Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Transkrip
00:11Hai, sedang memikirkan apa?
00:15Bukan apa-apa.
00:17Kenapa aku mencium aroma gosong?
00:22Masakanku!
00:37Apa terjadi sesuatu?
00:52Kak Chien memintamu jadi suaminya.
00:55Hah?
00:56Apa?
00:58Ini namanya melihat kesempatan.
01:00Semua berebut.
01:01Maksudku, meminjam.
01:04Untuk mengusir pelanggan yang mengganggunya.
01:06Meminjam juga tidak bisa.
01:07Si tua, kenapa menarikku?
01:09Kalau ada wanita yang meminjamu, apa kau rela?
01:12Hei, kalau dia lebih lembut, aku tidak keberatan.
01:15Tidak, katakan lagi.
01:16Katain lagi.
01:17Dia memberimu imbalan apa?
01:19Kau menjualku demi beberapa tahil perak.
01:21Mana mungkin aku menjualmu demi beberapa tahil perak?
01:23Itu benar.
01:24Beberapa tahil itu terlalu murah.
01:26Tiga puluh tahil.
01:29Apa?
01:29Tiga puluh tahil?
01:34Sebenarnya, Chang Yu juga berniat baik.
01:37Yan Cheng, bagaimana kalau kau bantu saja?
01:40Anggap saja mengumpulkan pahala.
01:42Tapi...
01:42Kenapa kau ikut-ikutan?
01:44Kalau kau bisa dijual tiga tahil lebih, aku setuju.
01:47Kau...
01:48Chang Ming, ayo, jangan hiraukan mereka.
01:51Ternak saja lebih berharga dari paman.
01:54Kau pikir nilaimu berapa?
01:56Kenapa tidak minta orang lain?
01:58Misalnya saja...
01:59Tuan Li itu...
02:01Dia sedang tidak dilinan.
02:06Eh...
02:06Meski dia ada, aku tidak akan minta tolong.
02:10Kalau bisa minta tolong suami sendiri, untuk apa minta tolong orang luar?
02:18Eh...
02:19Tolonglah, Kak Cian.
02:20Sehari saja.
02:22Kalau restoran Yis yang tutup, bisnis kita akan sulit.
02:26Pedagang bermargaci itu seperti peles terlengket.
02:29Sulit sekali dilepaskan.
02:31Tidak berbahaya, tapi menjengkalkan.
02:34Pedagang beras bermargaci?
02:38Lakangan ini dia sedang dekat dengan siapa?
02:40Pedagang beras dari ibu kota.
02:42Marganya, Chi.
02:46Hanya satu hari, kan?
02:47Hanya satu hari.
03:17Sampai jumpa di selanjutnya.
03:28Terima kasih telah menonton!
04:00Terima kasih telah menonton!
04:29Terima kasih telah menonton!
04:39Tuan Mu ini, jangan kan pengurus toko.
04:40Dibilang Adipati pun orang akan percaya.
04:43Bagus.
04:43Silahkan masuk.
04:47Hari ini, tolong bantu aku ya.
04:51Tenang saja.
04:53Chang Yu sudah bilang,
04:54Nona sahabat terbaiknya di Lin An.
04:56Karena dia ingin membantumu, aku juga akan membantumu.
05:01Sebelah sini.
05:07Tuan Mu, daji.
05:12Pengurus toko Yu, kau sudah sembuh?
05:16Tuan Mu, daji.
05:18Ini suamiku, Yan Zheng.
05:39Dia baru kembali dari tugas di luar kota.
05:42Aku membawanya ke sini, aku membawanya ke sini untuk berterima kasih atas perhatianmu terhadap kami.
05:47Tuan Mu, daji.
05:49Senang bertemu.
05:52Jadi kau suami pengurus toko Yu.
05:54Benar.
06:09Yan Zheng, ajak Tuan Mu, daji ngobrol ya.
06:12Aku akan siapkan hidangan.
06:19Tuan Mu, daji.
06:21Silahkan.
06:30Dengar isarat dari Tuan, lalu ikat orang itu.
06:37Kedengar Tuan Mu, daji berasal dari ibu kota.
06:40Kenapa ke kota Lin An yang kecil ini?
06:43Untuk bisnis bahan pangan.
06:48Tuan Mu, daian juga bukan penduduk sini.
06:51Kenapa bisa membuka usaha rumah makan di Lin An?
06:59Pelayanan istriku kurang baik.
07:01Mohon Tuan Muda maklum.
07:03Mulai sekarang soal urusan bisnis, bisa langsung mencari ku.
07:09Apa Tuan Mu, daian sanggup menjalankan bisnis besar?
07:16Katakan saja.
07:1912 juta kilogram bahan pangan.
07:39Maaf sudah lancang.
07:43Bisnis restoran Yishi yang kami terlalu laris.
07:47Pasti ada beberapa pesaing yang iri dan membuat kekacauan.
07:59Pantas saja pengurus Toko Yu menolak permintaanku untuk menyewa tempat ini.
08:03Rupanya karena bisnisku kurang besar.
08:06Baiklah, kita bicara lagi lain kali.
08:20Mana orangnya?
08:21Sudah pergi?
08:23Sudah pergi.
08:24Dia menyerah semudah itu.
08:27Adik Ipa, biaya 30 tahil perak ini sepadan.
08:40Tuhan, kenapa?
08:44Kau tidak akan menyangka.
08:46Aku baru saja bertemu dengan orang mati.
08:49Wanita itu bahkan mengaku sebagai istrinya.
08:52Maksud Tuhan?
09:04Adipati Wu An, Xie Chang.
09:08Xie Chang?
09:10Bukankah dia sudah mati?
09:16Jika Adipati Wu An masih hidup,
09:18kemungkinan taktik Raja Chang Xin tidak akan berjalan lancar.
09:23Ayahku yang baik itu,
09:25tadinya ingin mengusir para pengungsi dan membuat kepanikan.
09:29Dengan perapasan pangan militer dan akhirnya meraih semua yang dia mau.
09:32Tapi sekarang,
09:33Adipati Wu An belum mati
09:35dan tahu kita membeli 12 juta kilogram bahan pangan.
09:38Dia sudah punya persiapan.
09:41Kita belum tahu siapa yang akan menang.
09:45Pertunjukan ini makin menarik saja.
09:50Dulu,
09:51Tuhan sengaja menyebar kabar
09:53agar Adipati Wu An menyelidiki kasus tragis di Chinchou.
09:57Karena Tuhan Wei melarangnya membuka kembali kasus itu,
10:00Tuhan memanfaatkan Perdana Menteri
10:01menyingkirkan ancaman seperti Xie Chang.
10:04Tapi sekarang,
10:05dia masih hidup.
10:07Apa kita harus beritahu keberadaannya
10:09pada Tuhan Wei Yan?
10:11Agar bisa membunuhnya lagi?
10:13Tidak.
10:15Dulu aku memicu pertikaian
10:16untuk menyingkirkan pendukung Wei Yan.
10:19Adipati Wu An tidak pernah jadi musuh kita.
10:21Sekarang,
10:22setelah paman dan keponakan itu
10:23benar-benar bertikai,
10:25Adipati Wu An terjebak di pedesaan.
10:27Kita gunakan situasi ini.
10:29Bawa cap istana Putra Mahakotaku.
10:32Gunakan identitasku
10:33untuk memancingnya.
10:35Hmm, baik.
10:39Bagaimana dengan pengurus Tokayu?
10:42Dia...
10:45Cari orang untuk mengawasinya.
10:49Silahkan masuk,
10:50Tuhan dan Nona.
10:53Tuhan, silahkan masuk.
10:54Silahkan masuk, Tuhan.
11:00Aku sudah pesan banyak.
11:07Nona Fan?
11:09Iya.
11:10Aku baru dapat banyak uang.
11:17Chang Yu?
11:18Kemari.
11:23Lihatlah.
11:24Restoran ini sangat ramai.
11:26Semua berkat dirimu.
11:27Kenapa berkat aku?
11:28Sejak suamimu datang ke restoranku,
11:31si Margachi itu tidak pernah mengganggu ku lagi.
11:33Bisnisku jadi tenang.
11:35Bukankah ramai restoran ini
11:36artinya berkat kau?
11:39Ayo ikut.
11:42Aku belum tahu kokili masak apa
11:44di malam Imlek.
11:46Kalian mau makan apa nanti malam?
11:48Hmm.
11:50Sawi putih dengan tahu
11:51dan tumis daging.
11:55Halo, Ibu.
11:57Halo, Bibi Fan.
11:58Ayo duduk.
12:00Adik Chang Ning sedang apa di rumah?
12:03Aku kangen.
12:04Bagaimana kalau setelah malam Imlek
12:06kau datang ke rumahku?
12:09Ibu, boleh aku pergi?
12:13Boleh.
12:14Tapi sekali ini saja.
12:16Adik Ning akan mengajakku
12:18melihat pusaka turunan keluarga.
12:20Pusaka?
12:25Pasti maksudnya pisau sembeli.
12:28Kau tidak perlu lihat yang seperti itu.
12:30Wah, bagus sekali.
12:31Ternyata pisau sembeli ternak.
12:36Ibu dan Bibi Fan masih ingin bicara.
12:39Sana baca buku dulu.
12:44Ayo.
12:48Kak Chian.
12:49Apa kakak tidak terlalu keras pada bau er?
12:53Tidak.
12:54Aku hanya ingin dia sukses.
12:58Changyu.
13:00Besok tahun baru Imlek,
13:02kalian pasti akan sibuk sekali.
13:04Aku ucapkan semoga semua yang kau inginkan
13:06tercapai di tahun baru.
13:08Aku bukan anak kecil.
13:10Kenapa memberku angpau?
13:12Kita kan perempuan.
13:13Jadi selamanya muda.
13:15Ayo, minum arak.
13:17Minum arak siang-siang begini.
13:19Perempuan minum arak tergantung suasana hati,
13:21bukan waktu.
13:22Kalau bukan sekarang, kapan lagi?
13:31Bersulang!
13:36Kak Chian.
13:38Terakhir kali aku sebahagia ini.
13:40Saat hari pernikahanku dengan Yan Cheng.
13:47Changyu.
13:49Kau kan sudah menikah agak lama.
13:53Apa kau merasa puas dengan suamimu?
13:59Dia bukan tipe tampan tapi tidak berguna, kan?
14:03Maksudmu seperti apa?
14:06Yan Cheng itu emas.
14:09Benar-benar emas murni.
14:12Hebat sekali.
14:13Aku akan cari orang untuk memukul nenek Kang.
14:16Katanya kalian belum pernah hubungan suami istri.
14:20Apa maksudmu berhubungan suami istri?
14:22Apalagi?
14:23Mulut nenek Kang itu seperti comberan.
14:25Tenang saja.
14:26Kalau memukul di orang, aku mampu bayar ganti ruginya.
14:28Tidak usah hatir.
14:31Sebenarnya,
14:33perkataannya tidak sepenuhnya salah.
14:37Bagian mana yang tidak salah?
14:42Suatu hari,
14:44bibi mengurung kami di dalam kamar.
14:50Awalnya dia ingin menciumku.
14:53Kau makan permen kulit jeruk ya?
14:56Di badanmu ada bau permen kulit jeruk.
14:59Apa kau mau makan?
15:06Lalu apa?
15:09Lalu...
15:11Kami malah berkelahi.
15:14Hah?
15:18Apa kalian serius?
15:30Sebenarnya dalam hati aku tahu.
15:35Dia...
15:38Cepat atau lambat pasti akan pergi.
15:44Aku sudah berkali-kali bertanya padanya.
15:50Dia tidak pernah menjawab.
16:00Suamimu itu kelihatannya...
16:03Memang bukan orang biasa tanpa ambisi besar.
16:08Tidak masalah.
16:10Kalau dia masih mau pergi,
16:12minta anak darinya sebelum itu terjadi.
16:15Coba bayangkan.
16:16Jika anakmu setampan dia,
16:18itu juga sebuah keberuntungan.
16:23Mana mungkin?
16:27Itu namanya tidak sopan.
16:30Tidak rela korbankan anak,
16:32tidak bisa menangkap serigala.
16:33Salah.
16:34Kalau tidak rela memberi makan serigala,
16:35tidak dapat anak.
16:41Tenang saja.
16:42Serahkan urusan ini padaku.
17:07Tau Sun, pengurus toko beras Lin'an,
17:10datang berkunjung.
17:14Udaranya sangat dingin.
17:16Adipati tidak mengundang hamba untuk duduk di dalam?
17:27Adipati tidak mengundang hamba untuk duduk di dalam?
17:30Tidak.
17:37Tidak.
17:38Tidak.
17:39Tidak.
17:39Tidak.
17:40Tidak.
17:42Tidak.
17:44Tidak.
17:46Tidak.
17:56Tidak.
17:59Tidak.
18:02Tidak.
18:05Tidak.
18:08Tidak.
18:11Tidak.
18:13Tidak.
18:14Tidak.
18:38Tidak.
18:39Tidak.
18:43Tidak.
18:57Tidak.
18:58Wei Yan berkuasa, menopang
19:00Kaisar Boneka, kami sekelompok
19:03orang yang ingin mendegakkan
19:05kebenaran.
19:07Lantas,
19:09apakah kau punya bukti?
19:11Dulu,
19:13Putra Makota Cengte dan Ayah Adipati
19:15tewas secara tragis di Cinjau.
19:18Setelah itu,
19:19Kaisar turun tahta dan istana terbakar.
19:21Semua kejanggalan ini
19:23mengarah pada Wei Yan.
19:24Ayah Adipati dan Putra Makota gugur di medan perang.
19:27Mereka digantung di atas tembok kota oleh
19:29orang Pei Cue.
19:30Apa Adipati tidak ingin meras dendam?
19:37Begitu Adipati menyelidiki
19:39ulang kasus tragis Cinjau,
19:40langsung diburu dan terdampar
19:43di sini. Apa ini belum cukup
19:45sebagai bukti?
19:55Belum cukup.
20:06Kami juga menyelidiki Wei Yan.
20:08Mengirim prajurit siap matinya,
20:10melintasi ibu kota dan 17 provinsi,
20:12dan membunuh belasan orang.
20:15Korbannya para jenderal keluarga
20:16yang dulu bekerja untuk Wei Yan.
20:18Lalu, mereka pensiun.
20:19Ada benda apa di keluarga, Fan?
20:21Sampai prajurit Bisi Alam datang mencarinya.
20:23Perdana Menteri menyuruhku mencari
20:27sebuah surat.
20:28Jadi Tuan Kedua Fan pernah bekerja
20:30untuk Wei Yan.
20:32Karena itu, dia terus diburu.
20:35Adipati,
20:37kekuasaan Wei Yan besar
20:38dan berniat menutupi kebenaran.
20:41Bukankah Adipati butuh bantuan
20:42untuk bisa menggulingkannya?
20:45Bagaimana aku bisa mempercayaimu?
20:47Bagaimana Adipati bisa mempercayai hamba?
20:52Bagaimana kalau beri uang muka dulu?
20:54Uang muka apa?
20:5712 juta kilo bahan pangan.
20:59Bagaimana?
21:00Tampaknya dia...
21:04Tampaknya dia memang tahu upayaku.
21:06Mengumpulkan bahan pangan
21:08dari Cinco dan Chongco.
21:10Kita sudah beli dari berbagai sumber.
21:13Ada sekitar 100 pedagang
21:14yang jadi perantara.
21:15Bagaimana dia bisa tahu sedetil ini?
21:17Justru,
21:19aku menanyakan hal itu padamu.
21:22Ampun ya hamba Tuan.
21:24Ini kelalaian hamba.
21:26Dia bersedia mengajukan syarat itu bagus
21:29dalam bisnis.
21:31Kalau menyebut harga
21:33bisa dirondingkan.
21:3712 juta kilogram.
21:39Tuan,
21:40beberapa bulan terakhir
21:41kita hampir selesai mengumpulkan
21:42pangan di Chongco dan Cinco.
21:44Tidak ada yang menyuruhmu
21:45memberikannya sekaligus.
21:48Ayah anda tidak pernah peduli padaku.
21:52Kedudukan putra mahkota pun
21:53dipegang Sui Yuanqing.
21:54Tapi kalau kita dapat
21:55tukungan Adipati Wu'an,
21:58peluang kemenangan kita
21:59akan meningkat.
22:00Bagaimana jika Adipati Wu'an
22:02tidak percaya identitas Tuan?
22:04Lalu setelah menerima bahan pangan,
22:06berbalik melawan kita?
22:07Melawan?
22:08Dia bisa pergi kemana?
22:10Apa mau kembali ke bawah
22:12komando Wei'an?
22:13Asal dia bersedia
22:15tulus membantu kita,
22:17jangankan 12 juta kilogram.
22:18Aku juga rela menyerahkan
22:19seluruh empat provinsi
22:21di barat laut ini.
22:22Mengerti,
22:23hamba segera melaksanakannya.
22:34We'an,
22:35no we'an.
22:38Sebentar lagi,
22:40kau akan digigit anjing
22:41yang tidak tahu terima kasih.
22:43Yang kau besarkan.
22:48Perdana Menteri,
22:50saat diam-diam menyelidik
22:51kehubungan guru
22:52kekaisaran Li dan para pengkhianat,
22:54hamba tidak sengaja
22:55mengetahui tentang
22:56penyelidikan Adipati Wu'an.
22:58Memang perbuatan orang dalam
23:00kediaman Raja Changsin.
23:05Kalau tidak ada Xie Cheng
23:07di dunia ini,
23:09ancaman terbesar Raja Changsin
23:11di medan perang akan hilang.
23:15Keluarga Sui
23:17sedang merusak
23:18rencana besarku.
23:23Ada satu lagi.
23:25Li Huai'an dipanggil pulang
23:26ke ibu kota
23:26oleh guru kekaisaran Li.
23:29Tuan Putri Agung pulang.
23:31Orang tua itu ingin
23:32mewujudkan pernikahan ini.
23:34Jadi buru-buru
23:35memanggil pulang
23:36cucu sulungnya.
23:39Jangan pedulikan lagi.
23:41Segera tulis surat
23:43untuk He Ching Yuan.
23:44Minta dia bertahan di kota Lu,
23:46di sana tempat
23:47pertempuran penentu.
23:50Awas sekali ya.
23:52Lari-lari.
23:53Lari-lari.
24:02Selamat tahun.
24:03Ayo semuanya matang.
24:05Sudah datang.
24:05Ayo, ayo, semuanya matang.
24:07Sitiwan, selamat datang.
24:08Tarik-tarik.
24:09Ayo, ayo, semuanya matang.
24:10Jangan lupa-lupa.
24:11Ayo.
24:12Selamat tahun baru, Imlek.
24:14Selamat tahun baru, Imlek.
24:15Selamat tahun baru, Imlek.
24:17Selamat tahun baru, Imlek.
24:21Ayo tulis.
24:22Garis horizontal.
24:26Horizontal.
24:26Vertikal.
24:28Vertikal.
24:30Garis horizontal.
24:32Garis patahan.
24:33Garis miring kiri.
24:34Garis miring kanan.
24:40Kakak, kakak Ipar sedang mengajariku menulis.
24:43Pintar.
24:49Kau bisa menulis kuplet Imlek.
24:54Tahun-tahun sebelumnya,
24:56ditulis sendiri oleh ibuku.
24:58Kakak Ipar bisa menulis kuplet.
25:00Tolong ambilkan kertas.
25:02Iya.
25:17Eh, terlalu banyak.
25:22Kalau begitu, tulis yang banyak.
25:24Kita berikan pada yang lain,
25:26lalu tempel di semua kusen pintu rumah ini,
25:29supaya meriah.
25:31Baiklah.
25:43Terima kasih telah menonton.
26:15Aku, aku menyenggolmu, ya?
26:18Tidak apa-apa.
26:19Tintanya terlalu banyak.
26:28Tulisanmu indah.
26:29Tulisanmu indah.
26:33Sayang sekali.
26:36Tidak apa-apa.
26:38Tempel saja di pintu kamarku dan nih.
26:42Es.
26:43Es, mata, air, salju, tunas, rumput tumbuh.
26:52Es mencair, air bergerak, salju sirna, rumput tumbuh.
26:58Dulu waktu ibuku menulis kuplet imlek.
27:01Dia juga tidak suka menulis kata-kata yang monoton.
27:05Kau suka?
27:31Kau bisa melukis.
27:34Bisa sedikit.
27:36Bisa sedikit.
27:37Bisa sedikit.
27:42Bisa sedikit.
27:43Begini juga sudah cukup.
27:47Kau jual kaligrafi dan lukisan, pasti bisa menghasilkan banyak uang.
27:55Aku tidak melukis yang tidak aku suka.
28:00Aku juga mau menulis.
28:04Kau tulis kuplet horizontal.
28:07Ayo, Ning tulis kuplet horizontal.
28:12Tulis apa ya?
28:14Tulis apa ya?
28:26Tulis ini saja.
28:36Bagaimana kuplet ini?
28:42Itu...
28:43Karya yang rendah.
28:48Artinya bagus sekali, kan?
28:55Artinya bagus sekali, kan?
28:58Itu pas sekali.
29:04Aku menulisnya terlalu bagus.
29:07Aku hebat.
29:09Oh, iya.
29:11Kurang si elangjir.
29:18Elangjir.
29:19Tahun baru sama-sama ya.
29:26Tambahkan cap kaki elangjir.
29:28Baru keluarga kita lengkap.
29:35Lihat.
29:39Suamiku.
29:40Ke bawah sedikit.
29:42Bagus, bagus.
29:43Jangan digerakkan lagi.
29:45Ya.
29:45Sudah bagus.
29:47Aduh.
29:48Baiklah.
29:51Istriku.
29:52Bagus.
29:53Bagaimana tulisan ini?
29:54Tulisan ini bagus sekali.
29:56Aku belum pernah lihat tulisan sebagus ini.
29:58Ini tulisan dia, kan?
29:59Memangnya kau yang buta huruf mengerti.
30:01Heh.
30:01Meski buta huruf, aku tahu tulisan yang indah.
30:04Lihat saja huruf-hurufnya.
30:05Sangat simetris.
30:06Dan sangat rapi.
30:07Sekali lihat, tahu ini berharga.
30:09Pak Mancao, Bibicao.
30:11Tulisan kuplet ini bagus sekali.
30:13Siapa yang menulisnya?
30:14Semua ini ditulis suami Cang Yu.
30:16Oh, suaminya Cang Yu, ya?
30:19Bagus, ya?
30:21Heh?
30:21Suami Cang Yu?
30:24Cang Yu?
30:26Tulisan kuplet suamimu bagus sekali.
30:28Dibandingkan tulisan sarjana provinsi Song tahun lalu,
30:31ini jauh lebih bagus.
30:33Makanya orang bilang,
30:34Cang Yu kita ini pandai menilai orang.
30:36Bisa tuliskan satu untuk kakak Ipar?
30:38Hah?
30:41Benar.
30:42Tuliskan juga untuk kakak Ipar.
30:43Iya, mau ya?
30:44Kakak Ipar, maaf ya.
30:45Kertas kupletnya sudah habis.
30:47Ah, kalau kertas kuplet Imlek,
30:49masih banyak kertas merah di rumah sisa tahun lalu.
30:52Di rumah kami juga ada.
30:54Di rumahku juga ada.
30:55Baiklah, bawa kertasnya ke sini.
30:59Baik.
31:00Cepat ambil kertas merah.
31:02Terima kasih, ya.
31:03Kita ketemu lagi nanti.
31:04Ayo, yuk.
31:20Ayo, yuk.
31:22Tadi kau bilang tidak mau melukis sesuatu yang tidak kau suka.
31:29Sekarang sudah suka.
31:30Siapkan tintanya.
31:32Cang Yu.
31:34Nuna Chuan.
31:35Ini ada jipang buatan sendiri.
31:37Ini camilan untuk Ning.
31:39Ini, ambil saja.
31:41Cang Yu, Bibi dengar suamimu menulis kuplet untuk orang-orang.
31:44Kuplet Imlek di rumah Bibi tahun ini belum ditulis.
31:47Jadi Bibi ikut ke sini.
31:49Bibi tidak punya barang bagus.
31:52Ini tahu yang baru digiling.
31:54Cobalah.
31:56Bibi sekalian, silakan duduk dulu.
31:58Baiklah.
31:59Aku bawa kertas merah.
32:01Terima kasih.
32:02Terima kasih.
32:28Sudah.
32:30Selesai.
32:33Merayakan tahun berlimpah.
32:35Kerbau musim semi membajak ladang hijau.
32:39Artinya musim semi tahun depan, panen akan melimpah.
32:42Dan seluruh keluarga hidup bahagia.
32:52Badai kencang suasana gelap, ayam jantan tak berhenti berkokok.
32:55Bertemu pujaan hati, menamukin hatiku tak gembira.
32:59Arti puisi ini, meski kegelapan, menyelimuti, dan hujan lebat, kokok ayam tetap terdengar cemas.
33:05Tapi di tengah-tengah segala kekacauan ini, saat pandangan mata beralih, tanpa disangka langsung melihat sosoknya.
33:14Bagai awan dan kabut tersingkap, ada seberkas cahaya menerangi diriku.
33:21Hangat meluap dan terpancar, membawa kegembiraan di dalam hati.
33:26Dulu waktu aku mendengar kalimat ini, rasanya indah didengar.
33:30Tapi aku tidak mengerti di mana bagusnya.
33:33Hingga tadi, ketika dia berbalik dan menatap ke arahku.
33:40Saat itu, halaman rumah jadi sangat sunyi.
33:45Salju yang melayang, terasa jauh lebih ringan.
33:50Bahkan angin yang bertiup pun terasa lembut dan tidak menusuk tulang.
33:56Seolah matahari, pada titik balik musim dingin, tidak miring dan lurus.
34:01Tepat menginari tubuhku.
34:04Ternyata kalau orang tulus, hatinya bisa berbunyi.
34:09Seperti di depan tungku menghangatkan badan.
34:12Suara derak halus dari kayu bakar.
34:15Sangat sederhana, tapi hangat.
34:24Tanganmu sakit ya?
34:27Tidak apa-apa.
34:28Keras kepala.
34:49Nenek ingin menulis kuplet.
34:56Dulu, selalu cucu sulungku, Kang Tan Er yang menulisnya.
35:01Kemudian dia berbuat salah dan ditangkap untuk kerja paksa.
35:05Setelah itu, sarjana provinsi Song yang membantu.
35:10Tahun ini, Kang Tan Er sudah 18 tahun.
35:13Dia penakut dan lugu.
35:14Aku sangat berharap cucu Bung Sukuhu bisa lebih pintar dan cerdik daripada kakaknya.
35:23Namanya manusia, bukankah sepanjang tahun hanya hidup dengan harapan?
35:35Tahun depan atau tahun berikutnya mungkin saja akan lebih baik.
35:51Silahkan duduk.
35:59Mau menulis apa?
36:03Semoga jangan ada perang lagi.
36:07Juga berikan keturunan pada keluarga Kang.
36:11Dan semoga kedua cucu laki-lakiku bisa tumbuh besar dengan selamat.
36:16Tanpa perlindungan orang tuanya.
36:27Buatlah.
36:34Buatlah.
36:39Buatlah.
36:40Buatlah.
36:46Poratlah.
37:05Salam pada Ibunda
37:07Ada perlu apa Ibunda
37:09Memanggil Ananda ke sini?
37:14Hari ini malam Imlek
37:15Keluarga berkumpul
37:16Masa Ibu ingin bertemu denganmu saja
37:19Perlu ada alasan
37:21Bukan itu maksud Ananda
37:30Ananda berdoa
37:31Ibunda dilimpahi keberuntungan
37:34Selalu aman sentosa
37:35Dan sehat sejahtera
37:41Kau dan Adipati Wuhan ditunangkan sejak kecil
37:44Dulu saat Adipati Wuhan masih hidup
37:46Dia pemuda gagah dan berjasa dalam peperangan
37:49Pria sebaik itu sesuai untukmu
37:51Tapi kau bilang hanya menganggapnya sebagai kakak
37:55Dan tidak bersedia menikah dengannya
37:58Sekarang karena satu permainan catur buruk
38:00Jiwamu sudah terpikat
38:03Apa maksud Ibunda?
38:06Sejak kembali ke istana
38:07Kau selalu menolak bertemu Li Huaian dengan alasan sakit
38:11Ibu sudah perintahkan orang untuk mengatur
38:13Kau akan jalan-jalan
38:14Dengannya di Festival Lampion
38:16Ibu-Unda
38:19Keluarga Kongsun tidak diizinkan menjabat
38:23Ini aturan kekaisaran
38:25Tidak boleh dilanggar
38:26Kau Tuan Putri Agung
38:27Jangan karena permainan catur
38:29Lalu menghancurkan rencana keluarga kekaisaran
38:35Ananda bukan bidak Ibunda
38:37Dan tidak rela dipermainkan dalam permainan istana ini
38:40Dalam hati Ibunda hanya ada kemuliaan
38:42Dan aturan kekaisaran
38:44Ibunda pernah peduli tentang kebahagiaan dan kesedihan Ananda
38:47Pokoknya setelah ini
38:49Kau tidak diizinkan bertemu dengan keluarga Kongsun
38:53Segera lupakan keinginanmu itu
38:58Kalau sudah tidak ada urusan lain
39:00Ananda mohon pamit dulu
39:05Shu
39:07Tuan Putri Agung mau kemana?
39:10Aku mau gantung diri
39:12Bibi mau menemaniku
39:24Meskipun aku sangat
39:26Mencintai seseorang
39:29Keinginan pihak lain
39:32Berbeda
39:48Ayo ayo kita makan
39:50Wangi sekali
39:53Wangi sekali
39:54Terima kasih
39:54Ayo ayo makan
39:57Enak sekali
39:59Ayo cepat-cepat makan
40:01Enak
40:02Sagi panas
40:02Makanan datang
40:22Ayo minum lagi
40:23Tuang sampai penuh
40:24Tuang sampai penuh
40:25Aku mau sedikit
40:26Eh
40:27Ayo ayo minum minum
40:28Di tubuhmu ada luka
40:29Ini arak jernih
40:31Minum teh saja
40:33Tapi bilang
40:34Tidak boleh minum arak sebelum sembuh
40:36Aku juga mau minum
40:37Iya
40:38Ming tidak boleh minum arak
40:39Ayo minum teh bersama kakak Ipar
40:44Ayo ayo ayo
40:45Bersulang
40:47Semoga setiap tahun aman
40:49Damai dan sejahtera
40:50Ayo minum arak
40:55Mari
41:05Yancang
41:08Bagaimana kalau kita
41:10Oh
41:11Ada kembang api
41:13Wah
41:17Ayo min
41:18Ayo lihat kembang api
41:19Ayo lihat kembang api
41:22Selamat tahun baru ya
41:26Tadi kau bilang apa
41:27Aku tidak dengar
41:34Aku
41:35Aku bilang masih mau minum arak
41:38Oh iya iya
41:39Baiklah
41:40Ayo kita maik
41:41Kita lihat dari atas
41:43Anaknya enak sekali
41:45Jangan sampai mabuk
41:46Aku masih sangat sadar
41:48Arak ini tidak memabukan
41:52Aku tuang teh untukmu ya
41:55Sedikit teh menghilangkan mabuk
41:57Ayo
42:04Kau meremehkan aku ya
42:06Hah
42:09Ayahku bisa minum satu tempayan arak ini
42:11Minimal aku bisa minum setengahnya
42:24Arak ini tidak memabukan
42:26Ayo habiskan
42:29Ayo
42:36Kau benar-benar sudah mabuk
42:40Aku tidak apa-apa
42:44Selamat tahun baru Imlek
42:46Selamat tahun baru Imlek
43:01Jika tidak beri makan serigala
43:03Tidak bisa dapat anak
43:08Anak apa
43:26Terima kasih
43:27Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan