemarahan.
02:31Negara kita tidak dibangun dengan kebencian.
02:34Justru negara kita hanya bisa dibangun dengan persatuan dan kesatuan.
Komentar

Dianjurkan