00:00Menteri Perang Amerika Serikat mengungkap kekhawatiran negaranya atas perkembangan militer Tiongkok.
00:06Sementara Tiongkok menyatakan Presiden Xi Jinping sudah mengajukan sejumlah poin usulan untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah.
00:18Di tengah ketegangan dengan Iran, Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hexed menghadiri konferensi pertahanan Asia di Singapura.
00:25Selama kunjungannya di Asia Tenggara, Hexed sempat menemui Menteri Pertahanan Vietnam dan Filipina serta utusan Malaysia.
00:32Di pertemuan ini para pemimpin dunia, diplomat dan pejabat keamanan tingkat tinggi berkumpul membahas sejumlah isu pertahanan paling krusial saat
00:39ini.
00:40Termasuk kekhawatiran soal kekuatan militer Tiongkok yang berkembang pesat serta dominasi negeri tirai bambu itu di Laut Cina Selatan.
00:47Hexed menyampaikan Amerika Serikat akan mencegah Tiongkok memaksakan kekuasaannya di kawasan tersebut.
00:53Namun Hexed menegaskan, Washington tidak menginginkan konfrontasi yang tidak perlu dan menginginkan stabilitas jangka panjang menguntungkan semua pihak.
01:02When we look across the region today, there is rightful alarm regarding China's historic military buildup and the expansion of
01:10its military activities in the region and beyond.
01:13America is a Pacific nation, and we insist that China respect our longstanding position in the region, and not just
01:20insist, but maintain the manifest military strength to underwrite it.
01:25Going forward, we will be intentional about how and when we communicate.
01:31And we will lead first and foremost with actions.
01:36As I said, strong but quiet.
01:39Big stick, speak softly.
01:42Sebelumnya pada pertengahan Mei lalu, Presiden Donald Trump berkunjung ke Tiongkok menemui Presiden Xi Jinping.
01:47Selain membahas isu ekonomi, pertemuan diyakini juga membahas isu Taiwan dan tentu saja konflik Iran.
01:54Trump bahkan mengklaim Xi Jinping menawarkan bantuan untuk membuka selat hormus karena ketegangan antara Washington dan Teheran masih belum terselesaikan.
02:04Usai pertemuan kedua pemimpin, Tiongkok menyatakan, Presiden Xi Jinping sudah mengajukan sejumlah poin usulan untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah.
02:12Tetapi nampaknya, Tiongkok tidak terlibat langsung dalam menyelesaikan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
02:18Namun berharap kedua pihak terus berupaya mencapai kencatan senjata.
02:22Terima kasih telah menonton!
02:58Negosiasi damai Iran dan Amerika hingga kini masih belum menemui titik terang.
03:02Namun Amerika terus menyiagakan mesin perang dan kekuatan tempurnya.
03:06Pada akhir April lalu, militer Amerika menggelar latihan gabungan di Filipina melibatkan sekitar 17 ribu personel.
03:13Dan belum lama ini, militer negeri Paman Sam juga melakukan uji tembak roket menggunakan sistem High Mobility Artillery Rocket System
03:20atau HIMARS.
03:21di kaki gunung Fuji, Jepang.
03:23Sistem HIMARS menggunakan roket berpemandu presisi tinggi.
03:27Senjata ini sangat mobile dan memiliki jangkauan antara 80 hingga lebih dari 300 km.
03:33Kencatan senjata Amerika dan Iran terancam rapuh usai kedua pihak terlibat aksi serangan balasan awal pekan ini.
03:39Dan kedatangan Menteri Perang Amerika Serikat ke Singapura di tengah rai mengusung misi melobi negara-negara di Asia Tenggara
03:46untuk mempermudah mobilisasi militer ke Timur Tengah tanpa birokrasi yang rumit.
03:51Seperti izin akses wilayah udara yang pernah dianjukan ke Indonesia beberapa waktu lalu.
03:56Namun, belum ada kesepakatan final terkait permintaan ini.
04:05Sebelumnya Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hexas berlatih fisik bersama dengan prajurit yang bertugas di kapal USS Boxer di Singapura.
04:13Usai latihan Hexas bilang, jika Iran salah memutuskan dalam bernegosiasi,
04:18maka negara itu akan berhadapan dengan prajurit Amerika Serikat.
04:24Terima kasih telah menonton!
04:53It's you guys!
Komentar