Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang telah berlangsung sekitar 90 hari belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Meski pertempuran masih berlangsung melalui serangan rudal hingga tekanan diplomatik, kedua belah pihak kini juga aktif membangun posisi tawar dalam meja perundingan.

Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Muradi, menilai tuntutan Iran kepada Amerika Serikat merupakan hal yang wajar dan bersifat normatif dalam hubungan antarnegara.

Sementara itu, Dosen Hubungan Internasional UNS, Septianti Galan Prakoso, menilai Iran saat ini berada dalam posisi tawar yang cukup kuat.

Baca Juga Analisis Pengamat soal Israel Terus Gempur Lebanon Selatan, Berdampak ke Negosiasi Damai AS-Iran? di https://www.kompas.tv/internasional/672289/analisis-pengamat-soal-israel-terus-gempur-lebanon-selatan-berdampak-ke-negosiasi-damai-as-iran



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672435/negosiasi-damai-as-iran-berjalan-alot-pengamat-ungkap-hambatan-hingga-jalan-keluar-konflik
Transkrip
00:00Sekitar 90 hari atau 3 bulan lamanya sejak serangan Perdana Amerika Serikat Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran,
00:07Perang Amerika Serikat Israel versus Iran belum juga berakhir secara resmi.
00:11Situasi saat ini, Amerika Serikat Iran masih saling adu kuat militer dan diplomasi.
00:17Pernyataan Ketua Parlemen Iran, negaranya harus mendapat semua haknya untuk bisa mengakhiri perang dengan Amerika Serikat,
00:22jadi cerminan posisi Iran saat ini.
00:25Lalu apa opsi lagi yang bisa mengakhiri Perang Amerika-Iran?
00:30Karena Perang Timur Tengah ini semakin lama, semakin memberatkan kondisi sosial ekonomi internasional, termasuk Indonesia pastinya.
00:37Kita akan ulas bersama dengan dua narasumber yang sudah hadir melalui Samungan Daring.
00:41Ada Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Pajajaran Prof. Muradi,
00:45kemudian ada dosen ilmu hubungan internasional Universitas 11 Maret Masseptianto Galan Prakoso.
00:51Selamat pagi Prof. Muradi, selamat pagi Mas Galan.
00:55Pagi Mbak Risti, pagi Mas Galan.
00:57Saya mau ke Prof. Muradi dulu.
00:59Prof. Muradi, apa maksud yang dikatakan oleh Iran bahwa Amerika Serikat harus memenuhi seluruh hak-hak masyarakat Iran untuk bisa
01:09menghentikan peperangan ini?
01:12Ya, secara konteks negara, ketika ada meregurisasi itu menjadi hal yang normatif, yang normal.
01:20Dan itu kol tertinggi saya kira.
01:22Tadi itu ada pencabutan sanksi, pemulihan as, kemudian kemudian kemudian kemudian kemudian jaminan damai tanpa syarat.
01:31Saya kira empat ini sama dengan karakteristik satu negara untuk menjaga kepentingan nasional mereka.
01:37Jadi, saya sih melihat bahwa ini sesuatu yang semudian harus diperjuangkan oleh Iran.
01:44Katakanlah misalnya, walaupun ada di negosiasi mungkin ada proses, misalnya katakanlah lebih keadaan soal misalnya bagaimana mereka menegosiasi soal aset.
01:51Kapan cair, kapan apa, kapan apa, atau ada negosiasi di kapan percayaan ya.
01:57Atau misalnya walaupun itu kemudian belum bisa, maka kemudian apa yang perlu dilakukan tadi misalnya di dua sisi.
02:03Pertama soal kedulatan Iran di Salat Urbus, yang kedua misalnya kemudian dia memastikan bahwa proksi-proksi yang kemudian menjadi bagian
02:11penting dari
02:12apa namanya, kemampuan militer Iran di sekitar wilayah Israel itu, itu mereka juga bisa pastikan mereka tidak dalam posisi kemudian
02:25tertekan.
02:26Jadi, saya kira ini sesuatu yang kemudian harus diperjuangkan dan dalam posisi tentu saya kira peneru untuk kemudian disampaikan secara
02:33terbuka.
02:34Oke, kalau Mas Galan melihat ini dari sisi hubungan internasional seperti apa?
02:38Walaupun Amerika Serikat terus agresif begitu menyerang Iran, tapi ternyata tidak serta-merta melemahkan Iran.
02:47Iran justru menunjukkan powernya, Iran justru menunjukkan posisi tawarnya untuk mengingatkan kembali kepada Amerika Serikat
02:56bahwa Amerika Serikat harus memenuhi hak-hak dari masyarakat Iran.
03:01Ya, Mbak Rizdi, saya kira ini wajar dan juga saya menyepakati apa yang disampaikan Prof Muradi barusan
03:07bahwa apa yang sebenarnya Iran inginkan ini adalah tangible results atau tangible factors begitu ya.
03:15Jadi, faktor-faktor atau hasil-hasil yang memang sudah bisa dipastikan itu konkret begitu.
03:20Kalau tidak ada pelepasan aset, tidak ada berbagai macam versi, ada yang bilang 8 miliar dolar,
03:25yang bilang 12 miliar dolar asetnya Iran yang dibekukan itu, itu tidak dilepaskan.
03:31Tidak ada etika juga untuk kemudian menarik pasukan.
03:34Tentu apa yang akan kemudian menjadi keuntungan pasukan, saya kira.
03:37Sehingga yang pertama, Iran akan tetap kuku dengan pendiriannya,
03:41di mana mereka memiliki bargaining position lebih kuat juga.
03:44Mereka yang selama ini diserang, mereka yang selama ini membila diri.
03:47Saya kira serangan-serangan balasan atau reciprocal attack yang dilakukan oleh Iran juga ada dasarnya,
03:52karena paling tidak itu masih menunjukkan kalau Iran juga bisa melawan.
03:55Dan selain itu juga menunjukkan bahwa ada pelanggaran kejadian senjata,
04:00meskipun dalam skala yang kecil, kalau kita bicara karena tidak ada kerubahan jiwa
04:04dan hanya menyerang infrastruktur seperti kapal, perahu, atau gedung, atau apa dan sebagainya,
04:11ini menjadi hal yang saya kira juga cukup harus diperhatikan.
04:13Karena apa yang sebenarnya ingin Iran lakukan adalah untuk mengingatkan dunia
04:18atau merlihatkan pada dunia bahwa Trump sedang menghadapi audiens kos yang sangat besar.
04:23Dia sudah gagal memberikan kejaminan untuk kemenanganmu telah kepada konstituennya,
04:30kepada warganya, kepada publik Amerika Serikat.
04:32Kemudian dia yang juga membuat situasi menjadi rumit,
04:35padahal sebelum perang sebenarnya tidak ada apa-apa juga di Selatan Hormuz,
04:37tapi karena Amerika dan Israel menginvasi,
04:40akhirnya harus ada blokar dan sebagainya.
04:41Jadi dia memperumit suasana dan pada akhirnya dia harus memperbaiki ini semua.
04:45Jadi ini yang sangat memberatkan Trump dan Iran berusaha menggariskan hal itu.
04:48Sebelum tuntutan kami dipenuhi, ya kami tidak akan bergerak.
04:51Dan saya kira ini sangat-sangat rasional.
04:53Ini merupakan langkah yang memang harus diapresiasi dari jurubicara Parlemen Iran.
04:59Oke, kalau kita lihat apa yang dikatakan oleh Iran ini bersikap rasional,
05:03dan bahkan Prof. Muradi mengatakan ini adalah pernyataan normatif
05:07ketika negara terus-terusan diserang oleh negara lain.
05:12Nah, kalau dari Prof. Muradi sendiri, melihat ini bagaimana
05:16dua negara ini tetap ngotot, tetap adu kuat militer mereka masing-masing.
05:21Benarkah prediksinya akan ada perang yang akan semakin meluas
05:28tentunya yang melibatkan negara teluk ke depannya?
05:32Prof. Muradi.
05:33Ya, kalau melihat dari pola, apa namanya, deploy pasukan,
05:38kemudian juga kondisi dalam negeri, yang ketiga kemudian perundingan tetap jalan,
05:44walaupun alot ya, kemudian juga ada on-off di Selatan Hormuz,
05:49saya sih tidak meyakini akan ada peperangan yang lebih besar.
05:51Nah, kalaupun misalnya peperangan muda seperti hari ini ya,
05:54saya kira akan tetap berlangsung sampai kemudian pada perundingan tertentu,
06:00itu ada menyimpak hati, misalnya katakanlah empat tutupan iran,
06:04misalnya katakanlah ya, maka kemudian satu yang mereka anggap penting,
06:08misalnya sudah oke, aset kita diskusikan 6 bulan berikutnya,
06:13saya kira itu menarik untuk kemudian bisa sama-sama duk dalam konteks.
06:16Karena begini, proses sehari ini adalah itu yang rugi bukan dalam konteks tertentu ya,
06:23rugi itu bukan Iran dalam konteks negara, tapi juga kita sebagai warga global ya.
06:29Nah, kemudian yang kedua, dalam posisi tertentu,
06:32ini diskusi hari ini, itu kemudian menjadi cermin bahwa
06:37Amerika Serikat dalam posisi, tidak dalam posisi yang betul-betul bisa menguasai keadaan.
06:42Saya kira sama yang kata tadi Mas Galan, penting di garis bawahnya bahwa
06:45mereka dalam posisi yang harus mulai merapikan kembali.
06:50Bapak sudah, pada kutipnya sudah rusak ya, dalam konteks misalnya energi dunia,
06:57kemudian juga dalam negeri, dan seterusnya.
06:58Jadi memang, kalaupun misalnya katakanlah,
07:00di sepakati saya membayangkan dua minggu yang lalu,
07:03penamanya akan ada melokalisi perang ya,
07:06hanya di wilayah Israel dan Timur Tengah.
07:09Tapi kemudian ternyata ada membangun daya tawar sendiri ya,
07:14kelompok-kelompok pelobi-pelobi Israel dan Yahudi untuk kemudian bisa memastikan bahwa mereka itu berperan.
07:19Tapi, saya sih melihat bahwa,
07:22kalau ini kemudian empat ini ada di diskusi yang lebih lanjut,
07:24saya kira-kira kita akan mengalami satu posisi yang lebih maju sedikit ya.
07:30Karena misalnya hari ini, yang disampaikan gini,
07:33kita harus membedakan, nanti Mas Galan bisa menyampaikan detail ya,
07:35membedakan antara apa yang disampaikan secara diplomatik keluar,
07:39dengan apa yang kemudian disampaikan diplomatik dalam.
07:41Nah, dua ini yang saya kira penting untuk dua pintu,
07:45dua halaman, halaman depan sama halaman belakang.
07:49Nah, halaman depan itu kan harus kelihatan dikjaya,
07:52mampu bisa memberikan apa, apa namanya,
07:55sporyol dan sebagainya.
07:56Halaman belakang mereka sedang mencari setelah untuk bagaimana kemudian mereka bisa.
08:00Minimalnya begini,
08:01kalau selama ini misalnya Donald Trump,
08:04dalamnya Amerika sendiri Donald Trump,
08:06itu selalu mendapatkan apa yang menjadi kemauan mereka,
08:10hari ini, dalam 90 hari terakhir,
08:13hal itu tidak mereka dapatkan.
08:16Ini yang saya kira menjadi satu pembelajaran serius,
08:18mengapa kemudian negosinya jadi sangat rungit untuk dilakukan.
08:22Penting lagi misalnya,
08:24Israel juga nggak mau kemudian menjadi proksi juga ya,
08:27dalam konteks misalnya,
08:28peperangan yang kemudian terlokalisir di wilayah mereka.
08:31Oke, nah kalau kita lihat ini kan perang sebenarnya sudah 90 hari,
08:36hampir sudah 3 bulan lamanya.
08:39Apakah Anda melihat memang sudah ada kelelahan di sana,
08:42sudah ada fatigue di sana,
08:44antara Amerika Serikat dan juga Iran,
08:46dari segi sikis,
08:49kemudian dari segi keuangan,
08:51sampai harus inilah exit strategi yang harus segera diselesaikan oleh seorang Donald Trump terhadap Iran.
09:00Prof. Muradih.
09:01Ya, secara normal tip sebenarnya sudah hampir digging up ya,
09:08untuk mengambil budget,
09:10karena apalagi budget Kongres sendiri juga tidak mau memberikan lampu hijau.
09:14Nah tinggal kemudian,
09:15yang kemarin dua minggu lalu kita diskusikan bahwa,
09:18ini tinggal kemudian,
09:19apa namanya,
09:20Donald Trump mau mumpung nggak kemudian mendapatkan anggaran di luar dari anggaran normal.
09:27Katakanlah misalnya,
09:27saya menyebut misalnya,
09:29penambahnya pelobi-pelobi Yahudi lingkaran mereka juga sudah mampu memberikan keperyakinan bahwa,
09:34agar ini akan mampu mereka akan support.
09:36Tinggal kemudian,
09:37bisa nggak kemudian itu mereka selesakan dalam waktu satu,
09:41dua minggu ke depan katakanlah.
09:43Tapi kalau kemudian itu tidak bisa dilakukan,
09:45saya kira memang pada akhirnya,
09:49mereka bayarkan.
09:50Nilai-nilai dalam konteks peperangan ya,
09:53jadi memang, apa namanya, dua minggu ke depan ini,
09:57kalau tidak beres juga pada akhirnya,
09:59saya meyakini betul bahwa peperangan ini,
10:01apa, hanya akan menjadi bagian penting dari,
10:04apa namanya,
10:05sejarah Amerika saya yang buruk.
10:07Karena dalam konteks tertentu,
10:09misalnya mereka,
10:10blunder secara diplomatik,
10:12blunder secara peperangan,
10:14dan juga yang paling penting,
10:15blunder kemudian meyakinkan publik di internal.
10:17Kenapa?
10:17Karena yang paling berat buat Donald Trump sebenarnya adalah
10:20bagaimana kemudian mereka bisa meraih betul,
10:23apa namanya,
10:24dukungan publik.
10:24Karena ada dua hal yang mereka ingin dapatkan.
10:28Pertama adalah memastikan bahwa
10:30Majelah Republik tetap akan menang di Pemilih Sola.
10:32Yang kedua adalah,
10:33Donald Trump itu sampai hari ini,
10:34sudah secara diplomatik,
10:36apa namanya,
10:38internasional,
10:39dia sudah di dalam posisi punya teman.
10:41Saya katakan begini,
10:42bahkan saya jubat,
10:43bahkan Kanada sekalipun ya,
10:45apa yang kemudian dianggap sebagai,
10:46bagian penting dari Amerika Serikat,
10:49itu juga menjadi agak antipat-antipat
10:51dengan apa yang mereka lakukan.
10:53Katakanlah sekarang,
10:54apa namanya,
10:56backbone ya,
10:57Trump itu hanya tinggal,
10:58bagaimana kemudian,
10:59apa namanya,
11:00orang-orang sekeliling beliau ya,
11:02pendukung-pendukung,
11:03di dalam konten,
11:04misalnya,
11:04pelubi-pelubi Yahudi tadi,
11:05plus kemudian adalah Israel.
11:07Kalau itu kemudian mereka tidak dapatkan,
11:09saya kira,
11:10yang disampaikan oleh Iran,
11:11itu adalah sesuatu yang kemudian harus
11:13mereka pikirkan betul,
11:14untuk bisa menyelesaikan konflik,
11:18menyelesaikan keperangan ini secara,
11:19secara paripura,
11:21karena secara prinsip,
11:23kalau ini kemudian tidak dilakukan,
11:24maka makin dekat,
11:25apa namanya,
11:26mengelusurlah makin dekat,
11:28kemudian dia akan menjadi,
11:30hal yang disalahkan oleh banyak pihak.
11:33Oke,
11:33jadi Anda melihat dua minggu ke depan,
11:35kita akan lihat bagaimana,
11:37situasi kedinamisan soal perang Amerika Serikat,
11:39dan juga Iran ini ya,
11:41Prof. Muradi.
11:42Nah, kalau dari kacamata Mas Galan sendiri,
11:44bagaimana soal diplomasi di depan,
11:47dan juga di belakang panggung,
11:48terkait dengan perundingan,
11:51atau kesepakatan,
11:52yang dilakukan oleh kedua belah pihak,
11:55apa sebenarnya menjadi hambatan,
11:59kok belum selesai-selesai,
12:00sudah tiga bulan?
12:03Ya,
12:03jadi memang,
12:04saya juga sepakat yang disampaikan oleh Prof. Muradi tadi,
12:07bahwa,
12:10ada satu,
12:12fasa,
12:12atau satu,
12:13masa,
12:14di mana diplomasi yang dilakukan,
12:16langsung,
12:17di depan publik,
12:18yang open,
12:19itu memang harus juga,
12:20memberikan semacam pernyataan sikap,
12:22kepada dunia,
12:23atau pada publik,
12:24yang kemudian melihat,
12:24bahwa,
12:25tegas negara itu seperti ini,
12:26namun kemudian,
12:27tentunya pasti ada kepentingan-kepentingan,
12:29karena,
12:29basically kita semua kembali ke national interest,
12:31apa sih kepentingan nasional yang utama,
12:32oh kita pengen damai,
12:34oh kita pengen asing kita dicairkan,
12:35oh kita pengen selat humus,
12:36bisa kemudian,
12:37kedaulatan Iran lebih,
12:38kuat,
12:39atau kemudian kembali seperti sediakala,
12:41dan lain sebagainya,
12:42jadi pastinya,
12:42selama ada wajah yang ditunjukkan oleh,
12:46Galibaf ya,
12:47dari jurubicara parlamen Iran di luar,
12:49tentunya juga ada,
12:50diplomasi yang under the table,
12:52dan ini dikonfirmasi langsung oleh,
12:54ini Abbas Araji,
12:55dari Menlu luar negeri Iran sendiri,
12:56dari Menlu Iran sendiri,
12:57dia mengkonfirmasi bahwa,
12:59ada,
13:00pesan-pesan,
13:01yang tentunya terus dikirim,
13:02bertukar,
13:02soal sentencing ya,
13:04soal kata-kata,
13:05atau kosa kata,
13:05atau wording dalam kalimat,
13:07perjanjian yang nantinya akan disusun,
13:08sebagai upaya dari negosiasi damai ini,
13:11sudah tepat atau belum,
13:12dengan pihak Amerika Serikat,
13:13nah,
13:13berita ini bisa dikonfirmasi,
13:15dari media Pakistan,
13:16yang selama kita tahu,
13:17Pakistan itu kan menjadi,
13:19jadi mediator yang sangat aktif,
13:21meskipun kelihatannya,
13:22akhir-akhir ini perannya kurang maksimal,
13:24tapi sebenarnya masih banyak,
13:25dan juga masih sangat intens,
13:27komunikasi terjadi di sana,
13:28terbukti juga,
13:29dengan bagaimana,
13:31Trump sendiri,
13:32ketika dia berusaha,
13:34untuk mengalihkan,
13:39perhatian publik,
13:40ke bagaimana Amerika semakin,
13:42kelihatan penyelalahan,
13:43tapi kemudian dia mengalihkan,
13:44dengan cara memberikan pernyataan yang,
13:46ekstrim begitu,
13:47saya tidak peduli dengan,
13:48ekonomi dalam negeri,
13:49saya tidak peduli dengan pemilu selah,
13:51saya hanya peduli bahwa Iran harus,
13:53dan sebagainya.
13:54Oke, sesuai dengan siji kita di bawah,
13:56Iran titik dua,
13:57hak kami dipenuhi,
13:58perang baru akan berakhir,
14:00tapi kemudian,
14:01kalau Amerika Serikat,
14:02tidak akan memenuhi,
14:03hak-hak dari Iran,
14:06apa yang akan terjadi,
14:07Mas Galan?
14:09Yang terjadi ya,
14:10akan ada stretching konflik perang seperti ini,
14:12apa yang kemudian menjadi kerugian,
14:14ya pasti perang semua kerugian ya,
14:16apa yang kemudian menjadi kerugian partikuler,
14:18untuk perang dengan model seperti sekarang ini,
14:20di mana perang modern warfare,
14:22dengan rudal,
14:23dengan drone,
14:25dengan kontak tidak langsung,
14:26tidak ada pelibatan manusia,
14:28atau kombatan prajurit,
14:29selangsung di lapangan,
14:31adalah kalau,
14:32istilahnya mereka lempar lebaran rudal,
14:33itu bisa berlangsung sampai selama apapun,
14:35begitu,
14:35dan Iran sudah menyatakan diri,
14:37kami tidak akan gentar,
14:38kami siap menghadapi,
14:39dan memang mereka sudah bersiap,
14:40ya 47 tahun belakang lah,
14:42sudah ready untuk melaksanakan ini lah,
14:45ini menjadi satu,
14:47sinyalemen,
14:48bahwa kalaupun,
14:49kemudian perang ini mau di stretch,
14:51oleh Amerika Serikat,
14:53itu Iran kan tak bisa meladain,
14:55tapi saya kira,
14:56kalau pini sekedar pribadi,
14:58Amerika sendiri juga ingin,
15:04menyelesaikan,
15:05atau kemudian mengambil keawasan,
15:07baik secara politik,
15:07menghadapi pemilu selanjutnya November,
15:09konstituennya makin lari,
15:10begitu kan,
15:10gak ada yang beli teram,
15:11makin kecewa,
15:12kemudian secara ekonomi juga,
15:13mereka juga sudah anjlok,
15:14dan secara energi,
15:15ini secara sangat parah,
15:16kita akan melalui musim panas,
15:18kita akan melalui,
15:18bulan-bulan berat,
15:19yang katakan,
15:21sehingga akan menjadi,
15:22kekhawatiran yang terseri,
15:22bagi Amerika.
15:23Oke,
15:24kalau saya tanyakan ini ke Prof. Muradi,
15:25akankah Amerika Serikat memenuhi hak-hak dari Iran,
15:29yang diinginkan oleh Iran,
15:30dan kalau itu benar akan dilakukan,
15:33mekanismenya akan seperti apa,
15:34dan kalau tidak dipenuhi,
15:37exit strategi apa yang akan dilakukan Amerika Serikat,
15:41dalam waktu dekat?
15:43Yang pertama,
15:43dari empat yang disampaikan Iran,
15:46itu kan,
15:46saya memprediksi itu,
15:48akan alot di soal,
15:53pencairan aset,
15:54plus kemudian pencabutan sanksi,
15:55ini mungkin butuh ada tahapan ya,
15:58jadi saya kira,
15:59kalau itu diterima oleh Iran,
16:00saya kira,
16:01kita akan maju sedikit lagi nih,
16:03tapi kalau kemudian,
16:04tetap kemudian,
16:05yang dimunculkan adalah,
16:06situasi politik yang tetap gaduh,
16:09model yang sampaikan oleh Trump,
16:11saya kira memang,
16:12pada akhirnya,
16:13Iran akan bersikuku,
16:14nah ini yang saya kira,
16:15secara prinsipil,
16:16kalau kita melihat misalnya,
16:17apa namanya,
16:19postur militer Iran hari ini,
16:22saya melihat,
16:24ini jauh lebih besar,
16:27lebih kuat,
16:28dibanding 20 tahun yang lalu,
16:30jadi katakanlah,
16:31misalnya kita memastikan,
16:32misalnya di 2003,
16:33ketika Irak itu menyerang,
16:35menyerang,
16:35apa sorry,
16:36Irak diserang,
16:37atau diinvasi oleh Amerika Serikat,
16:39mereka belajar betul itu,
16:40belajar betul bahwa,
16:41suatu waktu,
16:42Iran akan diserang,
16:44nah ini,
16:45saya kira,
16:46perlu dikatakan oleh kita,
16:47jadi katakanlah misalnya,
16:48apa exit way-nya ya,
16:50saya kira,
16:50memang kuncinya tetap ada di,
16:52di Amerika Serikat,
16:53apakah mereka mau kemudian,
16:55apa namanya,
16:55menerima itu,
16:56menerima empat,
16:57saya kira empat itu,
16:58ini normatif sekali,
17:00tidak,
17:00sesuatu yang bukan,
17:01yang kemudian berlebihan,
17:02ini haknya mereka kok,
17:03apa namanya,
17:04apa,
17:04pemulihan as,
17:05pembangunan as,
17:06kemudian pencaputan saksi,
17:08jaminan keamanan,
17:09kemudian,
17:09apa,
17:10memastikan ada keamanan,
17:11saya kira itu hal yang,
17:12yang,
17:13yang normatif banget,
17:14kalau itu bisa dipenuhi saja,
17:16kalau misalnya mereka,
17:16oke,
17:17mau pengen,
17:17pengen bernegosiasi,
17:19secara,
17:20secara,
17:20apa,
17:20secara,
17:21apa,
17:21bertahap ya,
17:22ya sudah,
17:23untuk pengembangan aset,
17:25diskusi lebih lanjut,
17:26misalnya,
17:26dalam 3-4 bulan ke depan,
17:28misalnya,
17:28kalau itu dilakukan,
17:29saya kira,
17:30Iran juga akan,
17:30akan kemudian mengendurkan,
17:32apa,
17:33tapi kalau tidak,
17:34saya sih,
17:35ber,
17:36membayangkan bahwa,
17:37ini,
17:38apa,
17:38menjadi salah satu yang saya kira,
17:40kita tidak bisa predisi,
17:41dalam waktu ke depan,
17:42kenapa,
17:43karena akhirnya,
17:43akhirnya,
17:44proses peperangannya,
17:45bukan peperangan darat,
17:46yang dalam konteks konvensional,
17:48ya,
17:48peperangan yang kemudian,
17:49saling lempar,
17:50yang kemudian pada akhirnya,
17:51dimasarkan datang,
17:52itu akan menjadi bom waktu,
17:54dan bom waktu itu,
17:54bukan cuma untuk Iran,
17:55dan Amerika Sengat,
17:56tapi juga oleh dunia,
17:57karena,
17:58karena beberapa kasus,
17:59yang kemudian,
18:00betul,
18:00beberapa kemudian,
18:01yang kemudian menjadi,
18:02menjadi poin penting,
18:03kenapa kemudian,
18:04semua menunggu,
18:05kenapa,
18:05karena ini menjadi,
18:06menjadi objek vital,
18:07dari,
18:08perintasan,
18:09apa namanya,
18:12apa namanya,
18:13Mbak Edisdi.
18:14Oke,
18:14nah,
18:14kalau saya melihat,
18:17perlukah kemudian,
18:20negara-negara lain,
18:21bisa untuk bisa,
18:23menjamin,
18:24begitu,
18:25termasuk juga soal mediator,
18:27walaupun kita tahu,
18:28saat ini,
18:28posisi Pakistan,
18:29sudah jelas,
18:30sudah jelas,
18:30tapi tampaknya,
18:31Pakistan perlu bantuan lain,
18:33dari negara-negara,
18:34setidaknya,
18:35Tiongkok,
18:36ataupun Rusia,
18:37walaupun kita lihat,
18:38mungkin ini ada,
18:39diplomasi under table,
18:41yang disebutkan oleh,
18:42Mas Galan,
18:44perlukah,
18:44perlukah,
18:45Tiongkok,
18:45dan juga Rusia,
18:47turut campur tangan,
18:49untuk bisa mengakhiri,
18:51ini semua.
18:55Dari,
18:55dari sikap,
18:57Trump,
18:57ketika ketemu,
18:58sama si Jinping,
18:59ya,
19:00saya menangkap,
19:01saya menangkap,
19:02mohon maaf sekali,
19:03orang ini,
19:04nggak pengen,
19:04nggak pengen dibantu,
19:06ya,
19:06dia pengen,
19:07dia upper,
19:07other than others,
19:08kemudian,
19:08dia ngerasa pengen di atas,
19:09kemudian,
19:10ingin,
19:10kemudian,
19:11seolah-olah China,
19:12itu kemudian,
19:13melakukan apa yang mereka,
19:14dia mau,
19:14saya kira,
19:15sebanyak negara akan,
19:16katakan begini,
19:17kalau misalnya,
19:18hubungan Trump baik,
19:19dengan teman-teman di NATO,
19:21katakan,
19:21atau misalnya,
19:22apa,
19:23aliasi mereka,
19:23saya kira,
19:24negara-negara itu,
19:25yang kemudian,
19:26cukup bisa membantu,
19:27katakan,
19:27saya jemput,
19:27misalnya Jepang,
19:28Jepang itu,
19:29jauh bisa diterima oleh Iran,
19:30ketimbang misalnya,
19:31katakanlah ya,
19:32apa namanya,
19:33negara yang kemudian,
19:33dekat dengan mereka,
19:34atau misalnya,
19:35Inggris,
19:36Perancis juga,
19:36secara prinsipnya,
19:37juga mau terbuka,
19:38tapi kan masalahnya,
19:39mereka nih,
19:39udah merasa,
19:40kemudian,
19:41tidak ingin,
19:42kemudian,
19:42mereka menjadi,
19:43tanda kutip,
19:44pergi tangan dari,
19:45apa namanya,
19:46kepanjangan Trump,
19:47kepanjangan Trump,
19:47bukan kepanjangan mereka seingat,
19:49itu yang pada akhirnya,
19:51mereka merasa,
19:51nanti deh,
19:52biarkan mereka selesaikan dulu,
19:53sampai nanti mereka,
19:54deal,
19:54setelah macam,
19:55baru mereka akan masuk,
19:55makanya,
19:56apa namanya,
19:58banyak kapal perang,
19:59masuk ke sana,
20:00itu bukan untuk,
20:01kemudian ikut,
20:02ikut dalam konteks,
20:04peperangannya,
20:05tapi mereka harus membersihkan,
20:06jalur laut,
20:07yang mereka akan menjadi,
20:08bagian penting dari,
20:09alur normatif,
20:10energi dunia,
20:11begitu,
20:11yang saya kira,
20:13kenapa kemudian,
20:14hari ini,
20:14kita tidak dalam posisi yang,
20:16betul-betul,
20:17apa namanya,
20:18bisa memperlisikan,
20:19karena saya,
20:19dalam dua minggu ini,
20:20misalnya,
20:21ada,
20:21ada pengenuran,
20:22ada negosian dan sebagainya,
20:24kita bisa mendapatkan,
20:25sedikit sejam maju,
20:26supaya kemudian kita bisa,
20:27melihat bahwa,
20:29Froslat Hormus,
20:29sekarang,
20:30katanya,
20:30di sini,
20:31Selat Hormus,
20:31dalam satu,
20:32dua hari ini,
20:33ke depan kan,
20:34sudah mulai ada yang masuk,
20:35mulai masuk bisa ya,
20:36sudah mulai melintasi,
20:38artinya memang,
20:38pelan-pelan itu akan ada pola karsan,
20:40tapi tadi,
20:40jangan sampai itu diklaim,
20:42sebagai bagian dari,
20:43pelepasan sanksi,
20:44atau blokade dalam Marek Sdikat,
20:45ini dua negara,
20:47yang memblokade sebenarnya,
20:48ya artinya memang,
20:49harus kemudian,
20:50jangan diklaim,
20:50satu,
20:51satu,
20:52artinya memang,
20:53ya,
20:54penting buat kita,
20:55bahwa konteks hari ini adalah,
20:56kedua-duanya,
20:57agak lebih,
20:58apa,
20:59mengendurkan,
20:59apa namanya,
21:01apa,
21:01klaim-klaim yang sifatnya,
21:03kemudian memperkeru suasana,
21:05karena,
21:05dua-duanya kan,
21:06rumit ya,
21:07menelunya,
21:08kemudian,
21:09sangat konservatif,
21:11menteri perangnya juga,
21:13tentara,
21:13yang kemudian juga,
21:14secara prinsip,
21:15tidak,
21:15saya nyebut,
21:15tidak mendapatkan,
21:17highlight yang jauh lebih,
21:19strategik ya,
21:20terhadapnya sendiri,
21:20kemudian punya,
21:21punya apa,
21:22punya orang di sekelilingnya,
21:23kemudian,
21:23cenderung kemudian,
21:24mendorong,
21:24bahwa perangannya,
21:25akan berlanjut terus,
21:27tanpa menghitung,
21:28apa namanya,
21:29jangka panjang,
21:30begitu Mbak,
21:31di sini.
21:31Oke,
21:31terakhir Mas Galan,
21:33kalau tadi disebutkan oleh Prof Muradi,
21:35kalau kita lihat,
21:35sebenarnya Amerika Serikat,
21:36dan juga Iran ini,
21:37sudah sama-sama,
21:39mengendurkan,
21:40begitu,
21:40melemahkan,
21:41dalam hal di Hormuz,
21:43begitu ya,
21:43walaupun memang,
21:44jangan sampai ada,
21:45klaim-klaim sepihak,
21:46dari Amerika Serikat,
21:47ataupun Iran,
21:48tapi,
21:48dari sisi internasional,
21:50dari sisi hubungan internasional,
21:52next-nya,
21:53opsi-opsi apa,
21:55yang bisa ditempuh,
21:56untuk bisa,
21:58mengakhiri,
21:58perang ini,
21:59secara cepat.
22:02Iya,
22:02kalau secara cepat,
22:03cepatnya,
22:04sebagaimana itu,
22:05mungkin relatif sih,
22:06Mbak Adi sih,
22:06tapi,
22:07yang bisa ditempuh,
22:08salah satunya adalah,
22:09dengan menyakinkan,
22:10negara-negara,
22:11yang menjadi,
22:13beligerian,
22:13satu pihak yang berperang,
22:14saat ini,
22:15yaitu,
22:15Amerika Serikat,
22:16Israel,
22:16dan juga Iran,
22:17untuk bisa,
22:18kemudian,
22:19duduk bersama,
22:19dan,
22:20betul-betul,
22:20bertikat baik.
22:21Siapa yang bisa mempressure ini?
22:23Salah satunya,
22:23negara-negara telur,
22:25tentunya,
22:25negara-negara telur,
22:26dan juga negara timur tengah,
22:27pada umumnya,
22:28yang memang terdampak langsung.
22:29Namun,
22:30ini akan sangat susah juga,
22:31karena,
22:31ketika,
22:32dua minggu yang lalu,
22:33ada telekonferens,
22:38berbicara dengan,
22:40dengan,
22:41dengan,
22:41dengan Arab Saudi,
22:42dengan Turki,
22:42dengan,
22:43dengan Qatar,
22:44dengan,
22:44sambil lalu,
22:45mungkin dia,
22:47berbicara seperti ini.
22:50Jadi,
22:51mungkin,
22:52kita bisa menambahkan,
22:53bahwa,
22:54semua negara timur tengah,
22:56harus menurunkan Israel,
22:57dan menurunkan sebuah dengan Israel.
22:58Tentunya,
22:58ini adalah syarat yang sangat susah,
23:00sehingga,
23:00apa yang mungkin,
23:01menjadi satu,
23:03exit strategis,
23:04atau kemudian,
23:04resolusi dari,
23:05hal ini adalah,
23:06bisa kemudian,
23:07saya izin mengutip,
23:08apa yang disampaikan,
23:09Prof. Kematohyuana,
23:11beberapa hari lalu,
23:12di,
23:12juga di channel berita,
23:13bahwa,
23:14bisa kita mengangkat ini,
23:16ke majelis,
23:17umum PBB,
23:18dan ke Dewan Keamanan.
23:19Karena,
23:19kalau ke Dewan Keamanan,
23:20pasti itu,
23:21pasti di veto,
23:21sama Amerika kan,
23:22tentunya.
23:23Tapi,
23:23kalau di majelis,
23:25tidak perlu,
23:25untuk kemudian,
23:26ini suara dunia.
23:27Ini suara,
23:28negara-negara,
23:29yang memang berdaulat,
23:30dan sekiranya,
23:30tidak berlebihan juga,
23:31kalau kita mengatakan bahwa,
23:33nah,
23:34konflik,
23:34implikasi dari konflik ini,
23:35sudah sangat-sangat,
23:36sistemik begitu,
23:37sehingga juga dibutuhkan,
23:38benar-benar ada sistem,
23:40dari internasional itu sendiri,
23:41itu sangat alternatifnya,
23:42sehingga,
23:43ada,
23:43pressure yang lebih kuat,
23:44dan kemudian,
23:45tidak bisa di veto.
23:46Tapi,
23:46tentunya,
23:47jalan ke sana,
23:48akan sangat berliku.
23:49Jadi,
23:49saya tadi sampaikan juga,
23:50kita tidak tahu,
23:51parameter cepat itu seperti apa.
23:53Yang jelas,
23:53yang paling real saat ini adalah,
23:55mungkin stretching,
23:576 bulan,
23:58dari,
23:58setengah waktu sekarang,
23:59untuk membicarakan isu-isu yang lebih rumit,
24:01itu akan lebih baik.
24:02Jadi,
24:02gencatan senjata,
24:03kemudian,
24:04pembukaan selat hormus,
24:05tapi masalah isu,
24:06nuklir Iran,
24:07kemudian juga terkait,
24:10bagaimana,
24:10nanti,
24:11aset Iran itu dilepas,
24:12dan sebagainya,
24:13itu membutuhkan,
24:15untuk,
24:16supaya lebih matang,
24:17seperti itu.
24:17Oke,
24:18nanti kita akan lihat,
24:19bagaimana ke depannya,
24:20benarkah akan ada stretching di sana,
24:22termasuk juga soal,
24:23ada gencatan senjata,
24:24gencatan senjata,
24:25dan juga,
24:26pembukaan dari selat hormus,
24:28secara perlahan,
24:29untuk bisa,
24:30nantinya,
24:31secara perlahan juga,
24:32akan ada kesepakatan,
24:34yang bisa,
24:34mencapai titik temu,
24:36antara Amerika Serikat,
24:37dan juga Iran.
24:37Terima kasih,
24:38dosen ilmu hubungan internasional,
24:39dari Universitas 11 Maret,
24:41Septianto Galan Prakoso,
24:42dan juga,
24:43ada,
24:44guru besar ilmu politik,
24:46dan keamanan,
24:47dari Universitas Pajajaran,
24:48Profesor Muradi.
24:49Terima kasih,
24:50Bapak-Bapak.
24:50Assalamualaikum,
24:51selamat pagi.
Komentar

Dianjurkan