Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menteri Pertahanan Amerika Serikat mengungkapkan kekhawatiran negaranya terhadap perkembangan militer China.

Sementara itu, China menyatakan Presiden Xi Jinping telah mengajukan sejumlah poin usulan untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah.

Di tengah ketegangan dengan Iran, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menghadiri Konferensi Pertahanan Asia di Singapura.

Selama kunjungannya di Asia Tenggara, Hegseth bertemu dengan Menteri Pertahanan Vietnam dan Filipina serta utusan Malaysia.

Hegseth menyampaikan bahwa Amerika Serikat akan mencegah China memaksakan pengaruhnya di kawasan tersebut. Namun, ia menegaskan Washington tidak menginginkan konfrontasi yang tidak perlu dan tetap menginginkan stabilitas jangka panjang yang menguntungkan semua pihak.

Sebelumnya, Pete Hegseth juga mengikuti latihan fisik bersama prajurit yang bertugas di kapal USS Boxer di Singapura.

Usai latihan, Hegseth mengatakan bahwa jika Iran mengambil keputusan yang salah dalam proses negosiasi, maka negara itu akan berhadapan dengan prajurit Amerika Serikat.

Baca Juga AS Singgung Dominasi China di Tengah Konflik Iran Memanas, Strategi Baru? Ini Kata Pengamat Militer di https://www.kompas.tv/internasional/671932/as-singgung-dominasi-china-di-tengah-konflik-iran-memanas-strategi-baru-ini-kata-pengamat-militer

#amerikaserikat #china #menhanas #petehegseth

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/671934/menggebu-menhan-as-latihan-fisik-bersama-prajurit-hingga-soroti-kekuatan-militer-china-di-asia
Transkrip
00:00Menteri Perang Amerika Serikat mengungkap kekhawatiran negaranya atas perkembangan militer Tiongkok.
00:06Sementara Tiongkok menyatakan Presiden Xi Jinping sudah mengajukan sejumlah poin usulan untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah.
00:18Di tengah ketegangan dengan Iran, Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hexed menghadiri konferensi pertahanan Asia di Singapura.
00:25Selama kunjungannya di Asia Tenggara, Hexed sempat menemui Menteri Pertahanan Vietnam dan Filipina serta utusan Malaysia.
00:32Di pertemuan ini para pemimpin dunia, diplomat dan pejabat keamanan tingkat tinggi berkumpul membahas sejumlah isu pertahanan paling krusial saat
00:39ini.
00:40Termasuk kekhawatiran soal kekuatan militer Tiongkok yang berkembang pesat serta dominasi negeri tirai bambu itu di Laut Cina Selatan.
00:47Hexed menyampaikan Amerika Serikat akan mencegah Tiongkok memaksakan kekuasaannya di kawasan tersebut.
00:53Namun Hexed menegaskan, Washington tidak menginginkan konfrontasi yang tidak perlu dan menginginkan stabilitas jangka panjang menguntungkan semua pihak.
01:02When we look across the region today, there is rightful alarm regarding China's historic military buildup and the expansion of
01:10its military activities in the region and beyond.
01:13America is a Pacific nation, and we insist that China respect our longstanding position in the region, and not just
01:20insist, but maintain the manifest military strength to underwrite it.
01:25Going forward, we will be intentional about how and when we communicate.
01:31And we will lead first and foremost with actions.
01:36As I said, strong but quiet.
01:39Big stick, speak softly.
01:42Sebelumnya pada pertengahan Mei lalu, Presiden Donald Trump berkunjung ke Tiongkok menemui Presiden Xi Jinping.
01:47Selain membahas isu ekonomi, pertemuan diyakini juga membahas isu Taiwan dan tentu saja konflik Iran.
01:54Trump bahkan mengklaim Xi Jinping menawarkan bantuan untuk membuka selat hormus karena ketegangan antara Washington dan Teheran masih belum terselesaikan.
02:04Usai pertemuan kedua pemimpin, Tiongkok menyatakan, Presiden Xi Jinping sudah mengajukan sejumlah poin usulan untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah.
02:12Tetapi nampaknya, Tiongkok tidak terlibat langsung dalam menyelesaikan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
02:18Namun berharap kedua pihak terus berupaya mencapai kencatan senjata.
02:22Terima kasih telah menonton!
02:58Negosiasi damai Iran dan Amerika hingga kini masih belum menemui titik terang.
03:02Namun Amerika terus menyiagakan mesin perang dan kekuatan tempurnya.
03:06Pada akhir April lalu, militer Amerika menggelar latihan gabungan di Filipina melibatkan sekitar 17 ribu personel.
03:13Dan belum lama ini, militer negeri Paman Sam juga melakukan uji tembak roket menggunakan sistem High Mobility Artillery Rocket System
03:20atau HIMARS.
03:21di kaki gunung Fuji, Jepang.
03:23Sistem HIMARS menggunakan roket berpemandu presisi tinggi.
03:27Senjata ini sangat mobile dan memiliki jangkauan antara 80 hingga lebih dari 300 km.
03:33Kencatan senjata Amerika dan Iran terancam rapuh usai kedua pihak terlibat aksi serangan balasan awal pekan ini.
03:39Dan kedatangan Menteri Perang Amerika Serikat ke Singapura di tengah rai mengusung misi melobi negara-negara di Asia Tenggara
03:46untuk mempermudah mobilisasi militer ke Timur Tengah tanpa birokrasi yang rumit.
03:51Seperti izin akses wilayah udara yang pernah dianjukan ke Indonesia beberapa waktu lalu.
03:56Namun, belum ada kesepakatan final terkait permintaan ini.
04:05Sebelumnya Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hexas berlatih fisik bersama dengan prajurit yang bertugas di kapal USS Boxer di Singapura.
04:13Usai latihan Hexas bilang, jika Iran salah memutuskan dalam bernegosiasi,
04:18maka negara itu akan berhadapan dengan prajurit Amerika Serikat.
04:24Terima kasih telah menonton!
04:53It's you guys!
Komentar

Dianjurkan